NovelToon NovelToon
Garis Khatulistiwa

Garis Khatulistiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Kisah cinta masa kecil
Popularitas:966
Nilai: 5
Nama Author: Rangga Saputra 0416

Alderza Rajendra, seorang siswa tampan yang banyak digemari para siswi di sekolahnya. Kehadirannya tersebut, selain membuat kericuhan diantara para cewek-cewek di sekolahnya, ia juga menimbulkan rasa takut diantara para cowok maupun cewek di sekolah itu.

Seorang teman ceweknya yang juga merupakan teman sekelasnya, sering kali menjadi bahan bully-an oleh dia dan juga genk nya. Sebagai ketua, Alderza tentunya tidak pernah ngasih ampun dalam membully cewek tersebut.

Namun suatu hari, Alderza berhenti. Semua perilaku kekerasan dan cacian yang ia berikan pada cewek tersebut menghilang. Semua dikarenakan satu rahasia besar yang membuat dirinya hancur seketika.

Rahasia tersebut berasal dari Aily Marsela teman sekelasnya yang selalu ia sakiti.

novel ini banyak sekali terinspirasi dari novel Teluk Alaska karya Eka Aryani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rangga Saputra 0416, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15. Skandal

Happy Reading

"Itu bekas gue." Jawab Alderza dengan santai sembari mengendarai mobilnya.

Dia meminum air tersebut dan Alderza juga meminum air tersebut. Bibir Aily menyentuh botol itu. Apakah bibir Alderza juga menyentuh botol itu?

Jantung Aily berdebar-debar. Dia langsung memegang bibirnya dengan wajah yang amat sangat tegang.

Wajahnya bersemu merah membayangkan hal yang sudah terjadi. Bukankah secara tidak langsung, bibir mereka bersentuhan meskipun melalui botol?

"Lo kenapa?" Tanya Alderza bingung.

"Kamu jahat! Kamu udah ambil ciuman pertama aku!"

Alderza menginjak rem mobilnya. Dia terdiam sambil mengerjapkan matanya tidak percaya, mulutnya menganga lebar dan alisnya saling bertautan.

Apakah dia tidak sedang duduk dengan cewek sinting?

Yang benar saja. Aily malah menangis sambil menutup mulutnya. Alderza menatapnya tajam, lalu memundurkan badannya berusaha menjauh.

"Lo gak sakit kan?" Tanya Alderza.

Sementara, Aily yang tadinya menangis, kini beralih menatap Alderza. Dia melempar botol air tersebut tepat di wajah Alderza.

"Dasar cari-cari kesempatan!"

Alderza mengelus-elus dadanya, berusaha bersabar menghadapi cewek yang ada di sampingnya ini.

"Dasar sinting!"

Aily membelalakkan matanya saat mendengar perkataan itu. Dia sudah menangis dan berusaha menahan setengah mati setiap amarahnya. Bukannya meminta maaf, Alderza malah mengatainya?

"Dasar cowok murahan!"

Aily cemberut, dia tidak mau menatao Alderza yang tersenyum geli karena tingkahnya.

Entahlah, tapi Alderza sedikit demi sedikit mengerti kenapa Aily marah padanya. Hal itu membuatnya tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya sembari kembali melajukan mobilnya menembus hujan lebat.

"Kita ciuman enggak langsung kan?" Tanya Alderza sengaja memancing Aily agar lebih marah lagi padanya.

Baginya, cewek itu terlihat lucu saat marah kepadanya. Ada sisi yang belum pernah Alderza lihat sebelumnya. Aily yang biasa terlihat diam bisa juga memperlihatkan sisi lainnya.

"APAAN SIH! GAK LUCU!"

Aily memalingkan wajahnya menatap jalan untuk menyembunyikan rona merah yang saat ini sedang menghiasi pipinya.

"Botol itu jadi saksi kita berdua. Simpen baik-baik ya."

Tanpa basa-basi, Aily langsung membuka jendela dan membuang botol air itu sekuat tenaga sampai terpental jauh, menunjukan emosinua yang kian meledak.

"Senggol bacok juga ni cewek." Balas Alderza sambil menutup mulutnya menahan tawa.

"BERISIK!"

"Aduh... gimana dong, saksi kita berdua ilang."

"Gak denger!" Balas Aily yang semakin membuat Alderza meledak tertawa lepas.

"Lo cantik kalo lagi marah."

"Gak deng-" Aily berhenti sejenak, lalu sepersekian detik kemudian kembali bertanya.

"Apa?" Tanya Aily berusaha meyakinkan atas apa yang diucapkan Alderza barusan.

"What?" Tanya Alderza.

"Gimana-gimana?"

"How?"

"Ih, gak tau ah!" Aily kembali cemberut. Baru saja dia ingin tersenyum, tetapi Alderza berhasil menggagalkannya.

Aily memutar bola matanya. Dalam hatinya, dia ingin berkata kasar, lalu merutuki dirinya sendiri.

Kenapa dia bisa jadi agresif seperti ini? Emosinya naik turun. Meskipun AC mobil menyala, suasananya tetap terasa panas. Jantungnya juga berdetak tak karuan.

Apa aku sakit jantung?

"Woi, dah mau sampe!" Tukas Alderza memecah lamunan Aily.

"Iya, udah tau!"

Sebelum Aily turun dari mobil, Alderza mencekal tangannya. Tatapannya beralih menjadi serius, berbeda dengan sebelumnya.

"Gue punya 3 permintaan buat hari ini." Ucap Alderza.

Aily menatap tangannya yang gemetar saat Alderza menyentuhnya. Jantungnya kembali berdegup kencang seperti ingin meledak.

Sejak kapan aku punya penyakit jantung?

"Pliss, lo harus kabulin permintaan gue!" Alderza memohon seperti anak kecil.

"Ehem...ehem..."

Cewek itu berusaha menghilangkan rasa gugup dengan menelan ludahnya, lalu berakting bahwa dirinya tidak apa-apa, bahwa dia tidak sedang sakit jantung.

"Kamu pikir aku jika apa, sampe harus ngabulin permintaan kamu?"

"Oke, makasih kalau gitu. Pertama, gue pengen lo kayak gini di sekolah. Gue pengen lo gak diem lagi di sekolah, sama kayak gini, sama kayak pas kita lagi ketawa-ketawa barusan."

"Aku bukan jin ya, yang harus-"

"That's right, itu permintaan kedua gue. Gue mau lo biasain ngomong kayak gue, pake 'gue-elo' bukan 'aku-kamu'. Gimana? Gampang kan?"

Aily mengerutkan keningnya, merasa bingung atas permintaan Alderza yang tiba-tiba. Cewek itu lantang memicingkan matanya dan berkata.

"Emang wajib banget aku ngabulin permintaan kamu? Udah aku bilang, aku bukan-"

"Permintaan ketiga gue. Gue minta permintaan gue ditambah tiga lagi.

"Dasar gila!" Aily menganga lebar sembari menggelengkan kepalanya.

Untuk apa dia mengabulkan permintaan Alderza yang tidak ada gunanya sama sekali itu?

Semenjak Alderza mengikutinya, dia memang berubah, apalagi setelah di makam ayahnya, seperti.... ada sesuatu yang mengganjal.

Apa dia gak enak sama Papa? Atau dia gak enak karena aku gak punya papa? Ucap Aily di dalam hatinya.

"Sebutin satu alasan kenapa aku harus ngabulin permintaan kamu?!" Tanya Aily dengan wajah yang serius.

Sementara Alderza malah menaikkan alis kanannya dan menatap Aily dengan senyuman pertanda bahaya. Wajahnya begitu mengintimidasi. Seringaian kecil mulai muncul, lalu dia mendekat pada Aily sembari berbisik.

"Kalo lo gak ngabulin permintaan gue, siap-siap aja satu sekolah bakal tau tentang skandal yang udah kita lakuin barusan."

Thank you yang udah baca. Kalo ada kesalahan kata, atau typo, atau semacamnya, mohon dikoreksi ya. Love you guys.

1
ros 🍂
semangat thor💪 ijin mampir
Nhi Nguyễn
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!