" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 18
" good morning...."
" mau tidur disini terus?"
" ayo bangun udah jam 10"
" baby...."
Suara itu terdengar sangat lembut di telinga Haruka. Dia ingin bangun, namun matanya terasa sangat berat untuk terbuka. Bahkan suara itu masuk ke mimpi indahnya menyapa dirinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
tok tok tok
" Naoki...!"
brak!
Bukan hanya Naoki yang terkejut dan refleks langsung bangun. Haruka yang masih lelah dan ngantuk saja langsung terbangun dan panik.
" gimana ini?" tanya Haruka panik sambil memeluk selimut menutupi tubuh naked nya.
" tenang! Oke? kamu diam disini aja" ujar Naoki menyentuh kedua pundak Haruka berusaha untuk menenangkan Haruka yang panik. Jujur saja dia juga panik takut ketahuan secepat ini.
tok tok
Pintu kembali di ketuk, Haruka semakin panik. Dia menatap Naoki gelisah " bagaimana kalo kita ketahuan? Aku takut " ujar Haruka hampir saja menangis.
" tenang lah, percaya pada ku" ujar Naoki menatap tenang Haruka " tetap diam disini ya? Jangan kemana-mana " ujarnya mengusap lembut rambut Haruka lalu turun dari ranjang hanya dengan memakai celemek boxer.
Naoki membuka pintu kamarnya sedikit hanya memperlihatkan dirinya saja. dia menatap kembarannya yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya dengan wajah cool andalan nya.
" ada apa?" tanya Naoki sesantai mungkin. Sedangkan Haruka di dalam memeluk selimutnya berharap cemas. Bahkan tanpa sadar dia mengigit bibir bawahnya sendiri karena panik.
" kenapa kamu tidur di kamar ini? " tanya daiky.
Naoki binggung dengan maksud dari perkataan daiky. lalu dia menoleh ke kiri dan ke kanan hingga dia sadar bahwa saat ini dia tidak berada di kamarnya. Tapi di kamar tamu.
" nggak papa, pengen aja. Kenapa emangnya? Apa kamar ini nggak boleh di tempati?" tanya Naoki
" ini kamar yang sering Haruka tempati jika dia tidak ingin tidur di kamar. dan semalam dia tidak ada di kamar, apa dia di sini?" tanya daiky.
Yaa, ini kamar yang sering di tempati oleh Haruka saat Haruka marah atau sedih. Haruka sering kesini untuk menenangkan dirinya atau untuk menangis sendirian.
Tadinya daiky ingin memanggil haruka, tapi Hana mengatakan jika di kamar itu di tempati oleh Naoki semalam.
" oh! tidak ada. semalam kak Haruka memang sempat kesini, tapi hanya sebentar setelah itu dia segera pergi. Sepertinya dia pergi ke rumah temannya" ujar Naoki beralasan.
untungnya Naoki memiliki kelebihan bisa berakting tenang di saat panik atau gelisah. Dan untungnya lagi dia pintar berbohong. yaa meskipun dia di juluki sebagai pria bodoh tapi setidaknya dia memiliki kelebihan yang berguna.
" oh baiklah" Jawab daiky lalu pergi begitu saja.
Naoki segera menutup pintunya kembali. Lalu tidak lupa mengunci nya. Setelah itu dia berbalik badan dan tersenyum pada Haruka sambil mengajukan jempol sebagai tanda bahwa semuanya aman dan sudah di selesaikan.
Haruka bernafas lega. tidak lama setelah itu suara mobil milik daiky terdengar menjauh dari rumah.
" sepertinya daiky sudah pergi bekerja" ujar Naoki duduk di samping haruka " ayo kita mandi bersama" ajaknya Deng santai seolah olah hal itu adalah hal biasa saja. Padahal dia baru saja mengajak dia Majdi bersama.
" nggak mau! kamu pergi duluan saja" tolak Haruka malu malu. Bahkan pipinya sudah memerah merona karna salting dan malu.
Naoki tersenyum merasa lucu melihat tingkah Haruka. Dia pun segera bergegas ke kamar mandi. Begitu naoki selesai mandi barulah Haruka bergantian untuk mandi.
" kamu gila! Siapa ayah dari anak itu!!" bentak Ikki murka kepada putrinya yang hamil di luar nikah.
Bagaimana dia tidak marah? Keluarga mereka adalah keluarga terpandang dan juga sangat menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan.
Dan tiba tiba putri nya mengaku hamil di luar nikah? Hamil anak haram? Yaa jelas saja dia marah. Jika sampai publik tahu nama Baik nya akan hancur.
" maafin aku yah..."
maaf, satu kata yang terus haruna katakan. Haruna lebih memilih untuk minta maaf ribuan kali dari pada harus memberi tahukan siapa nama pria yang telah menghamili nya.
" ayah bertanya siapa pria itu!"
Haruna mengeleng lirih. air mata nya terus mengalir membasahi pipinya. Dia bersujud di depan papanya memohon maaf dari orang tuanya itu.
" siapa pria itu? Kenapa kamu sangat melindungi namanya?" tanya sakura, ibunya haruna.
" maaf ma, maafin haruna"
Ikki menyugarkan rambutnya prustasi. Dia sangat geram dengan putrinya. Putri yang selama ini dia sayangi dan dia bangga kan ternyata telah mengecewakan dirinya.
" jika memang kamu tidak ingin memberi tahukan siapa pria itu. Itu berarti kamu memilih untuk di hukum" ujar Ikki " masuk ke kamar mu, jangan keluar sampai anak itu gugur atau lahir" ujar Ikki tajam dan tegas.
" tidak yah, aku tidak akan mengundurkan kandungan ku" ujar haruna menolak keras.
tidak! dia tidak akan menggugurkan kandungan nya apapun yang terjadi anaknya harus tetap lahir. Meskipun harus lahir tanpa ayah.
" jika begitu tinggal di kamar sampai anak itu lahir" ujar Ikki.
sekarang usia kandungan nya baru 2 bulan. Itu berarti dia harus mengurung dirinya di kamar selama 7 bulan. Tentu saja bukan hal yang mudah untuk haruna yang hobi keluar. Tapi dia juga tidak memiliki pilihan lain. Untungnya ayahnya tidak mengusir nya seperti yang ada di dalam bayangan nya.
" baik ayah" jawab haruna pasrah.
Haruna bangkit dari posisi berlutut. Lalu dia berbalik badan untuk pergi ke kamarnya. Mungkin hari ini hari terakhir dia merasakan angin bebas dan mulai besok dia akan terkurung di kamar.
Ikki terduduk lemas di sofa. Sungguh dia tidak menyangka jika hal ini akan terjadi pada keluarga nya. apa dia terlalu baik dan membebaskan haruna sampai haruna menjadi seperti ini?
" jangan terlalu di pikiran yah, nanti kesehatan mu memburuk" ujar sakura mengusap bahu suaminya.
" kenapa putri kita jadi seperti itu ma? Apa ayah telah gagal mendidik nya?" tanya Ikki.
" tidak ayah, bukan itu yang terpenting sekarang. Sekarang kita harus mencari tahu siapa pria itu" ujar sakura.
Ikki mengangguk pelan " yaa, nanti ayah akan meminta bantuan teman ayah" jawab Ikki.
Ikki tidak boleh tinggal diam dan membiarkan anaknya menanggung semuanya sendiri. dia harus mencari tahu siapa pria itu dan meminta nya bertanggung jawab. Dengan begitu nama baik keluarga nya akan tetap terjaga dan putrinya juga tidak harus menjadi singel mother.
" iyaa yah, kita harus segera bertindak sebelum usia kehamilan nya bertambah" ujar sakura.
Semakin cepat semakin baik. jangan sampai nanti bayi itu akan lahir tanpa ayah. orang orang di luar sana pasti akan bertanya tanya siapa ayah dari anak itu.