NovelToon NovelToon
Marni, LC Sholehah

Marni, LC Sholehah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:67.2k
Nilai: 5
Nama Author: Qinan

Marni gadis desa yang mencoba peruntungannya di kota namun karena ditipu oleh temannya sendiri membuatnya terpaksa menjadi seorang LC disebuah karaoke, saat bulan ramadhan tiba karaoke tempatnya bekerja harus ditutup dan terpaksa membuatnya pulang kampung untuk sementara waktu.

Namun siapa sangka pekerjaannya yang sudah ia tutup rapat-rapat itu tak sengaja terbongkar oleh warga desa hingga membuatnya hampir diusir dari kampungnya jika saja Firman anak pak lurah seorang pemuda sholeh menolongnya, saat pria itu berkeinginan melamarnya tiba-tiba ditolak mentah-mentah oleh keluarganya sendiri karena pekerjaan gadis itu yang tidak pantas dan juga mereka telah menyiapkan seorang calon istri yang jauh lebih sholeha.

Lalu bagaimana nasib hubungan Marni dan Firman selanjutnya, akankah mereka akan direstui saat di hari kemenangan tiba atau justru kandas begitu saja sebelum hari raya? yuk kepoin di cerita Marni, LC sholeha (cerita edisi ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~29

Joko nampak memperhatikan jendela kamar Marni sembari menyesap rokok di tangannya tersebut, sebelumnya kepergiannya ke ibukota selain untuk bekerja ia juga telah menyelidiki wanita yang sangat mirip dengan tetangganya itu dan ternyata penemuannya begitu mencengangkan karena rupanya wanita bernama Maria itu adalah Marni tetangganya sendiri dimana setahun yang lalu di bawa oleh Asih ke kota yang juga tetangga kampungnya.

Ia bertemu Asih di panti pijat dan wanita itu menceritakan semuanya, namun karena kesalahannya dengan menjual Marni dan beberapa wanita dari kampung sebelah membuatnya tak berani pulang karena keluarga dari kampung sebelah mengancam untuk menuntutnya jika berani datang.

"Ah Marni, bagaimana jika warga kampung ini tahu pekerjaanmu di kota?" gumamnya seraya tersenyum sinis menatap jendela kamar wanita itu yang tertutup rapat sembari menyesap rokoknya tersebut.

Tiba-tiba ide busuk muncul di kepalanya, sudah lama sekali ia menginginkan wanita itu saat di kota yang sebelumnya ia kira Maria bahkan saat berhubungan dengan istrinya wajah wanita itu yang selalu ia bayangkan hingga membuatnya merasa sangat puas padahal sebelumnya rasanya enggan sekali menyentuh istrinya itu. Bagaimana tidak, ia yang biasanya suka berhubungan badan dengan wanita penghibur tiba-tiba saat pulang disuguhkan oleh pemandangan istrinya yang seperti itu. Wanita itu benar-benar tak pernah mau merawat badannya dan malah lemak yang ditumpuk setiap hari belum lagi tak pernah dandan atau hanya sekedar memakai parfum di badannya.

Sebagai pria normal sebenarnya ia sudah mencoba untuk setia selama bertahun-tahun sambil meminta istrinya itu untuk merawat tubuhnya, meskipun gajinya tak begitu banyak tapi untuk beli skincare pasti lebih tapi bukannya merawat badannya makin kesini badan wanita itu makin melebar. Ia yang awalnya terpengaruh oleh kawannya pergi ke panti pijat pada akhirnya merasa ketagihan karena pelayanan wanita-wanita disana yang begitu menggoda syahwatnya.

Kini hubungannya dengan sang istri hanya sebatas menjalani hidup, untuk rasa cinta entahlah masih ada atau tidak karena jujur wanita itu sama sekali tidak pernah menghormatinya setiap kali marah selalu kata-kata kasar yang terucap dari bibirnya, wanita itu mengatakan ia hanya menumpang di rumahnya padahal ia sudah berbuat semaksimal mungkin untuknya. Saat ia berada di rumah ia berusaha membantunya menjaga anak-anaknya dan juga membersihkan rumah namun tetap saja ia yang belum mampu membangunkan rumah untuknya seringkali di ungkitnya.

Menjelang subuh, Marni segera pergi ke mushola seorang diri karena ibunya ingin lanjut tidur setelah makan sahur sedangkan ayahnya yang setiap hari menggarap sawah milik Paijo memilih sholat di rumah dan juga lanjut tidur. Sementara Marwan jangan di tanya lagi adiknya itu lebih memilih begadang setiap hari di bengkel milik Sapri dan pulang keesokan harinya.

"Marni, tunggu!"

Tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang hingga membuat wanita itu langsung berbalik badan. "Mas Joko?" gumamnya, apa pria itu juga ingin pergi ke mushola? tapi tumben padahal biasanya puasa juga tidak.

"Iya mas." ucapnya pada akhirnya, bertahun-tahun mereka bertetanggaan dan Marni rasa pria itu cukup sopan serta menghargainya sebagai sesama tetangga.

Setelah mendekat Joko menatap wanita itu dengan lekat dan Marni merasa ada yang berbeda dengan tatapannya, seperti seekor harimau yang siap menerkam mangsanya. Tentu saja ia tahu karena selama setahun ini ia menghadapi berbagai macam karakter pria dari yang polos hingga ba ji ngan sekali pun.

"Mar," Joko langsung mengulurkan tangannya untuk menyentuhnya namun wanita itu langsung menepisnya.

"Apa-apaan sih mas, jangan sentuh-sentuh sembarangan." ucapnya melayangkan protes.

"Halah jangan sok jual mahal Marni karena di kota pun kamu menjual dirimu kan?" ejek Joko yang kini mulai menunjukkan sikap aslinya.

Tentu saja Marni terkejut mendengarnya, jadi apa pria itu sudah tahu jika ia adalah seorang Maria?

"Aku tidak pernah jual diri dan segera pergi sebelum aku berteriak mas!" tegas Marni menatap nyalang pria itu.

"Kalau begitu berapa yang kamu minta Marni atau Maria terserahlah? satu juta? dua juta? atau 5 juta? tapi layani aku sekarang!" Joko pun tak menyerah dan malah membuat penawaran namun ....

Plak

Sebuah tamparan keras langsung mendarat di pipi pria itu. "Berani mendekat akan ku adukan ke mbak Astuti kamu mas, bagaimana kelakuan suaminya di kota karena teman-temanku punya bukti setiap kali mas membookingnya." ucap wanita itu penuh ancaman.

Joko pun nampak menelan ludahnya sembari memegangi pipinya, tentu saja ia juga takkan membiarkan istrinya itu tahu karena bagaimana pun saat ini rumahnya hanya bersama wanita itu. Ia berasal dari keluarga cukup miskin di kota dan bisa menikah dengan Astuti adalah sebuah keberuntungan baginya belum lagi perusahaannya membuat aturan sang istri bisa melaporkan suaminya ke kantor jika terbukti berselingkuh dan ia akan di pecat tanpa pesangon.

"Sial," umpatnya lantas berlalu pergi dari sana.

Marni pun segera pergi ke mushola dengan perasaan campur aduk, bahkan kini Joko sang tetangga juga sudah tahu siapa dirinya. Tiba-tiba ia ingin sekali meninggalkan kampungnya sebelum warga tahu namun bagaimana perasaan ayahnya nanti jika ia tiba-tiba pergi padahal pria itu sudah bicara banyak hal tentang rencananya merayakan hari raya bersamanya nanti.

"Ya Allah, sedikit saja tolong berikan aku waktu untuk membahagiakan bapak." doanya sepanjang ia menunaikan sholat subuh itu.

Ia tidak mungkin minta bantuan Firman karena jika pria itu tahu kemungkinan akan kecewa atau justru bersikap merendahkan seperti yang lainnya, seperti Rio yang pasti akan terus mengejarnya karena apa yang dia inginkan belum didapatkan, Paijo yang membuat penawaran ataupun Joko yang ingin melecehkannya.

Tanpa sadar airmata Marni nampak luruh membasahi pipinya, ia akan pasrahkan seluruh takdirnya kepada sang pencipta karena ia yakin itu yang terbaik.

"Sudah melamunnya?"

Tegur seseorang tiba-tiba hingga membuat Marni yang masih duduk diatas sajadahnya langsung menoleh ."Pak ustadz?" ucapnya dan dilihatnya langit perlahan terang, entah sudah berapa lama ia larut dalam pikirannya sendiri.

"Ada masalah nduk?" ucap ustadz sekaligus pengurus musholanya tersebut.

Haruskah Marni bercerita kepada ustadznya tersebut? karena yang ia tahu pria tua berusia 70 tahun itu sangatlah disegani di kampung ini sebagai tetua bahkan oleh keluarga Firman sekalipun. Pak ustadz memang tidak kaya tapi kesabaran dan ilmunya yang membuatnya disegani banyak orang.

"Pak ustadz, apakah seorang pendosa layak mendapatkan ampunan?" ucapnya menatap pria itu.

"Tentu saja nduk selama benar-benar ikhlas bertobat dan takkan mengulanginya lagi bahkan kelak surga akan dipenuhi oleh pendosa yang benar-benar bertobat daripada ahli ibadah yang merasa tinggi hati," terang pria tua itu dan masih banyak lagi nasihatnya hingga membuat Marni mulai sedikit tenang saat ini.

1
Mah_Rika
ngerusuh nih
Mah_Rika
waduh makssa mas
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
tuh kan akhir nya pada melek juga ...tapi jangan lupa hutang keluarga Kania tagih dong 🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ya elah kalo jodoh tak kan kemana ya ... akhir nya ketemu2 juga 🤭..

baru bahagia Dateng Kutu hadeh
Radya Arynda
semangaaat marni,,,semogah kamu jadi sukses dengan tingal ber sama nenek fatimah
Rahmawati
banyak hikmah dari kepergian marni,ibu dan adiknya menyadari kesalahannya.
skrg marni bisa fokus dengan rumah tangga nya
Rahmawati
alhamdulillah, sah
Aprisya
setuju kalo pengantin baru tinggal bersama nenek
Radya Arynda
akhirnya,,,sah juga,,,,thooor mbok uo sekali2 buat novel iku seng agak banyakan,,,,kayak yang lain nya,,,
Aprisya
Alhamdulilah saaaaah,,,
Tuti Tyastuti
𝘈𝘭𝘩𝘢𝘮𝘥𝘶𝘭𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘳𝘸𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯𝘯𝘯
Arsyad Algifari.
penasaran Thor gimana nasib Siti julidah alias Astuti dan Joko😅
Eva Karmita
Alhamdulillah saaaahhhh... nunggu Firman sama Marni belah duren 😜🥰 ...biar Firman terkejot ternyata Marni masih segelan 😍
jumirah slavina
Marimar lh yang menikah🤣🤣😜
jumirah slavina
tuhkannnnnnnnnnnn🤣🤣
jumirah slavina
bawa penghulu kh
Tuti Tyastuti: 𝘨𝘢𝘴𝘱𝘰𝘭𝘭𝘭𝘭 𝘬𝘢𝘫𝘶𝘮
total 1 replies
Ais
setuju
Ais
nah betul itu karena sejatinya dimata Allah tidak ada manusia yg suci dan bersih jalan hidupnya kecuali kekasih Allah yaitu junjungan kita nabi besar muhammad SAW hanya beliaulah kekasih pilihan Allah yg sdh pst jaminan syurganya juga para sahabat dan keluarganya sdh pst jd klo kita merasa paling tau sndr soal agama dan adab kehidupan lantas sombong hati ngak akan ada gunanya dan dizaman akhir macam begini banyak banget manusia yg tinggi hati karena merasa ilmu agama dan adab paling yes dihadapan manusia lain🤣🤣🤣😤😤
nyaks 💜
si panitia surga 😂😂
Mah_Rika: hajar nek hajar
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!