NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Seana terdiam kaku setelah mendengar perkataan Sanzio yang aneh baginya. Dia tidak tahu apa yang telah dilakukannya hingga membuat Sanzio bersikap seperti itu. Tetapi, Sanzio tidak mengatakan apa pun lagi, dan setelah melewati lampu lalu lintas, pria itu memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Seana bergegas keluar dari mobil dan tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Sanzio memperhatikan Seana yang berlari setelah keluar dari mobilnya, ia mengernyitkan dahinya. Dan berpikir apakah dirinya begitu menakutkan sehingga membuat wanita itu berlari?

Ketika Seana tiba di perusahaan, dia bergegas masuk ke ruang kantor Mike. Memberitahu Mike bahwa Sanzio tadi memintanya untuk datang menemui Mike guna menandatangani surat perjanjian.

"Aku lupa ngasih tau kamu kalau perjanjian diantara kalian ngga ditulis."

"Hah? Apa maksudnya?." Seana tidak mengerti. Perjanjian tertulis seharusnya ada, bukan hanya perjanjian lisan, meskipun itu memang diketahui oleh kedua pihak, dan perjanjian tertulis itu berupa surat yang tertulis dan ditandatangani oleh kedua pihak.

Jika hanya ada perjanjian lewat lisan, tanpa adanya perjanjian tertulis. Bukankah itu tidak sah? Tanpa adanya perjanjian tertulis, jika ada perselisihan di antara kedua belah pihak, maka tidak akan ada cara untuk menyelesaikannya!

Mike mendorong kaca matanya ke pangkal hidung. "Perjanjian antara kamu dan Pak Zio itu sangat penting. Kalau sampai bocor, konsekuensinya akan sangat buruk." Katanya dengan serius.

Jantung Seana berdebar tak karuan.

Sebelum wanita muda itu sempat berbicara. Mike telah lebih dulu buka suara. "Ini demi alasan keamanan. Perjanjian tertulis itu seharusnya tidak ada." Katanya. "Setelah pernikahan ini berakhir, Pak Zio akan memberikanmu uang kompensasi sebesar lima miliar."

"Lima miliar?!" Seana hampir tersedak air liurnya sendiri.

Dia belum pernah melihat atau pun mendapatkan uang sebanyak itu seumur hidupnya! Saat ini, Seana hanya memiliki gaji bulanan dari perusahaan Sanzio sebesar lima belas juta, dan dia mendapatkan uang dari pekerjaan sampingannya yang berawal dari hobi sebesar lima juta. Untuk mendapatkan lima miliar, Seana harus bekerja banyak shift dan banyak pekerjaan untuk mendapatkan jumlah sebanyak itu!

Mengetahui bahwa Sanzio menawarkan uang sebanyak itu, Seana menatap Sanzio dengan senyuman manis diwajahnya. "Mas Mike, dengan yang sebanyak itu, ngga mungkinlah kalau kita ngga bikin surat perjanjian, iya kan? Aku janji ngga akan bocorin ke siapa pun dan kemana pun."

Ya, ini soal uang lima miliar! Jika Sanzio mengingkari janjinya, Seana akan melakukan semua ini dengan hasil yang sia-sia! Lagi pula, seharusnya ada batas waktu untuk perjanjian ini, kan? Setelah waktunya habis, maka Seana akan menjadi kaya raya. Saat ini ada sedikit keserakahan didalam hati Seana.

"Seringkali, lebih baik kita berhati-hati dari pada menyesal."

"Mas Mike yakin kita sama sekali ngga bisa bikin surat perjanjian?." protes Seana.

"Iya, saya yakin."

Seana hampir menangis putus asa. Bagaimana mungkin mereka tidak memiliki perjanjian tertulis? Ada uang sebesar lima miliar yang terlibat di sini. Jika Sanzio benar-benar mengingkari janjinya, Seana tidak akan punya alasan dan bukti untuk menuntutnya.

"Apa kamu ngga percaya sama Pak Zio?."

"Aku percaya." Tentu saja Seana mempercayainya! Dia sudah bekerja dengan pria itu selama bertahun tahun.

Selama ini, Seana tahu bahwa Sanzio adalah bos yang memiliki reputasi yang baik. Dia tidak pernah membuat kesalahan dalam pembayaran eksternal, dan tidak pernah terlambat membayar setiap gaji karyawannya. Dan Sanzio juga tidak memaksa masuk ke kamar Seana semalam, jadi mungkin Seana terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini.

Saat memikirkan hal itu, Seana merasa tidak perlu khawatir lagi. Dan dia kemudian mengangguk. "Ya udah kalau gitu, kita ngga perlu bikin perjanjian tertulis. Akan ada biaya kompensasi lima miliar, kan? Apa Pak Zio punya permintaan lain, selain aku harus pura-pura jadi istrinya?."

Mike melirik ponselnya dan kemudian menatap Seana. "Kamu harus menurutinya dan permintaan selanjutnya bersifat sukarela.."

Jadi, itu permintaan Sanzio? Itu cukup mudah. Seana selalu menjadi asisten yang patuh di tempat kerja, dan untuk mendapatkan uang lima miliar itu, Seana akan lebih patuh lagi.

"Permintaan yang bersifat sukarela?." Seana mengernyitkan dahinya, setelah tersenyum.

Mike tak kuasa menahan tawa melihat bagaimana Seana begitu mudah diperdaya! Mike tidak mengerti mengapa Sanzio tidak ingin membuat surat perjanjian dengan Seana, lalu menandatanganinya. Melihat situasinya sekarang, sepertinya si predator sudah menangkap mangsanya...

Mike dan Sanzio selalu memainkan peran ini, sejak Seana menjadi asisten Sanzio dan selalu berada di sisinya.

"Permintaannya yang sukarela, kamu nanti pasti tau sendiri." Jawab Mike.

Seana mengernyitkan dahinya. "Aku harus cari tau sendiri?."

Mike mengangguk kecil, menahan senyumnya. "Kamu bisa kembali bekerja."

"Tapi--."

"Cepat Seana, sebelum gaji kamu di potong."

Tidak punya pilihan lain, Seana akhirnya pergi dari ruangan Mike dan kembali ke meja kerjanya.

Baru saja Seana duduk, telepon kantornya tiba-tiba berdering. Seana buru-buru mengangkatnya. "Iya, halo. Pak." sapanya dengan sopan, kembali ke mode kerja.

"Ke ruangan saya sekarang."

"Baik, Pak."

Tanpa menunggu lagi, Seana bergegas pergi ke kantor Sanzio, berpikir bahwa Sanzio mungkin memiliki berkas untuk dikerjakannya. Begitu masuk, Seana menundukkan kepalanya, memberi hormat.

Melihat betapa formalnya Seana, senyum kecil terlihat dibibir Sanzio. "Saya lapar, dan saya tidak memesan makan siang hari ini. Tolong buatkan saya pasta."

Seana mengernyitkan dahinya. Apakah dirinya masih harus berperan sebagai istri dikantor?

Melihat Seana hanya diam berdiri, Sanzio mengangkat sebelah alisnya. "Ada masalah?."

"Di dapur kantor ngga ada pasta, Pak." Jawabnya, tanpa berpikir.

"Ada dapur kecil di ruang istirahat saya. Di sana lengkap bahan masakannya." Mata Sanzio memberi isyarat yang tertuju ke sebuah ruangan yang ada didalam kantornya.

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!