NovelToon NovelToon
Sajadah Di Empat Benua

Sajadah Di Empat Benua

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / CEO / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Adam Al-Fatih (40) adalah potret kesempurnaan: CEO miliarder yang gagah, karismatik, dan taat beribadah. Di Jakarta, ia memiliki Khadijah, istri saleha yang menjadi pilar kekuatannya sejak masa sulit. Namun, takdir membawa langkah Adam melintasi benua, dari romantisme Paris, kemegahan Istanbul, hingga hiruk-pikuk New York. Di setiap kota tersebut, Adam bertemu dengan wanita-wanita luar biasa yang tengah terhimpit badai kehidupan.
Demi sebuah wasiat rahasia sang kakek dan misi kemanusiaan yang mendalam, Adam akhirnya menikahi Isabelle, Aisha, dan Sarah. Publik mencibirnya sebagai lelaki yang mabuk poligami di puncak dunia. Namun, sebuah rahasia medis yang pedih tersimpan rapat di balik pintu kamarnya: Adam menderita impotensi akibat kecelakaan masa lalu.
Ketiga pernikahan di luar negeri itu hanyalah "sajadah perlindungan". Adam mengorbankan reputasi dan perasaannya demi menyelamatkan sesuatu yang lebih berharga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gemuruh di Selat Bosphorus

Langit Istanbul nampak seperti beludru hitam yang ditaburi intan saat Adam Al-Fatih berdiri di dek kapal feri yang membelah Selat Bosphorus. Angin malam yang dingin menyapu wajahnya, membawa aroma garam dan sejarah panjang kota ini. Adam terdiam, merangkum kembali seluruh fragmen perjalanan yang membawanya hingga ke titik ini.

Semuanya bermula dari kehidupan tenangnya di Menteng bersama Khadijah, istri surganya, dan ketiga buah hati mereka—Zaidan, Maryam, dan Yusuf—yang luar biasa. Namun, wasiat misterius kakeknya telah menyeretnya ke Paris, mempertemukannya dengan Isabelle yang terancam nyawanya karena dokumen panti asuhan. Pelarian dari Paris membawanya ke Istanbul, di mana ia disambut oleh Aisha, arsitek cerdas yang juga menyimpan beban tradisi keluarga yang berat. Fitnah demi fitnah dikirimkan oleh musuh bisnisnya, mulai dari foto ilegal hingga godaan Leyla yang berbisa, puncaknya adalah permintaan poligami yang tak terduga dari Khadijah demi melindungi kehormatan para wanita tersebut.

Adam memejamkan mata, merasakan getaran mesin kapal di bawah kakinya. Di dalam kabin, Isabelle dan Aisha duduk terpisah, masing-masing tenggelam dalam pikiran mereka. Permintaan Khadijah untuk menikah lagi masih bergema di telinga Adam seperti guntur di siang bolong. Namun, Adam bukanlah pria yang terburu-buru mengambil keputusan besar hanya karena desakan keadaan.

"Mas Adam?" suara lembut Aisha memecah lamunannya. Gadis Turki itu melangkah mendekat, jilbab birunya berkibar ditiup angin selat. "Anda terlihat begitu terbebani sejak panggilan telepon dari Ibu Khadijah tadi. Apakah ada sesuatu yang buruk terjadi di Jakarta?"

Adam menoleh, menatap Aisha dengan tatapan yang sulit diartikan. Bagaimana ia bisa mengatakan bahwa istrinya baru saja memintanya untuk menikahi gadis di depannya ini? "Jakarta baik-baik saja, Aisha. Hanya saja... ada amanah yang beratnya melebihi gunung yang baru saja diletakkan di pundakku."

"Jika itu tentang dokumen panti asuhan atau ancaman Leyla, kita akan menghadapinya bersama, Mas," ujar Aisha tulus. Panggilan 'Mas' yang diajarkan Khadijah melalui telepon terdengar canggung namun manis di lidahnya.

Isabelle kemudian keluar dari kabin, ikut berdiri di sisi lain Adam. "Monsieur Adam, saya merasa kehadiran saya hanya menciptakan badai bagi keluarga Anda. Jika keputusan saya untuk ikut ke Istanbul ini salah, saya bersedia pergi malam ini juga. Saya tidak ingin merusak kebahagiaan Anda dengan Madame Khadijah."

Adam menatap kedua wanita itu bergantian. Isabelle dengan kerapuhan Paris-nya dan Aisha dengan keteguhan Istanbul-nya. Keduanya adalah jiwa yang butuh perlindungan, namun Adam merasa hatinya masih sepenuhnya milik Khadijah. Ia belum sanggup untuk mengucap ijab kabul lagi, meski Khadijah telah memberikan restu yang paling mulia.

"Dengarkan aku," suara Adam berat dan penuh wibawa. "Pernikahan bukanlah pelarian dari masalah, dan bukan pula sekadar tameng untuk membungkam fitnah. Ia adalah perjanjian suci dengan Tuhan. Aku menghargai kemuliaan hati istriku, namun aku tidak akan mengambil langkah ini sebelum aku yakin bahwa ini adalah kehendak Allah, bukan sekadar strategi manusia."

Adam memutuskan untuk menunda permintaan Khadijah. Ia ingin fokus pada satu hal terlebih dahulu: mengamankan dokumen panti asuhan dan memastikan Isabelle serta Aisha berada di tempat yang benar-benar aman tanpa harus terikat status pernikahan yang terburu-buru. Ia tahu, musuh-musuhnya sedang menunggu ia melakukan kesalahan fatal dalam emosi.

Tiba-tiba, sebuah kapal cepat tanpa lampu mendekat ke arah feri mereka. Reza, sang asisten, berlari dari arah anjungan dengan wajah tegang. "Pak Adam! Ada kapal pengejar! Mereka sepertinya mencoba melakukan sabotase di tengah selat!"

Adam segera menarik Isabelle dan Aisha untuk merunduk. Di tengah kegelapan Bosphorus, sebuah ancaman fisik nyata kembali menerjang. Adam menyadari bahwa sebelum ia bisa memutuskan siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya selanjutnya, ia harus memastikan mereka semua tetap hidup melalui malam yang mencekam ini.

"Bertahanlah!" teriak Adam di tengah suara deru mesin kapal pengejar yang semakin mendekat.

Di Jakarta, Khadijah kembali bersujud. Ia merasakan kegelisahan yang sama. Ia tahu Adam sedang menunda permintaannya, dan ia hanya bisa berdoa agar suaminya diberikan petunjuk sebelum semuanya terlambat. Perjalanan 'Sajadah di Empat Benua' ini masih sangat panjang, dan pernikahan kedua itu masih menjadi rahasia takdir yang tersimpan rapat di balik kabut Istanbul.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!