NovelToon NovelToon
Script Of Love: The Secret Identity

Script Of Love: The Secret Identity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:982
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Dalam permainan naskah ini, siapa yang sedang berakting dan siapa yang benar-benar jatuh cinta?"

Lin Xia hanyalah seorang penulis naskah mystery game yang hidup tenang, sampai suatu malam ia diundang dalam sebuah permainan peran (Script Killing) bertema Era Republik China yang sangat nyata. Di sana, ia bertemu dengan Gu Yan, pria misterius berdarah dingin yang berperan sebagai Kepala Militer.

Masalahnya, Gu Yan bukan sekadar pemain biasa. Ia memiliki identitas rahasia di dunia nyata. Hingga alur permainan tiba-tiba diubah oleh Penulis bayangan yang ternyata Adik Gu jingshen yaitu "Gu Yanran. Saat garis antara naskah dan realita mulai kabur, Lin Xia harus memilih: Mengikuti skenario untuk selamat, atau menulis ulang takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Kunci Rahasia dari Sang Adik

[Waktu: Minggu, 3 Mei, Pukul 02.00 AM]

[Lokasi: Kantor Zhuo-Sheng Technology, Shanghai]

Suasana kantor di Shanghai sangat sunyi, hanya menyisakan dengung mesin server yang terus bekerja. Lin Xia masih duduk di depan layar monitornya yang berpendar biru. Matanya merah karena kurang tidur dan terlalu banyak menangis sejak penangkapan Jingshen tadi malam. Ah Cheng sedang berada di sudut ruangan, terus melakukan panggilan telepon dengan tim pengacara di pusat kota.

Tiba-tiba, ponsel pribadi Lin Xia yang tergeletak di meja bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal melalui aplikasi pesan terenkripsi.

Pengirim Anonim: "Xia, ini aku, Yanran. Jangan membalas pesan ini ke nomor lamaku. Aku menggunakan jalur aman. Kakakku sedang dalam bahaya besar. Ayah tidak hanya ingin dia dipenjara, tapi dia sedang menyewa orang untuk melenyapkan bukti asli di server pusat Shenzhen malam ini juga."

Jantung Lin Xia berdegup kencang. Ia segera mengetik balasan dengan jari gemetar. "Apa yang harus kami lakukan, Yanran? Jingshen ditahan di kantor kepolisian siber Shanghai!"

Tak lama kemudian, sebuah file berukuran kecil namun sangat rahasia terkirim ke ponselnya.

Yanran: "Itu adalah kunci dekripsi 'Red-Omega'. Hanya aku yang tahu Ayah menyembunyikan brankas digital di balik sistem akuntansi palsu perusahaan. Gunakan kunci ini untuk masuk ke server bayangan Gu Corp. Di sana ada rekaman suara dan dokumen asli transaksi Zhuo Corp tiga puluh tahun lalu. Jika kau berhasil membukanya, fitnah pengkhianatan negara itu akan berbalik menyerang Ayah. Tolong... selamatkan kakakku."

Lin Xia menatap file itu seolah-olah itu adalah berlian paling berharga di dunia. Ia segera memanggil Ah Cheng. "Ah Cheng! Sini! Yanran mengirimkan sesuatu!"

[Waktu: Minggu, 3 Mei, Pukul 03.30 AM]

[Lokasi: Markas Kepolisian Siber, Shanghai]

Di dalam sel tahanan yang dingin dan sempit, Gu Jingshen duduk dengan tenang. Meskipun tangan dan kakinya tidak diborgol di dalam sel, ia tetap dalam pengawasan ketat kamera pengintai. Wajahnya tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Ia tahu bahwa penangkapannya adalah sebuah umpan.

Pintu sel berdenting terbuka. Seorang petugas masuk membawa segelas air dan roti plastik.

"Ada pengacara yang ingin menemuimu, tapi dilarang oleh atasan kami karena kasus ini menyangkut keamanan negara," ucap petugas itu dengan nada datar.

Jingshen mendongak. "Katakan pada atasanmu, jika dalam enam jam mereka tidak menemukan bukti data militer di serverku, mereka akan menghadapi tuntutan balik karena penangkapan tanpa dasar yang kuat."

Petugas itu terdiam sebentar, lalu keluar tanpa kata-kata. Jingshen menyandarkan kepalanya ke dinding tembok yang kasar. Pikirannya melayang pada Lin Xia. Ia berharap wanita itu cukup kuat untuk menjalankan bagian akhir dari rencana ini.

[Waktu: Minggu, 3 Mei, Pukul 05.00 AM]

[Lokasi: Kantor Zhuo-Sheng Technology, Shanghai]

Kembali ke kantor, Lin Xia dan tim teknis inti sedang berjuang menembus dinding api (firewall) Gu Corp menggunakan kunci dari Yanran.

"Sulit, Nona Lin! Tuan Besar Gu sepertinya sadar ada serangan masuk. Dia memperketat keamanan server di Shenzhen!" seru salah satu ahli IT senior.

Lin Xia berdiri di belakang mereka, mengepalkan tangannya. "Terus mencoba! Yanran bilang mereka sedang mencoba menghapus datanya. Kita harus lebih cepat!"

Lin Xia teringat sesuatu. Ia membuka draf naskah permainannya yang terakhir, di mana ia menuliskan logika tentang pintu belakang (backdoor) yang pernah ia diskusikan dengan Jingshen saat mereka masih di Suzhou.

"Gunakan protokol Mirror-Sync!" teriak Lin Xia tiba-tiba. "Jingshen pernah bilang bahwa setiap kali sistem Gu Corp diperbarui, ada salinan bayangan yang tersimpan di server cadangan Shanghai karena dulunya mereka satu jaringan. Coba masuk lewat sana menggunakan kunci 'Red-Omega'!"

Para teknisi segera mengetik perintah dengan kecepatan kilat. Layar monitor yang tadinya berwarna merah tanda akses ditolak, tiba-tiba berubah menjadi hijau.

Access Granted.

Sebuah folder bernama "1996_Project_Genesis" terbuka. Di dalamnya terdapat ribuan dokumen asli, termasuk foto-foto pabrik Zhuo Corp yang terbakar dan surat pernyataan asuransi yang menunjukkan bahwa Tuan Besar Gu-lah yang mematikan sistem pemadam api malam itu.

"Dapat!" seru Ah Cheng kegirangan. "Kita punya bukti pembunuhan berencana dan pencurian aset!"

[Waktu: Minggu, 3 Mei, Pukul 08.00 AM]

[Lokasi: Kediaman Utama Keluarga Gu, Shenzhen]

Tuan Besar Gu duduk di ruang makannya sambil meminum teh dengan tenang. Ia merasa sudah menang. Jingshen ada di penjara, dan tim teknisnya di Shenzhen melaporkan bahwa penghapusan data akan selesai dalam satu jam.

Namun, ketenangannya pecah saat Gu Yanran masuk ke ruangan dengan wajah yang sangat dingin, didampingi oleh beberapa pria berseragam kepolisian pusat dari Beijing.

"Apa-apaan ini, Yanran?!" bentak Tuan Besar Gu sambil berdiri.

"Pa, ini sudah berakhir," ucap Yanran dengan suara bergetar. "Aku tidak bisa membiarkanmu menghancurkan kakakku lagi. Aku memberikan kunci dekripsi itu pada Lin Xia."

Tuan Besar Gu membelalakkan mata, wajahnya menjadi pucat pasi. Ia mencoba meraih ponselnya, namun salah satu petugas kepolisian segera menahannya.

"Tuan Gu, kami memiliki bukti baru yang dikirimkan secara langsung dari Shanghai pagi ini. Dokumen tersebut bukan berisi rahasia negara yang dicuri Gu Jingshen, melainkan bukti kejahatan korupsi, pemalsuan dokumen, dan sabotase industri yang Anda lakukan tiga puluh tahun lalu. Anda berada dalam penahanan sekarang."

[Waktu: Minggu, 3 Mei, Pukul 10.00 AM]

[Lokasi: Depan Gedung Kepolisian Siber, Shanghai]

Matahari pagi mulai meninggi, menyinari jalanan Shanghai yang mulai ramai. Sebuah taksi berhenti tepat di depan gedung kepolisian. Lin Xia keluar dari taksi dengan napas terengah-engah, membawa selembar surat perintah pembebasan resmi dari kejaksaan.

Pintu kaca gedung terbuka. Sosok pria tinggi yang sangat ia rindukan melangkah keluar. Gu Jingshen tampak sedikit berantakan dengan kemeja yang kusut, namun matanya memancarkan kemenangan yang luar biasa.

Lin Xia tidak memedulikan orang-orang di sekitarnya. Ia berlari dan menghambur ke pelukan Jingshen. Jingshen menangkapnya, mengangkat tubuh wanita itu dan memutarnya sebentar di udara.

"Kita berhasil, Xia. Kita benar-benar berhasil," bisik Jingshen di telinga Lin Xia.

"Terima kasih pada Yanran," balas Lin Xia sambil menangis bahagia. "Dia menyelamatkanmu."

Jingshen melepaskan pelukannya, menatap mata Lin Xia dengan dalam. "Bukan hanya Yanran. Kau yang menulis akhir cerita ini, Xia. Kau yang menemukan jalan keluarnya."

Di saat yang sama, berita mulai meledak di seluruh televisi nasional. Headline besar bertuliskan: "KUDETA BERDARAH TERBONGKAR: CEO GU CORP DITANGKAP ATAS KASUS 30 TAHUN LALU, ZHUO-SHENG TECHNOLOGY RESMI AMBIL ALIH ASET."

Jingshen menarik Lin Xia mendekat, merangkul bahunya saat mereka berjalan menuju mobil yang sudah menunggu. "Sekarang, tidak ada lagi Gu Jingshen yang terbelenggu. Hanya ada aku, kau, dan masa depan yang kita bangun sendiri."

"Jadi, apa rencana pertama Tuan Zhuo sekarang?" goda Lin Xia sambil menyeka sisa air matanya.

Jingshen tersenyum nakal, sebuah ekspresi yang kini bisa ia tunjukkan dengan bebas. "Rencana pertama? Menghapus semua naskah di mana sang Marsekal harus berpisah dengan kekasihnya. Di naskah baru kita, mereka akan selalu bersama."

Di bawah langit Shanghai yang biru, perjalanan panjang sang pewaris yang hilang akhirnya mencapai puncaknya. Kebenaran telah menang, dan cinta mereka kini tak lagi memiliki penghalang.

1
Celine
Keren Author
Ika Anggriani
serem juga😭
/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!