NovelToon NovelToon
CINTA PERTAMA ANDREA

CINTA PERTAMA ANDREA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Konflik etika / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Kepulangan Andrea adalah hal yang paling Vhirel tunggu-tunggu. Hubungan mereka tidak pernah bisa di larang, selalu ada canda dan tawa meski kerap kali ada permusuhan yang pada akhirnya mereka saling mengerti bahwa sebuah perbedaan adalah sesuatu yang indah dalam sebuah hubungan. Namun sayangnya, status mereka hanyalah sebatas kakak beradik.

Lantas mengapa bisa mereka menganggapnya lebih dari sekedar itu?

Mereka bahkan tak pernah peduli jika keduanya telah menentang takdir Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INSIDEN KAMAR TIDUR

Kriet-kriet

Begitu suara langkah yang berpacu saat pintu depan terbuka dan mereka berdua masuk. Sinar matahari menerobos melalui celah-celah jendela besar, menyoroti debu-debu halus yang menari di udara.

Setelah mereka melewati ruang tamu, Dea dan Vhirel langsung memacu langkah, menerobos ruang tamu tanpa memedulikan apa pun. Target mereka satu, lantai dua. Hingga, suara derap langkah kaki yang beradu dengan anak tangga kayu menciptakan kegaduhan di vila yang tadinya sepi itu bak museum itu.

​Bagi Vhirel, ini bukan sekadar urusan memilih tempat tidur; ini adalah kompetisi. Ia melirik Dea dari sudut matanya, memastikan gadis itu tidak melewatinya.

​Pintu kamar pertama terbuka. Dea melongokkan kepalanya lebih dulu, namun segera menarik diri dengan wajah kecewa. Kamar itu terasa menyesakkan—sempit, kecil, dan hanya cukup untuk satu lemari tua. Tak mau membuang waktu, Dea kembali berlari menuju pintu berikutnya.

​Vhirel, yang sejak tadi menganggap Dea sebagai saingan beratnya dalam urusan kenyamanan, tak mau kalah. Saat pintu kamar kedua terbuka, ia menggunakan bahunya untuk merangsek masuk lebih dulu.

​"Kamar Kakak!" Seru Vhirel penuh kemenangan begitu melihat interior di dalamnya. "Ini kamar Kakak. Lihat, luas dan nyaman sekali, kan? Bleeeeeee!"

​"Aku juga mau yang ini!" Balas Dea tak terima, ikut merangsek masuk ke dalam ruangan yang didominasi cahaya matahari itu.

"Gak mau!" Tandas Vhirel.

Dea mendengus dan melangkah cepat menghimpiri Vhirel. "Kakaaaak!"

​Sret!

​Kaki Dea menginjak kain sprei yang menjuntai di lantai. Ia kehilangan keseimbangan, tubuhnya terlempar ke depan. Vhirel yang berada tepat di depannya secara refleks mencoba menangkapnya, namun momentum tarikan Dea justru membuat mereka berdua jatuh bersamaan ke atas karpet tebal.

​Gubrak!

Saat itu juga, ​Vhirel mendarat tepat di atas Dea, menahan beban tubuhnya dengan kedua tangan di sisi kepala gadis itu agar tidak benar-benar menghimpitnya.

​Deg.

​Suasana yang tadinya bising oleh adu mulut seketika senyap. Jarak di antara mereka terkikis habis, menyisakan ruang yang sangat tipis hingga deru napas di antara mereka masing-masing terasa hangat menyentuh kulit wajah.

​Mata mereka bertemu dan terkunci cukup lama. Dea bisa merasakan jantungnya berdegup kencang, sebuah ritme yang tidak beraturan, dan ia yakin Vhirel pun merasakan getaran yang sama. Dan dalam keheningan itu, aroma parfum Vhirel dan hangatnya suasana kamar seolah membius mereka, membuat keduanya lupa bahwa semenit yang lalu mereka adalah musuh

Sedangkan, Vhirel pun enggan segera beranjak. Entah. Padahal, akal sehatnya memerintahkan untuk segera berdiri dan meminta maaf dengan nada angkuh seperti biasanya. Namun, sorot mata Dea yang jernih dan sedikit gemetar seolah memaku tubuhnya di sana.

​"Kak-Kak V-vhirel..." Bisik Dea tergagap lirih. Suaranya nyaris hilang, tertelan oleh suara detak jantung yang semakin menggila di dalam dadanya.

Vhirel terkesiap. Namun, ia semakin merendahkan posisinya. Ia bisa melihat pantulan dirinya di manik mata Dea. Kesadaran bahwa gadis yang biasanya ia anggap adik menyebalkan ini ternyata memiliki sisi yang begitu rapuh yang membuat dinding pertahanan Vhirel retak.

​"Kamar ini luas," Gumam Vhirel, matanya turun menatap bibir Dea sejenak sebelum kembali ke matanya. "Tapi rasanya sekarang jadi sempit banget, ya?"

​Dea tak langsung menjawab. Ia merasa seolah-olah seluruh oksigen di ruangan itu telah dihisap habis oleh kehadiran Vhirel. Tak lama kemudian, ia hanya menggeleng pelan.

Braaaak!

​Suara hantaman keras pada daun pintu itu meledak bak petir di siang bolong, menghancurkan gelembung magis yang baru saja menyelimuti keduanya.

​Seketika, Vhirel tersentak seolah tersengat listrik. Dengan gerakan canggung dan terburu-buru, ia segera bangkit, menjauhkan tubuhnya dari Dea hingga hampir tersandung kakinya sendiri. Wajahnya yang semula melembut kini berubah pias, digantikan oleh ekspresi tegang yang kentara.

​Dea pun segera terduduk dengan napas tersenggal, tangannya refleks merapikan kaus dan rambutnya yang berantakan karena insiden tadi. Jantungnya masih berdegup kencang, tapi kali ini bukan karena romansa, melainkan karena rasa terkejut yang luar biasa.

​"Sofia?!" Seru Vhirel, suaranya naik satu oktaf, penuh dengan nada panik yang tak bisa disembunyikan.

Sofia, seorang gadis tinggi semampai dengan rambut bergelombang, melangkah maju. Tangannya gemetar hebat, tetapi matanya tetap berkilat tajam. Bukan ke arah Vhirel, kekasihnya yang baru lima bulan menjalin hubungan bersamanya, melainkan...

Plaaaaaak!

Sebuah tamparan telak mendarat di pipi Andrea.

"Dasar wanita murahan!" Sambar Sofia.

Dea terkejut.

Vhirel yang melihat kejadian itu langsung menghadap, menyembunyikan Dea dari bayang Sofia yang penuh murka dan rasa cemburu. "Kamu salah paham! Aku bisa jelasin semuanya."

Sofia mendesis. Matanya berkaca, ia berusaha keras menahan rasa kecewa dan sedihnya di depan Vhirel. "Jelasin apa? Udah jelas kan, semua! Pantas aja kamu sulit dihubungi karena kamu.... selingkuh sama dia!"

"Aku gak selingkuh!" Tandas Vhirel. "Dia adik aku!"

Hening sesaat. Sofia terpaku. Marah yang tadinya membakar dadanya seolah tersiram air es dingin dan membuat dadanya semakin sesak. Ia memindai wajah Vhirel, lalu bergerak ke Dea, mencari celah kebohongan di mata laki-laki itu.

Detik berikutnya, gadis itu tertawa pahit. "Adik?"

Vhirel mengangguk tanpa suara.

"Sinting ya, kamu!" Tandas Sofia dengan nada merendah, namun penuh penekanan. Ia menunjukkan jari telunjuknya yang gemetar, bukan karena takut, melainkan karena amarah yang sudah di ujung tanduk. "Adik mana yang wajahnya sama sekali gak ada kemiripannya?! ADIK MANA YANG USIA KALIAN ITU BAHKAN HAMPIR SAMA?!"

Dea tersentak. Bukan karena teriakan wanita yang berada di hadapan kakaknya, melainkan karena kenyataan yang baru saja menghantam hatinya—jauh lebih menyakitkan daripada tamparan di kulitnya tadi.

Vhirel menelan saliva, jakunnya bergoyang naik turun. "Sofia..."

"Kita putus!"

****

1
falea sezi
heran liat ortunya ini egois bgt wong bukan saudara kandung sah saja lah jalin hubungan klo. ttep aja emak nya melarang pergi aja dea pergi jauh biar anak nya gila jd ibu koke egoiss amatt
falea sezi
virel g tegas maunya ma siapa Luna apa dea klo mau dea ya jauhin si ulet luna
Kar Genjreng
pokonya jangan ada cinta Antara kakak' Adek kesan nya yang anak angkat ga tau diri padahall namanya perasaan kan tapi jangan sampai itu memalukan keluarga
falea sezi
lanjut . emakk nya knp sih wong bukan inces aja kok hadeh
Kar Genjreng
jangan ada rasa cinta dong biar pun bukan satu kandung tetapi ,,di besarkan oleh orang tua yang sama kasih sayang yang sama jangan ada rasa cemburu layaknya
kekasih tetapi ingat sebagai kakak beradik,,,
Penulis🇰🇷Nuansa Korea: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
sapai dua bab belum tau
Kar Genjreng
mampir tapi masih kurang paham ,,, sebenarnya bayi siapa ,,dan Surya dan Oliv itu siapa nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!