NovelToon NovelToon
CAHAYA DI RAHIM SUNYI

CAHAYA DI RAHIM SUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Drama
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Lima tahun pernikahan adalah pembuktian cinta bagi Haniyah Zahira dan Haris Abidzar. Tanpa tangis buah hati, mereka tetap bahagia dalam ketaatan. Namun, bagi sang ibu mertua, rahim Haniyah yang sunyi adalah sebuah kegagalan.

"Relakan Haris menikah lagi, atau biarkan dia menjadi anak durhaka karena menolak keinginan ibunya."

Ancaman itu menjadi duri yang Haniyah telan sendirian. Demi bakti sang suami pada ibunya, Haniyah mengambil keputusan nekat: Ia meminta Haris mencari wanita lain. Saat penolakan keras Haris tak kunjung luntur, Haniyah memilih cara paling menyakitkan. Ia pergi, meninggalkan surat cerai di atas bantal, dan menghilang ke pelosok desa yang jauh dari jangkauan.

Di tengah kesunyian desa dan hati yang hancur, sebuah keajaiban muncul. Di saat ia sudah melepaskan statusnya sebagai istri, Allah menitipkan detak jantung di rahimnya. Haniyah hamil. Di saat ia tak lagi memiliki sandaran, dan di saat Haris mungkin sudah menjadi milik orang lain.

Haruskah Haniyah kembali...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGAWAL HATI

Kabar tentang bayi kembar di rahim Haniyah bagaikan ledakan kebahagiaan yang mengubah seluruh tatanan di rumah besar keluarga Haris. Namun, bagi Haniyah, kebahagiaan itu datang dengan harga yang cukup melelahkan: kebebasan pribadinya. Kini, setiap kali ia bergeser satu inci dari sofa, Haris dan Rosita akan serempak berdiri di belakangnya dengan tangan terentang, seolah-olah ia adalah porselen retak yang bisa hancur kapan saja.

"Mas, aku hanya ingin mengambil air minum ke dapur, bukan ingin mendaki gunung," keluh Haniyah saat Haris menahan sikunya dengan sangat hati-hati.

"Biar Mas saja, Sayang. Kamu duduk manis di sini. Dokter bilang dua detak jantung berarti beban tubuhmu dua kali lipat lebih berat," ujar Haris dengan nada yang sangat serius.

Rosita pun tidak mau kalah. Ia langsung membawakan bantal tambahan untuk menyangga punggung menantunya. "Benar kata suamimu, Hani. Mama tidak mau mengambil risiko sedikit pun. Pokoknya, kakimu tidak boleh terlalu banyak menyentuh lantai kalau tidak perlu."

Haniyah menghela napas panjang, wajahnya mulai menunjukkan semburat kekesalan. "Kalau Mama dan Mas terus memperlakukanku seperti orang sakit begini, aku benar-benar akan pergi menginap di rumah Ratih. Aku merasa tidak nyaman dan sesak napas kalau terus diawasi seperti ini!"

Haris terkejut melihat reaksi istrinya. Ia segera mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah. "Baik, maafkan kami. Mas janji akan memberi sedikit ruang, tapi tolong, kamu juga harus berhati-hati. Jangan bergerak terlalu tiba-tiba."

Suasana mulai mendingin, namun tiba-tiba Haniyah menatap suaminya dengan binar mata yang berbeda. "Mas, aku tiba-tiba teringat vila kita di desa. Pasti tanaman sayur yang dulu aku tanam bersama warga sudah siap panen. Aku ingin sekali makan sayuran segar yang kupetik sendiri dari sana."

Rosita langsung membelalakkan mata. "Ke desa? Hani, jalanan menuju bukit itu sangat terjal dan berbatu. Guncangannya akan sangat berbahaya untuk janin kembarmu."

Haniyah melipat tangan di dada dan memasang wajah cemberut yang paling dalam. "Tapi aku ingin sekali, Ma. Kalau keinginanku yang satu ini tidak terpenuhi, nanti bagaimana kalau anak-anakku ileran karena ibunya tidak kesampaian makan sayur desa?"

Mendengar mitos kuno tentang anak ileran, nyali Rosita langsung menciut. Sebagai calon nenek, ia paling takut jika cucunya tidak lahir dengan sempurna. Setelah berdebat batin cukup lama, akhirnya ia mengalah.

"Baiklah, kita pergi ke desa. Tapi dengan satu syarat mutlak, Mama harus ikut! Mama tidak mau kamu diculik atau mengalami masalah lagi tanpa pengawasan orang tua," tegas Rosita.

Haris hanya bisa mengurut pangkal hidungnya. "Ya sudah, kalau Mama ikut, aku merasa sedikit lebih tenang. Kita berangkat besok dengan mobil yang suspensinya paling empuk agar Haniyah tidak merasakan guncangan."

🍃

Sementara itu, di ribuan kilometer dari Jakarta, suasana malam di sekitar Menara Eiffel begitu memukau dengan jutaan lampu yang berkelap-kelip. Namun, bagi Ratih, keindahan Paris malam itu sedikit terganggu oleh tingkah laku suaminya. Insting pengawal elit dalam diri Farel tampaknya tidak bisa mati meskipun ia sedang dalam masa bulan madu.

Setiap kali ada turis yang berjalan agak cepat atau gerombolan orang yang mendekat, Farel langsung menarik Ratih ke belakang tubuhnya atau merangkul bahunya dengan sangat protektif.

"Farel, berhenti bersikap seperti sedang menjaga presiden," protes Ratih sambil melepaskan cengkeraman tangan suaminya di lengannya. "Orang-orang mulai memperhatikan kita. Aku risih dilihat seperti buronan yang sedang dikawal."

Farel menatap sekeliling dengan mata tajam yang terus waspada. "Tempat ini terlalu ramai, Ratih. Banyak pencopet dan orang yang tidak berhati-hati saat berjalan. Aku tidak mau bahumu tersenggol atau kamu terjatuh karena didorong orang."

"Ini Paris, Sayang, bukan medan perang. Nikmatilah suasananya. Lihat menara itu, sangat indah bukan?" Ratih mencoba mengalihkan perhatian suaminya agar suasana menjadi lebih romantis.

Sebenarnya, Ratih merasa sedikit lelah. Namun, ia lebih memilih berjalan kaki di tengah udara dingin Paris daripada terus berdiam diri di dalam kamar hotel. Sejak malam pertama mereka yang penuh gairah, Farel seolah menjelma menjadi sosok pria yang sangat haus akan kasih sayang. Kecanduannya terhadap aroma dan sentuhan Ratih membuat pria kaku itu berkali-kali menuntut kewajiban istrinya tanpa kenal lelah.

Ratih merasa pinggangnya hampir patah karena ulah "gunung es" yang ternyata menyimpan lahar panas di dalamnya. Alasan ingin melihat Menara Eiffel malam-malam sebenarnya hanyalah taktik agar ia bisa beristirahat sejenak dari keganasan Farel di atas ranjang.

"Kenapa kamu terus melamun? Apakah kamu kedinginan?" tanya Farel sambil merapatkan jaket yang dipakai Ratih.

"Sedikit. Tapi aku senang di sini. Setidaknya aku bisa bernapas lega," jawab Ratih dengan nada menyindir yang halus.

Farel menunduk, menatap wajah istrinya di bawah cahaya lampu jalan. "Maaf kalau aku terlalu berlebihan menjagamu. Aku hanya... aku sangat takut kehilanganmu setelah kejadian di gudang itu. Kamu adalah satu-satunya hal yang paling berharga yang pernah kumiliki."

Mendengar pengakuan tulus itu, kekesalan Ratih langsung luruh. Ia menyandarkan kepalanya di bahu tegap Farel. "Aku tahu, tapi cobalah untuk sedikit rileks. Kita sedang liburan."

Farel terdiam sejenak, lalu ia mengecup kening Ratih dengan lembut. "Baiklah, aku akan mencoba. Tapi setelah ini kita kembali ke hotel ya? Udara semakin dingin, tidak baik untuk kesehatanmu."

Ratih menghela napas panjang, menyadari bahwa ajakan kembali ke hotel adalah sinyal bahaya bagi pinggangnya. "Boleh saja, tapi dengan satu syarat. Malam ini kita benar-benar tidur, oke? Hanya tidur, Farel. Tanpa olahraga malam."

Farel tersenyum tipis, sebuah senyum penuh arti yang membuat jantung Ratih berdegup kencang. "Kita lihat saja nanti, Nona Pengacara. Instingku bilang aku masih butuh banyak kehangatan malam ini."

Ratih hanya bisa mendengus sambil tersenyum pasrah. Meskipun melelahkan, ia tidak bisa memungkiri bahwa ia sangat mencintai sisi agresif suaminya yang hanya ditunjukkan kepadanya seorang. Di bawah bayangan Menara Eiffel, sepasang pengantin baru itu melanjutkan langkah mereka, membawa rasa cinta yang semakin kuat dan mendalam seiring berjalannya waktu.

1
Nuri 73749473729
kok bahaya masih mengancam terus thor lanjut💪
mama
hadeeeh gk abis2 cerita ny itu2 trs,.ancaman dan ancaman trs🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kira kira apa ya bisikan nya
Nuri 73749473729
alhamdulillah haniyah sudah sadar thor lanjut
Nuri 73749473729
mudah2an haniyah juga cepat sadar... lanjut thor💪
Amy
selamatkan ibu dan bayinya dong kaka othor,,, kasian Hani
Nuri 73749473729
mudahan2 ibu dan bayinya selamat semua ya thor... 💪
Enny Suhartini
semoga ibu dan bayinya dapat diselamatkan
Nifatul Masruro Hikari Masaru
semoga anak yang dinanti selama 5 tahun selamat
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh nunggu dinasihati ibu dulu baru ngerti
Nuri 73749473729
lanjuutt💪
Nuri 73749473729
hati2 haris bumil itu sensitive.. jangan sampai ada apa2 dan kenapa2 bumilnya lanjut💪
Nifatul Masruro Hikari Masaru
bumil sensitif
Nuri 73749473729
lanjut
Ayu Ayuningtiyas
maaf Thor hanya sedikit meluruskan saja.dilingkungan TNI POLRI,tdk diperbolehkan menikah bila pangkat sang calon istri itu lebih tinggi dari pangkat sang calon suami.Nabila kan komandannya Bima ,otomatis pangkat Nabila lbh tinggi dari Bima yg seorg ajudan,itu tdk diperbolehkan menikah Thor apalagi mereka dikesatuan yg sama.🙏
Ayu Ayuningtiyas: ya tdk bisa begi dong Thor , biarpun novel itu dunia halu ,tapi ada bagian" cerita itu yg kadang diambil dr kehidupan sehari", jadi tetap harus di sertai dgn informasi yg tepat ,jgn mentang" ini dunia halu ,tapi edukasi juga perlu ada thor. ibarat kata,kita baca novel fiksi,tapi didlmnya juga ada pengetahuan yg diselipkan didlm cerita jd tdk asal cerita halu saja.jadi pembaca pun selain dpt membaca cerita halu tapi juga mendapat pengetahuan lewat cerita tersebut🙏sukses selalu ya Thor utk lbh berkarya dan mengambangkan tulisan ceritanya🥰
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Bu Hani sebagai orang tua tugasnya berdoa untuk anak2nya supaya anaknya bahagia dan mendapatkan rejeki yang berlimpah
Nuri 73749473729
lanjut
Uba Muhammad Al-varo
dengan ujian sakitnya Bima, Nadia harus membuktikan cintanya tulusnya ke Bima, dengan merawat dan mengurus Bima
Nuri 73749473729
lanjuut💪
Nuri 73749473729
lanjutt💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!