Jodoh dadakan .....
Andira harus menerima jodoh yang diberikan oleh kedua orang tua angkat nya dengan terpaksa karena alasan kedua orang tua nya yang meminta balasan untuk kehidupan yang baik yang selama ini diberikan oleh kedua orang tua angkat nya, sehingga dengan terpaksa andira menerima nya.
Mereka menjalani pernikahan dengan status saja tanpa ada cinta karena si pria juga menikahi andira dengan terpaksa ,sampai suatu hari pria yang merupakan cinta pertama andira datang . Begitu juga dengan pria itu, kekasih nya yang lama pergi kembali lagi .
Akan kah pernikahan mereka berjalan dengan lancar atau berakhir dengan perceraian? yuk disimak .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tua bangka
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Hari pertama berada di negara asing ,sarah ingin menikmati nya . Dia ingin pergi berjalan jalan keluar bersama andira ,mau tak mau andira pun menemani nya. Dia merasa bahagia bisa menikmati semua nya ,kedua nya menelusuri taman yang ada di dekat kampus dan apartemen .
Taman dan jalanan disana tertata rapi ,banyak pepohonan yang tidak terlalu besar berada di taman itu dengan bunga bungan indah di sekitar nya . Sarah terus tersenyum menatap semua keindahan didepan nya ,Andira hanya bisa mengikuti dari belakang. Dia merasa bahagia bisa menikmati semua nya sebelum dirinya menikah, dia juga tak ingin berharap lebih pada pernikahan nya nanti .
Mereka berada disana selama sejam lebih ,kemudian mereka berjalan menuju apartemen karena hari sudah cukup sore. Mereka ingin beristirahat malam ini dengan nyenyak agar bisa terlihat segar saat pertama kali masuk besok ,kini kedua nya berjalan dengan santai menuju gedung apartemen .
"Hhmm....sarah ,kita ke supermarket itu dulu ya ,mau membeli bahan makanan untuk dimasak malam ini dan besok sarapan kita " ucap Andira yang menunjuk ke arah gedung kecil yang tak jauh dari taman ,andira bisa berbelanja disana karena harga nya pasti murah dari pada swalayan yang ada didalam gedung apartemen itu.
"Kamu saja ya Ra,aku agak kebelet ini " jawab sarah yang merasakan perut nya yang sedikit mulas ,dia pun berjalan dengan cepat menuju gedung apartemen yang memang tak jauh lagi dari supermarket yang akan di datangi oleh andira .
Andira terkekeh kecil, dia pun hanya bisa menggelengkan kepala nya karena merasa lucu dengan sikap sarah yang polos . Dia ingin segera merebahkan tubuh nya di atas kasur yang empuk, makanya dia pun langsung masuk kedalam supermarket itu dengan cepat.
Sedangkan Sarah yang merasakan perut nya sedikit mulas, berjalan dengan cepat menuju lift yang ada didepan nya. Dia meringis merasakan perut nya yang sedikit sakit ,dia pun memejamkan mata nya tapi baru saja dia hendak masuk ke dalam benda kotak besi itu tiba tiba seseorang mendorong nya dari dalam lift
"Aaakhhh....." teriak sarah ,dia hampir jatuh tapi untung nya ada yang menahan nya
"Maaf maaf mbak ,saya buru buru " ucap seorang wanita yang mendorong nya ,dia berlari dengan cepat keluar dari gedung apartemen
Sementara sarah sudah berada di atas tubuh seorang pria tua yang menahan nya ,pria tua itu menyandar ke salah satu dinding lift. Sarah melotot karena tak percaya kalau bibir mereka kini saling bersentuhan, begitu juga dengan pria tua itu.
Pria itupun mendorong tubuh sarah agar ciuman mereka terlepas, sarah yang masih merasa terkejut hanya bisa berdiri dengan kaki yang lemas. Jantung nya sudah berdebar tak karuan hingga akhirnya dia yang sudah sadar langsung melotot ke arah pria tua itu, bibir nya cemberut
"Bapak ini gimana sih ? Harus nya kalau mau membantu itu, tahan dong tubuh saya bukan di biarkan bibir saya nempel disitu " bentak Sarah dengan kencang dan pria tua itu hanya diam ,terlihat jelas kalau dia pun terkejut tapi sarah tak perduli
"Bapak itu sudah tua bangka, harus nya sadar diri dong. Cari kesempatan dalam kesempitan aja ,mana ini ciuman pertama saya lagi. Enak banget bapak nya " gerutu sarah yang membuat pria tua didepan nya terkejut, dia mana tau kalau ini ciuman pertama gadis itu.
Tapi senyuman tipis di bibir pria tua itu, jantung nya berdebar dan tatapan nya tak lepas dari wajah sarah yang sedari tadi menggerutu tak jelas hingga tak lama mereka sampai di lantai dimana unit andira berada .
Sarah langsung berlari keluar dari kotak besi itu, dia menuju kamar mandi yang tepat ada didepan kotak besi itu karena kamar mandi itu lebih dekat . Mengingat perut nya yang sudah terasa lebih sakit dari sebelum nya, lebih tepat nya yang didalam sudah minta keluar.
Kamar mandi itu biasa di gunakan oleh pekerja disana ,tapi sarah yang memang memilih jalur aman dan dia pun langsung masuk kesana sambil tetap menggerutu. Membuang sisa makanan yang dia habiskan waktu di pesawat, belum lagi desakan dari depan yang tak bisa dia tahan .
Sedangkan pria tua itu menuju unit milik andira ,dia ingin bertemu dengan andira dan menyapa nya walau sebentar . Karena memang dulu nya unit apartemen itu miliknya, maka dia pun memasukan password yang biasa dia gunakan dan masuk seenak nya saja .
Tatapan nya berkeliling, memperhatikan setiap sudut ruangan yang masih sama seperti dulu. Belum lagi barang barang yang ada disana ,belum di ganti sama sekali.
"Andira .....Dira...." panggil pria paruh baya itu, dia berjalan dengan gagah nya dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu selama semenit tapi karena memang sering sibuk dengan pekerjaan nya maka dia pun bangkit dan keluar dari apartemen itu.
Baru saja dia ingin ke unit apartemen anak nya yang berada didepan unit andira ,malah terlihat andira yang berjalan ke arah nya . Senyuman nya mengembang melihat hal itu, dia pun berjalan ke arah andira
"Kamu sudah sampai ? Saya ingin mengenalkan mu pada putra saya ,tapi seperti nya dia belum sampai di negara ini " ucap pria itu dan Andira pun mengangguk sambil tersenyum
"Ngak apa apa pak ,masih banyak waktu . Saya disini akan lama ,jadi ngak perlu cepat cepat " jawab Andira dengan senyuman manis di bibir nya
"Hhmm....Kamu tinggal dengan siapa disini ? Ada bawa teman ?" tanya pria itu dengan nada penasaran ,mengingat wajah sarah yang tadi mencium nya membuat nya kembali tersenyum apalagi gerutuan sarah yang membuatnya tertarik pada sarah.
Biasa nya wanita selalu ingin mencari kesempatan untuk bersama nya ,tapi gadis kecil itu malah menggerutu dan marah . Membuat dirinya semakin menarik, dia yakin kalau sarah bukan dari keluarga biasa saja karena pakaikan nya yang terbilang bagus dan sedikit mahal
"Maaf pak,saya belum mengatakan nya pada bapak. Kebetulan dia teman sekolah saya juga dan mendapatkan beasiswa kesini juga, kedua orang tua nya khawatir kalau dia sendirian di kota ini. Makanya saya ajak untuk tinggal bersama disini ,ngak apa apa kan pak hadinata ?" jelas Andira, dia takut kalau Hadinata marah karena dirinya membawa wanita ke apartemen itu
"Ngak apa apa kok ,kamu ada teman nya. Ngak sendirian lagi " ucap Hadinata, pria tua itu adalah hadinata. Dia pun tersenyum tipis mengingat wajah dan bibir sarah yang ternyata ciuman pertama nya dia ambil
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
semangat author 💪💪💪
semangat author 💪💪💪