Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 ( Ketenangan yang penuh rahasia )
Mereka keluar kamar sambil bergandengan tangan seperti biasa, tidak ada yang berubah karena Adam tidak mau Tsania curiga padanya apalagi nanti malam Adam akan mengungkapkan tentang Abimanyu pada Tsania.
"Adem nih lihatnya kalau seperti ini" ledek Akhtar
"Daddy ada ada saja, Adam kan memang selalu adem dengan Tsania, Adven tuh yang sedang panas, panas karena baru rujuk dan di ijab ulang" ucap Adam terkekeh.
"Kemarin mereka terlihat mesra loh mas, bahkan Paramitha membuatkan syal untuk Adven dan Axel" ucap Tsania
"Benarkah? sekarang Paramitha tidak jadi sekertaris Adven lagi tapi jadi asisten pribadi yang tugasnya hanya di rumah saja, ke kantor saat di ajak Adven yang akan lembur dan Axel juga akan lebih sering ke kantor sekarang" ungkap Adam
"Enak ya bisa sama suami terus setiap saat, aku juga mau jadi sekertaris kamu mas" ucap Tsania membuat kedua mertuanya saling lirik.
"Posisi itu sudah terisi dan asisten pribadi ku juga adalah David, dia sering merangkap jadi asisten ataupun sekretaris kami kalau ada klien" ucap Adam
"Apa kamu bosan di rumah? kamu bisa jalan jalan dengan teman kamu kalau kamu bosan, Adven membawa Paramitha ke sana dengan alasan jadi asisten pribadi itu hanya alasan saja supaya dia bisa dekat dengan Paramitha" ucap Jocelyn
"Tidak mom, sekarang juga kan Tsania sering menghabiskan waktu di luar, jadi Tsania sudah tidak bosan lagi" jawab Tsania tersenyum tapi Akhtar bisa melihat kekecewaan di mata Tsania.
"Daddy akan ke kantor juga nanti, kalian akan makan malam di mana?" tanya Akhtar
"Di hotel Barata dad, dengan tuan Anthony" jawab Adam
"Istrinya ikut?' tanya Jocelyn
"Tidak, hanya anaknya Dean yang ikut" jawab Adam
Adam dan Akhtar berangkat bersama, Akhtar sengaja ingin ikut dengan anaknya itu karena melihat Adam sering melamun beberapa hari ini, jadi Akhtar berinisiatif untuk bertanya secara langsung tapi bukan di rumahnya yang ternyata ada mata mata Monica, melainkan di kantor tempat paling aman saat ini.
Sampai di kantor, Akhtar langsung bertanya apa yang membuat anak pertamanya itu terus melamun selama beberapa hari dan terlihat tidak fokus, Adam tanpa ragu segera memberikan foto Abimanyu pada Akhtar yang menerimanya dengan tangan gemetar.
"Ini wajah kamu nak waktu kecil, tapi kenapa berdiri berdampingan dengan kamu? apa ini efek AI?" tanya Akhtar mengusap foto yang kemarin sore langsung di cetak di studio foto, bahkan foto dengan Anita juga ada tapi akan di pajang di rumahnya.
"Namanya Abimanyu Sastra Wijaya dad, dia anak Adam dan usianya hampir sepuluh tahun" jawab Adam membuat Akhtar terkejut
"Kamu selingkuh dari Tsania!" bentak Akhtar mencengkram kerah baju Adam
"Tidak dad, dia anak Adam dari perempuan yang seharusnya Adam nikahi sepuluh tahun yang lalu" jawab Adam semakin membuat Akhtar kebingungan.
Adam lalu menceritakan semuanya dari awal pertemuan dia dengan Anita dan Anita yang mengatakan kalau dia punya seorang anak karena pernah mengalami kekerasan sepuluh tahun lalu, bahkan tentang kancing kemeja Adam juga Adam menceritakan itu pada Akhtar supaya Akhtar bisa mengerti situasi Adam saat ini.
Meski awalnya Adam tidak percaya, tapi melihat wajah Abimanyu yang begitu mirip dengan Adam membuat Akhtar memeluk anaknya itu karena saat ini Adam pasti sedang merasakan risau untuk mengambil keputusan. meskipun Tsania berbohong tapi dia sudah menemani Adam selama sepuluh tahun tanpa banyak mengeluh dan selalu menjadi istri yang baik untuk Adam, Adam juga menyayangi Tsania tapi sekarang rasa sayang itu sudah terbagi dengan keberadaan Anita dan Abimanyu.
"Ambil keputusan yang benar Adam, jangan sampai kamu menyakiti salah satu pihak karena walau bagaimanapun Tsania adalah perempuan yang sudah mendampingi kamu meskipun dia berbohong tentang kejadian itu" ucap Akhtar
"Itu sebabnya Adam ingin bicara dari hati ke hati dengan Tsania nanti malam dad, Adam ingin dia jujur karena Adam saat itu tidak mengingat apapun, tapi Adam yakin hanya melakukan itu satu kali dengan Anita" jawab Adam
"Bagaimana kamu yakin kalau itu adalah Anita?" tanya Akhtar
"Anita punya tanda lahir dan Adam mengingat itu saja, tapi saat Adam menanyakan itu pada Tsania, dia bilang dia melakukan operasi untuk membuang tanda itu" jawab Adam
"Daddy akan mendukung apapun keputusan kamu, lagipula kita harus memberikan hak yang pantas untuk Abimanyu meskipun nama Alkhatiri mungkin tidak bisa dia sandang" ungkap Akhtar
"Daddy benar, Anita ingin Abimanyu tetap menyandang nama Sastra Wijaya karena hanya Abimanyu keturunan laki laki yang tersisa di keluarga itu, yang lain sudah meninggal dan hanya tersisa Anita saja katanya" jawab Adam
"Anita tinggal sendirian?" tanya Akhtar dan Adam mengangguk
"Saat memeluk Abimanyu tangan Adam gemetar dad, Adam seperti memeluk seorang bayi yang baru lahir, sama seperti saat Adam menggendong Axel dulu" ungkap Adam
"Ya Allah, kanapa anak anakku punya rahasia yang begitu besar dan keduanya berhubungan dengan anak" gumam Akhtar
"Mungkin karena Daddy punya anak lain juga" celetuk Adam langsung di geplak Akhtar
"Daddy tidak punya anak lain selain kalian dan si David keponakan mommy kalian itu yang sering membuat pusing" gerutu Akhtar
"Hehe.. bercanda dad" ucap Adam
Beban di dada Adam sekarang sedikit berkurang karena Akhtar sudah mengetahui tentang kebenaran Adam dan Anita sepuluh tahun lalu, hanya tinggal memikirkan bagaimana cara membicarakan itu pada Tsania nanti karena Adam masih bingung dengan sikap Tsania yang selalu terlihat tenang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di rumah Monica.
"Kenapa kamu memintaku ke sini?" tanya seorang perempuan yang memakai cadar duduk di depan Monica.
Monica sudah ditangkap polisi tapi dia meminta pengacaranya untuk mengurus supaya dia tidak di tahan dan hanya menjadi tahanan kota saja, awalnya Adven tidak setuju tapi Sagara meyakinkan kalau itu tidak akan jadi masalah besar justru akan bagus untuk mereka karena semua komplotan Monica akan keluar dan tertangkap.
"Aku ingin Paramitha dan Axel mati supaya Adven tidak punya siapapun untuk dia lindungi lagi, aku hancur jadi dia juga harus hancur" jawab Monica
"Aku tidak bisa melakukan itu Monica, aku sudah banyak membantumu dengan menaruh beberapa CCTV tambahan yang terhubung ke handphone kamu di rumah jadi aku tidak bisa melakukan lebih dari itu" ucap perempuan bercadar itu.
"Jadi kamu juga mau meninggalkan aku setelah aku ketahuan! Ingat baik-baik, aku menyimpan semua rahasia kamu bahkan semua bukti kebohongan kamu pada Adam, dan juga tentang tujuan kamu menjadi istrinya, Tsania!" bentak Monica menarik cadar yang di pakai Tsania.
"Mas Adam tidak akan percaya pada kamu Monica, kami sudah sepuluh tahun bersama dan dia percaya padaku!" jawab Tsania
"Benarkah? bahkan kalau dia tahu kamu hampir membunuh anak yang di kandung perempuan bernama Anita itu dulu?" tanya Monica tersenyum sinis