NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Mafia / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:392.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

Ava meneguk habis sisa minumannya. Rasa alkohol yang membakar tenggorokannya dengan cepat menyebar menjadi kehangatan yang menyesatkan di kepalanya. Kesadarannya merosot tajam, meninggalkan hanya insting dan dorongan liar.

Dengan langkah sedikit limbung dan pandangan sedikit buram, ia berjalan lurus ke arah pria asing itu, siap untuk menukar sisa hidupnya dengan konsekuensi terburuk.

Ava tak menyia-nyiakan waktu. Ia berhenti tepat di hadapannya, mendongak sedikit karena perbedaan tinggi yang signifikan.

“Tuan, berapa harga mu semalam?” sapa Ava dengan suara serak.

Ava melingkarkan kedua tangan di pundak pria itu dengan gerakan yang terang-terangan menggoda. Sementara tatapan pria itu seketika berubah. Dingin, menusuk, seolah Ava baru saja mengucapkan penghinaan terburuk.

Pria bernama Edgar itu tidak bergeming. Ia hanya menatap lekat-lekat pada wajah Ava yang kini sangat dekat sembari menahan bau alkohol yang menusuk.

“Kau tak mengenaliku, Nona?” tanya Edgar dengan suara rendah seperti gerungan predator.

Ava terkekeh pelan, tawa yang terdengar sangat palsu dan liar. Ia memainkan dada bidang Edgar dengan jari telunjuknya, melingkari bentuk otot yang terasa keras di balik kemeja mahalnya.

“Tidak. Sama sekali tidak. Lagipula, pria mana yang mau repot-repot mengenali gadis angkuh dan sombong sepertiku? Anak seorang mafia pula,” racau Ava. Matanya terpejam sejenak, menikmati kebebasan dari label keluarga Frederick yang selama ini membelenggunya.

Tangan Ava mulai berkeliaran kemana-mana, seolah tubuh Edgar adalah mainan baru yang harus segera ia eksplorasi.

Edgar menghela napas, tangannya yang besar dengan cepat mencekal pergelangan tangan Ava, menghentikan gerakan liar itu.

“Hentikan, Ava,” desis Edgar mulai bereaksi dengan sentuhan itu.

Tanpa berpikir panjang, Edgar menarik Ava mendekat ke tubuhnya. Lalu, dengan satu gerakan kuat, ia membopong Ava yang terasa ringan.

“Kau mau membawaku kemana, tampan?” Ava mengusap bibir Edgar dengan ibu jarinya.

Pria itu mengabaikan protes kecil Ava dan terus melangkah keluar.

*

*

Di luar klub, Jeremy berdiri di samping mobil. Ia terkejut setengah mati melihat pemandangan di depannya.

“Tuan apa anda sudah selesai?”

“Ya!”

“Tunggu, bukankah dia nona Ava? Anda mau membawanya kemana? Bagaimana bisa dia bersama anda?” tanya Jeremy dengan bibir menganga. Matanya hampir keluar melihat Edgar membopong sepupu istrinya sendiri.

“Apartemenku! Jangan banyak bertanya dan segera pulang!” titah Edgar dingin dan tak menerima bantahan.

Jeremy mengangguk kaku dan buru-buru membuka pintu mobil.

Sementara itu, di dalam gendongan Edgar, Ava bertingkah semakin liar. Ia meronta kecil. Mencari kenyamanan yang salah.

“Hentikan, Ava! Kau seharusnya tidak bersikap seperti ini padaku,” ucap Edgar sembari masuk mobil. “Atau aku akan memakan mu sampai habis!”

Alih-alih takut, Ava malah merespons dengan tantangan. Begitu Edgar menurunkannya sebentar di untuk menutup pintu mobil, Ava dengan cepat menggigit leher Edgar.

Gigitan itu tidak menyakitkan, tapi cukup untuk meninggalkan bekas kepemilikan. Tidak hanya di leher, Ava juga menciumi dan meninggalkan banyak tanda di dada bidang Edgar.

“Aku mau ini, ini, dan ini. Apa boleh?” tanya Ava sambil merengek seperti anak kecil yang meminta permen. Sikapnya yang biasanya sekeras baja kini berubah total saat di bawah pengaruh alkohol.

Edgar hanya tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang jarang terlihat di wajahnya. Entah apa yang terjadi pada gadis cerdas ini sampai membuatnya harus minum alkohol.

Padahal setahu Edgar, Ava sama sekali tidak bisa toleransi dengan cairan memabukkan itu.

“Boleh,” jawab Edgar seolah sedang berjanji pada anak kecil. “Kau bisa melakukannya sepuas hatimu setelah kita sampai di apartemenku.”

Malam ini, Edgar punya alasan lain untuk luluh. Dibalik sikap dingin dan arogannya, dia adalah pria yang hancur.

Selama pernikahannya dengan Ivy, gadis itu tak pernah mau disentuh olehnya. Hubungan mereka seperti sebuah hubungan di atas kertas. Padahal dulu Ivy yang mati-matian mengejar Edgar.

Ditambah lagi, kenyataan pahit di mana dokter pagi tadi, dimana dokter memvonis dirinya mandul dan tidak bisa memiliki keturunan. Hancur sudah harapan Edgar.

Putus asa, malamnya Edgar memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya yang tak sempurna itu dengan bersenang-senang dengan wanita bayaran.

Siapa yang menyangka jika ia malah bertemu dengan Ava, gadis yang selama ini secara diam-diam ia incar, namun tak pernah bisa ia sentuh karena status mereka.

Jeremy menelan ludah dengan susah payah melihat Ava yang dengan berani naik ke atas pangkuan Edgar. Tuan mudanya hanya diam saja, bahkan tak terlihat terganggu.

“Tuan Edgar, ada apa dengan anda? Bukankah seharusnya anda menghindari nona Ava?” gumam Jeremy dalam hati.

Seakan tahu apa yang Jeremy gumam kan, Edgar menatap dingin sang asisten melalui kaca spion.

“Katakan pada Ivy kalau malam ini aku pergi ke luar kota. Dan jangan ada satu pun laporan yang bocor tentang kejadian malam ini,” titah Edgar, tanpa mengalihkan pandangannya dari Ava yang kini bersandar di dadanya dan menciumi lehernya.

“Baik, Tuan.”

1
Dika Pm
happy ending yg tak terduga
Dika Pm
thorrrr AQ gak tega baca cerita Jeremy...di awal kok stela meninggoyyyu JD sedih duluan gak sanggup😭
Dika Pm
jeremyyyyy minta dipecaaatttt🤣
awesome moment
keyen. meski msh rada meraba. ava n anak siapa?
Senja: Ava anak edward kak di novel “dijual paman dibeli mafia arogan apa ya
total 1 replies
Ica Oca
seruuuu klonkisah mafia
Cecelia Micha
matap lanjutkan
nartie
🤭 sdh ketemu....
Dewi Siahaan
mantap kl ceritamu kak...tak bosan kita membaca
Senja: Thanks kak🙏
total 1 replies
Evi Susanti
hahahha pecat saja tuan pecat saja tuan hahhah
Nani Te'ne
suka
A.R
ini yg aku suka cowoknx masih original dan perempuanx original jugaa whhh seru nihh,,🤭👍
Linggo Yani
apasih bukan nya dia dah tau ya kalau cleo bukan anak kandung nya, dan si ivy main juga sama simpanannya, bukannya ivy janji mau peergi yg jauh ya, kok saya bingung
Naraa 🌻
Ga lega Karana Ava ga bilang ttg konspirasi hasil tes yg dikasih dokter, harusnya Alana dan suaminya kena hukuman juga
Sunny Kwok
Luar biasa
Atik Kiswati
mksh buat ceritanya....
Elly Sukanti
Jeremy bener bener pengawal pribadi yg bego,, terlalu ngandalin pengawal,, ceroboh,
Welmina. Lefina Mapussa
😍😍😍😍
Ari Sawitri
iyalah betul menyakitkan. apalagi itu dilakukan orang yg sdh membusuk di bunker dan terbukti licik. dan dg perantara anak kecil lagi. bodoh emang si ava ga percaya dg suaminya 🤨🤨
Ari Sawitri
calon monster nih klu ga di bina dr awal .. bs jd bom waktu buat Edgar dan ava 🤔
Linda Liddia
Makanya jgn asbun cari dulu kebenarannya gimana rasanya di cuekin enak kan sok iyes sih jadi org
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!