ini adalah kelanjutan cerita dari Dinda dan sistem,,dimana ini tentang kehidupan akhir bahagia wanita yang bernama Dinda Kirana,,setelah banyak rintangan dalam hidupnya,, akhirnya dia menemukan cinta yang benar-benar dia harapkan.
jangan lupa mampir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
persiapkan pernikahan Morgan
Kembali disisi lain.dinda dan gara yang saat ini sedang berada didalam ruangan rawat khusus untuk tentara,dinda menatap nathan yang masih menutup matanya, sedangkan gara? dia melihat wajah nathan sejak tadi,dia merasa pemuda itu sangat diluar ekspektasi nya.
" ternyata benar apa yang di ucapakan kakak ku,dia sangat tampan sekali baru kali ini aku melihat' pemuda setampan dia, dan otot-otot nya juga kekar sekali, aku jadi tidak berani menegurnya " gumamnya dalam hati.
" kenapa kamu selalu terluka ? jika aku tidak datang mungkin kamu sudah dibawa pergi oleh orang-orang serakah itu " gumam dinda sembari menggenggam tangan mas komandan nya.
tiba-tiba terlihat kening sang komandan berkerut lalu perlahan-lahan dia membuka matanya,yang pertama dia melihat wanita yang dia cintai nya dan yang kedua dia melihat seorang pemuda yang terus saja menatapnya.
dinda yang melihat nathan membuka matanya sontak tersenyum lembut.
" apakah kamu membutuhkan sesuatu ? atau kamu merasa lapar ? " tanya dinda dengan lembut.
nathan menatap dinda dengan tersenyum tipis dan kemudian dia mengangguk.
" aku haus " ucapnya dengan singkat,dinda mengambil minum yang ada diatas meja,setelah itu dia membantu nathan minum dengan telaten, sembari saling melemparkan senyuman lembut.
gara hanya melihat keduanya yang sedang sibuk saling memandang.
" aku seperti nyamuk disini, sepertinya pemuda itu benar-benar mencintai Kakaku,,aku saja sebagai laki-laki bisa melihat tatapan cinta di matanya " gumam gara dalam hati.
" eeh hemmm.. sebaiknya kita pulang kak,aku merasa lelah " ucap gara dengan serius.
dinda menatap adiknya dengan kesal dan menatap wajah sang komandan yang terlihat datar.
" baiklah kita pulang tapi aku ke kamar mandi dulu sebentar" ucap dinda yang di angguki oleh gara ,setelah itu dinda meninggalkan keduanya disana.
ruangan itu menjadi sunyi,gara menatap pemuda itu dengan tajam.
" apakah kamu benar-benar mencintai kakak ku ? apa kamu serius dengannya ? " tanya gara pada nathan yang sedang menatapnya.
nathan mengangguk kemudian melihat kearah jendela.
" aku benar-benar mencintainya ! " ucapnya dengan dingin.
gara mengerhit heran mendengar suara dingin pemuda yang ada dihadapannya.
" apa kamu tidak bisa berbicara lebih lembut denganku ? apa kamu tau aku akan menjadi calon adik ipar mu jika kalian sudah menikah nanti " ucap gara mendengus dingin.
sang komandan hanya berdehem membuat gara merasa geram,dia berdiri dan menatap tajam sang komandan.
" kalau kamu memang serius dengan kakak ku ikutlah besok ke Indonesia!! temui ayah dan kedua kakak ku ! itupun jika kamu benar-benar mencintainya ! " ucap gara dan pergi meninggalkan nathan disana.
mendengar itu nathan tertegun ,dia melihat kepergian calon adik iparnya.
" apa memang sudah waktu nya aku bertemu dengan keluarga nya ? tapi tidak mungkin aku bisa pergi karna aku masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan" gumamnya dengan tangan mengepal.
dia melihat dinda yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, sedangkan dinda yang tidak melihat keberadaan adiknya merasa heran,dia melihat kearah nathan yang terlihat sedang menatapnya.
" dimana adik ku ? kenapa dia tidak ada disini ? " tanya dinda sembari berjalan menuju ranjang sang komandan.
" dia keluar" ucapnya dengan kaku,dinda hanya mengangguk kemudian menatap wajah nathan dengan lekat.
" besok aku akan pulang ke Indonesia, apakah kamu mau ikut denganku? " tanyanya dengan serius.
" aku tidak bisa karna aku masih banyak pekerjaan dan aku juga belum siap bertemu dengan keluargamu " Ucapnya dengan jujur.
dinda terdiam kemudian dia menyeringai licik. dengan langkah anggun dia berjalan kearah pintu dan menghentikan langkahnya,tanpa berbalik badan dia berbicara.
" baiklah kalau memang kamu tidak mau ikut,aku tidak akan memaksa mu !! tapi aku sangat yakin hari ini mungkin bisa jadi hari pertemuan kita yang terakhir, karna disana ada seorang pemuda yang sedang menunggu ku dan dari ucapan ayahku tadi pagi, dia akan melamar ku dan menikahi ku secepatnya, yasudah lah aku pergi dulu semoga hari-hari mu menyenangkan, " ucap dinda dan membuka pintu dengan wajah datarnya, dia meninggalkan nathan yang mematung disana.
deg
mendengar ucapan wanita yang dia cintai sontak jantungnya berdebar kencang,tangannya mengepal kuat dan menatap kepergian dinda dengan sorot mata tajam.
" dilamar seorang pemuda ? dan dia bilang hari ini akan menjadi hari terakhir kami bertemu ? haaaaa.. sialan dia fikir aku akan membiarkan nya begitu saja ? tidak ! aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menikahinya karna dia hanya milikku ! " ucapnya dengan dingin.
dia berdiri dan berjalan kearah jendela dan melihat kepergian mobil dinda dengan wajah datarnya..
" apapun yang terjadi besok aku akan ikut ke Indonesia ! aku tidak perduli dengan pekerjaan ku lagi ! " ucapnya dengan yakin, kemudian dia menelpon hensel menyuruhnya menyiapkan semua barang-barangnya,setelah itu nathan kembali keatas rajang sembari menatap langit-langit ruangan itu.
" apapun yang terjadi dia harus menikah denganku ! karna dia sudah berani mengusik kehidupan ku ! " ucapnya dengan dingin.
*********
di Indonesia
terlihat dikediaman erlangga yang sudah di dekorasi dengan indah, disana juga terlihat papan bunga yang sudah berjejer rapi di halaman rumah yang luas itu.
didalam kediaman erlangga,terlihat diruang tamu verick sedang bermain dengan cucunya,disana juga ada morgan dan keluarga erlangga yang lainnya sedang berkumpul,mereka melihat ayah mereka yang sangat antusias bermain dengan cucunya.
" aduhh kenapa cucu kakek ini sangat cantik sekali,kakek jadi ingin terus bermain dengan cucu ku yang sangat menggemaskan ini " ucapnya sembari menciumi seluruh wajah cucunya.
" hahahaha kakek ini sangat geli jangan lagi ya kek " ucap anak kecil yang sedang meronta-ronta di pelukan kakeknya.
tenyata anak itu adalah putri dev dan wiwi yang sudah berumur 2 tahun, putri mereka sangat mirip dengan ayahnya dan sifatnya mirip sekali dengan ibunya.
" tapi kakek masih ingin bermain denganmu sayang,, apakah kamu tidak menyayangi kakekmu ini ? " ucap verick dengan cemberut.
anak kecil yang bernama Vania itu menggeleng dan mencium pipi kakeknya dengan sayang.
" tentu saja vania cayang kek,,,hmmm kakek apakah bibi akan pulang juga ? apakah paman gala akan membawa bibi ku yang cantik itu pulang ? " tanyanya dengan mata berbinar.
dia memang mengetahui kepergian gara pamannya yang ingin keluar negeri menemui bibinya,bahkan dia sempat ingin ikut tapi gara menolaknya mentah-mentah karna dia tidak mau merasa kerepotan disana.
" iya sayang bibi mu besok akan datang bersama dengan paman mu, apakah kamu merasa senang ? " tanya verick dengan tersenyum.
vania mengangguk antuasias dan melihat ibunya yang sedang menatapnya sembari tersenyum lembut.
" tentu saja kek karna vania kan belum pernah bertemu dengan bibi ku yang cantik itu " ucapnya dengan sedih.
morgan yang dari tadi terdiam melihat ayahnya dengan serius.
" vania sayang besok kan kamu akan bertemu dengan bibimu jangan sedih lagi paman yakin bibi mu pasti pulang,, hhmm vania sayang pergilah bermain sebentar paman ingin berbicara dengan kakek mu " ucap morgan dengan lembut.
vania mengangguk dan turun dari pangkuan verick .kemudian dia pergi berjalan menuju kamarnya yang ada dilantai 2,melihat itu wiwi langsung berdiri dan berjalan mengikuti putrinya..
verick menatap putranya dengan heran kemudian menatap dev yang sedang termenung.
" ada apa ? apa yang ingin kamu bicarakan ? " tanya verick dengan serius.
morgan menghela nafasnya dan menatap ayahnya.
" besok aku akan menikah dan dinda akan pulang besok juga, jika adikku pulang dan menghadiri pesta pernikahan ku maka dia akan bertemu dengan laki-laki bajingan itu ! apakah ayah melupakan itu ? " ucap morgan dengan serius.
dev yang sedang termenung sontak dia mendongak dan menatap kakak nya morgan dengan mengangguk.
" benar ayah aku juga sedang berfikir bagaimana mereka bertemu kembali setelah 1 tahun lamanya ? aku sangat yakin bajingan itu pasti akan terus menganggu kehidupan kakak " ucap dev denga marah.
verick mengangguk dia hampir melupakan semua kejadian itu,dia memijit pelipisnya karna merasa sedikit pusing..
" ayah sebenarnya sudah melupakan kejadian itu, tapi karna kalian mengingatkan itu lagi jadi ayah juga berfikir' apa yang kalian juga fikirkan,, ayah juga merasa cemas jika mereka bertemu kembali " ucap verick bersandar di sofa.
" apa kita tidak usah mengundang perusahaan mreka ayah ? apa kita batalkan saja undangan nya ? " solusi dev dengan serius..
morgan menggeleng..
" tidak bisa ! jika ayah membatalkan undangan orang-orang akan menganggap ayah mempermainkan perusahaan mereka, dan itu akan membuat nama baik ayah hancur dan juga status janda adik akan terbongkar di media, semua akan menjadi kacau jika kita membatalkan undangan nya. "ucap morgan dengan serius.
verick mengangguk mendengar ucapan putranya dia menatap keduanya dengan dingin..
" karna kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi kalian yang harus bertindak ! ingat ucapan ayah ini jangan biarkan dinda bertemu dengan pemuda itu apapun yang terjadi ! kita harus menjauhkan keduanya agar tidak bertatap muka ! " ucap verick dengan tegas..
" baik ayah kami mengerti " ucap dev dan morgan bersamaan,setelah itu mereka terdiam lagi dalam fikiran masing-masing.