NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:194.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 [Bukan] Cinderella

Anye, ia masih tidur di ketiak Ganesha. Dalam kondisi telan jang, dan setengah memeluk perut liat itu.

Tak peduli dengan keringat yang membuat lengket tak nyaman, atau badan yang mulai bercampur bau. Entah itu aroma Ganesha, aroma asem keringat, dan sisa aroma percintaan mereka.

Raganya lelah, kepalanya masih terasa pusing dan pikirannya ngambang. Ia sadar dengan apa yang telah dilakukannya bersama Ganesha, tapi....

Anye menggeliat ketika sapuan terasa menggelikan di area pinggang dan lengannya, alih-alih dilepaskan, ia justru semakin ditarik erat membuat kulit itu saling menempel seolah orang yang tengah memeluknya itu tak ingin Anye pergi. Ia ingin sekali menjauh, tapi matanya terlalu berat untuk terbuka saat ini, dayanya pun habis.

Hingga akhirnya, Anye cukup kuat untuk membuka matanya di pukul 1 malam dengan posisi tidur yang sudah berubah.

Ia berbalik memunggungi Ganesha, begitupun Ganesha yang tidur diantara helaian rambutnya, masih dalam kondisi tanpa sehelai kain pun yang membatasi badan mereka. Hanya berbungkuskan selimut tipis hotel saja, dimana kaki-kaki Ganesha mengintip sebatas pergelangan kaki. Tangan besarnya masih melingkari perut Anye dengan nafas teratur yang menerpa telinga.

Anye terjaga diantara malam panjang. Mata bening itu memejam demi melelehkan air matanya. Ia salah, ia berdosa, tapi cawan rindu itu tak bisa lagi dibendung. Nyatanya, ia sangat merindukan sosok menyebalkan Ganesha yang kian hari sulit ia lupakan.

Tangannya bahkan sudah terulur memegang punggung tangan Ganesha yang setia melingkari perutnya.

1 tahun ia dan Ganesha mencoba menyelami rasa, sepertinya perjanjian itu memang kurang lama...buktinya memasuki bulan ke empat setelah perpisahan, ia justru merasakan kehilangan. Anye mencoba menghempaskan tangan Ganesha darinya, tapi hal itu justru membuat lelaki di belakangnya bereaksi.

Dengan suara yang berat dan parau Ganesha angkat bicara, "biarkan sebentar saya meluk kamu...saya---" jedanya tipis.

"Masih rindu." Lanjutnya sukses membuat nafas Anye tercekat, alih-alih melepaskan, Ganesha justru semakin merapat.

Huffft...Anye membuang nafasnya merasa jika hal ini semakin salah, "bang, harusnya kita ngga boleh kaya gini. Ini salah..."

Ganesha membawa Anye untuk berputar, membalikan badannya demi bisa saling bertatapan. Sorot mata Anye menatap getir di bawah cahaya temaram kamar hotel.

"Ya, ini salah...tapi ini jujur. Apa untuk ini, saya harus minta maaf?" Ganesha balik bertanya.

Hidung mereka hampir saling mengenai saking dekatnya posisi berhadapan, Anye menggeleng, mereka melakukannya atas dasar sama-sama mau.

Kemudian Ganesha beralih mengecup kening Anye dan kembali mendekapnya nyaman, "Zahra bener, kamu emang kurusan sekarang." Dekapnya erat.

/

Gemericik air yang lembut terdengar sampai kedalam kamar.

Anye, ia benar-benar berdiri di bawah shower dengan air hangat yang menghujani tubuh polosnya. Menyiram otak yang kotor agar bisa lekas berpikir jernih kembali. Ia mendongak sehingga kucuran air itu langsung menerpa wajahnya. Cukup lama Anye disana sampai-sampai kulit telapak tangannya keriput.

Ia hanya menatap gaun miliknya teronggok di bawah bersama kemeja dan celana milik Ganesha.

Bukan gaun miliknya yang ia raih, melainkan kemeja milik Ganesha yang dipakainya.

Ibu

Nye, ngga pulang? Tidur dimana? Mbok ya kabari..bikin ibu khawatir, hati-hati, jaga diri.

5 Panggilan tak terjawab ibu

Syukur kalo kamu di hotel. Tadi Desti yang ibu hubungin.

Bulir-bulir air membasahi punggung kemeja yang mencetak badan Anye dari rambut yang tergerai basah. Ia duduk di sofa dekat jendela dan memperhatikan gelapnya langit di balik kaca jendela. Bahkan bumi masih setia dengan malam yang menyembunyikan cahaya matahari, sementara kesetiannya pada keputusan kemarin justru sudah goyah dan runtuh.

Ada perasaan bersalah pada ibu, pada dunia dan dirinya sendiri, kenapa ia bisa jadi semurah ini sekarang....belum lagi Ibas dan Afiqah.

Anye

Iya Bu, maaf ya...baru sempet buka hape. Aku nginep di hotel di puncak.

Lantas pandangannya menatap sosok Ganesha yang masih terlelap di atas kasur berbalut selimut dengan posisi menelungkup.

Berulang kali ia berpikir baik dan buruknya, hingga berakhir memutuskan untuk mengganti pakaiannya kembali lalu keluar dari kamar meninggalkan Ganesha yang masih terlelap sendiri setelah sempat diam sejenak di depan ranjang sambil menatap Ganesha dengan nyalang untuk yang terakhir.

"Aku pergi, bang...." Anye benar-benar meninggalkannya sekarang, tanpa berpikir lagi. Langkah kakinya yang telan jank menyusuri koridor lantai marmer itu mencoba menghubungi Desti, menanyakan dimana asistennya itu berada. Namun nihil....Desti sepertinya masih terlelap.

Ia lantas menelfon Lana dan Angel. Usahanya itu membuahkan hasil, Angel mengangkat panggilannya di jam 3 pagi ini dan mengajak mereka pulang setelah menggedor kamar Lana.

Hoamm!

Desti masih menguap, sementara Angel sudah kembali memejamkan matanya.

Lana sempat menyeduh kopi demi menyegarkan dirinya setelah atasannya itu menggedor pintu meminta mereka pulang saat itu juga meninggalkan kawasan puncak.

"Hari ini, yang mau datang siang ngga apa-apa. Saya maklumi..." ucap Anye.

Tak ada yang bertanya pada Anye, padahal rasa penasaran mereka cukup menggebu sejak kemarin, ditambah...Anye yang mendadak mengambil sikap tergesa ini, semakin membuat mereka dilanda rasa penasaran akut, apa yang terjadi dengan Anye dan Ganesha semalam? Sebab setelah Ganesha membawanya kemarin, keduanya benar-benar menghilang bak ditelan blackhole sampai tadi jam 3 Anye tiba-tiba memaksa pulang.

Sebelum benar-benar pulang, Anye terlebih dahulu membelikan ketiganya itu sarapan.

"Makasih Bu." Angel dan Desti turun duluan di dekat kost dan rumah mereka. Terakhir Lana, ia memilih mengantarkan atasannya itu pulang dulu, untuk kemudian ia naik ojol, "Bu, saya pulang dulu."

Anye mengangguk sekali, "makasih Lana..." lalu masuk ke dalam rumah setelah mobilnya terparkir di garasi.

"Assalamualaikum," hari sudah cukup pagi ketika Anye sampai.

"Wa'alaikumsalam. Ibu kira ngga sampai nginep, Nye? Ibas datang kesini, apa ngga telfon kamu dulu?"

Anye menggeleng, "iya Bu. Kemaren ada daddy sama momy, ada keluarga Ganesha, jadi acaranya sampai malam. Mau pulang udah kemaleman banget..." jawabnya berbohong, Ibu tersenyum percaya saja, "hari ini libur ngantor? istirahat."

Anye menggeleng, "tetep ke kantor Bu, kerjaan Imaginary banyak. Tapi siangan...." ada wajah merengut menyesali, tapi ibu paham.

"Ya sudah. Sarapan dulu?" Anye mengangguk, "aku mau ganti baju dulu Bu...tidur sebentar terus siap-siap lagi."

Ganesha

Nyawanya terkumpul sepenuhnya dengan kepala yang sedikit pusing, membalikan badannya yang mulai terasa sesak karena posisinya.

Namun yang pertama kali ia cari dan kernyiti adalah ketiadaan Anye di sampingnya, "Anye?" lirihnya memastikan jika semalam itu adalah hal nyata, bahkan badannya masih telan jank. Ia memijit pangkal hidungnya dan mendengus sumbang, Anyelir sudah meninggalkan kamarnya. Lagi-lagi ia terlalu gengsi untuk mengucapkan *maaf atas sikapku belakangan ini, cemburuku jelek, ternyata aku kehilangan kamu. Ayo kita rujuk*.

Ganesha bangkit meraih ponsel lalu melihat beberapa panggilan tak terjawab dan pesan, tapi dari semuanya tak ada satupun pesan yang dikirimkan Anye untuknya, semakin saja harga dirinya merasa tersenggol dan ambruk.

*Tuut*...

*Tuut*...

"Ya, anak-anak Imaginary udah pada balik atau masih ada di kamarnya?" Ganesha mengusap kasar wajahnya, menyugar rambutnya ke belakang, diraihnya kemeja putih miliknya yang sedikit lembab di bagian punggung tanda ia dipakai sebelumnya, wangi sabun...itu artinya Anye sempat memakainya.

Tak lama suara tergesa Yahya yang seperti berlari di sebrang ponsel sana mulai angkat bicara lagi, anak-anak Imaginary udah check out pak.

Senyum Ganesha tersungging miring, "kamu mau lari dari saya, Nye?" gumamnya lirih setelah mematikan panggilan. Ganesha meraih dalamaannnya untuk dibawa ke dalam kamar mandi, tapi kemudian ia menemukan benda berkilau di balik selimut yang sempat tersingkap.

Jepitan mutiara milik Anye, ia meraih itu.

/

**Ganesha**

*Take a picture 📷*

*Saya berasa jadi lelaki panggilan yang ditinggalkan tanpa bayaran*.

Anye membeliak melihat foto yang dikirim Ganesha saat di ruangan kerjanya. Sebuah foto yang menunjukan sosok Ganesha dengan bathrobe handuk hotelnya, jelas bukan itu fokusnya melainkan area leher Ganesha dengan tanda merah yang cukup terlihat banyak.

**Anye**

*Kenapa harus ngomong ke aku? Abang mau pamer abis dicu pang pacar*?

Elaknya, sungguh bodoh sekali. Anye ingin menghapus pesannya tapi tak sempat, sebab telah dibaca Ganesha.

*Aduhhh*! Ia meringis sendiri, menggigit kuku jarinya, "apa gue hapus terus blok aja nomor bang Ganesha, ya? Kalo ketemu pura-pura ngga kenal?"

**Ganesha**

🤨 *Kamu masih mabok? Apa perlu saya ingatkan kalo semalam kita makinggg love? Kamu pikir dengan kamu pergi waktu saya masih tidur, terus saya ngerasa kalau yang semalam itu mimpi*?

**Anye**

*Apa buktinya? Mungkin Abang mimpi terlalu liar sampe ngerasa hal itu nyata*.

**Ganesha**

*Take a picture 📷 Ini saya simpan sebagai barang bukti*.

Anye tak bisa lagi mengelak setelah jepitan rambutnya difotokan Ganesha termasuk sepatu stilletonya yang tertinggal di hotel sementara ia pulang dengan sandal hotel.

**Ganesha**

*Temui saya siang ini*.

.

.

.

.

1
Nia nurhayati
astogehhhh benarkah ibas pelaku nya??
Iccha Risa
licik juga nih org, memanfaatkan keadaan buat berita bohong. ga sadar sama umur, ya ampun mas Ibas ngancurin diri sendir itu mah...
dahlah mw nyemangatin bang Ganesh buat berjuang ngeyakinin Anye bahwa dia tuh pantas dan mw merubah sifat jeleknya buat Anye... moga Anye nerima
Miko Celsy exs mika saja
tetep aja ada bau2nya ngelawak lo wa🤭🤭
Dewi
apakah Ibas thor 😲
Denok 82
ya Allah nggk nyangka ya ibas....
stnk
SELAMAT BERJUANG NESH...💪💪💪🔥🔥😍
Muhammad Hasby
sya suka smua karya othor...🥰🥰
Nur Wakidah
waduh2 , , , gimana Anye gk pingsan kah ntar klo tau Mas Ibas yg bikin skandal 🤣🤣🤣
Turwaty suketi
si kibas kibas gak jelas
cinta di tolak fitnah bertindak
Nia nurhayati
selamat berkacau ria deh elo nesss gimana rasa nya elo di tinggalin orang teekasih juga calon baby mu pasti mewek kejeerr loo neshh
Miko Celsy exs mika saja
ayo saatnya km berjuang nesh,cr smpai ke lobng semut smpai ketemu
mama_im
jalan mu salah mas ibas. pasti semua kecewa 😤😤
Miko Celsy exs mika saja
js penasaran siapa dalangnya
Miko Celsy exs mika saja
pokoknya mah klo ada powernya mah aman,,,,
Zayyin Arini Riza
Ibas terlalu naif.... salah cari musuh...
Miko Celsy exs mika saja
lm telat datang nesh
stnk
cinta di tolak fitnah bertindak...😄
Tuty Ismail
salah pilih lawan kamu Baskoro.....yang ada justru kamu yang hancur sekarang......
isni afif
🥰🥰😘😍😘😘🥰🥰..
isni afif
lanjut...teh...selamat berjuang ganesh....🤗🤗🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!