NovelToon NovelToon
Terjebak Skandal Sang Konglomerat

Terjebak Skandal Sang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / One Night Stand / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Herlina

Sasha difitnah hamil oleh adik seorang konglomerat, dan hidupnya hancur dalam semalam. Untuk menutup skandal keluarga, Gio Artha Wijaya dipaksa menikahinya.
Di mata publik, Sasha adalah istri sah pewaris Wijaya. Di dalam rumah itu, ia hanyalah perempuan yang dibeli untuk menjaga reputasi. Gio membencinya. Menganggapnya jebakan.
Sasha membencinya karena telah menjadikan hidupnya alat tawar-menawar. Namun semakin lama mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta itu, Sasha mulai menyadari satu hal yang lebih menakutkan dari kebencian Gio.
Ia mungkin tidak pernah difitnah secara kebetulan. Seseorang telah merencanakan semua ini dan Sasha hanyalah bidak pertama.
Akankah Sasha mengetahui siapa dalang dari kejadian yang menimpanya selama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Depan Publik

“Berdiri yang tegak. Jangan terlihat gugup.”

Suara Gio terdengar pelan di samping telinga Sasha saat mobil mereka berhenti di depan hotel mewah di pusat kota. Lampu kamera sudah terlihat bahkan sebelum pintu mobil dibuka.

Sasha menelan ludah. “Aku belum pernah menghadapi wartawan.”

“Sekarang kamu akan,” jawab Gio singkat. “Dan kamu tidak boleh salah bicara.”

Pintu mobil dibukakan. Kilatan kamera langsung menyambut mereka.

“Pak Gio! Pak Gio!”

“Benarkah ini istri Anda?”

“Apakah benar pernikahan ini karena skandal yang beredar?”

Sasha refleks menegang. Jantungnya berdegup kencang. Tangan Gio tiba-tiba menggenggam pinggangnya. Kuat dan begitu posesif.

Tubuh Sasha kaku. Ia menoleh kaget.

“Jangan kaku,” bisik Gio di sela senyum tipis yang ia pamerkan ke kamera. “Tersenyumlah. Sandarkan badanmu sedikit.”

Jari Gio menekan pinggangnya lebih erat, memaksa Sasha mendekat. Dari luar, mereka terlihat seperti pasangan yang sangat serasi. Dari dalam, Sasha merasa seperti boneka yang sedang diposisikan.

Gio menoleh ke wartawan. “Iya. Ini istri saya, Sasha Wijaya.”

Nama belakang itu membuat Sasha tercekat.

Wijaya.

Ia bahkan belum sempat mencerna bahwa namanya kini berubah.

“Kami menikah karena kami saling mencintai,” lanjut Gio tenang.

Sasha menoleh padanya, hampir tak percaya pria ini bisa berbohong setenang itu.

“Benar begitu, Sasha?” tanya wartawan.

Semua kamera mengarah padanya. Sasha bisa merasakan telapak tangannya berkeringat. Gio merasakannya. Genggamannya berubah, bukan lagi menekan, tapi menenangkan.

“Iya,” jawab Sasha pelan. “Kami sudah lama saling mengenal.”

Begitu pintu kaca hotel tertutup dan suara wartawan meredup, tangan Gio langsung terlepas, dan wajahnya kembali dingin.

“Kamu lumayan.”

“Lumayan? Aku seperti boneka barusan,” sahut Sasha.

“Itulah yang kita butuhkan. Boneka yang meyakinkan.”

Di ballroom, para tamu elite sudah berkumpul. Bisikan langsung terdengar saat mereka masuk.

“Itu dia perempuannya…”

“Kelihatan biasa saja…”

“Katanya hamil, ya?”

Sasha mendengar semuanya.

“Abaikan,” bisik Gio.

“Aku manusia, bukan tembok,” balas Sasha pelan.

“Kalau ingin bertahan di dunia ini, belajarlah jadi tembok.”

Seorang wanita paruh baya mendekati mereka. “Dan ini pasti istrimu.”

“Ini Sasha,” kata Gio.

Wanita itu tersenyum manis. “Tidak terlihat seperti perempuan yang bisa membuat skandal sebesar itu.”

Sasha menegang.

Gio menjawab cepat. “Karena memang tidak ada skandal.”

Saat wanita itu pergi, seorang pria lain mendekat. Pria itu tampan berpakaian rapi. Tatapannya tajam.

“Gio. Sudah lama.”

Gio menegang tipis. “Rafael.”

Rafael menoleh ke Sasha. Menatapnya lama.

“Saya merasa pernah melihat Anda sebelumnya,” katanya pelan.

Sasha mengerutkan kening. “Sepertinya tidak.”

Rafael tersenyum samar. “Wajah Anda… terlalu familiar untuk dilupakan.”

Ada sesuatu di nada suaranya. Bukan basa-basi. Seperti pernyataan.

Gio menyela cepat. “Kami harus menyapa tamu lain.” Tangan Gio kembali menggenggam lengan Sasha. Kali ini lebih keras.

Saat mereka menjauh, Sasha berbisik, “Dia aneh.”

“Jangan bicara banyak dengan dia,” suara Gio menurun.

“Kenapa?”

“Karena dia terlalu pintar, dan terlalu suka membongkar rahasia orang.”

Sasha menoleh ke belakang. Rafael masih menatapnya. Tidak berkedip dan untuk pertama kalinya, Sasha merasa… pria itu bukan sekadar tamu.

Acara terasa sangat panjang. Senyum palsu, jabat tangan, basa-basi. Saat akhirnya mereka kembali ke mobil, Sasha menghela napas panjang.

“Aku tidak tahan berada di ruangan itu.”

“Kamu melakukannya dengan baik,” kata Gio.

“Rafael itu siapa?”

“Saingan lama.”

“Dia menatapku seperti mengenalku.”

Gio diam.

Mobil berhenti di lampu merah. Suasana mendadak hening.

“Kamu kenal dia cukup dekat, ya?” tanya Sasha.

“Cukup untuk tahu dia bukan orang yang bisa dianggap remeh.”

“Kalau dia tahu sesuatu tentang gosip itu?”

Gio menoleh. Tatapannya tajam. “Itu sebabnya kamu harus menjauh darinya.”

“Bukan menjawab pertanyaanku.”

Gio terdiam. Lampu berubah hijau.

“Jika Rafael mencium ada celah dalam cerita ini, dia akan menggunakannya untuk menjatuhkanku. Bukan menolongmu.”

Sasha membeku.

“Jadi ini memang bukan gosip biasa, ya?”

Gio tidak menyangkal.

Sasha menyandarkan tubuh. Jantungnya berdetak cepat.

Gosip, Pernikahan. Dan Rafael.

Semua terasa seperti potongan puzzle yang mulai menyatu.

“Kalau benar ada orang yang merencanakan ini… berarti aku memang targetnya.”

Gio menggenggam setir lebih kuat. “Dan itu yang membuat semuanya lebih berbahaya dari yang kamu kira.”

Sasha menatap jalanan gelap di depan. Untuk pertama kalinya, ia tidak lagi takut pada Gio. Ia takut pada seseorang yang belum ia kenal. Dan di kepalanya, satu pikiran muncul pelan…

Rafael bukan hanya mengenalnya.

Pria itu seolah… sudah menunggunya sejak awal. Mobil memasuki halaman rumah dengan perlahan. Lampu taman menyala otomatis, menerangi jalan setapak yang sunyi. Sasha masih memikirkan tatapan Rafael saat mereka turun dari mobil.

Gio berjalan lebih dulu tanpa menoleh. Sasha mengikutinya masuk. Begitu pintu tertutup, suasana berubah. Tidak ada lagi senyum publik. Tidak ada lagi peran suami-istri.

“Kamu terlalu banyak berpikir,” kata Gio tiba-tiba.

Sasha menatap punggungnya. “Karena semuanya terasa tidak masuk akal.”

Gio berbalik. “Tidak semua hal perlu kamu mengerti.”

“Ini hidupku,” balas Sasha pelan tapi tegas. “Aku berhak tahu kenapa aku ada di sini.”

Tatapan mereka bertemu. Tegang dan beberapa detik yang terasa lama.

Gio akhirnya berkata, “Kamu ingin tahu kenapa aku langsung setuju menikahimu tanpa banyak bantahan?”

Sasha terdiam.

“Karena saat gosip itu muncul, namamu sudah ada di laporan yang masuk ke mejaku. Lengkap. Detail. Terlalu detail untuk sekadar rumor kampung.”

Jantung Sasha berdegup keras.

“Maksudmu… seseorang benar-benar mengumpulkan informasi tentangku?”

“Bukan hanya tentangmu,” sahut Gio. “Tentang keluargamu. Tentang ibumu. Tentang adikmu. Tentang kondisi keuanganmu."

Tubuh Sasha terasa dingin.

“Itu bukan gosip spontan,” lanjut Gio pelan. “Itu serangan yang disusun rapi.”

Sasha mundur satu langkah. “Kenapa… kenapa kamu baru bilang sekarang?”

“Karena kamu belum cukup kuat untuk mendengarnya kemarin.”

Kalimat itu membuat Sasha terdiam. Ia mencoba mencerna semuanya. Berarti sejak awal, ia memang sudah dijadikan target.

“Dan kamu pikir Rafael ada hubungannya dengan ini?” tanya Sasha.

“Aku tidak pernah bilang begitu.”

“Tapi kamu mencurigainya.”

Gio tidak menjawab. Diamnya lagi-lagi terasa seperti pengakuan.

Sasha memejamkan mata sesaat. Lalu bertanya pelan, “Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku, Gio?”

Gio menatapnya lama. Seolah menimbang sesuatu. Lalu ia berkata pelan, nyaris berbisik, “Lebih banyak dari yang kamu kira.”

Sasha merasakan napasnya tercekat. Sebelum ia bisa bertanya lagi, ponsel Gio berdering. Gio menatap layar, rahangnya menegang.

“Masuk ke kamarmu,” katanya cepat.

“Ada apa?”

“Masuk.”

Nada suaranya berubah. Tegas. Mendesak.

Sasha mundur, tapi matanya tidak lepas dari Gio yang mengangkat telepon.

“Halo."

Sasha tidak bisa mendengar jelas, tapi ia melihat perubahan di wajah Gio. Wajah yang biasanya dingin kini terlihat begitu waspada.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!