NovelToon NovelToon
Jodohku Mas Duda Jutek

Jodohku Mas Duda Jutek

Status: tamat
Genre:Duda / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:8.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Setelah kepergian istrinya, Hanan Ramahendra menjadi pribadi yang tertutup dan dingin. Hidupnya hanya tentang dirinya dan putrinya. Hingga suatu ketika terusik dengan keberadaan seorang Naima Nahla, pribadi yang begitu sederhana, mampu menggetarkan hatinya hingga kembali terucap kata cinta.

"Berapa uang yang harus aku bayar untuk mengganti waktumu?" Hanan Ramahendra.

"Maaf, ini bukan soal uang, tapi bentuk tanggung jawab, saya tidak bisa." Naima Nahla

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

"Owh ... kok nggak kasih tahu dari tadi, ya udah nggak pa-pa tidur aja," ucap Hanan dengan raut kecewa. Terlihat jelas air mukanya berubah saat Nahla menyampaikan itu.

Perempuan itu pun menempati kasur bagiannya. Diam, lebih tepatnya tidak tahu harus memulai obrolan dari mana karena pria itu juga jadi diam saja. Hanan menarik selimut sambil memejamkan matanya. Satu lengannya ia gunakan untuk menutupi wajahnya.

Melihat respon Hanan yang hambar, Nahla akhirnya memutuskan merubah posisinya menjadi memunggungi dan bersiap untuk tidur saja.

Pergerakan Nahla rupanya mencuri atensi Hanan yang masih setia dengan posisinya. Pria itu menoleh, memperhatikan punggung istrinya yang hampir tidak pernah Nahla berikan selama ini. Sedikit aneh, biasanya Nahla selalu tidur menghadap dirinya.

"Dek, kamu udah tidur?" tanya Hanan berbisik lembut di belakangnya. Mengusak lembut tengkuknya, menghirup wangi sampo dan tubuh atasnya. Pria itu melingkarkan tangannya, memeluk begitu saja tanpa kata. Nahla sendiri membiarkan saja seolah tertidur.

Nahla tidak menyahut, ia merasakan sesuatu yang tak nyaman pada hatinya. Entah itu apa, tetapi ia merasa pernikahannya hambar, tidak sehat. Atau mungkin ada yang salah pada dirinya. Perempuan itu pun merenung sepanjang malam. Entah jam berapa tidur, yang jelas pagi harinya terjaga dengan tubuh lebih segar.

Saat memperhatikan sekitar, Nahla sudah tidak menemukan pria itu di kamar. Namun, terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, sepertinya suaminya di sana. Nahla sendiri langsung merapihkan kamarnya sebelum mengantri ke kamar mandi.

Karena terasa lama, Nahla lebih dulu beranjak menyiapkan pakaian ganti suaminya.

"Eh udah bangun?" tanya pria itu begitu keluar.

"Iya Mas, kamu baru mandi? Itu sudah aku siapkan gantinya," ujar Nahla mempersiapkan seperti biasanya.

Setelah membersihkan dirinya, Nahla langsung memakai seragamnya. Perempuan itu keluar kamar setelah rapi, bersiap membuat sarapan.

"Aku udah buat kopi, jadi nggak usah buatin lagi."

"Iya Mas, maaf tadi aku sedikit lama di kamar mandi."

Nahla membuat sarapan sandwich isi untuk sarapan pagi ini. Menyiapkan segelas susu untuk Icha, lalu beranjak.

"Aku bangunin Icha dulu Mas," ujar perempuan itu menuju kamar putrinya. Hanan mengangguk sembari menikmati kopi paginya.

Perempuan itu membangunkan putrinya, lalu menemani mandi. Menyiapkan ganti dan mengurusi hingga rapi, baru membawanya ke meja makan.

"Icha sarapan dulu, ini susunya," ujar Nahla menyiapkan tepat di depannya. Gadis kecil itu mulai meminum susu.

Usai sarapan, mereka berangkat dari rumah bersama, tetapi dengan kendaraan berbeda.

"Mama nggak bareng?" tanya Icha kurang setuju.

"Mama pakai motor aja ya, Icha hati-hati berangkat sama papa. Aku berangkat dulu Mas," pamit Nahla menyalim takzim suaminya.

"Iya, kamu juga hati-hati ya!" ucap Hanan sebatas itu. Tersenyum melambaikan tangannya.

"Pa, kenapa mama nggak bareng aja, mama lagi marah ya sama papa?" tanya Icha sok peka.

"Nggak kok sayang, siapa yang marah, mama pakai motor biar pulangnya gampang. Papa tidak bisa jemput," kata Hanan mencoba memberikan pengertian pada putri kecilnya itu.

Gadis kecil itu pun tidak komentar lagi, duduk manis sampai di sekolahan.

"Papa berangkat ya!" Hanan membalas uluran tangan putrinya lalu mengecup kepalanya dengan sayang.

Sementara Nahla sudah sampai di sekolah. Mengajar seperti biasanya. Pulang sampai rumah menjelang sore.

"Bu Nahla sudah pulang? Icha tadi ngeluh sakit gigi, tidak mau makan, jadi murung terus," lapor simbok begitu Nahla masuk rumah.

"Sekarang Ichanya di mana mbok? Maaf tadi aku nggak denger kalau simbok telepon. HP aku silince, baru tahu, pas telepon balik nggak diangkat."

"Di kamar, Buk, murung terus."

Nahla langsung menemui putrinya. Gadis kecil itu terlihat murung dan tak bersemangat.

"Icha sakit? Maaf mama nggak tahu kalau Icha sakit," sesal Nahla mengecek keningnya yang terasa sedikit panas. Sepertinya putri kecilnya demam plus sakit gigi.

Gadis kecil itu mengangguk, lalu memeluk ibunya seraya tiduran. Nahla mengelus kepalanya dengan sayang, mengecupnya lembut.

"Icha sakit gigi, minum obat ya?"

Gadis kecil itu menggeleng, mendongak lembut tanpa minat.

"Icha mama antar ke dokter ya?" ujar Nahla khawatir. Bingun, akhirnya menghubungi suaminya, sayang sekali teleponnya juga tidak diangkat. Mungkin Mas Hanan sedang sibuk.

"Ayo, ke dokter bareng mama, pakai jaketnya lebih dulu," ujar Nahla langsung membawa putrinya ke dokter gigi.

Perempuan itu sudah bersiap melajukan motornya, ketika mobil Hanan masuk ke halaman rumahnya.

"Mau ke mana?" tanya Hanan begitu turun dari mobil.

"Icha sakit gigi Mas, aku mau bawa ke dokter," jawab Nahla kembali turun dari motor.

"Sampai merah kaya gitu, emangnya nggak dikasih obat? Ya ampun ... demam panas banget."

"Belum Mas, ini mau aku bawa periksa."

Hanan mengangkat tubuh Icha lalu memasukkan ke mobil.

"Kenapa nggak telepon aku dari tadi, sampai kaya gini. Kamu pulang jam berapa sih?" Mendadak Hanan marah-marah mendapati anaknya sakit. Padahal perempuan itu juga sama halnya baru saja pulang, bahkan belum sempat berganti pakaian langsung mengurusi Icha.

"Aku udah telepon Mas, kamu nggak angkat."

Hanan terdiam, dan Nahla pun maklum mungkin pria itu panik karena khawatir putri kesayangannya sakit.

Nahla langsung turun dengan Icha dalam gendongan ayahnya. Pria itu membawa putrinya ke klinik.

Setelah mendapat penanganan segera, Icha diberikan obat pereda nyeri dan paracetamol. Gigi susunya berlubang dan harus dibersihkan.

"Udah, nanti sembuh setelah minum obat," ujar Nahla menenangkan. Kembali ke rumah dengan perasaan sedikit lega.

Setelah sama-sama mengantar Icha, Nahla lebih dulu beranjak ke kamar. Jujur, perempuan itu sudah tidak nyaman sedari tadi. Harus mandi dan ganti. Tiba-tiba mendadak sedikit pusing efek sedang datang bulan dan sedikit nyeri. Membuatnya terasa sangat tidak nyaman.

"Dek, udah mandi? Tolong temani Icha dulu, aku mau mandi."

"Iya Mas," jawab Nahla dengan sedikit menahan rasa tidak nyaman.

Perempuan itu menuju kamar putrinya, Icha sendiri sudah tertidur. Jadi, Nahla memutuskan untuk keluar kamar sambil memijit perutnya sendiri. Sesaat teringat ibuk di rumah yang selalu mengkhawatirkan dirinya. Rutin membelikan jamu. Mendadak perempuan itu begitu rindu.

"Kamu kenapa? Kok malah di sini? Aku kan minta tolong buat jagain Icha." Nahla yang tengah duduk baru saja menyeduh teh hangat menoleh kaget.

"Icha sudah tidur Mas, makanya aku keluar," jawab Nahla berlalu dengan perasaan kesal. Rasanya ingin sekali menumpahkan risalah hatinya yang mendadak dongkol mendapati kerempongan suaminya yang sedikit berlebihan tanpa mengerti dirinya sedikit pun.

"Tolong kamu temani dulu, aku masih ada kerjaan," ujar Hanan sepertinya tak paham kalau istrinya juga sedang tidak baik-baik saja.

Perempuan itu menghela napas lelah, bukannya tidak mau, takut pergerakannya mengusik tidur Icha makanya ia memilih singgah.

"Duh ... kenapa perutku sakit banget sih. Ini kenapa gini ya?" gumam Nahla mengaduh.

1
Heryta Herman
preeeet laah...sok sok an perhatian..giliran di tinggal,kelimpungan
Heryta Herman
cerai...titik...kamu cuma butuh lengasuh anakmu...
bodo amat..
hahaha..rasain lu hanan...emang enak di cuekin...
Heryta Herman
kamu msu marah sama nana cuma gara" senyum sama partner kerja nya?...situ sadar ga?atau amnesia mendadak...sdh nyakitin hati istri,malah sok tersakiti...
jangan mau klo hanan ngajak plng..biar kan hanan berjuang dan menyadari bahwa nahla bukan sekedar pelarian untuk dia dan anaknya...enak aja...
Heryta Herman
rasakan akibat ulahmu sendiri hanan..rempong kan...
klo masih cinta sama yg sdh meniggal,kenapa menikah lagi?
Heryta Herman
bagus nahla,tegas👍..tinggalkan hanan,biar dia berpikir dan introspeksi..laki modelan hanan memang harus di ksh pelajaran
Heryta Herman
ikutan kesel,sakit hati dgn kelakuan hanan...tanyakan langsung aja ke hanan...mau di bawa kemana pernikahan nya..klo cuma sebagai pemuas nafsu dan pengasuh anak...tinggalkan saja...mumpung blm punya anak sendiri na...
Heryta Herman
jangan kau bandingkan antara isteimu skrng dgn almarhumah istrimu..tdk adil...klo blm bisa menerima nana, dan masih terpaku.pada masa lalu,ya jngn menikah hanan...kamu pria egois.. hanya memikirkan dirimu sendiri dan anakmu...klo sampai orqng tua nana tau niatmu yg tersembunyi...hbs lah hidupmu..
jangan sampai kena karma hanan...
Heryta Herman
satu lemari di sblh lemari baju hanan adalah milik almarhumah istri..
klo blm move on..jngn berani pinang anak orang pak hanan...kasihan nana..yg blm bisa juga menerima pernikahan mendadak ini...hanan terkesan egois dan semau nya sendiri tanpq memikirkan perasaan nana... nana juga sebagai perempuan,kurang tegas memutuskan dan mau" saja mengikuti keinginan hanan...baca nya sambil ikutan gemes dgn sifat mereka berdua...
authornya sukses mengacak" emosi pembaca nih...👍
Yully Yuliana
bini nya dr awal nikah dibiarkan naik motor sendirian... beliin. mobil keq atau gantian lagunya naik motor bini nya yg pke mobil...
sakdiah hasibuan
good
Dewi Sri
Salut sama mak kokom yg di jailin tetangga ganti membalas😅
𝘪𝘮𝘶𝘬𝘯𝘱𝘪
Thor cukup Thor ini dak kayak kuntilanak cekikikan tengah malam q thor🤭
𝘪𝘮𝘶𝘬𝘯𝘱𝘪
thorrr ijin salto boleh, dah salting brutal ini/Joyful//Joyful//Joyful/
Endang Sulistia
nahla ..perasaannya masih abu2
Endang Sulistia
mantap
iza asmara
awesome
Indri Vivo
nanti lama2 bucin papa ny
Oliva Trifonia Jumpar
Biasa
Oliva Trifonia Jumpar
Kecewa
Nurlaila Hasan
ow ow ow trnyata sdah baca,, yo wes ben...🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!