Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"Tante Kayla.... " pekik Niko mengejar Kayla yang baru turun dari mobil.
Anak kecil itu sudah tidak sabar untuk bertemu lansung dengan tantenya itu.
Kayla yang melihat Niko bocah 7th itu berlari ke arahnya ikut melebarkan senyum dan membuka tangan agar Niko bisa masuk ke dalam pelukannya.
Happp....
"Kenapa lari lari, hmmm... " kekeh Kayla memeluk Niko.
"Hehehe.... Aku sudah kangen sekali sama tante, di tunggu tunggu dari tadi, nggak sampai sampai." keluh Niko mengeratkan pelukannya.
"Maaf ya, tadi jalanannya macet sayang, makanya kami baru sampai." ucap Kayla mengelus rambut Niko.
"Hay... Bocah, nggak usah lama lama peluknya." sewot Rangga yang tidak suka Kayla di peluk oleh orang lain, laki laki itu semakin hari semakin posesif saja.
Kayla hanya memutar mata jengah mendengar ucapan suaminya itu, cemburu nggak lihat lihat orang, sama keponakannya yang masih kecil juga di cemburui.
"Pelit amat sih Om, aku kan masih kangen sama tante." kesal Niko yang di paksa untuk melepaskan pelukannya dari Kayla.
"Kangen ya kangen aja, nggak usah peluk peluk." omel Rangga yang lansung meraih pinggul sang istri, agar merapat kepadanya.
"Om aja peluk peluk tante." sahut Niko tidak terima.
"Itu beda, om kan suami tante Kayla." ucap Rangga tak mau kalah.
"Aku juga keponakannya." sepertinya pertengkaran dia laki laki beda usia itu tidak akan selesai klau tidak di lerai oleh nyonya Lastri.
"Sudah sudah, kalian ini baru bertemu sudah kaya Tom and Jerry aja, bawa Kayla masuk, pasti mantu mama sudah capek, di tambah makin pusing mendengar ocehan kalian." omel nyonya Lastri menarik Kayla dari sang putra.
"Ih.... Ma, itu istri aku, kenapa di bawa sih, biar Kayla masuk bareng aku aja." pekik Rangga ingin meraih tangan Kayla, namun sayangnya dia tepis lansung oleh sang ibu.
"Dia menantu mama, nggak usah bawel." omel sang mama.
"Yang anak mama siapa sih, aku apa Kayla, kenapa Kayla pulang malah di sayang, aku malah di omeli mulu." keluh Rangga memelas.
"Nggak usah drama deh." omel sang mama.
"Selamat datang sayang, akhirnya kita ketemu lagi." ucap kakek Ali memeluk Kayla entah kenapa kakek Ali merasa sangat menyanyangi Kayla, seperti sudah kenal dari lama.
Kayla yang mendapat perlakuan baik dari keluarga suaminya merasa terharu, setelah kepergian orang tuanya, baru kali ini Kayla benar benar merasakan kasih sayang yang tulus, tidak seperti di rumah pamannya, yang kasih sayang penuh kepalsuan.
"Hayyy.... Kayla, akhirnya kita bertemu lansung, selama ini kita hanya berkomunikasi lewat tlp seluler." ucap Yara juga menyambut Kayla dengan senang hati.
"Iya kak, akhirnya kita bertemu." ucap Kayla membalas pelukan kakak iparnya itu.
"Wahhhh.... Ternyata kamu lebih cantik aslinya ya sayang." kekeh nyonya Ami ikut berkomentar.
"Tante bisa aja." jawab Kayla.
"Yang di sambut cuma Kayla aku nggak?! " sewot Rangga yang merasa kesal dengan keluarganya itu.
"Kamu siapa sih, ikut ikut aja, memang kita kenal." cibir nyonya Ami menggoda keponakannya itu.
"Tante.... " rengek Rangga tidak terima.
"Idih, tidak malu sama istri." kekeh nyonya Ami namun tetap memeluk keponakan kesayangannya itu penuh kerinduan.
"Papa sama yang lain kemana? " tanya Rangga yang tidak melihat papa, abang, dan saudara yang lainnya.
"Papa mu tadi keluar sebentar, ada urusan katanya, Alden juga masih di jalan, baru pulang dari kota Y." sahut nyonya Lastri.
Rangga mengangguk tanda mengerti.
"kalian pasti capek, ajak istri mu ke kamar, biarkan dia istirahat." titah nyonya Lastri.
"Baik ma, ayo sayang, kita istirahat dulu." ajak Rangga menggandeng tangan Kayla.
"Aku istirahat dulu ya ma, kek, tante dan mbak Yara. " ujar Kayla sedikit tidak enak hati.
"Iya sayang, istirahat lah, nanti waktunya makan,, mama panggil, sekarang istirahat lah." ujar nyonya Lastri penuh pengertian.
"Ini serius kita di undang ke hajatan pernikahan anaknya Tuan Ardi?! " pekik nyonya Arum kesenangan, karena di undang oleh orang terpandang di kota J, walau buka orang terkaya di kota J, namun keluarga itu cukup terpandang dan diperhitungkan di kota J.
"Hm.... Tentu saja, karena dulu hubungan bang Irwan dan tuan Ardi sangat dekat, bahkan tuan Ali ayah tuan Ardi sangat menyanyangi bang Irwan." ungkap tuan Andre.
"Wahhh.... Bagus banget itu, ahhh.... Andai anak kita belum menikah, aku ingin menjodohkannya dengan anak tuan Ardi itu, papa sih, telat ngasih taunya." keluh nyonya Arum tidak tau diri, padahal dulu anaknya sudah dekat dengan Rangga, haa... Andai dia tau, Rangga adalah calon menantu yang dia tolak dulu gimana ya? "
"Papa juga nggak menyangka klau mereka akan menghubungi kita lagi, soalnya sudah lama sekali kita tidak bertemu dengan mereka." ujar tuan Andre menimpali ucapan sang istri.
"Ya sudah lah, biarkan saja, sekarang anak kita juga sudah mempunyai suami yang lebih baik dari pacarnya dulu, punya kedudukan tinggi di perusahaan, dan juga punya gaji besar. " ucap nyonya Arum membanggakan menantu yang berhasil dia rebut dari keponakannya itu.
"Ayo istirahat ma, biar besok kita nggak telat ke tempat pestanya." ajak tuan Andre, mereka pun sudah tiba di kota J, dan sekarang sedang menginap di hotel yang tidak terlalu jauh dari kediaman Kusuma.
"Baiklah." ucap nyonya Arum mengikuti perintah sang suami.
Nyonya Arum sudah masuk kedalam dunia mimpi, sementara tuan Andre masih terjaga dan pikirannya tertuju kepada sang keponakan, sejak hari pernikahan itu, keponakannya seperti hilang di telan bumi, bahkan nomor HPnya sudah tidak aktif, dia tau dia salah, tapi bagaimana lagi, egonya juga tinggi, ingin mendapatkan yang terbaik untuk putri semata wayangnya, walau pun harus mengorbankan perasaan keponakannya itu.
"Maafkan aku bang, aku bersalah kepada putri mu." gumam tuan Andre bergumam lirih.
"Kamu dimana Kay, kamu pasti benci banget sama om." lirih tuan Andre menatap foto sang keponakan dihpnya.
Sementara di tempat lain, di rumah kediaman tuan Ardi.
"Papa baru ingat, klau mendiang Irwan mempunyai seorang anak perempuan, sekarang dia ada dimana ya? " tanya tuan Ali yang ingat tentang Irwan.
"Nggak tau pa, sejak Irwan meninggal, kita kan ilang kontak, baru beberapa waktu lalu aku bertemu dengan adiknya." sahut tuan Ardi.
Tuan Ali mengangguk tanda mengerti.
"Mas." bisik Kayla berkaca kaca.
"Kenapa sayang? " tanya Rangga yang memeluk sang istri, dia tau istrinya sangat terharu dan juga tidak menyangka, acara pernikahannya akan di langsungkan sangat meriah oleh keluarganya, karena saat ini mereka sedang berada di ruang tempat pesta pernikahan yang akan di adakan.
"Ini tidak berlebihan? " tanya Kayla dengan tatapan sendu.
"Tidak sayang, mama papa dan yang lainnya sengaja mengadakan pesta seperti ini, agar semua orang tau, klau kamu adalah menantu kesayangan mereka." ujar Rangga yang memang benar adanya.
"Aku nggak menyangka mas, pernikahan kita akan di rayakan semeriah ini." ucap Kayla berkaca-kaca.
Rangga hanya tersenyum hangat dan memeluk sang istri lebih erat, "kita istirahat yuk.... biar pagi tidak kesiangan, apa lagi kamu akan bangun lebih pagi." ajak Rangga dan di angguki oleh Kayla.
Bersambung...
semangat💪