NovelToon NovelToon
Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Dijuluki "Sampah Abadi" dan dicampakkan kekasihnya demi si jenius Ma Yingjie tak membuat si gila kekuatan Ji Zhen menyerah. Di puncak dinginnya Gunung Bingfeng, ia mengikat kontrak darah dengan Zulong sang Dewa Naga Keabadian demi menjadi kultivator terkuat.

"Dunia ingin aku merangkak? Maka aku akan menaklukkannya lebih dulu!"

[Like, vote dan komentar sangat bermanfaat bagi kelanjutan cerita. Selamat membaca]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Serangan Pertama di Jalan

"Ampun, Tuan! Ampun! Kami tidak tahu kalau Tuan adalah seorang kultivator hebat!"

Salah satu dari mereka menangis sambil merangkak mundur. Dua lainnya ikut menunduk dengan kepala menghantam tanah beku berkali-kali. Di sekitar mereka, empat rekan mereka sudah tidak sadarkan diri.

Sementara Ji Zhen berdiri di tengah kekacauan itu dengan garis lengkung penuh kesombongan. Napasnya teratur menghembuskan uap dingin yang terus keluar dari sela bibirnya. Ini adalah pertama kalinya ia melepaskan teknik Dao Es di dunia luar, jauh dari pengawasan para tetua sekte yang memuakkan dan hasilnya pun sangat memuaskan. Ilusi serigala es tadi tidak hanya mengalihkan perhatian lawan, tapi juga mencabik mereka sebelum mereka sempat mengayunkan parang.

"Bangun," perintah Ji Zhen bernada dingin. Berbeda dengan batinnya yang sebenarnya sedang menertawakan bandit-bandit itu.

Ketiga bandit yang tersisa pun mencoba berdiri, namun kaki mereka mati rasa karena hawa dingin yang merayap di tanah. Mereka menyesal setengah mati telah memilih pemuda ini sebagai sasaran. Di mata mereka, Ji Zhen bukan lagi seorang pengelana biasa, melainkan maut yang berbalut jubah sederhana.

Adapun Yang Huiqing berdiri sepuluh langkah di belakang, tangannya bertaut di depan dada. Sesuai perintah Ji Zhen sebelum pertarungan dimulai, ia tidak bergerak satu inci pun. Matanya menatap para preman itu dengan wajah pucat, namun ia tetap diam, patuh tanpa protes sedikit pun. Ia sadar bahwa di dunia luar, perlindungan Ji Zhen adalah satu-satunya hal yang memisahkannya dari nasib yang lebih buruk daripada kematian.

Ji Zhen mengusap sisa kristal es di ujung jarinya. Ada rasa puas yang mengalir di dadanya melihat keunggulan telaknya. Namun, di balik kepuasan itu, kewaspadaan baru muncul. "Dunia luar benar-benar lebih brutal," batin Ji Zhen. Di sekte, setidaknya ada aturan yang menghambat perkelahian terang-terangan. Beruntung aku tidak harus membunuh mereka.

“Ini baru pemanasan, Bocah,” suara Zulong bergema di dalam kepalanya, penuh nada ejekan yang khas. “Jangan sombong dulu. Fondasimu masih retak parah. Kalau kau bertemu kultivator Pembentukan Fondasi yang asli, Serigala Es mainanmu itu akan hancur dalam sekali pukul. Pelajari dan gunakanlah teknik yang lebih bervariasi.”

Ji Zhen menyeringai tipis. "Aku tahu, Ular Sawah. Makanya aku butuh modal untuk memperbaikinya."

Ia menoleh ke arah Yang Huiqing. "Huiqing, kemari. Periksa pecundang-pecundang itu dan ambil semua koinnya, senjata yang masih bagus, dan barang berharga apa pun yang mereka bawa. Jangan lewatkan satu keping pun."

Gadis itu pun segera melangkah maju dengan tungkai yang terasa berat. Setiap langkahnya di atas rumput yang mengkristal karena es menimbulkan suara renyah yang menusuk telinga. Ia mendekati para bandit yang masih hidup namun lumpuh total, merintih karena luka yang menyiksa kulit mereka. Tangan Yang Huiqing bergetar hebat kala dirinya harus merogoh kantong ikat pinggang pria-pria yang merengek itu.

“Ji Zhen, mereka… apakah mereka akan baik-baik saja? Aku pikir ini terlalu berlebihan,” bisik Yang Huiqing. Matanya yang sembab menatap wajah salah satu bandit yang membiru dan memohon ampun dengan tatapan sayu.

“Mereka ingin merampas nyawamu beberapa menit yang lalu,” sahut Ji Zhen, suaranya setajam parang para bandit yang berserakan. “Jangan biarkan nurani yang salah tempat itu menghambat pekerjaanmu. Ingat siapa mereka. Cepat selesaikan.”

Karena tidak bisa menolak, Yang Huiqing memejamkan mata sejenak, menelan ludah yang terasa pahit, lalu melanjutkan tugasnya dengan ragu. Ia menarik paksa sebuah belati dari pinggang bandit yang lumpuh, mengabaikan teriakan lirih kesakitan saat es yang menempel di pakaian pria itu ikut tercabut. Rasa takut terus menghantuinya, namun bayangan kemarahan Ji Zhen jauh lebih menakutkan.

Di dalam kepala Ji Zhen, suara Zulong kembali mengejek. “Gadis itu benar-benar mengganggu. Dia terlalu lembek. Jika kau terus membawanya seperti ini, dia akan menjadi beban yang menarikmu ke liang lahat saat musuh yang lebih kuat datang. Aku punya solusi agar dia tidak merepotkanmu, dia harus dipaksa menjadi lebih kuat.”

Ji Zhen menyunggingkan senyum tipis penuh rahasia, “Ide yang bagus, Ular Sawah. Tapi bagiku, menjadi berguna tidak harus selalu tentang kekuatan fisik. Aset yang cantik, memiliki latar belakang yang bisa dimanfaatkan, dan patuh mutlak… itu adalah alat yang sangat berharga di kota sebesar Nancheng.”

“Kau bicara dengan siapa?” tanya Yang Huiqing tiba-tiba, mendongak sambil memegang kantong kulit berisi koin yang berdenting.

“Ehem… hanya menghitung berapa banyak makanan yang bisa kita beli dengan rampasan itu,” kilah Ji Zhen cepat, memutus komunikasinya dengan Zulong. “Sudah selesai?”

Yang Huiqing berdiri, menyerahkan tumpukan koin perunggu sampai perak dan beberapa perhiasan yang ia kumpulkan. Ji Zhen menerima rampasan itu, membukanya, dan matanya seketika berbinar-binar penuh kepuasan. Ia tertawa jahat, sebuah tawa yang terdengar sangat kontras dengan rintihan pria-pria di tanah yang kini menatap harta mereka berpindah tangan dengan penuh penyesalan dan penderitaan. Itu pun juga karena mereka merampasnya dari orang lain.

“Luar biasa! Orang-orang bodoh ini ternyata cukup kaya,” Ji Zhen mengocok kantong itu di depan wajah pemimpin bandit yang lumpuh. “Dengar, dengan memiliki uang sebanyak ini, kita bisa terus makan enak di penginapan terbaik. Anggap saja ini biaya pendidikan karena kalian sudah berani menghadang naga di tengah jalan.”

Mendengar kata ‘makan enak’, sudut bibir Yang Huiqing terangkat sedikit. Ada binar kecil di matanya yang lelah, membayangkan hidangan hangat setelah berhari-hari menderita. Namun, ia segera menundukkan wajah, menutup-nutupi ekspresi senangnya agar tetap terlihat sebagai pelayan yang pasrah di hadapan Ji Zhen.

“Sekarang, seret tubuh kalian dari sini sebelum aku berubah pikiran,” Ji Zhen mengibaskan tangannya.

Tanpa perlu diperintah dua kali, sisa bandit yang masih bisa bergerak segera menyeret rekan mereka yang pingsan menjauh dengan sisa tenaga, masuk ke dalam semak-semak dalam ketakutan yang akan menghantui mimpi mereka selamanya. Ji Zhen membiarkan mereka pergi karena baginya, merampas semua milik mereka dan meninggalkan mereka dalam keadaan lumpuh adalah hukuman yang lebih memuaskan.

Kini Ji Zhen berdiri diam, menatap jalan setapak yang membentang luas. Ia merasakan kepuasan kemenangan yang murni, namun di saat yang sama, ia tetap waspada. Dunia luar benar-benar lebih brutal daripada sekte. Hanya yang terkuat dan paling cerdik yang bisa bertahan.

“Ayo jalan,” gumam Ji Zhen penuh tekad. “Nancheng adalah awal yang sebenarnya.”

1
YunArdiYasha
gas poll
MuhFaza
gas lanjutkan
MuhFaza
lanjut bg
Tuan Belalang
😍😍👍👍💪💪
YunArdiYasha
musuh
yuzuuu ✌
bagus ini ceritanya
DanaBrekker: terima kasih /Coffee/
total 1 replies
Tuan Belalang
😍👍👍👍
Tuan Belalang
sehat sehat othor
DanaBrekker: semoga semua pembaca karya othor juga sehat selalu
total 1 replies
Tuan Belalang
👍👍👍😍👍
Tuan Belalang
alamak, gukguk? 🤣
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
Tuan Belalang
eyuhh najis 😄
Tuan Belalang
astoge udh gak ketolong nih anak 🤣
Tuan Belalang
pffftt mampus 👍👍🤣
DanaBrekker: /Cleaver//Gosh/
total 1 replies
Tuan Belalang
curang gak sih bangg 🤭🤭🤣
Tuan Belalang
mampus aja luu
Tuan Belalang
ji zhen nih tahan banting 💪
Tuan Belalang
mff bawell thorr abs novelmu bagus 😄😍👍🤭
DanaBrekker: terima kasih /Coffee/
total 1 replies
Tuan Belalang
🤭😍👍👍👍
Tuan Belalang
benr tu kt zilong
Tuan Belalang
😍😍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!