NovelToon NovelToon
Bukan Gadis Culun Biasa

Bukan Gadis Culun Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Hamil di luar nikah / Konflik etika / Nikah Kontrak / Pernikahan rahasia
Popularitas:431.4k
Nilai: 5
Nama Author: Qinan

Malam itu Lily gadis polos dan culun yang bekerja sebagai room service disebuah hotel mengalami nasib naas karena diperkosa oleh seorang pria yang sedang mabuk namun siapa sangka itu justru membuatnya terjebak dalam sebuah pernikahan tanpa cinta hanya demi status bayi dalam kandungannya agar tidak menjadi anak haram.

Dapatkah gadis itu diterima keluarga kaya raya Wilson atau justru ditendangnya begitu saja hingga membuatnya akan membalas dendam setiap kesakitan yang pernah dirasakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~30

Lily terpaksa pergi ke ruangan Alexander diantar oleh tuan Miller setelah sebelumnya pria itu mengambil ponsel Nancy sebagai barang bukti.

"Silakan nyonya!" ucap pria tersebut setelah lift berhenti di lantai teratas gedung pencakar langit tersebut.

"Sudah ku bilang jangan panggil aku seperti itu," Lily langsung menatapnya sewot. Jangan karena kelalaian kecil asisten bosnya rahasianya menjadi terbongkar lagipula siapa juga yang bangga menjadi istri seorang Alexander yang baginya hanya seorang pencabul mesum.

"Baik nona Lily," tuan Miller pun meralat panggilannya lalu segera menahan sebuah tombol agar pintu lift tetap terbuka sampai gadis itu melangkah keluar.

"Mari, ruangan tuan Alexander berada paling ujung." imbuh pria itu lagi seraya menunjuk ke arah sebuah pintu.

Tak ada siapa pun di sekitar sana, seperti satu-satunya asisten bosnya hanya pria itu seorang. Kemudian ia pun mengikuti langkah tuan Miller dan sesampainya di depan pintu pria itu langsung mengetuk lantas segera membuka pintunya sedikit lebar.

"Silakan nona!" ucapnya mempersilakan gadis itu untuk masuk.

Saat baru melangkahkan kakinya masuk ia menatap sebuah ruangan yang didominasi warna abu-abu, terasa dingin dan juga misterius namun saat pintu hendak ditutup dari luar gadis itu pun langsung menahannya.

"Tuan Miller tidak ikut masuk?" ucapnya menatap pria itu.

"Tuan hanya ingin bicara dengan anda nona," sahut pria itu dengan wajah datar seperti biasanya.

"Ta-tapi jika kamu mau ikut masuk juga tidak apa-apa toh cuma bicara sajakan? lagipula apa kamu tidak khawatir jika aku akan berbuat macam-macam pada bosmu?" Lily mencoba mempengaruhi pria itu karena ia tidak mau hanya berduaan dengan bosnya yang mesum itu.

Tuan Miller menatapnya lekat. "Apa anda mampu melakukan?" ucapnya dengan nada tantangan.

Lily langsung tersenyum nyengir sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sayangnya aku meninggalkan tongkat pemukul maling di apartemen lama jika tidak mungkin sudah ku bawa," selorohnya.

Tuan Miller hanya menggeleng kecil kemudian segera menutup pintunya tak peduli gadis itu berusaha untuk menahannya, kini Lily terpaksa menghadapi Alexander seorang diri lalu ia pun segera melangkah sampai akhirnya melihat bosnya sedang duduk di meja kerjanya.

Dengan langkah pelan ia mendekati pria itu sembari berpikir keras agar tidak dilarang bekerja akibat gosip yang beredar, pokoknya pria itu harus membantunya bagaimana pun caranya. Ia ingin lulus kuliah karena hanya itu satu-satunya caranya agar sukses dan bisa menjadi ibu kebanggaan anaknya nanti.

Ehm

Ia pun berdehem kecil ketika melihat Alexander nampak fokus bekerja hingga tak menyadari kedatangannya, namun pria itu tetap fokus dengan pekerjaannya.

Ehm

Dehemnya lagi dan kali ini sedikit keras hingga membuat pria itu langsung mengangkat wajahnya. "Apa yang kamu lakukan disini?" ucap pria itu menatapnya dan tentu saja itu membuat Lily langsung melotot, faktor umur memang tak bisa dibantahkan lagi karena membuat seseorang mudah lupa pikirnya.

"Baiklah, kalau begitu aku keluar." Lily pun segera berbalik badan dan melangkah pergi namun baru beberapa langkah pria itu kembali memanggilnya.

"Siapa yang menyuruhmu keluar?" ujar Alexander dan mau tak mau gadis itu kembali berbalik badan menatapnya, sebenarnya apa sih mau pria itu?

Kini Lily kembali menghadap pria itu namun Alexander justru nampak sibuk dengan pekerjaannya dan Lily terpaksa menunggunya sampai selesai tak perduli kakinya mulai kesemutan.

Saat sedang mengedarkan pandangannya, gadis itu nampak tak sengaja melihat sebuah bantal dan selimut diatas sofa juga pakaian pria itu yang dipakai semalam. Apa bosnya semalam tidur disini? tapi kenapa? bukankah pria itu memiliki apartemen yang berada tak jauh dari sini atau kenapa tidak tidur di apartemen sang kekasih?

Alexander meliriknya sekilas ketika gadis itu mulai gelisah lalu diletakkannya bolpoin di tangannya tersebut ke atas meja kemudian pria itu pun beranjak dari duduknya dan bersandar ditepi mejanya dengan kedua tangan terlipat di depan dada.

"Lelah?" ucapnya dengan santai.

Lily langsung mengangguk cepat, tentu saja ia lelah karena berdiri sejak tadi.

"Disana ada sofa kenapa tidak duduk?" Alexander menggerakkan dagunya ke arah sofa yang berada tak jauh darinya itu.

"Kamu tidak menyuruhku lagipula ku kira kamu sedang menghukumku dengan berdiri lama karena dulu saat sekolah aku sering dihukum berdiri didepan kelas," tukas gadis itu jujur.

"Kenapa dihukum?" Alexander nampak mengernyitkan dahinya.

"Aku terlambat datang karena harus berjalan kaki setiap hari," sahut Lily dengan polosnya.

"Jadi apa aku boleh duduk sekarang?" imbuhnya lagi.

Alexander hanya menggerakkan dagunya ke arah sofa dan tentu saja gadis itu dengan senang hati segera duduk disana karena sudah menahan kesemutan sejak tadi.

Pria itu masih memperhatikan gadis itu dengan seksama, penampilannya sangat kampungan dengan kemeja kotak-kotak kebesaran dan juga celana panjang lusuh namun wajahnya mencerminkan kepolosannya, tak ada polesan makeup ataupun lipstik di bibirnya semuanya terlihat alami. Sebenarnya gadis itu tidaklah jelek hanya saja freckles di wajahnya dan kacamata tebalnya terlihat mengganggu penampilannya apalagi didukung oleh pakaiannya yang kurang modis.

Kemudian pria itu berlalu duduk dihadapannya. "Lain kali jika merasa benar jangan diam saja karena itu akan memberikan kesempatan orang yang tak suka untuk semakin menyudutkan mu," ucapnya dan tentu saja itu membuat Lily tercengang menatapnya. Apa ini pria yang sama dengan ayah dari bayinya? kenapa tiba-tiba bersikap lembut?

"Jadi siapa pria yang dimaksud oleh mereka?" ucap Alexander kemudian meskipun ia sudah mendapatkan rekaman video sebelumnya.

Lily pun langsung menggeleng kecil, bisa-bisanya selama beberapa detik ia sempat mengagumi pria itu.

"Sopir," sahut jujur.

"Sopir? kalau begitu kenapa bersikap akrab dengannya? apa kamu menyukainya?" Alexander menatapnya penuh tanya dan Lily langsung bersungut-sungut mendengarnya.

"Meskipun aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah aku tidak mungkin memacari orang tua terlebih suami orang," ucapnya tak terima. Enak saja ia dituduh pacaran sama suami orang sudah tua pula.

Mendengar itu pun Alexander langsung menelan ludahnya. "Apa aku terlalu tua?" gumamnya lirih namun ketika menyadari ucapannya pria itu langsung berdehem kecil.

Ehm

"Lain kali duduk dibelakang jika tidak ingin mendapatkan fitnah meskipun pun dia hanya seorang sopir!" perintahnya kemudian.

Lily mengangguk kecil, ia menyadari memang kesalahannya karena rupanya Elizabeth dan Nancy mulai mengawasinya dan mencari-cari kesalahannya tapi bagaimana menjelaskan pada mereka jika ia tidak seperti yang mereka pikirkan? ia benar-benar masih ingin menyelesaikan masa magangnya disini. Gadis itu nampak frustrasi karena kini ia pasti sedang ramai dibicarakan oleh seantero kantor dan ia harus segera melakukan sesuatu agar pria itu mau membantunya.

"Atau aku goda saja biar dia membantuku? atau aku bersandiwara pura-pura menangis biar dikasihani? toh ada bayinya dalam perutku bisa ku manfaatkan untuk itu." gumamnya sembari melirik pria yang sedang duduk tak jauh dihadapannya itu.

1
nyaks 💜
knpa baru sekarang hmmm
Soraya
lili pinter banget sih
Asih Rahmadhani Bohara
tanggung jawab.. tapi yg kamu nikahi Victoria... huftttt.
Cicih Sophiana
cie takut di bilang buaya darat sama Lily kecil langsung bikin surat cerai buat Voctoria... knp gak dari dulu aja Alex
Ari Atik
siip....
langkh yg tepat lex.
moms D'ana
dah buaya darat ditambah jadi buaya buntung tuh papa mu Lily 🤣🤣🤣
yumna
ga mau d katain buaya....🤣🤣🤣🤣🤣
zenara
hallo aku kembali, setelah lama absen karena sibuk, sampai salah vote ke lapak dah tamat 🤦🤭🤭
༄༅⃟𝐐Qinan ananto: yuk kasih ide cerita baru nara
total 2 replies
Uthie
Harusnya sejak awal kau tolak tuhh si Victoria.. yg gak bisa bikin apa-apa buat kamu 😏

btw, si Alex apakah pernah pakai jasa Istri si Victoria???? 😁
GiZaNyA
wahhhh.. dah ketauan si Lily anaknya Alexander... dahlah Victoria.. kamu gak akan bisa melakukan hal2 yang membahayakan Anastasya Leo... bodyguard nya banyak...
⏤͟͟͞͞Rl𝖎𝖓𝖆𒈒⃟ʟʙᴄ
upppppp0ppp
Muji Lestari
cepat thorr lanjutt thor dah tak sabar lihat Viktoria ngamuk di cerai
Syavira Vira
lanjut
Shee_👚
siap-siap Victor bakalan dapet surat cinta dari pengadilan agama
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ini harus ketawa apa sedih ya lily
Shee_👚
ya kali orang mati bisa bangkit dari kubur🤣
berasa inget adegan susana🤭
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Jaim di depan anak2 mu lebih utama ya Lex, yang penting bukan buaya 😅😅..
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Sesepuhnya buaya dia Ly 😅😅😅😅...
Buaya buntung /Sob//Facepalm/....
༄༅⃟𝐐Qinan ananto: njirr😂😂
total 1 replies
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Ini sih kata hatinya othor /Sob//Facepalm//Joyful/....
༄༅⃟𝐐Qinan ananto: ah masa😂
total 1 replies
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Mulut bocil tolong kondisikan /Sob//Facepalm//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/.....
༄༅⃟𝐐Qinan ananto: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!