NovelToon NovelToon
Terjebak Hasrat Monsieur Leopold

Terjebak Hasrat Monsieur Leopold

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Terlarang / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Pengawal
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sheninna Shen

“Aku perintahkan kau untuk menjaga Lea dalam kondisi apapun.” — Martin De Gaulle

Begitulah awal mula semuanya.
Sebuah perintah yang mengikat Elios Leopold—tangan kanan sang Godfather. Pria dingin, berbahaya, dan setia tanpa syarat.

Elios selalu ada di sisi Lea—Eleanore Moreau. Menjaga, melindungi, dan memastikan gadis itu tak pernah sendirian. Dari kedekatan yang terus terjalin, perasaan pun tumbuh seiring berjalannya waktu.

Lea menyadari perasaannya lebih dulu. Tapi Elios… tidak.

“Aku akan menjadi apapun yang kau mau. Mama, Papa, saudara dan sahabat. Asal kau yang meminta, aku akan mewujudkannya.” — Elios Leopold

Ucapan itu membuat Lea berharap. Namun, di saat Lea mengucapkan permintaannya, akankah Elios mampu menepatinya?

Dari perlindungan lahir ketergantungan.
Dari kedekatan tumbuh hasrat yang terlarang.

Jika Elios mengabulkan permintaan itu, akankah Lea sanggup menghadapi kegilaan pria berbahaya yang telah menjadikannya satu-satunya tujuan hidup?

Terjerat Hasrat Monsieur Leopold
Yuk baca novel ini guys!
Seperti apa kisah protektif, posesif dan obsesi Monsieur Leopold terhadap bidikannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elios Yang Kau Kenal

...“Justu aku sedang menjadi Elios yang kau kenal sebelumnya.” — Elios Leopold...

Hari-hari berikutnya di Pantai Pink berjalan terlalu tenang. Bahkan lebih dari sekadar tenang.

Seperti biasanya, setiap pagi Elios sudah bangun lebih dulu. Ia berdiri di balkon, memantau garis pantai. Hanya saja pagi ini ia sudah tak lagi ditemani rokok. Setelah itu ia akan mengetuk pintu kamar Lea.

“Lea, sarapan jam delapan.”

Kalimat formalitas seperti biasanya, tanpa nada hangat—agar Lea tetap diperhatikan sebagaimana mestinya. Setiap harinya mereka tetap berjalan menyusuri pantai bersama. Tetap makan bersama. Tetap duduk di restoran yang sama dengan pemandangan laut lepas. Tapi tak ada lagi tatapan yang terlalu lama. Tak ada lagi sentuhan yang disengajakan.

Saat Lea berdiri terlalu dekat, Elios akan mundur setengah langkah. Saat Lea tertawa dan menepuk lengannya, ia hanya tersenyum tipis lalu meluruskan pandangannya kembali ke laut.

Ia benar-benar berubah menjadi penjaga—seperti sebelumnya.

Elios Leopold bukan lagi seorang pria bagi Eleanore Moreau. Ia juga bukan lagi seseorang yang hampir kehilangan kendali di ruang tengah beberapa hari lalu.

Hari selanjutnya Lea mencoba berjalan lebih dekat dengannya. Tapi tak ada reaksi apapun.

Lalu, hari lainnya Lea sengaja duduk di sebelah kursi pantai. Ia mencoba menyapa pria itu.

“El—“

Elios berdiri—mematahkan ucapan Lea. “Aku harus ke toilet.”

Lalu hari selanjutnya, Lea pura-pura terpeleset saat ombak datang. Elios menangkapnya dengan sigap, tapi saat pria itu mengetahui dirinya tidak apa-apa, pria itu kembali melepaskannya dengan wajah dingin tanpa ekspresi itu.

“Kau berubah,” ucap Lea tak tahan. Wajahnya memancarkan kekecewaan yang sudah beberapa hari ini tak bisa ia nampakkan.

Elios menoleh ke arah Lea dengan tatapan datar dan wajah tanpa ekspresi seperti biasanya. “Justu aku sedang menjadi Elios yang kau kenal sebelumnya.”

Jawaban itu seperti pisau tipis yang sedang menyayat hati Lea. Karena Lea tahu—itu bukan Elios yang ia inginkan.

Malam hari, Lea berdiri di depan pintu kamar Elios. Tangannya sempat terangkat untuk mengetuk, tapi ia mengurungkan niatnya. Karena ia sadar, setiap kali ia mencoba mendekat, pria itu selalu membangun jarak yang lebih jauh.

“Bersabarlah sedikit lagi.”

Ucapan Elios dulu, kini terdengar seperti ejekan.

“Bersabar untuk apa, kalau ia bahkan tak ingin menyentuhku lagi,” rutuk Lea dalam hati.

Dengan perasaan hampa—penuh kekecewaan, Lea kembali ke kamarnya.

Keesokan haripun tiba. Hari terakhir mereka berada di Pantai Pink itu. Beberapa hari telah berlalu, tak ada yang spesial selama di sana. Hanya ada kenangan pahit yang tak ingin gadis itu kenang. Rasanya sayang sekali mengunjungi tempat yang indah itu dengan pria berhati baja.

Hari itu Lea bangun lebih pagi dari biasanya—mendahului Elios. Ia tak bisa tidur sejak beberapa hari terakhir. Jadi, ia memutuskan untuk keluar sendirian menyusuri pantai.

Udara pagi begitu segar. Matahari terbit memantulkan cahaya lembut di atas air. Sesekali Lea berjalan sambil menendang-nendang kecil ombak yang menyapa tepian pantai. Dan di saat ia menemukan beberapa buah cangkang kerang, ia bergegas jongkok sambil menatap cangkang itu dengan penuh rasa takjub.

“Wah... ini bagus sekali,” gumam Lea saat menemukan sebuah cangkang kerang kecil berwarna merah muda. “Aku ingin menunjukkannya pada El—“

Ucapannya terhenti. Dulu... setiap ada hal kecil yang indah, selalu ia bagikan dengan pria itu. Sekarang... rasanya tak ada lagi tempat ia berbagi. Lea menghela napas pelan.

“Sudahlah. Dia bukan Elios yang dulu lagi,” keluh Lea pelan.

Ia meletakkan kembali kerang tersebut ke atas pasir, kemudian lanjut menyusuri pantai. Namun, baru beberapa langkah ia meninggalkan kerang tersebut, langkahnya terhenti. Ia kembali untuk mengambil kerang tadi. Lalu menyimpannya ke dalam saku jaket—berharap suatu saat ia dapat membagikan hal kecil itu kepada Elios.

“Lea?”

Suara asing itu membuat Lea menoleh, menatap lurus ke depan. Ada seorang pria yang sedang berlari kecil menuju ke arahnya. Butuh beberapa detik sebelum ia mengenali wajah itu.

“Cedric?”

Pria bermata biru itu tertawa kecil. “Kau masih ingat aku?”

Cedric Armand. Teman sekelas Lea saat ia masih duduk di bangku SMP—sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtua Lea. Anak keluarga diplomat yang dulu terkenal suka menggoda hampir semua gadis di sekolah.

Lea berdiri saat Cedric berhenti tepat di hadapannya.

“Kau berubah,” ujar Cedric sambil menatapnya terang-terangan.

Lea tersenyum canggung. “Kau juga.”

“Aku melihatmu kemarin di restoran hotel. Kupikir aku salah lihat.” Cedric tertawa renyah. “Wah... dunia ini benar-benar sempit.”

Ombak kecil menyentuh kaki mereka saat mereka terlibat dalam obrolan ringan pertemuan tanpa sengaja itu. Sementara suara burung camar menjadi musik pengantar reunian dua orang itu.

Di kejauhan, Elios berlari dengan napas yang terengah-engah. Pasalnya ia panik saat bangun tidur, ia mendapati pintu kamar Lea sudah terbuka lebar, dan gadis itu tak ada di kamar. Tanpa mengganti pakaian, tanpa membetulkan rambut yang berantakan, ia pergi mencari gadis itu di sekitar hotel. Bahkan gadis itu pergi tanpa membawa ponselnya sama sekali.

Saat mendapati Lea berada di tepi pantai bersama seorang pria asing, Elios melangkah lebih cepat. Tapi langkahnya terhenti saat Lea tersenyum pada pria lain. Jantungnya yang sempat dipenuhi ketakutan berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap. Cemburu. Namun ia tak langsung terburu-buru menghampiri pria itu. Ia lebih seperti seekor singa yang tenang, mengawasi target dari jarak jauh. Cukup untuk membaca gerak tubuh pria itu.

Sementara itu Lea dan Cedric jalan berdampingan menyusuri pantai.

“Kau liburan?” tanya Cedric.

“Ya. Besok kami kembali ke Paris.”

Cedric tersenyum tipis. “Sayang sekali.”

“Kenapa?”

“Kau seharusnya memperpanjang masa tinggalmu. Lombok terlalu indah untuk ditinggalkan terlalu cepat.”

Lea tertawa kecil mendengar ucapan Cedric. Di saat yang sama, pria itu melangkah lebih dekat—bahkan terlalu dekat ke arahnya.

“Kau menghilang setelah kecelakaan itu.”

Lea terdiam. Luka lama yang sulit ia kuburkan itu, kini disentuh tanpa izin. Tapi ia tak bisa menampakkan rasa tak sukanya.

“Maaf. Aku tak bermaksud—“

“Tidak apa-apa.”

“Bagaimana kalau siang ini kita ke pasar tradisional?” ajak Cedric penuh antusias.

“Pasar tradisional?”

“Ya. Di dekat sini ada pasar tradisional. Sayang sekali jika kau pergi sebelum melihatnya.”

Lea terdiam selama beberapa saat—mempertimbangkan ajakan Cedric. Ia melirik sekilas ke arah hotel dari kejauhan. Tak terlihat sosok kekar yang ia harapkan berdiri menunggunya—tanpa ia tahu Elios diam-diam sedang memperhatikannya. Ia mengingat kembali hari-hari membosankan yang ia lalui di pulau ini karena Elios yang begitu menutup diri. Hingga akhirnya ia membulatkan tekad dan mengambil keputusan.

“Baiklah. Pukul berapa?”

Cedric tertawa pelan. Tangannya sempat menyentuh punggung tangan Lea—terlalu lama untuk sekadar kebetulan. “Kau masih sama seperti dulu. Mudah mempercayai orang.”

Lea mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan apa yang pria itu maksud.

“Bagaimana kalau sekarang?” Cedric mengangkat kedua alisnya, mengalihkan pembicaraan. “Biasanya mereka sudah buka.”

...****************...

Bersambung....

1
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰
Cedric jangan coba2 kau mau menjebak Lea bisa hancur kepalamu.

EL jika kamu bicara. baik2 dg Martin pastinya Martin akan mempertimbangkan niat baik kamu. jangan berpikir pendek dulu ok
mery harwati
Elios ungkapkan isi hatimu pada Martin, karena Martin pasti menyetujuimu menikah dengan Ellanoure daripada Martin harus kehilangan cucunya = saat Martin kehilangan anak gadisnya 💪🔥
+62 boker
mau 5! 🦖 jangan 1!
+62 boker: bisain donk 🌚🌚🌚
total 2 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰
tahan el jangan main nyosor sekali ada kesempatan mau trobos aja
Sheninna Shen: Wahhh. Non stop pasti 🤣🤣
total 3 replies
vj'z tri
wes Sido Ra dadi mangkat 🤧🤧🤧🤧🤧🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
kalau dasar nya lagi panas ya apa aja terasa bensin ya dek ya 😅😅😅😅😅😅
Bunda
Thor ..jandanya kenapa ga up lg ya ?
Bunda: semangat thor💪
total 2 replies
+62 boker
apdet banyak2 🌚🌚🌚
Sheninna Shen: Wokehhhh 🌝🌝🌝
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰
waw akhirnya kan elios kalah dg keteguhan hati nya , makanya jangan bilang GK ada rasa sekarang main nyosor dan rada cemburu gitu
Sheninna Shen: Gitu deh. Wkwkwk. Ga ga. Tapi ternyata ita 🤣
total 1 replies
vj'z tri
lanjutttt 🎉🎉🎉
Sheninna Shen: Oke kakak 😍
total 1 replies
Kostum Unik
Kapan up lagi kak
vj'z tri
uhmm salah paham kan 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
🤭🤭🤭🤭🤭 ish ish ish kelinci kecil mulai berulah
vj'z tri
kerennnn 😭😭😭😭😭kerennn 😭😭😭😭 kerennn
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭 aku tinggal masak sebentar ajj kenapa jadi begini situasi nya sih 😭😭😭😭
vj'z tri
🤭🤭🤭🤭salah paham ya neng
vj'z tri
kerennnn 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉🎉🎉 aku hadir
Sheninna Shen: Wahhhhh. Halo kakakkkk 🙌🏻
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰
ya ampun bikin tegang aja bab ini,, yakinlah Lea pujaanmu akan selamat dan datang padamu
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰
ungkapkan saja Lea, ntah di trima apa GK ma elios, agar hatimu GK sakit
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰: wkwkwkkwk
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!