NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi SERUNI (Kembang Desa)

Terpaksa Menikahi SERUNI (Kembang Desa)

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa pedesaan / Trauma masa lalu / Bertani / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:54.5k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.

Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.

Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.

Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.

Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.

Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Ular Berbisa

"Enggak apa-apa, Bang. Cuma_"

"Cuma kenapa?" potong Bastian.

"Cuma berasa ada yang kurang. Hihi..." ujar Seruni justru terkikik geli dengan jawabannya sendiri yang keluar dari mulutnya.

"Haish! Memalukan!" batin Seruni merutuki dirinya sendiri.

Krieet...

Terdengar suara jendela terbuka.

"Hem, lumayan anginnya." Bastian merasa sejuk karena hembusan angin usai membuka jendela kamar mereka.

Bastian juga masih setia berdiri dekat jendela.

"Apa di sini sering mati lampu, Run?" tanya Bastian.

"Iya, Bang. Maklum daerah pelosok seperti di sini sering terjadi hal begini. Masyarakat desa sudah biasa dan gak kaget bila padam listrik. Bahkan dulu pas aku masih kecil, belum ada listrik yang masuk sini Bang."

"Kamu nggak takut gelap, Run?"

"Enggak seberapa takut kalau sekarang karena udah terbiasa," jawab Seruni apa adanya.

Bastian cukup salut mendengarnya. Artinya, Seruni adalah kembang desa yang lembut hati serta tangguh dan tidak menye-menye seperti wanita kota yang biasa dikenalnya. Dominan wanita kota bergaya modern takut gelap dan sering bersikap manja. Seruni tak seperti itu pastinya.

"Apa kamu gak takut ketemu ular, Run? Apalagi gelap-gelap begini dan rumah ini dekat ladang pula," goda Bastian.

"Ading sering bertemu ular di sawah maupun ladang, Bang. Jadi gak seberapa takut. Cuma kaget saja kalau mendadak muncul. Selebihnya biasa saja,"

"Kalau ular yang lain, apa kamu nggak takut?"

"Ular lain bagaimana maksud abang?" balas Seruni justru balik bertanya. Ia tak paham akan pertanyaan dari Bastian perihal ular lain.

"Ularnya panjang, berotot dan punya bisa mematikan," godanya seraya tersenyum penuh makna.

"Kalau seperti itu berarti bukan ular sawah dong,"

"Bukan," sahut Bastian semakin gencar menggoda Seruni. "Ular ini cuma nyerang wanita, bukan laki-laki. Bisa ular ini bikin perut wanita melen_dung sampai sembilan bulan lamanya," sambungnya.

"Ular apa itu, Bang?" desak Seruni. "Jangan bikin ading takut!"

Sayang sekali suasana gelap gulita sekarang ini tak bisa membuat Bastian melihat jelas raut wajah polos ketakutan Seruni perkara ular. Ya, ular berbisa di bawah perut semua pria dewasa di dunia ini yang mampu membesar dan mengecil sendiri jika has_rat datang menyergapnya.

"Tenang saja, ular abang udah jinak kok."

"Hah, ular Abang? Jadi, abang pelihara ular?"

Upss...

Bastian rasanya ingin menjed0tkan kepalanya sendiri ke dinding bilik bambu detik ini juga. Istrinya ini benar-benar polos. Sungguh bikin gemas saja, pikirnya.

"Lupakan soal ular. Beruntunglah dia lagi tidur. Kalau Doi bangun bisa kayak cacing kepanasan. Nanti ujungnya kamu bisa-bisa kewalahan,"

"Kewalahan? Apa dia nakal, Bang?"

"Udah gak nakal lagi. Sekarang dia lagi mode jadi anak baik dan patuh sejak ketemu kamu,"

Seruni semakin bingung dengan ucapan Bastian. Sungguh otak Seruni yang polos tak mampu menggapai bahasa kemesu_man tersirat hakiki tingkat tinggi yang keluar dari bibir Bastian barusan.

"Kalau mati listrik begini, kalian pakai apa dong?" tanya Bastian sengaja mengalihkan pikiran Seruni perkara ular berbisa.

"Pakai lampu tepl0k dari minyak tanah, lilin dan kadang pakai obor kalau pas ngeronda malam keliling desa." Jawab Seruni.

Detik selanjutnya Seruni meminta tolong Bastian mengantarkan dirinya keluar kamar menuju dapur.

"Mau ngapain?" tanya Bastian.

"Mau nyalain lampu tepl0k Bang, biar gak terlalu gelap di sini. Ading bawa dari rumah Apak,"

"Oh begitu,"

Bastian pun melihat Seruni dengan seksama mera_ba area dapur yang gelap untuk mencari lampu tepl0k. Ia melihat cara Seruni menyalakan lampu tersebut.

Tak berselang lama, suasana ruma mereka pun tak lagi gelap gulita. Ada cahaya menerangi dari lampu tradisional tersebut. Seruni letakkan satu di kamar dan satunya lagi di ruang tamu yang berdekatan dengan dapur.

"Alhamdulillah udah gak gelap lagi, Bang." Seruni tersenyum seraya bernafas lega.

"Biasanya berapa lama kalau listriknya padam?" tanya Bastian.

"Mungkin sampai pagi, Bang. Besok kalau Mamat ke sini, aku suruh ambil generator di rumah Apak. Kebetulan Apak punya dua, jadi satunya bisa kita pakai di sini. Jaga-jaga kalau listrik mati seperti malam ini,"

"Keren juga bapakmu punya genset. Apa semua warga desa juga punya?"

"Gak semua punya, Bang." Jawab Seruni.

"Ayo Bang, tidur. Besok pagi kita harus lihat lahan di sini buat bercocok tanam," lanjutnya.

"Run, aku boleh buka baju gak?" tanya Bastian sengaja meminta izin dulu.

Ia khawatir Seruni pingsan lagi seperti kejadian di rumah Pak Tono yang lalu, usai mereka resmi menikah.

"Silahkan, Bang." Cicit Seruni malu-malu.

"Aku soalnya gerah banget," ucap Bastian.

"Iya, Bang. Ading paham kok. Abang kan dari kota. Pastinya belum terbiasa dengan keadaan di kampung,"

Izin sudah didapat. Bastian yang memang sudah berkeringat sejak tadi, segera melepaskan kaosnya. Lalu, celana panjangnya pun ikut dilepaskan.

Pupil mata Seruni seketika melebar dan terkejut melihat gelagat Bastian yang awalnya meminta izin membuka baju, tetapi yang terjadi justru berbeda.

"A_bang ke_napa bu_ka ce_lana juga?" cicit Seruni dengan nada suara terbata-bata.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Al Fatih
si ular beracun sudah mengeluarkan bisanya😡.
Bang Bastian....,, masak setelah sekian waktu dirimu bersama seruni,, dirimu belum bisa menilai seruni itu orangnya gimana....
Yuliana Tunru
mulut beracun kau percaya dasar bodoh tp ya mgkin krn.hal ini kau bisaw unboxing seruni ya bastian 🤭🤭
kaylla salsabella
lanjut
Shee_👚
astaga itu sem pak jadi barang bukti🤣🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
dasar g tau diri si tono, dapet istri baik dan tulus malah masuk perangkap lakor yang hanya memanfaatkan dia doank😏
Patrick Khan
lanjut
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semoga kita terlindungi dari perbuatan bejad ini ya 🥺
Sugiharti Rusli
gimana tuh perasaannya jadi penyebab kedua ortu dan istrinya meninggal karena ulahnya,,,
Sugiharti Rusli
entah memang si Tono yang dulu masuk perangkap si Dewi atau gimana yah, secara dia sepertinya pemuda masih polos sih
Sugiharti Rusli
ah sedih sekali lho baca tentang nasib ibu Seruni saat melahirkannya😪😪😪
lalah rodilah
sangat suka dengan cerita karya teh safira..semoga seruni mendapatkan kebahagiaan dengan bastian..
🌷Vnyjkb🌷
tgguin aja pembalasan yg kuasa,,,,
🌷Vnyjkb🌷
waduhhhh dasarrrr perempuan rendahan amatttt, spi kolor d umpetin
🌷Vnyjkb🌷
waahh parahhh tono,,, dosa besar amat,, ortu spi meninggal pula
🌷Vnyjkb🌷
dosa besar nih si tono sm siti,,, kang selingkuh pulaaaaa
Ruwi Yah
lanjut
Tuti Tyastuti
𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘵𝘦𝘨𝘢 𝘬𝘭𝘪 𝘱𝘢𝘬 𝘵𝘰𝘯𝘰 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘵𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶𝘯𝘪
Nurminah
nauzubillah perselingkuhan membawa petaka
hei laki-laki inget baik baik ya wanita modal ngangkang merebut suami orang bukan wanita baik2 sehina hina nya wanita adalah modelan begitu semoga para pelaku perselingkuhan kalau tidak bertobat azab dunia dan akhirat menimpanya dengan sangat tragis Aamiin
Iccha Risa
ngeri banget yah sampe berujung maut, bpk seruni pasti nyesel sampe akhir hayatnya apalagi Seruni diperlakukan ga baek sama pelakorr plus anaknya
Zhee🍄
roman desa bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!