kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
" coba kalian ceritakan bagaimana kejadiannya kalian bisa jadi seperti ini " ucap Mbah Pono
Tandil dan Juber menceritakan semua kejadian yang mereka alami. mulai dari mendapatkan alamat rumah, sampai mereka di jitak di kepala.
" hmmm,,,nanti malam kita akan kesana lagi, aku penasaran kenapa sesusah itu kalian mengambilnya " ucap Mbah Pono penasaran
Juber dan Tandil hanya mengiya kan saja tanpa memberi peringatan ke mbah kalau di rumah itu emang ada penunggunya.
" ndill, biarin aja itu orang tua, biar ngerasain apa yang kita rasa ndil " bisik Juber
" iya ber, orang tua kek gitu susah kalau di kasih tau " balas Tandil
Juber dan Tandil sambil bisik bisik, karena si mbah emang susah juga kalau di kasih tau. Azam yang sudah mandi kini pergi keluar untuk pergi main seperti biasanya.
di depan rumah ternyata sudah ada rendi yang emang mau mengajak azam bermain. " zam,,azamm,, main yuk " teriak rendi memanggil dari luar.
azam mendengar panggilan tersebut segera pergi ke luar. " ren, sini masuk dulu " ajak Azam
" iya zam, aku masuk " kata Rendi
" Ren, kita mau kemana mainnya " tanya Azam
" kita pergi ke sungai aja yok zam " saran Rendi
di kampung salur memang ada sungai kecil bukan sungai besar yang ada arusnya. malah sungai ini di bilang aman dan juga dangkal.
" oke kita kesana, tapi aku izin dulu ya sama ibu ku " ucap Azam
Azam mendatangi ibunya, karena sang ayah sudah pergi bekerja. " Buu, azam mau main ke sungai ya bu "
" sama siapa kamu main ke sungai zam " ucap Wati
" sama Rendi bu, tuh Rendi ada di depan lagi tunggu Azam " kata Azam
" ya udah kamu hati hati mainnya, ingat siang sudah sampai rumah " ucap Wati dan mengingatkannya
setelah mendapat izin dari ibunya, azam senang dan menemui Rendi untuk pergi ke sungai. mereka berdua jalan menuju ke sungai, sebenarnya bukan mereka aja yang ikut, ada tuyul dan juga Kanendra yang menemani.
" zam, aku masih penasaran sama kamu " ucap Rendi saat berjalan
" penasaran kenapa ren ? " tanya Azam
" sepertinya kamu itu bisa lihat setan ya zam, aku udah tanya juga sama orang tua ku " ucap Rendi
" hehehe, gimana ya mau bilangnya, kalau aku emang bisa lihat, pasti kamu bilang aku aneh kan " kata Azam nyengir
belum lama ini Kanendra sudah menjelaskan siapa dirinya dan juga tuyul, dan azam akhirnya paham selama ini dia bisa lihat hal seperti itu.
" seriusss kamu zam, bisa lihat ? " kaget Rendi
" serius Ren, kalau kamu takut kamu gak usah temenan sama aku " ucap Azam santai
" ngapain takut, aku malah senang zam, kerenn kamu zam " kata Rendi
" ehhh,,kok malah senang, biasanya juga orang pada jauhin hal yang beginian " heran Azam
mereka jalan sambil ngobrol tau tau sudah sampai di sungai. aliran sungai yang jernih dengan suasana yang adem.
" waduhh si azam malah kasih tau lagi sama temennya tentang kelebihan dia " ucap Tuyul
" udah biarin aja, dengan cara itu azam bisa tau mana teman sejati atau bukan " kata Kanendra
" iya juga sih raden " Tuyul menganggukan kepalanya
Azam dan Rendi bermain dengan riang gembira saat setelah sampai di sungai, karena ini pertama kali dia bermain dengan teman yang nyata.
kita beralih ke tempatnya pak Santo, yang saat ini tengah marah marah dan melampiaskan ke barang barang terdekatnya.
trang,,
trang,,
pecahan gelas, asbak dan juga piring berhamburan pecah karena di banting sama pak Santo.
" Arrrgghhh,,,kemana itu tuyul gak balik balik, udah berhari hari gak pernah pulang, awas aja itu tuyul kalau ketemu aku kurung dan aku siksa " geram Pak Santo
itulah sebab kemarahan pak Santo karena tuyul peliharaannya gak pulang pulang. " aku harus cari dia, gak bisa di biarin itu tuyul, awas kamu ya " pak Santo kemudian keluar dan mencari keberadaan tuyulnya.
" zam, seger airnya zam " ucap Rendi sambil berenang
" iya ren, seger banget airnya, sejukk " kata Azam
tak jauh dari tempat mereka bermain ada rombongan roy cs yang sudah mengintai mereka.
" coba kalian lihat itu ada dua orang aneh lagi main, kita kerjain aja mereka " ucap Roy
" iya roy, terus kita mau kerjain kek gimana roy " kata Kiki
" iya Roy gimana caranya " timpal Iwan
si Roy kemudian berpikir dengan cara apa mereka mengerjai kedua orang itu. Roy melihat ke sebuah pohon ternyata ada sarang tawon. mata Roy langsung berbinar mendapatkan idenya.
" coba kalian lihat itu, disana ada sarang tawon. kita ambil, terus kita lempar ke mereka " tunjuk Roy
" wihh pas kali itu Roy, ide bagus tuh " kata Iwan senang
" ayok lah kita ambil, cari pelastik buat bungkus " ajak Kiki
mereka lalu bersiap dengan rencananya. untuk sarang tawon tersebut tidak terlalu besar tapi ukurannya sedang.
Kanendra yang terus memperhatikan azam yang lagi main, merasakan ada seseorang yang lagi mengintip dari kejauhan.
" anak anak itu masih aja gak jera jera, malah semakin bandel aja " gumam Kanendra
" ada apa raden ? " tanya Tuyul
" kamu lihat anak bandel itu, disana mereka seperti membuat hal untuk mencelakakan azam, kamu awasi dan kasih pelajaran ke mereka biar kapok " ucap Kanendra dan memerintahkan Tuyul
si tuyul melaksanakan perintah kanendra lalu mengawasi Roy cs. saat mendapat tugas dari Kanendra, si tuyul dengan senang hati untuk memberi pelajaran kepada mereka
" hahaha,,,sekarang kita dekati mereka lalu lempar sarang tawonnya " ucap Roy
" hahaha,,iya roy, biar tau rasa mereka " kata Iwan
Roy cs mendekati azam dan Rendi, si tuyul yang sudah mengawasi kini sudah bersiap untuk memberi pelajaran ke Roy cs.
" emang bener bener kenakalan yang luar biasa, bisa bisanya mereka berpikir melempar sarang tawon itu ke azam dan Rendi " gumam Tuyul
Roy cs sudah bersiap untuk melemparkannya. Roy dengan semangat melempar kan sarang tawon tersebut. pada saat terlempar, si tuyul langsung menangkapnya dan melempar balik ke arah rombongan Roy cs.
" loh kok balik lagi sarang tawonnya " heran Iwan
bughhhh,,
tepat di depan mereka sarang tawon itu mendarat, tidak butuh waktu lama tawon tersebut berhamburan dan menyerang Roy cs.
" auwwww,aaauwww,,,aduhhh " mereka lanngsung di serang segerombolan tawon. mereka kini berlarian menghindari serangan tawon tersebut.
" Ibuuuu,,,,tolonggg,,aahhh sakittt,,,ibuu " menjerit Roy
mereka berlari sambil menangis dan berteriak minta tolong.
" hahahaha,,,rasain kalian ! bandelnya aja yang sok keras, tapi cengeng juga kalian " senang Tuyul
Kanendra yang melihat hal itu tersenyum dengan cara tuyul yang memberi pelajaran ke anak anak bandel tersebut. Azam dan Rendi berhenti bermain karena mendengar ada suara teriakan.
" kek ada yang teriak, kamu ada denger gak ren ? " tanya Azam
" iya zam aku dengar,,,tapi suaranya kayak aku kenal zam " kata Rendi
" hmmm,,udah biarin aja ren, udah hilang juga suaranya " ucap Azam lalu melanjutkan mainnya
mereka pun lanjut dengan mandi airnya. tidak menghiraukan lagi apa yang mereka dengar tadi.
di tempat lain rombong Roy cs yang sudah di sengat tawon, kini badan mereka penuh dengan bentol bentol di sekujur tubuhnya.