NovelToon NovelToon
The Legend Of Xuan

The Legend Of Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Novel

Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 Hadiah Terakhir

"Erlang Xuan, lepaskan dia sekarang!" Erlang Xiao berteriak, tapi Erlang Xuan tak peduli.

"Dia anak laki-lakiku yang tersisa!"

Kata-kata yang diucapkan ayahnya menyebabkan amarahnya semakin tak terkendali. Ia mencekik adiknya sendiri hingga kesulitan bernapas. Tentu saja hal itu membuat ayahnya panik.

"Kubilang lepaskan! Dialah satu-satunya putraku yang tersisa!" Erlang Xiao tampak memohon, meski hatinya berkata lain. Yang ditunjukan hanya sebuah topeng yang menutupi kebusukannya.

"Kamu yakin putramu yang lain sudah mati?" Matanya menyipit, dan aura yang sangat kuat menekan Erlang Xiao.

"Satu-satunya putraku yang tersisa tinggal Erlang Ming seorang!"

Kata 'seorang' terdengar berulang-ulang di telinganya. Kata itu membuatnya semakin kecewa. Sekarang ia tahu ayahnya tidak memberinya tempat sama sekali. Bahkan, namanya disebut setelah belasan tahun.

"Aku tanya sekali lagi, putramu tinggal satu atau dua?" Aura yang menekan Erlang Xiao semakin kuat. Meski begitu, pendiriannya tidak berubah. Ia hanya melihat Erlang Ming, tidak pernah melihat Erlang Xuan, melirik pun tidak pernah.

"Ya, dialah putraku satu-satunya yang tersisa!"

Untuk ketiga kalinya, ia mengucapkan kalimat dengan makna yang sama. Tanpa disadarinya, jawabannya akan membuatnya kehilangan Erlang Ming, putranya yang masih tersisa.

"Jawaban yang sangat bagus, Erlang Xiao!"

Erlang Xuan mengangkat tangannya, dan ribuan pedang mengepung adiknya. Andai saja matanya tidak ditutupi kain putih, mungkin semua orang akan tahu kalau sebenarnya matanya memerah karena menahan tangis.

"Apa yang kamu lakukan?" Erlang Xiao semakin panik.

"katamu putramu tinggal satu. Aku hanya membuat kata-katamu terkabul!" jawabnya dengan amarah, kebencian, dan kesedihan yang bercampur jadi satu. Sekarang, kain penutup matanya sudah basah. Bukan karena keringat, tapi air mata.

"Apa maksudmu, Erlang Xuan?"

"Sekali lagi aku tanya Erlang Xiao! Putramu yang masih hidup tinggal satu atau dua?"

"Erlang Ming adalah putraku satu-satunya yang masih hidup!" Masih dengan jawaban yang sama.

"Kamu yakin tidak salah jawab?" tanyanya untuk memastikan jawaban ayahnya. Ia mendongak saat ayahnya menggeleng.

"Jawabanmu tepat sekali, Erlang Xiao! Karena terlalu tepat, kamu melupakan anakmu yang lain! Tidak apa-apa, aku terima jawabanmu, tapi—"

Erlang Xuan menarik napas dalam-dalam. Sebenarnya jika Erlang Ming akan diampuni dengan syarat ayahnya menjawab putranya tinggal dua. Sayangnya, jawaban yang ditunggunya tak akan pernah terucap.

"Dia akan mati hari ini!" Erlang Xuan menjentikkan jarinya. Ia berbalik saat pedang menusuk perut adiknya. Bagaimana pun juga, Erlang Ming tetaplah adiknya. Mereka lahir dari rahim yang sama.

"Kamu tahu, mengapa aku menanyakan pertanyaan itu?" tanyanya kepada ayahnya. Ia seolah tidak mendengar teriakan adiknya yang sangat memilukan.

"Tidak penting!" jawab Erlang Xiao dengan dingin.

"Aku memberimu kesempatan 4 kali, tapi jawabanmu tidak berubah. Padahal jika kamu menjawab dua, Erlang Ming akan hidup!"

"Sekarang, semua putramu sudah mati, Erlang Xiao!"

Erlang Xuan berbalik. Dengan kepala menunduk, ia membuat segel yang sangat rumit. Di hadapan semua orang, api berkobar dan membakar tubuh Erlang Ming yang sudah tak bernyawa.

"Aku juga putramu, tapi kamu tak mau mengakuinya. Tadinya, kamu masih punya dua orang anak laki-laki, tapi sekarang tidak ada lagi!" Ia mengeluarkan wadah kristal dan memasukkan abu adiknya ke wadah tersebut.

"Untuk menghargai orang yang memberikanku nama, aku tidak akan menghapus marga Erlang dari namaku. Namaku tetap Erlang Xuan! Kuharap jangan pernah muncul di depanku, Ayah!" Ia meninggalkan arena. Pemuda itu melesat ke satu tempat.

"Ini, kan tempat impianmu Erlang Ming? Katamu kamu mau tinggal di sini, dan sekarang aku mengabulkannya!" Matanya menyapu area sekitar. Area istana langit, tempat tinggal yang diinginkan oleh Erlang Ming.

"Area istana langit, aku membelinya sebagai hadiah terakhir untukmu!" Ia berjongkok dan membuat lubang di bawah singgasana batu giok. Di tempat itu, abu Erlang Ming dikuburkan.

"Jadi, kamu membeli istana ini untuk adikmu?" tanya Zhang Xue.

"Untuk hadiah ulang tahunnya yang ke-17!" jawabnya.

"Hadiah terakhir!" lanjutnya.

"Erlang Xuan, baj*ngan! Aku akan membunuhmu!" Teriakan Erlang Xiao menggema di area istana langit. Lelaki itu datang dengan pedang terhunus.

"Saat aku disiksa, diracuni, dan dijebak berkali-kali, kamu tidak semarah itu. Bahkan, saat mataku buta, kau tidak peduli sama sekali!"

"Kamu membunuh saudaramu sendiri, sampah sialan! Dengan pedang ini, aku akan membunuhmu!" ucapnya dengan lantang.

Erlang Xuan tertawa.Tawanya membuat Erlang Xiao terkejut dan melangkah mundur. Lelaki itu gemetar seolah yang dilihatnya sosok menakutkan, bukan Erlang Xuan.

"Bertahun-tahun disiksa hingga hampir mati berkali-kali. Kesalahan mereka sama, tapi kamu tutup mata!"

"Kamu lupa atau pura-pura tidak tahu?" Nada suaranya masih rendah, tapi tangannya mengepal hingga darahnya menetes ke lantai.

"Mereka masih kecil, jadi, wajar saja kalau mereka bermain. Kamu bisa memaafkan saudara-saudaramu dan melupakan kejadian itu, bukan membalas dendam!" ucapnya dengan enteng.

"Dulu, mereka hanya bercanda. Kamu saja yang terlalu lemah dan tak berguna!"

"Sama, aku juga hanya bercanda. Hanya saja mereka berdua terlalu lemah!" balas Antares.

"Aku tidak tahu kalau mereka mati secepat itu. Kalau tahu, mungkin mereka akan kubuat keracunan dan mati perlahan-lahan!" lanjutnya.

"Kamu!" Erlang Xiao tak bisa berkata-kata. Ia seperti menelan makanan yang sudah dimuntahkannya. Kata-katanya dikembalikan padanya. Wajahnya merah, dan pedangnya diselimuti aura merah yang sangat mendominasi.

"Pembunuh sialan! Kembali nyawa anakku!"

Erlang Xiao seperti orang yang kehilangan akal. Ia menyerang dengan membabi-buta, tapi serangan yang dikeluarkannya tidak menimbulkan dampak apa pun. Istana yang menjadi tempat pertarungan berdiri kokoh, tanpa retak, dan tanpa kerusakan sedikit pun.

Swiiiiizzzzzz

Slasssshh

Tebasan horizontal hampir membunuhnya. Ia berdiri dengan pedang sebagian tumpuan. Di luar dugaan, serangan itu berbalik dan menargetkannya.

Dhuaaarrrrrr

Dua serangan bertabrakan di udara. Tabrakan kedua serangan tersebut menciptakan ledakan yang sangat keras. Meski menahan serangan itu, Erlang Xiao saja terluka parah dan memuntahkan darah berkali-kali.

"Anak kur—" ucapannya terhenti saat tidak melihat siapapun di sana. Erlang Xuan sudah pergi bersama dengan Zhang Xue. Tentu saja hal itu membuat sangat kesal.

"Lihat saja, akan kubuat kamu bertekuk lutut di depanku, sampah sialan!"

************

"Akkkh!" Kaisar Zhang benar-benar kesal. Di depan matanya, calon menantu pilihannya dibunuh dengan kejam.

"Ayah, tenangkan dirimu!" Putri Yue, anak perempuan kesayangan kaisar mencoba menenangkan ayahnya, tapi dia didorong hingga terjatuh.

"Diam kamu, Yue!" bentaknya.

"Tenangkan dirimu, Ayah! Aku punya kabar baik!"

"Apa itu, Yue?" Kaisar Zhang sedikit bersemangat.

"Aku mendapat kabar jika Liu Yu, istri Erlang Han sedang hamil."

"Hamil, ya!" Kaisar Zhang tersenyum. Sebuah rencana brilian muncul di kepalanya.

"Apa yang ayah rencanakan?" Zhang Yue bertanya dengan nada curiga.

"Kalian tidak perlu tahu! Pokonya aku mau gadis itu dibawa ke istana. Kurung dia di paviliun utara!" perintah sang Kaisar.

"Tidak perlu, Ayah! Orangnya sudah ada di sini!" Salah putri Kaisar Zhang mendorong Liu Yu hingga terjatuh.

"Kurung dia! Pastikan semua kebutuhannya tercukupi!" Kaisar memberi perintah. Tak beberapa lama, dua orang prajurit memasuki aula. Mereka membawa Liu Yu ke paviliun utara.

"Lepaskan aku!" Wanita itu memberontak, tapi prajurit memukulnya hingga tak sadarkan diri.

"Dasar wanita rendahan!" ucap salah seorang prajurit.

1
Nanik S
Erlang Xuan... mereka pantas dikasih pelajaran
Nanik S
Kenapa ada empat Kaisar
Bucek John
harta menang perang gak diambil sia sia terutama senjata n cincin ruang yg ber8ssi jarta buat sdn masa depan kultovator berpetualang.. hampar .. gak mengigit..!!!
Pena_Novel: Authornya lupa 😁😁
total 1 replies
Nanik S
Banyak sekali Anak Selir
Nanik S
Giiiilaaaa
Nanik S
Lanjutkan 💪💪💪
Nanik S
Siapa yang menyegel Zhang Xue
Nanik S
NEXT
Nanik S
Kaisar Jahat maaah anak sendiri dikurung
Nanik S
Bagus sekali ceritanya
Nanik S
Zhang Xue... ternyata Anak Kaisar
Nanik S
Erlang Xuan akhirnya menikah juga
Nanik S
Kenapa ceritanya seperti ini Tor
Nanik S
Siapa yang melindungi jiwanya
Nanik S
Kok masih punya adik kecil
Nanik S
Balas dendam yang sesuai
Nanik S
apakah Xuan akan bertemu Adiknya
Mika Dion
ternyata dibalik sikapnya ada kejadian yg memilukan...
Davide David
up
Mika Dion
Thor gambaran keluarganya terlalu sadis...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!