Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
( Maafkan aku.)
Wajah wanita itu, memerah menahan Antara malu, dan marah. karena ucapan Lea barusan Apa lagi Lea bicara cukup kencang sehingga membuat orang-orang, di sekitar mereka ikut mengejeknya.
" Aroma, mewah. begini kamu bilang aroma kayu bakar? sudah ku duga kamu itu hanya lah rakyat jelata, yang tidak ingat status Makanya tidak tahu aroma mahal begini, Ck kenapa juga orang miskin seperti mu. bisa memasuki mall Mewah, yang tidak seharusnya kamu pijak? Dan apa tadi menggoda? Hallo aku tidak murahan seperti itu..." Ucap wanita itu, dengan geram.
" Astaga, indra penciuman mu. bermasalah yah? Hey katakan kepada ku, apa sangat wajar, kalau shampo seharga 1000 Rubel hasilnya begini? Shampo harga puluhan Rubel, membuat rambut terlihat bersinar dan sehat serta wangi. lalu kalian setuju dengan aku atau tidak? kalau pakaiannya, terlalu terbuka? nona ini seperti sedang mencari mangsa, dan salah kostum." Lea menatap ke arah semua orang, yang entah sejak kapan mereka sudah berkumpul di antara mereka bertiga.
" Tentu, saja tidak wajar. sama sekali! Seharusnya memiliki kualitas yang paling lebih bagus, dari shampo kelas menengah."
" Benar, sekali lihat pakaiannya. sudah seperti itu, seharusnya dia pakai untuk pesta atau pun di pantai. dan juga di depan pasangannya bukan di tempat seperti ini, sangat Memalukan sekali."
" Dia juga, mengatai orang lain. seperti rakyat jelata! Tanpa berkaca pada penampilannya sendiri. sungguh konyol sekali, Seharusnya dia sadar diri."
" Jangan-jangan, belanjaan itu. juga di bayar dari uang hasil menjadi penggoda, astaga cantik-cantik kok jadi penggoda sih, kira-kira suami siapa yang sudah kamu goda nona."
" Kalau, memang nona ini miskin. seperti yang kamu katakan tadi. dia tidak mungkin berani belanja di mall Mewah, seperti ini."
" Shampo, seharga 1000 Rubel. tapi kualitasnya nol besar, Rambut mu juga terlihat kaku dan kering."
Pakaian wanita itu, memang sangat terbuka dia hanya memakai bra. Menutupi sebagian dadanya, dan juga rok mini. yang di padukan dengan stoking menggoda, mereka semua langsung menatap tak suka, dengan wanita itu.
Geram dan malu karena di hina, dan di permalukan. wanita itu mulai menyerang Lea dengan menjambak rambutnya, serta bicara kasar. Lea memang senjata meladeni wanita itu, karena dia butuh pelampiasan, dari mood nya yang belum kembali.
" Hay, lepaskan. nyonya ku? "
Teriak Kelly, dia sudah tidak bisa untuk menahan amarahnya, apa lagi saat melihat nyonya-nya yang nampak tak berdaya.
" Siapa, yang kamu maksud nyonya? Apa wanita sialan, ini hah? Hahaha mana mungkin nyonya bentuknya malah seperti gembel begini." hina wanita itu, setelah puas menjambak rambut Lea.
kelly yang sudah kesal, langsung mendorong wanita itu, Hingga tersungkur.
" Jaga, mulutmu nona. kamu ini terlalu tinggi hati.." hardik kelly.
Lea sendiri hanya berdecak, Sambil merapikan rambut panjangnya. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dan itu membuat semua orang terheran-heran.
" Di mana, cctv-nya?" Lea bertanya.
Awalnya semua orang bingung, tapi kemudian mereka mulai mengerti, bahwa Lea diam saja bukan berarti lemah, tapi ingin wanita itu mendapatkan balasan, yang setimpal.
" Ka-kamu...! Kamu mau menjebak ku? Dasar sialan." amuk wanita itu dengan pupil mata yang berkedut Dia ingin menyerang Lea kembali, beruntung petugas keamanan segera datang. dan Menahannya.
" Maaf, atas kegaduhan. dan ketidak kesopanan ini nyonya. Saya pastikan hal seperti ini, tidak akan pernah terjadi lagi! Tolong ma-maaf kan kami." Seorang petinggi, menghadap Lea sambil membungkukkan badannya. di belakangnya ada manajer, dan pengelolaan mall. yang juga Ikut membungkukkan badannya.
Wanita yang sedang di tahan, oleh keamanan nampak sangat terkejut. dia melototkan matanya tajam.
" Hay, sialan. kenapa kalian meminta maaf dan bicara seperti itu kepadanya? Harusnya kalian semua bicara, dan bersikap seperti itu kepada ku...! Karena dia yang sudah duluan menyerang ku, kalau kalian ingin tahu." wanita itu begitu kesal.
Orang-orang, yang awalnya sibuk bertanya-tanya tentang statusnya Lea, sampai di hormati segitunya, jadi pindah haluan lagi mereka kembali mencibir wanita itu.
" Apa, kamu. mendadak amnesia nona semua orang juga sudah tahu bahwa kamu yang duluan mulai?" ucap salah satu dari mereka.
" Benar, kamu. bahkan menjambak rambut ku? Membuat kulit kepala ku. terasa mau lepas! tadi kamu juga merendahkan seorang petugas kebersihan, aku melihatnya dengan jelas, di saat kamu meludahi pakaiannya, Gara-gara dia tidak sengaja menyenggol mu."
ucap lea, dia berpura-pura memasang wajah sedihnya.
Semua orang semakin terkejut, saat mendengar perkataan dari Lea. tidak lama kemudian wanita itu di seret menuju kantor pos, untuk mengurus banyak hal. termasuk membayar denda, karna sudah membuat gaduh.
" Ngomong-ngomong, kenapa. mereka memanggil ku nyonya?" tanya Lea, dia heran di saat para manajer petinggi itu. memanggil namanya, dengan sebutan nyonya.
Kelly tidak menjawab, dia hanya tersenyum manis. seolah-olah sedang menyembunyikan sesuatu Lea menyipitkan matanya, di saat dia menyadari sesuatu.
" Jadi, aku. tetap di mata-matai, sama tuan mu, yang sialan itu? "
" Itu, adalah hal yang sangat wajar nyonya. karena wanita tadi, Sudah membuat keributan dan juga menganggu kenyamanan."
Sahut Kelly, setenang mungkin karena memang tadi dia, yang meminta para pengawal untuk mengawasi mereka dari jarak jauh.
*****
" Tuan, saya. mendapatkan laporan dari Kelly bahwa nyonya Carlin. sempat mendatangi kediaman lama orang tuanya, setelah itu nyonya hanya pergi ke mall saja."Juan menjelaskan semuanya kepada Axel, apa yang sudah kelly, laporkan kepadanya.
Axel yang baru merasakan rileks, di tubuhnya setelah perjalanan panjang. Jadi merasa pusing, dan kesal. Karena Juan terus-menerus menyebut nama istrinya itu.
" Aku, tidak. perduli..." ucapnya dingin.
Juan akhirnya berhenti membicarakan tentang sang nyonya, meskipun dia sendiri tidak puas dengan respon sang tuan.
" Perempuan, bodoh. itu." gumam Axel.
Axel melangkah menuju ke arah mobil, yang dari tadi sudah stay di sana, untuk menjemputnya dia baru saja mendarat, di bandara.
" Apa, selama ini. sikap aslinya memang begitu, lalu selama ini dia sengaja menutupinya...!" gumamnya kesal Axel mengusap wajahnya, merasa geli Dengan ucapannya sendiri. padahal dia sendiri tahu dan sangat mengenal Carlin. dengan baik, bisa-bisanya dia merasa kecolongan, gara-gara perubahan istrinya itu.
" Cih, dia. juga sama ternyata perempuan mata duitan? " Axel menatap sinis, ke layar ponselnya, yang menunjukkan berapa banyak uang, yang sudah di habisi Lea di mall tadi.
Para pengawal, dan pasukan khusus. yang di lewati Axel, berjejer dengan rapi diam-diam merasa heran sama tuannya, karena tidak biasanya pemimpin Alexander! itu, Nampak kesal hanya karena gara-gara seorang wanita.
" Kenapa, kamu. lelet sekali?" geram Axel, dia menatap penuh peringatan, kepada Juan yang tertinggal di belakangnya.
Juan meminta maaf, setelah itu ia melangkah dengan cepat. dan segera masuk ke dalam mobilnya, begitu juga dengan Axel, dan pada akhirnya mobil mewah itu melaju dengan kecepatan sedang-sedang saja, meninggalkan bandara, tujuan mereka sekarang adalah menuju ke sebuah hotel, untuk menginap.
*****
Sementara itu di mansion, sam mengeryit dahinya, saat melihat seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh.
" Ada, apa. dengan mu? " tanya sam heran.
kepala pelayan itu, sedang mambantu para pelayan lainnya. untuk mengosongkan lemari pakaian sang nyonya, Karena Kelly sudah memberi tahu tentang permintaan dari nyonya-nya tadi.
" Maaf, kepala pelayan. saya mendapatkan laporan dari petugas resepsionis. di bawah katanya keluarga tuan Alexander! datang kemari mereka sudah masuk ke dalam lift." pelayan itu, menghela nafas panjangnya.
Kepala pelayan, yang bernama sam itu. membelalakkan matanya, bukan hanya sam tapi semua pelayan, juga ikut terkejut.
" Waduh, tidak. ada yang memberi tahu ku...! lebih dulu." sam mengusap tengkuknya, yang merasa tidak nyaman.
Ini adalah pertama kalinya, keluarga Alexander! mendatangi mansion yang di tempati tuan dan juga nyonya muda, Mana sang nyonya-nya, belum kembali dari mall Sam bingung harus bicara apa nantinya di depan mereka.
" Kalau, begitu. kalian ber 4 cepat selesaikan pekerjaan kalian. sisanya ikut bersama ku." ucap sam, para pelayan mengangguk kepalanya, Sam langsung mengirim pesan kepada Kelly Agar mereka berdua segera cepat kembali pulang, para pelayan mereka semua, langsung bergerak cepat untuk membantu para koki memasak hidangan.
*****
( New york )
Di sisi lain, seorang pemuda tampan. menatap kosong, ke arah layar ponselnya. dia menatap sendu foto seorang wanita cantik, sambil tersenyum, yang ada di layar ponselnya.
Dia merasa sangat terpukul, dan tidak berdaya. sejak mendengar kabar bahwa kakak satu-satunya. mengalami kecelakaan dan meregang nyawanya, di tempatnya Mobil yang di kendarai sang kakak hancur, dan meledak Kejadian naas itu, juga sudah di siarkan sejak kemarin. pemuda tampan itu tidak sanggup lagi untuk melihat cuplikan videonya sampai selesai.
" Ma-maafkan, aku. itu semua pasti salah ku?" ucapnya dengan suara yang bergetar, entah sudah berapa ratus kali kata-kata itu, keluar dari bibirnya, yang jelas dia sangat menyesal, dan sangat kehilangan.
" Seandainya, waktu itu. aku tidak menelpon mu, Kamu...kamu... pasti tid----" dia tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena hatinya sangat sedih dan sakit.
Sekarang pemuda itu, sudah tidak punya siapa-siapa lagi. setelah kakaknya menyusul kedua orang tuanya meninggal dunia. kilasan bagaimana kakaknya suka mengomelinya jahil dan khawatir dengannya, terus berputar di otaknya. Membuat pemuda tampan itu menangis meraung-raung.
Sementara di luar kamarnya, ada beberapa orang taman dari kakaknya, dan juga temannya. mereka juga sama syok, dan terpukul seperti dirinya, tapi mereka masih bisa mengendalikan dirinya, masing-masing.
" Hey, coba panggil dia. dia belum ada sama sekali mengisi perutnya. dari kemarin! meskipun kita sedang berduka, atas kematian teman kita yang berharga saudaranya jauh lebih terpukul, aku takut dia akan melakukan hal-hal yang tidak-tidak." Salah satu dari mereka, langsung beranjak menuju ke kamar pemuda tampan itu.
Tok~tok~Tok~
" Bryan, boleh. aku masuk?"
Tidak ada respon, pemuda itu kemudian membuka pintu kamarnya Bryan, betapa kagetnya dia saat melihat Bryan sudah tidak sadarkan diri, dengan banyak darah di lantai dari pergelangan tangannya.
" Bro, cepat. masuk...!"
Suara teriakan itu, membuat dua orang pria tampan. yang sedang berdiskusi untuk memakamkan jenazah temannya itu Tersentak kaget, keduanya langsung masuk ke dalam kamar Bryan.
" Ada, apa sih. kenapa berteriak seg---" Astaga apa yang sudah terjadi?!"
" Kamu, membunuh. Bryan? " kedua pria tampan itu, nampak syok sekali.
" Hah, aku. tidak sejahat itu! Saat aku masuk tadi, dia sudah begini ayo cepat lebih baik kita bawa dia ke rumah sakit? sebelum dia benar-benar kehabisan darah, dan meregang nyawanya." Akhirnya ketiga pria tampan itu segera membawa Bryan pergi ke rumah sakit, untuk segera mendapatkan pertolongan.
" Dia, sangat terpukul. sampai mau mengakhiri hidupnya, sendiri..."
" Yah, bagaimana. tidak dia hanya punya kakak satu-satunya di dunia ini tapi sekarang."
" Sudah, sialan. Jangan bersedih trus kita sudah berjanji agar tidak terlalu larut dalam kesedihan. Kalau Lea tahu dan bisa melihat kita bersedih dari atas sana, dia pasti sangat marah, tugas kita sekarang adalah menggantikan Lea untuk menjaga Bryan." Pria ke satu, memberi nasehat kepada kedua temannya.
Tak lama kemudian dokternya keluar, dari ruangan Bryan ketiga pria tampan itu segera beranjak dari kursi tunggu, dan mendekati ke arah dokternya.
" Bagaimana, dok? keadaan teman, kami?"
Tanya salah satu pria tampan itu, dokternya menghela nafas panjangnya, dan menatap kasihan kepada ketiga pria tampan itu, yang nampak sangat khawatir. dan tidak sabaran kemudian dokternya langsung menjelaskan semuanya kepada mereka bertiga, ketiga pria tampan itu terdiam kaku, setelah mendengar penjelasan dari dokternya.
ahh keren Thor cerita.. i like 😍😍😍
semangat up trus sampai tamat ya... 😍😍😍😍 aku menunggu kelanjutan nya
emang si Lea bar bar banget..
semangat up nya trus thor😍😍😍🤭🤭🤭😂😂
semoga seru dan sampai tamat ya 😍😍
aku lanjut baca lagi