NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:268
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

siapa yang dicintai Tanala

Kini hari berganti, semuanya berlalu pergi meninggalkan. Hanya aku yang tertinggal. Aku masih sama, berkabung dengan kepergian Reihan. Perasaan itu kembali muncul tiba tiba membuatku berdebar, menggebu-gebu tanpa bisaku kontrol. Tanganku semakin gemetar mengingat rentetan kejadian lampau  terus berputar gak kaset rusak di kepalaku.

Hatiku  terguncang tapi aku harus lanjut untuk hidupku sendiri. Aku mencoba mengatur nafasku yang mulai tak beraturan. Aku mulai mencoba menata nafasku dengan perlahan dan mencoba mengalikan dari rasa sakit itu yang kini sedang aku rasakan.

Aku suntuk dengan keadaan di rumah yang membuatku terus teringat dengannya kini aku berniat menghibur diri dengan keluar. Pilihan aman adalah ke rumah Tanala yang membuatku merasa tenang. Dia mampu membuatku sedikit terobati dengan tingkahnya.

Ting... Tong.... Suara bel rumah Tanala yang terdengan beberapa kali karena ulahku membuat sang pemilik rumah kesal.

" Berisik La, kamu mau apa sepagi ini datang kerumah?? " Tanala dengan muka yang tertekuk akibat kekesalannya padaku. Wajahku yang pucat dan penampilan yang acak acakkan membuat dia bertanya tanya. Ada badai apa yang aku lewati tadi saat di jalan ke rumahnya.

" Masuk La, apakah kamu kembali tidak tidur semalam. Wajahmu pucat La dan kenapa kamu kesini. Istirahat harusnya bukan kelayapan. " Omel Tanala yang khawatirkan keadaanku yang terlihat berantakan dan menyedihkan.

"  Aku baik baik saja. Tapi aku butuh kamu untuk berasa di sampingku sebentar." Aku berkata melangkah mendekatinya.

" Oke kamu masuk dulu La, aku bikin teh anget buat kamu La. Agar kamu terlihat fresh. " Tanala mempersilakan masuk dan menjamu dia selayaknya tamu. Dia memelukku dalam diam memberiku rasa aman. Inilah yang ku cari. Inilah tujuanku.

Keadaan rumah ini sama halnya dengan rumahku yang selalu sunyi.

Dia bercerita waktu itu kalau hanya memiliki seorang ayah yang tiap harinya selalu bekerja lembur. Tanala anak orang kaya. Rumahnya yang luas dan mewah. Tapi sama saja terasa dingin. Ibunya pergi meninggalkannya saat masih bayi demi laki laki lain membuat ayahnya anti pati dengan perempuan. Hidupnya hanya dengan tumpukan kertas itulah yang membuat ayahnya sampai sekarang menjadi dingin.

" Sunyi ya La??? Sama La bukan hanya rumahmu saja yang sunyi. Kita sama La anak yang kesepian mangkanya aku bisa akur dengan kamu. " Terdengar suara Tanala dari arah dapur sambil membawa dua cangkir teh panas.

" Sampai kapan kita harus hidup seperti ini. Kadang aku berfikir bahwa mereka semua akan pergi. Aku takut hingga hariku terasa suram. Aku ada di bayang bayang masa lalu tanpa tahu bagai mana cara mengakhirinya." Aku berujar dengan raut wajah yang tak terbaca.

" Kamu hanya terlalu mencintai mereka La, kamu terlalu erat menggenggam semua itu. Hingga ketika genggamanmu kau lepaskan itu melukaimu. Apakah kamu masih sering gemetar La. Apakah kejadian itu terus berputar putar di kepalamu La??. " Tanala bertanya dengan halus agar aku jujur dengannya.

" Aku ingin melawan  Na, tapi apa boleh buat perasaan  itu masih ada dan terus menghantuiku. "  Aku menjelaskan padanya dengan perasaan yang masih di ambang rasa takut itu.

Keberadaanku di sini sangat membuat seorang Tanala senang. Karena mau bagaimanapun dia sama kesepiannya sama sepertiku. Sama seperti sebaliknya, sebenarnya kami berteman hanyalah untuk sama sama menyembuhkan luka. Tanala mengenalku dari kakakku Aksara. Dahulu dia mengenalkan kami.

" Na, aku ingin bertanya apa. Terserah kamu mau menjawab dengan jujur apa sebaliknya." Aku menoleh ke kesamping dan ucapanku terdengar di tengah keheningan  yang terjadi antara mereka berdua.

" Tanya aja La akan ku jawab sebisaku. "  Tanala mempersilakan ku, tapi ada rasa cemas yang coba dia tutupi.

" Ceritakan apa hubungan mu dengan mereka?? " Pertanyaan yang ku lontarkan membuat dia berpikir. seperti sedang di interogasi olehku baginya. Dia akan membuka luka lamanya yang sudah dia kubur. Mereka yang ku maksud adalah salah seorang yang kini ada di dekatku.

Sudah seharusnya aku mengetahui akan semua itu. Mungkin ini waktunya untuk dia bercerita apa hubungannya dengan mereka.

" Aku akan bercerita La, apa hubunganku dengan mereka. Gilang adalah sahabatku sama seperti Aldian. Dan kamu pasti juga tahu apa yang terjadi dengan Reihan dan apa hubungan Aldian dan Reihan. Semula berawal dari satu tahun lalu saat Gilang pindah dari sini La kekacauan ini. Gilang tidak bener bener tahu akan hal ini. " Tanala memberi tahuku dengan mengingat kejadian lalu.

Semula berawal dari perhatian khusus yang di berikan Aksara untuk seorang Tanala. Dia yang begitu kesepian dengan kehadiran Aksara membuat dia di perlakukan istimewa. Dia bahagia akan hal itu, baginya masih ada yang menginginkannya. Lambat laun dia jatuh cinta dengan Aksara yang berkepribadian yang sangat lembut dan penyayang.

Tapi hari itu ada siswa pindahan dari sekolah lain yang tiba tiba bergabung dengannya. Malam itu, Tanala pulang sendiri karena Aksara yang biasanya mengantarkannya harus mengurus adik semata wayangnya yang keadaanya sedang tidak baik baik saja. Di perjalan pulang dia memiliki masalah. Ban mobilnya tiba tiba bocor dan tak tahu harus melakukan apa. Tepat detik itu anak baru itu lewat di sampingnya.

" Eh, kamu Tanala kan yang biasanya bersama Aksara dan Aldi, kenapa?? " Tanya anak baru itu yang tak lain adalah Alga.

" Ban mobil gue bocor dan gue tak tahu harus apa. " Jawab Tanala sambil memandang sekitar yang mulai sepi.

" Sebentar aku bantuin kamu tenang aja. " Ucap Alga menenangkan dan menawarkan bantuan padanya. Tanpa dia Tahu bahwa Alga telah jatuh cinta pada pandangan pertama awal dia melihatnya pertama kalinya di sekolah.

Tanala yang cemas dengan ban mobilnya dan Alga yang senang dia bisa sedekat itu dengan Tanala. Mereka mulai kenal dan sesekali Alga curi pandang dan curi curi perhatian pada Tanala setiap harinya.

Aksara yang peka dengan keadaan itu dan mulai curiga dengan tingkah Alga.

" Eh, lo jatuh cinta kan sama dia?? " Tanya Aksara siang itu sambil menunjuk Tanala dengan pandangannya.

" Terlalu ketara ya Ak, kalau gue sedang jatuh cinta?? " Bukan menjawab tapi Alga memberi pertanyaan yang menurut Aksara adalah pengakuan.

Aksara yang mengetahui itu dan tidak ingin persahabatan mereka yang mulai lekat menjadi renggang dia memilih untuk mundur dengan cintanya yaitu Tanala. Aksara sudah memendam perasaan itu sedari lama. Tapi dia tak ingin mereka hancur.

Malam itu, dia bertemu Tanala berdua diam diam dari mereka. Mereka berdebat sengit dan saling mengakui perasaan masing masing.

" Kamu gila Ak, perasaanku bukan hal yang bisa buat main main. Dan kamu menyuruhku berpura pura mencintainya sedangkan kamu tahu siapa pemiliknya." Bentak Tanala yang kecewa dengan keputusan  Aksara.

" Aku tahu Tan, hatimu untuk siapa tapi aku gak ingin kita semua masing masing." Ucap Aksara putus asa dengan keadaan itu.

" Lantas bagaimana dengan kamu Aksara?? " Pertanyaan Tanala bagai hantaman keras yang menyadarkan seorang Aksara dengan  keadaan hatinya.

Aksara bertahan dengan perasaannya dan membiarkan semuanya berjalan seperti kemauannya. Tanpa mereka berdua tahu bahwa rencana yang mereka susun telah di ketahui seseorang.

Cukup lama Tanala menceritakan bagaimana kisahnya dengan mereka semua. Semuanya sangat berkaitan satu sama lain. Lantas kemanakah aku selama ini tidak mengetahui bahwa kakaku jatuh cinta dengan sahabatku sendiri.

" Kenapa aku harus jadi orang yang paling akhir tahu itu semua" Sesalku mendengarkan cerita Tanala yang begitu rumit. Dari ceritanya aku jadi mengerti hal apa yang membuatnya menjadi takut untuk memulai sesuatu. Bukan hanya karena aku yang masih memikirkan Reihan atau bukan dia yang masih mencintainya. Justru sekarang dia membenci masa lalunya. Tapi dia tidak mau jika dia akan di perlakukan sama yang akan menimbulkan luka baru.

" Keadaanmu waktu itu tidak memungkinkan untuk aku maupun Aksara bercerita. Jadi kamu jangan  merasa bahwa kamu sembunyikan ini darimu. Lagi pula keadaan sekarang lebih rumit La. " Ucap Tanala menenangkan dan menutup cerita malam ini dengan mengajakku untuk tidur. Melupakan sejenak beban yang aku pikul.

                                ****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!