Di Benua Sembilan Awan, takdir seseorang ditentukan oleh Pusaka Jiwa yang mereka bangkitkan. Li Tian, seorang murid luar yang gigih namun miskin, menjadi bahan tertawaan seluruh sekte ketika ia membangkitkan pusaka berupa sarung tangan perunggu kusam yang dianggap sampah tak berguna.
Namun, dunia buta akan kebenarannya. Di balik karat itu bersemayam Zu-Long, Roh Kaisar Naga Primordial yang pernah menguasai langit. Pusaka itu bukanlah sampah, melainkan Cakar Naga Pemutus Takdir, satu dari Sembilan Pusaka Kaisar legendaris dengan kemampuan mengerikan: melipatgandakan kekuatan penggunanya tanpa batas.
Menolak menyerah pada nasib sebagai "sampah", Li Tian bangkit. Dengan bimbingan Naga Purba yang angkuh dan tekad baja, ia bersiap menampar wajah para jenius sombong, melindungi orang-orang terkasih, dan mendaki puncak kultivasi untuk menjadi Dewa Perang Terkuat.
Legenda seekor Naga yang membelah langit baru saja dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tebasan Naga Jatuh
Pagi hari di Puncak Pedang Patah sangat sunyi, hanya terdengar suara dengkuran Tetua Mabuk dari gubuk utama dan suara swoosh tajam dari tebing belakang.
Li Tian sedang berlatih pedang.
Di tangannya, Pedang Angin Biru bergerak lincah seperti ular, membelah udara dengan kecepatan tinggi. Ini adalah teknik dasar sekte, Pedang Angin Mengalir. Namun, wajah Li Tian terlihat tidak puas.
"Terlalu ringan," keluh Li Tian, berhenti sejenak. "Pedang ini tajam, tapi rasanya seperti memegang ranting pohon. Tidak ada bobot di balik serangannya."
"Tentu saja," suara Zu-Long terdengar bosan. "Pedang Angin dirancang untuk kecepatan, bukan kekuatan. Gaya bertarungmu yang barbar tidak cocok dengan tarian cantik seperti itu."
"Lalu apa yang harus kulakukan, Guru? Ini satu-satunya pedang yang kupunya."
"Ubah cara pikirmu," kata Zu-Long. "Kau tidak perlu pedang yang berat untuk menghasilkan serangan yang berat. Kau punya Cakar Naga. Kau punya otoritas atas Gravitasi."
"Gravitasi?"
"Lihat ini."
Zu-Long mengirimkan aliran informasi ke dalam benak Li Tian. Sebuah diagram aliran Qi yang rumit namun brutal.
Teknik Pedang Kaisar Naga - Jurus Pertama: Tebasan Naga Jatuh.
Konsepnya sederhana: Alih-alih mengalirkan Qi untuk menajamkan bilah pedang, teknik ini memadatkan Qi di punggung pedang untuk meningkatkan massa jenisnya secara eksponensial saat diayunkan ke bawah.
"Cobalah," perintah Zu-Long. "Tapi hati-hati. Pedang mainanmu itu mungkin patah jika kau berlebihan."
Li Tian mengangguk. Dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Dia tidak menggunakan Gandakan pada ototnya, melainkan pada berat pedangnya.
"Berat... jadilah berat seperti gunung..."
Li Tian menyalurkan Qi hitamnya ke dalam pedang. Pedang Angin Biru yang ramping itu tiba-tiba bergetar. Cahaya birunya meredup, digantikan oleh aura hitam pekat yang menekan ke bawah.
Lengan Li Tian menegang. Pedang yang tadinya seringan bulu itu mendadak terasa seberat 500 jin.
"JATUH!"
Li Tian mengayunkan pedang itu ke bawah, menghantam sebuah batu besar.
BOOM!
Tidak ada suara irisan tajam. Yang ada adalah suara ledakan tumpul.
Batu besar itu tidak terbelah rapi, melainkan meledak hancur menjadi kerikil. Tanah di sekitarnya ambles sedalam sepuluh sentimeter.
Li Tian terengah-engah. Dia melihat pedangnya. Bilah Pedang Angin Biru itu... sedikit bengkok.
"Kuat," mata Li Tian berbinar. "Ini bukan memotong. Ini menghancurkan."
"Itu baru permulaan," kata Zu-Long. "Jika kau menguasainya, kau bisa membuat pedang kayu seberat meteor. Musuhmu akan mencoba menangkis, mengira itu serangan ringan, dan... krak! Senjata dan tulang mereka hancur bersamaan."
Li Tian menyeringai. Ini gaya yang dia suka. Dominasi murni.
Dia menghabiskan tiga hari berikutnya melatih teknik itu, mencoba menyeimbangkan berat agar pedangnya tidak hancur sendiri.
Pada hari keempat, lencana identitasnya bergetar.
[PEMBERITAHUAN SEKTE] Murid Baru Li Tian. Wajib mengambil Misi Kelompok pertama dalam waktu 7 hari. Silakan melapor ke Aula Misi Sekte Dalam.
"Ah, benar. Poin Kontribusi," Li Tian menepuk jidatnya. Dia butuh poin untuk menukar teknik lanjutan atau bahan untuk Zu-Long. "Dan aku juga butuh uang untuk memperbaiki pedang ini."
Aula Misi Sekte Dalam jauh lebih mewah daripada versi luarnya. Lantainya terbuat dari marmer hitam yang dipoles, dan papan misinya melayang di udara menggunakan sihir proyeksi.
Li Tian berjalan masuk. Auranya yang kini berada di Bangkit Jiwa Tingkat 1 membuatnya tidak lagi dipandang sebelah mata, meskipun jubah Puncak Pedang Patah-nya yang lusuh menarik beberapa tatapan heran.
Dia menuju ke papan "Perekrutan Tim".
Misi Sekte Dalam biasanya terlalu berbahaya untuk dilakukan sendiri (Solo), jadi murid-murid membentuk tim..
Mata Li Tian tertuju pada satu pengumuman di pojok:
[Misi Investigasi: Desa Kabut Darah] Kesulitan: Bintang 3 (Bahaya Menengah). Target: Menyelidiki hilangnya penduduk dan dugaan praktik sekte sesat. Hadiah: 500 Poin Kontribusi (Dibagi Tim). Dicari: 1 Anggota tambahan (Apa saja, asal kuat). Ketua Tim: Ye Qingyu (Puncak Teratai Es).
"Desa Kabut Darah... Sekte Sesat..." gumam Li Tian. "Kedengarannya menarik."
"Sekte Sesat biasanya punya banyak barang jarahan," hasut Zu-Long.
Li Tian tersenyum dan mengambil kertas misi itu. Dia berjalan menuju area pertemuan tim di sudut aula.
Di sana, tiga orang sedang duduk menunggu.
Seorang gadis cantik dengan jubah biru muda dan rambut diikat ekor kuda. Dia memiliki aura tegas dan pedang ganda di pinggangnya. Ini pasti Ye Qingyu.
Seorang pemuda bertubuh besar membawa perisai raksasa. Wajahnya ramah dan jujur.
Seorang pemuda kurus dengan kipas lipat, terlihat sedikit licik.
Li Tian mendekat. "Permisi. Apakah ini tim Kakak Senior Ye? Saya ingin bergabung."
Ye Qingyu mendongak. Matanya meneliti Li Tian dari atas ke bawah.
"Puncak Pedang Patah?" alisnya berkerut sedikit. "Kau murid baru?"
"Li Tian. Bangkit Jiwa Tingkat 1. Baru masuk tiga hari yang lalu," jawab Li Tian jujur.
Si pemuda berkipas tertawa mengejek. "Anak baru dari puncak sampah? Kakak Ye, kita butuh petarung sungguhan, bukan beban. Misi ini melibatkan Kultivator Jahat. Dia bisa mati kencing di celana nanti."
"Jaga mulutmu, Chen," tegur Ye Qingyu tajam. Dia kembali menatap Li Tian. "Li Tian... nama itu familiar. Ah, kau Juara Ujian Luar tahun ini?"
Li Tian mengangguk.
"Juara Ujian Luar?" Si pemuda perisai, Bao, tersenyum lebar. "Wah! Kudengar kau mengalahkan monster Tingkat 2 sendirian! Kakak Ye, dia kuat! Ajak saja!"
Ye Qingyu berpikir sejenak. "Baiklah. Kami memang butuh satu orang lagi untuk menutup formasi. Tapi ingat satu hal, Li Tian: Di misi ini, perintahku mutlak. Jika kau bertindak gegabah dan membahayakan tim, aku sendiri yang akan menebasmu."
"Dimengerti, Kapten," kata Li Tian santai.
"Bagus. Kita berangkat satu jam lagi. Siapkan perbekalanmu. Desa Kabut Darah ada di perbatasan wilayah sekte, tiga hari perjalanan kaki."
Li Tian duduk bergabung dengan mereka.
Si pemuda berkipas, Chen, masih menatapnya sinis. "Jangan pikir menjadi juara di kolam kecil membuatmu hebat di lautan, Junior. Jika ada bahaya, jangan harap aku melindungimu."
"Tenang saja, Kakak Chen," balas Li Tian dengan senyum penuh arti. "Aku pandai menjaga diri sendiri."
Di dalam jiwanya, Zu-Long tertawa. "Tim yang menarik. Satu pemimpin tegas, satu tanker polos, dan satu pengecut sombong. Sempurna untuk drama."
Perjalanan misi pertama Li Tian sebagai Murid Dalam pun dimulai. Dia belum tahu bahwa di Desa Kabut Darah, bukan hanya kultivator jahat yang menunggunya, melainkan jejak pertama dari pecahan masa lalu Zu-Long.