fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Leader II ; Jhuma
Pemakaman Leader Pertama Owen Ghie dilaksanakan pada bulan ke enam tahun 113, ia memimpin Union selama dua tahun 5 bulan. Sejak bulan pertama di tahun 110.
Jenazahnya di makamkan di sebuah bukit yang tak jauh dari Kastel Kaitaia. Bukit asri yang dimasa lalu menjadi makam para pemimpin dan kepala suku Adara. Makam Owen ditempatkan ditempat teratas. Tak jauh dari sana, beberapa makam para pejuangnya juga berjejer. Mulai dari 3 kesatria keluarga yang meninggal saat perebutan kastel Kaitaia ; Rugila Loaun, Mycene Levant, Cyrus Laera, Pimpinan Iblis Merah kedua ; Ernest Mangnall yang juga tewas pada perebutan Kastel. bersama 3 pengawalnya ; George Henry Moger, Hugh Edmonds dan Alfred Capper. Juga jenazah dua kesatria keluarga yang tewas di perang Battle of Kaitaia yakni Atila Blackwood, dan Khagan Datharian, juga makam pimpinan Iblis Merah ketiga ; John Bentley dan dua pengawalnya Mick Hamill dan Dick Duckworth, mereka meninggal belum lama ini karena penghianatan suku Yulara pimpinan Charles Kaemon. Total sudah ada 14 makam para kesatria di bukit ini.
Sementara jenazah para pejuang yang bersama Oliver Pho-bela di misi penyusupan ke Whangarei tak sempat dimakamkan disini. Jenazah mereka hilang pada misi itu.
***
Istana Kaitaia siang itu, hari ini pertengahan tahun 113,
Penobatan Leader Jhuma baru selesai dilaksanakan. Sama seperti penobatan pada Leader Pertama Owen , prosesi kali ini juga dipimpin langsung oleh Master Sorush sang pendeta Agama Fhata. Pedang 'The King' yang menjadi simbol kepemimpinan Union, Di tanah the Horn Land diserahkan.
Upacara selanjutnya adalah ; pengambilan sumpah dan pernyataan dukungan para kesatria pada Leader baru. Lauren Lamalurra, Aragon Balyn dan Oliver Pho-bela terpaksa harus pulang ke Kaitaia untuk mengikuti acara penobatan. mereka di kawal para kesatria Red Devil yang juga Kembali untuk penobatan.
Saat ini pasukan mereka sedang berjuang dalam perang di wilayah Whangarei. Kepemimpinan disana di serahkan pada Beryn Balyn, putra dari Aragon Balyn. Meskipun masih muda, Beryn adalah anggota Kesatria 27 Keluarga.
“Saya Jhuma, salah satu kesatria utama penakluk. bersumpah untuk mengabdi pada perjuangan yang telah dirintis bersama pendahulu sang Leader pertama Owen Ghie. Mengabdi pada perjuangan pembebasan The Horn Land dari penindasan dari ketidakadilan dan bersumpah untuk setia pada rakyat sampai akhir hayat.”
Demikian kata-kata sumpah Jhuma.
Ia mengangkat tinggi pedang The King sebagai simbol menjadi pemimpin utama. Saat ia menurunkannya ia mencium gagangnya. Master Soruh kemudian maju dan menyematkan dua pin di jubahnya ; Pin emas milik Ser Owen berornamen elang berkepala satu dan pin emas milik ser Jhuma sendiri berornamen elang berkepala dua.
Selanjutnya para kesatria berlutut dengan meletakan pedang mereka dihadapan sang Leader. simbol kesetiaan.
“Sehat panjang umur Leader kedua, penguasa Kaitaia dan The Horn Land.” Serentak suara pernyataan dukungan semua kesatria. dan yang menyaksikan.
Lauren Lamalurra, Regen Manollion, Angurey Wayn, Aragon Balyn, Oliver Pho-Bela Serta 3 orang Kesatria keluarga ; Uon Bloodstone, Arius Mandon, dan Olga Darvo. Juga kesatria Red Devil. yang mengikuti prosesi ini berlutut. Pengakuan mereka ini mewakili kurang lebih 3.500 pasukan Union yang kini tersebar dari wilayah Kaitaia, medan perang Whangarei dan pos perbatasan Dargaville.
***
Jhuma adalah kesatria pertama yang menjemput Owen . kini menjadi Leader kedua. Ia adalah anak semata wayang dari keluarga kecil di wilayah Kaitaia. Namun reputasi ayahnya yang kemudian dilanjutkan oleh Jhuma menjadikan ia dan ayahnya cukup dihormati di wilayah ini. Ayahnya meninggal saat Jhuma berusia 15 tahun dieksekusi atas pergolakan yang dipeloporinya saat itu. Jhuma yang mendendam kemudian mencoba membangkitkan perlawanan namun berujung di tangkap dan dipenjarakan. Ia pernah di pindahkan ke Penjara Lemuria, Selama 5 tahun. kemudian dibebaskan. Saat ia kembali ke Kaitaia semangat perjuangannya tetap menggelora. Ia tak menikah, juga tak punya saudara kandung. Banyak sepupuhnya yang hilang dalam pengambilan anak-anak The Horn Land yang dibawah ke Lemuria.
Kini saat diangkat sebagai Leader kedua, ia sudah berusia 61 tahun. Para kesatria pertama menghormatinya, karena usiannya, juga karena kedekatannya dengan Leader Owen . Sehingga tak ada yang meragukan Jhuma sebagai Leader setelah Owen .
***