NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:326
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertolongan

Langkah kaki terhenti di dekat tubuh tak berdaya Uon. Ia didudukan, dengan tangan terikat. Kepalanya di angkat menengadah siap menjemput sabetan pedang.

“Lakukan!!” teriaknya lagi.

Dan saat ayunan pedang itu siap menjemput korbannya, tiba-tiba Uon Bloodstone, mendorong tubuhnya kearah belakang, kearah jurang yang mengagga. sebelum pedang itu sampai, tubuh itu sudah jatuh melayang ,menghantam puncak pepohonan yang ada disana. Kaemon menghentikan gerakannya dan berlari mendekati bibir jurang.

“Panah!” perintahnya, tatapannya tertuju di dalam jurang.

5 orang prajurit dengan busur mendekat dan menghujamkan anak panah ke dalam jurang secara acak. berharap ada anak panah yang mengenai tubuh Uon yang tak terlihat lagi.

Setelah puluhan panah menerobos puncak-puncak kayu, beberapa saat kemudian,

“Aku rasa ia telah tewas Ser.” kata Nero Talindurum mendekati Charles yang terus menyelidik.

Saat bersamaan datang salah seorang prajurit membisikan sesuatu pada Atilla.

“Ser Kaemon, mata-mata melihat ada pergerakan pasukan dari arah pos menuju tempat ini, sebaiknya kita menghindar.” kata Atilla Winter.

“Pasukan dari pos perbatasan? Secepat itu mereka tahu gerakan kita.” kata Kaemon. Ia melihat sekeliling pasukannya yang berjumlah lebih dari 200 orang, Serta tiga kesatria keluarga yang tersisa ; Talindurum, Atilla dan Queen. Serta jasad-jasad di lokasi itu ; tubuh Jhon Bentley dan dua pengawalnya, Kesatria Moon dan belasan lagi yang lain..

“Ayo kita pergi, ambil jalan pesisir barat. Jangan sampai bertemu dengan pasukan Dargaville.” kata Kaemon. Rombongan itu kemudian bergerak, memasuki hutan, menuruni tanah terjal dan seketika hilang dari tempat itu. Meninggalkan tubuh-tubuh yang tak bernyawa, sahabat mereka sendiri yang tak sempat dimakamkan.

Tak lama kemudian, ratusan prajurit Pos perbatasan muncul di tempat itu. Dipimpin oleh seorang anak kecil yang menjadi saksi peristiwa pengeroyokan Kaemon dan pasukannya pada para pemimpin mereka. Anak muda itu bernama ; Panga Blackthorne. Ia adalah penduduk setempat, anak yatim piatu dan hidup sendiri bersama kakeknya yang juga sudah renta. Saat ini usianya 14 tahun.

“Disini tuan-tuan.” tunjuk anak itu. Dibelakangnya hampir 200 pasukan mengikuti. Dipimpin para perwira Kesatria Keluarga ; Osiris Phagan, Capri Rush, dan Arius Mandon.

Pandangan mengerikan tersaji dihadapan mereka,

“Demi Tuhan. Ini Lord Jhon , Mick dan Dick….mereka semua tewas. ” Osiris memeriksa mayat-mayat itu. antara tak percaya dan marah bercampur dalam hati, Osiris melihat pemimpin Red Devil dan dua pembantunya telah menjadi mayat. Ia tahu kini siapa yang berbuat. Dendam menyelimuti. Kesatria lain ikut memeriksa sekitar. Dan menemukan ada jejak disekitar pinggir jurang…

“Dimana Uon?” gumam Osiris. Ia teringat satu lagi kesatria yang tak ada disini.

“Ser sepertinya ada jejak mengarah kejurang, mungkinkah Ser Uon disana.” Kata Arius.

“Periksa! Turunlah”

Dan 3 prajurit lain mengikuti perintah Osiris.

Mereka akhirnya menemukan tubuh Lord Uon. Yang sekarat.

Mencoba memberikan pertolongan pertama. Ada satu panah tepat melukai kakinya, selebihnya luka yang ia dapatkan adalah goresan kecil akibat pertarungan. Ia sekarat karena jatuh dijurang yang tingginya lebih dari 20 meter.

Sekelompok prajurit kemudian membawa Uon ke Pos perbatasan tubuhnya dinaikan ke keranda. untuk diobati lebih lanjut. Disana juga ada Master yang memberikan ramuan-ramuan dan obat yang diberikan pada Uon.

Saat semua pasukan berniat kembali ke Pos, Osiris masih berada ditempat ini bersama kesatria keluarga lain.

“Penghianatan yang kejam telah terjadi. Para kesatria Keluarga Suku Yulara. Ini perbuatan mereka.” kata Osiris.

“ini harus segera dilaporkan ke pada Baginda.” kata Arius.

Osiris kemudian ingat seseorang, ia mencari anak yang menunjukan Lokasi ini. Ia masih berdiri diujung jalan, menunggu mereka pergi.

“Terima kasih atas bantuanmu bocah. Dimana kamu tinggal.” tanya Osiris pada Panga.

“Tak jauh dari tempat ini. Aku tinggal di village dibawah sana..” jawab Panga. Dari tatapannya ada sebuah tanda keberanian dan kepolosan dari anak ini. Osiris melihat itu.

B“Baiklah segeralah Kembali kerumahmu. Ini aku berikan tanda mata untukmu. Sebagai ucapan terima kasih, Suatu saat nanti kita akan bertemu lagi.” kata Osiris memberikan pisau kecil unik pada Panga.

“Terima kasih ser….bisakah aku memohon sesuatu padamu?”

“Katakanlah.”

“Suatu saat nanti jika aku sudah besar, aku akan mencarimu ser. Aku ingin bersama berjuang.”

“Oh tentu, aku menunggumu di Kaitaia.”

Anak itu tersenyum. Ia senang mendengarkan janji itu dari seorang kesatria. Ia jadi punya harapan untuk masa depan. Sementara Osiris dilingkupi fikiran apa yang akan terjadi selanjutnya tanpa Jhon di perbatasan. Ia harus segera menghubungi baginda.

***

Masih di Pos Perbatasan,

Tiga hari setelah peristiwa pembantaian Kaemon pada para pemimpin, Uon kini sudah bisa duduk di dipannya, menerima kunjungan Osiris yang melaporkan perkembangan terbaru, ia didampingi 2 kesatria keluarga lain ; Capri Rush dan Arius Mandon. juga seorang Maester Bernama Gardar, seorang yang menggeluti ilmu pengobatan namun juga sorang yang terpelajar. Suara pintu di ketuk dari luar.

“Bukakan pintu itu, Jovan.” kata Uon pada pemuda berusia 30 tahun itu.

Pintu terbuka, mereka masuk. Dan memberikan hormat.

“Ser, semua jenazah kesatria Jhon . Mick dan Dick telah di kirim ke Kaitaia. Diantar oleh Seorang perwira dan 10 orang prajurit dengan para pembawa kereta.”

Uon tak menanggapi, ia hanya menggaguk pelan. Masih diingatnya bagaimana Kesang dan para prajurit Yulara membantai teman-temannya itu, kebencian tertanam pada jiwanya untuk suku Yulara kini. Setengah berbisik dia berkata ;

“Hidup hanya memberimu dua pilihan, memburu atau diburu” tatapan tajam penuh kebencian terlihat dimatanya. Disatu titik disudut ruangan…

“Bagaimana perkembangan pergerakan pasukan Dargaville?” tanya Uon kemudian.

“Sepertinya Dargaville tak jadi menyerang Kaitaia ser, ada informasi bahwa terlihat kapal-kapal bajak laut diperairan Dargaville. Earl Dargaville mengganti fokus mempertahankan wilayahnya dari para perompak itu, ketimbang menyerang Kaitaia. Kabar ini kita dapat dari mata-mata disana.”

“Bagus, kita bisa beristirahat sejenak disini, apalagi jumlah pasukan kita berkurang banyak setelah munculnya penghianatan para suku Yulara itu.”

“Ada informasi tambahan ser.” kata Osiris lagi

“Apa itu?” tanya Uon.

“Sebagian pasukan pos perbatasan diminta kembali ke Kaitaia, pasukan yang berperang di Whangarei sepertinya perlu bantuan kita.”

“Siapa yang meminta?” tanya Uon

“Leader baru kira ; Jhuma”.

Keesokan harinya, Uon yang masih dalam tahap penyembuhan pulang ke Kaitaia, ia ditemani temannya Gardar dan Arius Mandon. Sementara pos perbatasan di serahkan pada Osiris Phagan dengan dibantu Capri Rush.

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!