NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:269
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Kenzo Sakit

Pertemuan Hana dengan nek Lela membuat hati dan pikiran Hana sedikit tenang, walaupun tidak semudah itu melupakan penghianatan suami dan sahabatnya sendiri. Nasihat nek Lela memberi pencerahan bagi Hana, sejak malam itu Hana mulai melupakan Aldo dan Sari tanpa berkomunikasi lagi dengan mereka. Dua minggu berlalu, Hana dan Aldo resmi bercerai. Hak asuh anak jatuh ke tangan Hana, Kenzo masih tidak mengerti mengapa dirinya belum bertemu dengan Aldo. Hana selalu memberi alasan yang tepat saat Kenzo menanyakannya kepada Hana. Libur sekolah telah dimulai, Hana mendaftarkan Kenzo ke sekolah barunya. Kenzo telah duduk dikelas 1 sekolah dasar, dan sedang menikmati liburan sekolahnya dalam jangka waktu yang cukup lama. Pagi itu, Kenzo harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami demam tinggi dan muntah-muntah. Di rumah sakit, Kenzo selalu mengigau menyebut nama Aldo. Om Heri, dan tante Laras mendampingi Hana di rumah sakit itu.

  Hana: "Kenzo sangat merindukan mas Aldo. Ia selalu saja menyebut nama papanya." ucapnya dengan sedih.

  Kenzo: "Papa... Papa." gumamnya lirih.

  Tante Laras: "Sebaiknya kamu telpon saja Aldo, nak. Semua demi Kenzo, kasihan anakmu." ucapnya pelan.

  Hana: "Aku bingun, ma." sahutnya.

  Tante Laras: "Pikirkan kesehatan Kenzo, nak. Buang egomu, hubungi Aldo." ucapnya dengan lembut.

  Om Heri: "Jangan, Hana. Aldo akan merasa bangga apabila kamu menghubunginya." ucapnya dengan tegas. Tante Laras menatap suaminya dengan wajah tegang.

  Tante Laras: "Biarkan saja, mas. Kasihan Kenzo, ia sangat merindukan papanya." ucapnya dengan suara keras.

  Om Heri: "Aldo akan menertawai kita nanti." ucapnya dengan mempertahankan egonya.

  Tante Laras: "Pandanglah Kenzo, mas. Ia merindukan papanya. Semua demi kesehatan cucu kita." ucapnya. Tante Laras mencoba membujuk suaminya agar mengijinkan Aldo datang, tante Laras tidak tega melihat Kenzo terbaring menyebut nama Aldo. Om Heri akhirnya mengalah demi cucu semata wayangnya.

  Om Heri: "Baiklah. Hubungi bajingan itu, Hana." ucapnya dengan kesal.

  Hana: "Baiklah, pa. Semua demi Kenzo." ucapnya. Hana mulai menghubungi mantan suaminya, larangan om Heri harus dilanggar demi buah hatinya yang terbaring lemah. Aldo menerima panggilan telpon dari Hana dengan hati yang berbunga-bunga, Aldo berpikir jika Hana sedang merindukan dirinya.

  Aldo: "Ada apa, Hana?" tanyanya dengan suara lembut. "Sebuah kejutan bagiku, karena kau menghubungiku." ucapnya lagi.

  Hana: "Kenzo sakit, ia demam tinggi dan sedang berada di rumah sakit." sahutnya tanpa basa-basi. "Aku menelponmu, karena Kenzo selalu menyebut namamu. Aku hanya memikirkan kesehatan Kenzo, bukan yang lain." ucapnya lagi dengan tegas.

  Aldo: "Sekarang juga aku akan ke rumah sakit itu. Berikan alamat rumah sakit itu." ucapnya dengan cemas. Hana menyebut alamat rumah sakit Kenzo, lalu mematikan ponselnya dengan cepat. Hana tidak ingin berlama-lama bicara pada Aldo.

  Hana: "Mas Aldo akan ke sini, ma, pa." ucapnya sambil memandangi kedua orang tuanya.

  Om Heri: "Aku tidak ingin melihatnya bajingan itu ada di sini. Kita pulang, bu. Besok kita ke sini lagi." ucapnya dengan kesal, sambil menatap wajah istrinya.

  Tante Laras: "Kami pulang dulu, ya, nak. Jika butuh sesuatu, hubungi kami." ucapnya dengan lembut.

  Hana: "Iya, ma. Hati-hati, pa, ma." ucapnya pelan. Om Heri dan tante Laras mencium kening Kenzo secara bergantian, kedua orang tua Hana itu berjalan pelan meninggalkan ruangan kamar Kenzo. Om Heri sangat kesal dengan Aldo, ia tidak ingin bertemu Aldo saat mantan suami putrinya datang. Hana mengusap rambut putranya dengan lembut, ia mencium kening Kenzo dengan penuh kasih sayang. 30 menit kemudian, Aldo datang dan langsung masuk ke dalam ruangan kamar Kenzo.

  Aldo: "Bagaimana keadaan Kenzo?" tanyanya dengan cemas.

  Hana: "Demamnya mulai turun. Kenzo terus saja memanggil namamu." ucapnya pelan tanpa menatap kedua mata Aldo. Hana membangunkan Kenzo secara perlahan, ia melakukannya agar Kenzo dapat melihat kedatangan Aldo di sampingnya. Beberapa detik kemudian Kenzo terbangun, ia membuka pelan-pelan kedua matanya dan melihat Aldo sedang duduk di sampingnya.

  Kenzo: "Papa." gumamnya. "Papa ke mana saja selama ini? Aku selalu memimpikan papa." ucapnya pelan sambil memegang tangan Aldo dengan erat. Aldo menatap wajah Kenzo dengan rasa iba, ia mengusap rambut putranya dengan lembut.

  Aldo: "Papa berada di luar kota, sayang. Papa harus bekerja di luar kota." ucapnya dengan berbohong. Hana menghela nafas berat, ia tidak ingin mengeluarkan air mata di hadapan Aldo.

  Hana: "Aku akan keluar. Bicaralah dengan Kenzo." ucapnya pelan. Baru saja Hana melangkah pelan, Kenzo memanggilnya.

  Kenzo: "Mama mau ke mana?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Hana: "Mama akan ke apotik sebentar, ya, nak. Dokter menyuruh mama mengambil obat di sana." ucapnya dengan berbohong. Hana membalikkan badannya, ia melangkah dengan terburu-buru keluar dari ruangan itu. Hana tidak ingin Kenzo melihatnya bersedih apalagi sampai meneteskan air mata. Hana duduk di ruang tunggu, menunggu sampai Aldo selesai berbicara dengan Kenzo. Hana duduk merenung, rasa sakit dan kekecewaan yang ia rasakan sudah hampir hilang dan kini ia harus melihat wajah Aldo lagi disaat Kenzo membutuhkan mantan suaminya itu. Dalam lamunannya seorang pria berjalan pelan ke arahnya dan menegurnya dengan pelan, Hana menoleh pada pria itu dan Hana terkejut karena pria itu adalah Peter.

  Peter: "Apa yang sedang kamu lakukan di sini, Hana? Apakah kamu sakit?" tanyanya dengan rasa penasaran.

  Hana: "Bukan aku, Peter. Anakku yang sedang sakit, Kenzo." ucapnya pelan.

  Peter: "Ya Tuhan!" serunya. "Sakit apa, Hana?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Hana: "Deman tinggi, Peter." ucapnya. "Kamu sendiri sedang apa di sini?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Peter: "Aku sedang berkonsultasi dengan dokter kandungan Meta." ucapnya.

  Hana: "Di mana Meta? Mengapa ia tidak ikut bersamamu?" tanyanya dengan rasa penasaran. Peter menghela nafas berat, ia menatap wajah Hana dalam-dalam. Raut wajah Peter terlihat sedih. "Apakah Meta sakit?" tanyanya lagi dengan rasa ingin tahu.

  Peter: "Tidak, Hana. Ia berada di rumah. Meta tidak ingin ikut denganku, ia sedang jenuh." ucapnya dengan pelan. Hana tidak ingin bertanya lebih jauh lagi, dari raut wajah Peter sangat jelas jika terjadi sesuatu dengan Meta.

  Hana: "Sampaikan salamku pada Meta, ya." ucapnya sambil tersenyum kecil.

  Peter: "Iya, Hana. Aku ingin melihat Kenzo." ucapnya. "Bolehkan, Hana?" tanyanya.

  Hana: "Iya, Peter. Setelah papanya keluar dari dalam ruangannya, kita akan masuk, ya." ucapnya. Peter tidak mengerti dengan maksud ucapan Hana, ia heran dan bertanya-tanya mengapa harus menunggu Aldo keluar dari dalam ruangan Kenzo?

  Peter: "Oh, begitu." ucapnya. Beberapa menit kemudian, Aldo keluar dari dalam ruangan Kenzo.

************************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!