"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"
Nada Ageta Putri
"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"
Juna Genio Lin
"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"
Senar Anggriani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. bab 15
Nada memasuki cafe yang tampak sepi. Dapat Nada lihat seorang wanita dewasa yang ia kenal melambaikan tangannya. Nada berjalan menuju kearahnya.
"Nad, apa kabar" sapa Senar setelah melihat Nada duduk
"Oiya, ini kakak sudah pesan minuman dan kue kesukaan kamu. Kamu mau pesan apa lagi" jelas Senar dengan senyuman nya yang tak sampai kemata.
Nada hanya menggeleng kan kepalanya dan mengucapkan terimakasih. Mereka berdua tampak canggung. Nada tak tahu apa yang harus di bicarakan kepada wanita didepannya. Walaupun kesalahan yang ia perbuat sangat menyakitkan. Jujur Nada sudah tak membenci nya. Tapi Nada tak ingin berdekatan lagi dengan wanita ini. Nada hanya ingin mengubur semua masalalu nya. Nada hanya ingin menjauh dari masa lalunya.
"Nad" panggil Senar memecahkan keheningan. Nada hanya diam menunggu senar berbicara.
"sebelumnya kakak minta maaf. Maaf telat menyakiti mu dengan apa yang terjadi"
"Jujur saja, tak ada niat kakak merebut Juna dari kamu. Kakak hanya..."
"Kak" selah Nada menghentikan ucapan Senar
"Kak Senar, aku masih memanggilmu kakak. Itu bentuk penghormatan terakhir ku untuk mu karena rasa terima kasih ku dengan semua masa kecil yang ku lalui bersamamu. Jadi bisakah langsung ke intinya. Apa alasan kakak ingin bertemu dengan ku saat ini" jelas Nada yang tak ingin berbadan basi lagi dengan Senar.
Dapat Nada lihat Senar menarik nafasnya panjang.
"Nad, kakak tahu itu kesalahan kakak. Tapi tak ada niat sedikit pun merebut Juna dari kamu" jelas nya menatap Nada sendu
"Saat tahu kakak hamil, kakak hanya ingin menjauh dari kalian semua. Dan hidup bersama anak di kandungan kakak. Dan tak ada terbesit sedikit pun untuk meminta pertanggung jawaban Juna"
"Dan saat kamu meminta kakak menikah dengan Juna. Jujur kakak merasa berat menerimanya. Karena kakak tahu hati Juna hanya untuk mu. Tapi kakak juga sadar, anak dikandung kakak butuh sosok seorang Ayah"
" walau Juan bersikap dingin pada kakak yang tak lain istrinya. Tapi dia sosok ayah yang baik untuk anak kami. Tapi semua itu hilang seminggu belakangan ini. Ia terus menerus mengabaikan anaknya. Dan mulai tidak memperdulikan anaknya"
" kakak tahu perubahan yang ia alami. Karena ia telah bertemu dengan mu lagi" jelas Senar menatap Nada dengan berkaca-kaca
"tolong Nad, kakak mohon. Sekali ini saja kakak ingin egois. Tolong jauhin Juna, tolong menjauh dari pandangan nya. Tolong jangan buat anak kami kehilangan sosok Ayah. Tolong Nad, kakak tak ingin anak kami merasakan apa yang kakak rasakan dulu"
Nada terdiam mendengar ucapan Senar. Nada menatap Senar yang tampak sedih. Senar yang dulu Nada lihat tampak dewasa dan anggun. Kini hilang, senar yang Nada lihat jauh lebih kurus. Dengan aura keibuan yang terpancar dalam dirinya. Nada merasa iba, bertanya-tanya pada dirinya. Salah kah ia memaksa mereka menikah. Tapi jika ia tak memaksa mereka. Bagaimana dengan anak yang tak berdosa itu.
"Senar,, apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" Senar mendengar itu terdiam dan menunduk.
Melihat tingkah Senar, Nada sudah dapat menebak jawabannya.
" Jika kamu tahu akan seperti ini. Kenapa kamu melakukan hal yang seharusnya tidak boleh kamu lakukan"
"kamu tahu, dulu lelaki itu tunangan ku. Tapi kamu tega menyakiti ku. Kenapa dulu asal aku cerita tentang nya. Kamu tidak pernah bilang bahwa kau juga menyukainya. Jika aku tahu aku pasti akan mencoba melepaskan nya" jelas Nada
"Dulu kamu tidak memikirkan perasaan ku dan sekarang kamu memintaku menjauhi nya"
"jujur saja, tanpa kamu minta aku tak akan pernah muncul di hadapannya" jelas Nada
Senar terdiam menatap Nada yang tampak jujur.
"Tapi dia masih mencintai mu Nad" ucap Senar pelan
"bertemu dengan mu lagi membuat nya melupakan keluarga nya" senar berkata pelan tapi dapat di dengar oleh Nada
"Hahhh..." Nada hanya menghela nafasnya. Ia merasa kesal. Kenapa pasangan suami istri ini terus menggangu nya. Tak bisakah mereka membiarkan dia tenang. Tak bisa kah mereka melepaskan nya dan tidak membawanya kedalam masalah rumah tangga mereka. Kenapa dirinya harus di bawa-bawa ke dalam permasalahan rumah tangga mereka.
Nada hanya ingin berteriak kepada mereka. Jauhin aku, aku tak ingin bertemu dengan kalian lagi. Dan anggap kita tak saling kenal. Tapi ia masih waras dan tak ingin membuat keributan yang tak penting.
" kak Senar, aku tak tahu perihal itu dan aku juga tidak peduli. Kamu bisa bertanya pada mu akan hal itu"
"Tapi bisakah kalian tidak melibatkan ku dalam rumah tangga kalian. Aku benar-benar tak ingin lagi terlibat"
Tanpa menyentuh makanan yang di pesan Senar. Nada bersiap meninggalkan Senar " tolong sampai kan pada suami Kakak. Aku sudah memaafkan kalian. Tapi tolong jangan ganggu hidup ku lagi. Jika kita bertemu, anggap kita tak saling mengenal" jelas Nada.
Tapi sebelum Nada berdiri, Nada mendengar suara Senar yang tertahan.
" Apa kesalahan yang ku lakukan sangat besar sehingga tak ada ruang negosiasi lagi untuk kembali menjadi kakak untuk adik kecilnya" ucap pelan Senar menahan tangisannya
"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Aku ingin menghancurkan perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku. Membuat ku di jauhin orang yang peduli padaku"
"Tapi sekeras apapun aku berusaha membuang nya. Perasaan ini semakin menancap dihatiku. Apa yang harus ku lakukan Nad" tanya Senar dengan air mata yang jatuh di pipinya.
Nada yang tadinya ingin beranjak terdiam. Ia tak tahu harus berkata apa. Ia hanya terdiam menatap Senar yang menangis. " kak Senar, aku tak tahu apa yang mau ku utarakan. Tapi aku hanya bisa bilang. Tanya hatimu, apa kamu bahagia dengan mempertahankan perasaan ini. Atau kamu malah semakin terluka akan nya. Ingat kak, kamu tidak sendirian lagi. Masih ada anakmu yang menunggu mu" nasihat Nada
"aku permisi " Nada yang tak ingin lagi berurusan dengan Senar memilih untuk pergi dan mulai beranjak dari kursinya tanpa memperdulikan senar yang masih tampak menutup wajahnya yang menangis.
Nada bersyukur, cafe yang mereka datangi tampak sepi dan berjauhan. Jadi keributan yang mereka buat tidak menarik perhatian pelanggan lainnya.
#TBC
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor