NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 ~ Melihat Amira Dalam Dirinya

Malam ini Marvin pergi ke rumah minimalis yang selalu menjadikan tempat berkumpul dengan teman-temannya. Menikmati hari yang melelahkan dengan beberapa minuman dan rokok. Lima orang pria yang selalu bersama sejak mereka kenal, mengenal satu sama lain dan juga tentang masa lalu masing-masing. Semuanya mempunyai masalah hidup masing-masing yang tidak bisa di anggap mudah. Namun, ketika berada disini semuanya juga bisa menunjukan apa yang sedang mereka rasakan.

"Bagaimana pernikahanmu?" tanya Byan, seorang pria yang cukup baik dan tidak mempunyai banyak masalah. Namun, selalu dipusingkan dengan masalah teman-temannya ini.

Marvin menghembuskan napas kasar, menenggak kembali sisa minuman di gelasnya. "Kau berharap apa dari pernikahan paksa ini? Bukan dia yang ingin aku nikahi, tapi semua orang memaksaku untuk tetap menikahinya"

Bara yang berdiri di belakang sofa yang ditempati oleh Marvin, menepuk bahunya sebelum dia mengitari sofa dan duduk disamping sahabatnya itu.

"Sebenarnya Raina dan Amira itu ada kemiripan, lihat saja senyumnya. Bahkan matanya pun hampir mirip, sifatnya juga. Kau tidak bisa terus menyalahkan Raina atas kematian Amira. Itu hanya kecelakaan, Vin"

Semua orang mengangguk, menyetujui ucapan Bara. Termasuk Davin, pria sang cassanova yang mulai berubah sejak mempunyai sekretaris baru yang cukup mengekangnya dan berani mengatur hidupnya atas perintah Ayahnya Davin sendiri.

"Jangan sampai kau menyesal saat Raina diambil orang lain" ucap Davin.

"Kalau kau tidak mau dengannya, aku juga siap mengambilnya, Vin" ucap Bayu dengan satu alis terangkat menggoda. Pria cassanova lain seperti Davin, yang masih belum mendapatkan hidayah untuk berubah. Bahkan di atas pangkuannya sudah ada wanita cantik yang dia bayar untuk menemaninya malam ini.

Marvin mendelik tajam pada Bayu, meski dia marah dan benci pada Raina, tapi mendengar ucapan Bayu barusan tetap membuatnya marah. "Jangan macam-macam Bay, dia tetap sudah menikah denganku apapun yang terjadi. Jadi, kau tidak bisa merebutnya begitu saja"

Bayu tertawa, dia menyingkirkan tangan wanita di pangkuannya yang mencoba membuka kancing kemejanya. Menggerakan tangannya untuk wanita itu pergi dari atas pangkuannya.

"Pergi tunggu aku di kamar!"

Wanita itu hanya mengangguk dan menurut saja untuk pergi ke sebuah kamar yang sudah biasa menjadi tempat senang-senang Bayu dan Davin. Namun sekarang sudah cukup lama Davin tidak lagi memesan wanita bayaran, karena sekretarisnya selalu ketat padanya.

"Vin, jangan sampai kau terlambat menyadari perasaanmu seperti Bara. Nanti kau menyesal sendiri. Lagian Amira sangat menyayangi adiknya, kau mau jika Amira marah dan sedih disana, karena melihatmu memperlakukannya seperti itu?" ucap Bayu.

Semua orang mengangguk menyetujui, meski Bayu seorang cassanova yang tidak ingin terikat dengan siapapun dalam sebuah hubungan. Hanya inginkan hubungan semalam, dan pergi setelah bayar. Tapi, dia tetap seorang pengacara yang bisa berbicara lebih bijak dari siapapun jika dia sedang dalam mode serius.

"Sebaiknya mulai sekarang jangan terlalu keras padanya, Vin. Jika kau tidak menyukainya, diamkan saja dia. Kau tidak perlu menyiksanya seperti itu, cukup dengan tidak peduli padanya dan biarkan dia hidup" ucap Davin.

Sebenarnya semua teman-temannya tahu bagaimana Marvin memperlakukan Raina dengan tidak manusiawi. Dan mereka tidak mau Marvin sampai kelewat batas, dan malah menyesal pada akhirnya.

"Diamkan saja dia, kau hanya perlu menganggapnya tidak ada. Jangan menyiksanya, sudah cukup kau menyakiti hatinya, jangan sakiti juga fisiknya" tegas Bara.

Marvin hanya diam dengan segala ucapan teman-temannya. Sejenak bayangan saat dia menyiksa Raina terlintas dalam benaknya, tatapan menyerah dan pasrah dari gadis itu, cukup membuatnya goyah. Nyatanya Marvin bukanlah pria yang tidak berhati, dia hanya akan marah dan menghancurkan siapa saja yang membuat orang-orang yang dicintainya terluka. Dan dia marah pada Raina karena kelalaiannya dalam mengemudi membuat Amira meninggal. Hal itu yang belum bisa Marvin lupakan sampai saat ini.

"Ingat Vin, Tuhan bisa membuat seseorang jatuh cinta tanpa diminta. Kau mungkin sekarang membencinya, tapi kau juga bisa tiba-tiba mencintainya"

Semua orang langsung menoleh pada seseorang yang sejak tadi diam fokus membaca buku, tapi tiba-tiba bersuara dengan bijak.

"Wah, Andreas memang paling memahami soal ini" ucap Bayu sambil terkekeh pelan.

Andreas kembali tidak peduli, melanjutkan membaca bukunya. Semua teman-temannya mempunyai masalah hidup masing-masing, dan dia hanya perlu mendengarkan keluh kesah mereka, kalau tidak bisa memberikan solusi.

"Sudahlah, aku ke kamar dulu sudah ada yang menunggu. Dav, kau benar tidak membawa siapapun malam ini?" ucap Bayu yang sudah beranjak dari duduknya.

"Pergilah, aku sedang malas" ketus Davin.

"Bisa-bisanya seorang Davin mengatakan malas soal urusan ranjang" ucap Bayu sambil berlalu pergi dari sana.

"Jika orang tidak benar-benar mengenalnya dan hanya mengetahui profesinya sebagai Pengacara dan pemilik Restoran, semua orang akan tertipu dengan ucapan bijaknya" ucap Byan sambil menatap Bayu yang pergi.

"Ya kau benar"

*

Dini hari Marvin baru kembali ke rumah, pikirannya cukup kacau setelah berkumpul dengan teman-temannya. Pengaruh dari minuman yang dia minum, membuat kepalanya sakit dan jalan sedikit sempoyongan. Ketika masuk ke dalam rumah, dia melihat televisi yang masih menyala di waktu yang sudah dini hari.

"Siapa yang masih menyalakan televisi jam segini?"

Marvin berjalan ke arah sofa, saat dia ingin mengambil remot di atas meja, baru menyadari seseorang yang tidur meringkuk di sofa tanpa selimut. Sepertinya sangat kedinginan karena kedua tangannya memeluk tubuhnya sendiri.

Marvin urung mematikan televisi, dia berlutut di depan perempuan yang terlelap di sofa itu. Menatap lekat wajah sayunya yang tertidur, plaster yang masih menempel di keningnya menarik perhatian, tanpa sadar tangannya mengelus pelan bagian keningnya yang terluka itu.

Sebenarnya Raina ini mempunyai beberapa kemiripan dengan Amira.

Tiba-tiba ucapan Bara terlintas dalam ingatannya. Marvin melihat bulu mata lentik dan hidung mungil mancung itu. Sekilas memang ada beberapa hal yang mirip dengan Amira. Seketika dalam penglihatan Marvin jika yang berada di depannya ini adalah Amira.

"Eh, Kak Marvin sudah pulang?"

Namun suara itu menyadarkannya, jika yang berada dihadapannya bukan Amira. Melihat Raina yang perlahan bangun dan terduduk di sofa. Mengucek matanya yang masih terasa perih untuk menyesuaikan cahaya dari televisi di depannya.

"Kak Marvin habis darimana? Kenapa pulang malam sekali?"

Marvin berdiri, dia mengambil remot dari atas meja dan mematikan televisi. "Lain kali kalau mau tidur di kamar. Dan bukan urusanmu aku pergi kemana pun"

Marvin berlalu pergi ke kamarnya di lantai atas. Sementara Raina hanya menatap punggung lebar itu yang perlahan menjauh dan menghilang di ujung tangga. Dia menghembuskan napas panjang, semalam memang berniat menonton televisi sambil menunggu suaminya pulang, tapi dia malah ketiduran di sofa dengan televisi yang masih menyala.

"Napasnya bau alkohol, Kak Marvin mabuk sepertnya. Beruntung sekali kau Raina, dia tidak menyiksamu karena berani banyak tanya seperti tadi"

Raina baru menyadari jika tadi dia terlalu berani untuk bertanya, padahal Marvin dalam keadaan mabuk. Menjadi sebuah keberuntungan ketika tubuhnya tidak jadi sasaran kekerasan Marvin lagi.

Raina beranjak dari duduknya dan berlalu ke kamar. Melanjutkan tidurnya yang terganggu.

Sementara di balkon kamar, Marvin berdiri disana dengan sebatang rokok di tangan. Bahkan untuk tidur pun dia belum bisa. Masih memikirkan ucapan teman-temannya dan juga wajah Raina yang tiba-tiba seperti Amira dalam pandangannya.

"Kenapa bisa aku seperti melihat Amira dalam dirinya?"

Bersambung

1
astr.id_est 🌻
raina 😭 peluk jauh orang baik
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
smangat y rain ,,kamu gk sendri kok,,nanti bakal hadir buah hati kmu biar temani kamu jalani hari2,,,,💪💪
Kar Genjreng
update lagi donggg seru
👍
Kar Genjreng
😭 pilu sekali ya Raina sekarang akan menjalani hidup seorang diri tidak mempunyai saudara ataupun orang tua tety Kamu akan punya malaikat kecil yang akan menemanimu dan selalu bersama sama hingga nerhasil,,,,benar katamu tinggalkan semua orang yang sudah tidak percaya lagi dan sudah seolah membuang mu kelak di kehidupan mu sepanjut Kamu sudah berhasil dan mendidik putramu dengan baik menjadi orang yang banyak di kenal orang karena ke akan dan kecerdasan nyae Aamiin 🙏🙏🤩🤩
Nurminah
menunggu Marvin gila
Oma Gavin
up lagi dong kak kemana raina pergi dan bagaimana nasib marvin setelah kepergian raina dan tau kebenaran permintaan uang nya yg banyak buat apa saja, semua kamu ngga nyesel ya marvin tetaplah sombong dan egois jgn dikurangi bila perlu ditambahkan
dika edsel
mgkin bundamu berpikir kamu akan bahagia,hidup terjamin bersama papamu rain krn dia kaya, tp nyatakan kan tdk...semoga kelak bertemu lagi sama bundamu ya raina, ayo saatnya melangkah pergi..,jgn menunggu nanti2..lbh cepat lbh naik tdk perlu nunggu sidang putusan..
Reni Anjarwani
pergi yg jauh rain bersama anakmu yg kau kandung , semoga bahagia rain
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
oke rain hamil,,,
Kar Genjreng
semangat ya Kak sudah kirim vote
Kar Genjreng
jangan ketauan dulu dong biar sampai selesai sidang dan sudah pergi,,,ohh tapi masih bekerja di kantor marvin ya ketauan seandainya hamil ya Gatot minggat donk 😁
Kar Genjreng
pasti Raina hamil Ak percaya maka cepat selesai perceraian nya dan pergi bawa benih itue yang akan menemani sepanjang usia ,,dan buah hati Mu semoga Laki laki agar kuat,,dan lebih baik
pergi dari rumah Marvin,,
dika edsel
klo gk ikhlas ngerawat ngapain capek datang buat nyuapin sih...dasar makhuk aneh,gk jelas..!!! hei marpin ucapan adlh doa, ntar klo raina mati beneran gimana perasaan mu??? oh ya lupa, klo raina mati bukankah itu berita bagus buar marpin yah??
dika edsel
maksudnya raina hamil kah??? sudah cukup rain..jgn nangis lagi,ayo bangkit..kuat..liat kedepan..
leahlaurance
luar biasa
Reni Anjarwani
hamil kayaknya raina , semanggat doubel up thor
Oma Gavin
wah raina hamil anak Marvin mulutnya setajam silet tapi kok bisa bikin raina hamil dasar marvin lucknut, semoga raina ngga ada tau dan ngga sadar kalau hamil sampai perceraian mereka clear dan raina kabor yg jauh jangan sampai diketemukan marvin
merry yuliana
hmmmmm yakin raina hamil anak marvin ini....hadeuhh
suryani duriah
😭😭🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!