NovelToon NovelToon
Wanita Cantik Tuan Muda Dingin

Wanita Cantik Tuan Muda Dingin

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Kembar / Wanita Karir / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asti Amanda

Cerita ini adalah lanjutan dari novel ~MIRA~

_____

Enam tahun telah berlalu di mana kejadian aksi bunuh diri Mira belum bisa dilupakan oleh Raka Alendra. Pria muda tampan yang memiliki kelebihan dapat mendengar isi pikiran orang lain.

Dengan kemampuannya itu ia dapat membangun perusahaan terbesar serta perusahaan lainnya. Seorang Presdir termuda di Perusahaan Welfin di kota Byusan. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Sovia indriani, wanita yang baru tiba dari luar negri sekaligus seorang single mom yang memiliki rupa yang sama dengan Mira dan memiliki seoarang Putra yang bernama Deva. Sovia bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Welfin.

Tiba-tiba saja seorang wanita lain hadir dan memiliki wajah yang juga mirip dengan Mira. Wanita itu mencoba untuk mengambil perhatiaan Raka. Namun karena gadis kecil yang bernama Dean, Putri kecil dari Raka mencoba untuk menyingkirkan wanita tersebut, karena tak ingin Ayahnya terjebak akan rencana jahatnya.

Begitupun dengan bocah yang bernama Deva, ia mencoba membantu Dean untuk mempersatukan Ibunya dengan Ayah Dean. Dan ternyata kedua bocah itu adalah saudara kembar yang artinya Sovia dan Raka adalah orangtua kandung mereka.

Lalu bagaimana semua itu terungkap?

Yuk kita baca sampai selesai:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Pingsan Di Jalan

...{Beri like dan komen}...

Malam ini benar-benar sial untuknya, baru beberapa hari di kota ini, dia sudah terjebak dengan seorang Tuan Muda Welfin yang berhati dingin.

"Arghhh! Kenapa aku harus bernasib begini."

Sovia kesal merasa letih disertai kekecewaan pada dirinya. Kepalanya mulai terasa berat sekaligus pandangannya mulai samar samar tak jelas, rasanya ia ingin segera sampai di rumah. Hanya beberapa langkah saja ia mulai berjalan terhuyung-huyung lalu terjatuh tak sadarkan diri.

Orang orang yang melihatnya di sana segera menelepon Ambulans, namun entah dari arah mana sebuah mobil merah berhenti di samping mereka. Seorang Pria keluar dari mobil, ternyata itu Dokter Kevin yang kebetulan melewati jalan tersebut.

"Sovia?!" Kevin kaget melihat Sovia yang di kerumuni orang orang, Ia segera berlari mendekati Sovia yang masih pingsan.

"Anda siapanya?" Salah satu seseorang di sana bertanya pada Kevin.

"Aku temannya, maaf Pak! dia harus segera di bawah ke rumah sakit." Kevin segera menggendong Sovia berjalan ke mobilnya disertai bingkisan di tangannya. Mobil Kevin melaju menuju ke rumah sakit.

Tak beberapa lama, Kevin sudah sampai dan segera membawa Sovia masuk untuk di periksa secepatnya.

"Apa yang terjadi padanya, ini tidak pernah terjadi sebelumnya." Kevin menatap wajah Sovia yang terbaring lemah. Beberapa lama kemudian dokter perempuan yang memeriksa Sovia sekaligus teman dia adalah teman Kevin, akhirnya keluar juga.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Kevin dengan rasa cemas pada Elma, ia Dokter perempuan yang memeriksa Sovia barusan.

"Tak perlu kuatir, dia hanya kelelahan sekaligus terlalu banyak berpikir, tenang saja, dia akan segera siuman." jawab Elma sambil berjalan memperbaiki infus Sovia.

"Apa yang dia pikirkan? Akhir akhir ini dia terlihat baik baik saja, dan terlihat sehat." ucap Kevin heran.

"Haha. Tidak aku sangka kamu begitu peduli dengannya." Elma tertawa menebak tingkah temannya itu.

"Tentu saja! Hal ini membuatku sangat kuatir, kamu pasti sudah mengetahuinya kan."

"Hm, terus kenapa kamu tidak melamarnya saja, awas loh nanti dia di rebut oleh orang." ucap Elma sambil bertingkah lucu lalu keluar dari ruangan itu, ada sedikit rasa perih dan kecewa di hati Elma. Ia tahu jika Kevin menyukai Sovia.

"Kevin! Sebenarnya aku juga suka padamu." gumam Elma dalam hati dengan raut wajah sedih melihatnya dari luar jendela.

Beberapa saat kemudian, akhirnya Sovia siuman juga. Ketika membuka mata, Ia heran telah berada di rumah sakit. Sovia terkejut melihat kevin di sampingnya.

"Kevin? Kenapa aku bisa di sini?"

"Kamu pingsan di jalan, dan untungnya aku melihatmu saat melewati jalan itu." jawab Kevin.

"Bagaimana, kamu sudah baikan?" tanya Kevin lagi dengan rasa cemas di matanya.

"Ah! Aku baik baik saja!" jawab Sovia berusaha tersenyum.

"Tidak! Kamu pasti memikirkan sesuatu hingga terjatuh di jalan." Kevin menyentuh kepala Sovia dengan lembut memeriksa apakah ada yang terluka.

"Kevin pria yang begitu baik dan juga sangat perhatian. Menjadi istrinya pasti sungguh sangat beruntung."

Sovia terdiam menatap Pria berkecamata di depannya itu.

"Tuh kan, lagi mikirin apa, sih?" Kevin mencubit pipi Sovia yang selalu saja melamun.

"Auw! Kevin sakit tau," Sovia meringis manja.

"Terima kasih ya." lanjut Sovia tersenyum. Kevin merasa salut dengan Sovia, walau pun dia sakit, tetap saja berusaha terseyum di depannya.

"Hem, bagaimana sekarang?" tanya Kevin memastikan lagi.

"Sudah baikan, aku juga harus pulang nih." Sovia membuka infusnya lalu turun dari tempatnya.

"Baguslah. Oh ya biarkan aku mengantarmu. Deva pasti sudah menunggumu di rumah." Kevin membantu memapah Sovia.

"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri, aku terlalu merepotkanmu."

"Bodoh! Jika orang membantumu, kamu terima saja. Jangan menolak kebaikan seseorang." Kevin menasehatinya lalu mencubit hidung Sovia.

"Isshh, kenapa para Pria mengataiku bodoh, ternyata mereka sama saja, hanya membuatku kesal!"

Sovia kesal mendengarnya dengan wajah cemberut.

"Tunggu dulu!! Di mana bingkisan itu?!" Sovia bertanya menatap Kevin.

"Bingkisan? Oh ... yang ini?" Kevin mengeluarkan bingkisan dari dalam laci.

"Fuss ... syukurlah tak hilang."

"Kenapa, Vi?" Kevin penasaran melihat mimik wajah Sovia.

"Tidak, tidak ada apa-apa, mari kita pulang." Sovia segera mengalihkan pembicaraan.

"Kevin tak boleh tau hal ini." gumam Sovia berjalan diikuti Kevin di sampingnya.

"Dia pasti menyembunyikan sesuatu, tak pernah dia seperti ini."

Kevin terus terusan menatap wanita yang dia sukainya. Mereka pun keluar dan pulang bersama menuju ke rumah Sovia terlebih dahulu.

...****...

...Tokoh Kevin di sini mencoba memberikan kenyamanan untuk Sovia kalau lagi ditindas sama si Presdir (╥_╥)...

...Halo Readers...

...Jangan lupa...

...Like...

...Komen...

...Dan...

...Vote...

1
Naraa 🌻
Duh peran Sovia lemah bgt sih, masa ga bisa membela diri sendiri
Aileen
mantap aq suka karya mu thor lanjut kn👍👍👍👍👍👍
Rie_za
no aku🤣🤣
Adka
semangat💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
Adeeva Miezha
trlalu bnyak drama cerita novel nya udah kaya di sinetron
Adeeva Miezha
trlalu ribet nih novell bnyak bnget drama sinetron nya
Puput
Lumayan
Rahmawaty❣️
Widih seremm😣
Rahmawaty❣️
Hantu ini siapa ya?
Rahmawaty❣️
Trs bgaimna bisa si dean ada padamu raka??
Maaf aku blm bca season 1 soalnya . Mau bca tp males ah..kpngen lgsug bca yg ini aja🤭
Rahmawaty❣️
Tak suka tak suka.. Kya meymey 😂😂
Rahmawaty❣️
Raka sma deva pda punya indra kesepuluh😅😅
Nf@. Conan 😎
mira ntuh yg mn ya
Rosmawati/jnr
Bagus
Toniweiling Weiling
bagus, semoga sukses selalu
U. Boy
ya namanya berhadapan dengan orang yang disukai🤣
Kafadzar: hai ka, maaf 🙏numpang promo novelku,judulnya " kisa mistis saat tinggal dirumah panggung" jika berkenan silahkan mampir😊. terimah kasih.
total 1 replies
U. Boy
ck,pinter banget ni anak
U. Boy
kuy kuy,raka cuma punya mami mu dean
U. Boy
waduh ngakak🤣
U. Boy
wah sama tuh kesukaan ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!