Cerita ini adalah lanjutan dari novel ~MIRA~
_____
Enam tahun telah berlalu di mana kejadian aksi bunuh diri Mira belum bisa dilupakan oleh Raka Alendra. Pria muda tampan yang memiliki kelebihan dapat mendengar isi pikiran orang lain.
Dengan kemampuannya itu ia dapat membangun perusahaan terbesar serta perusahaan lainnya. Seorang Presdir termuda di Perusahaan Welfin di kota Byusan. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Sovia indriani, wanita yang baru tiba dari luar negri sekaligus seorang single mom yang memiliki rupa yang sama dengan Mira dan memiliki seoarang Putra yang bernama Deva. Sovia bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Welfin.
Tiba-tiba saja seorang wanita lain hadir dan memiliki wajah yang juga mirip dengan Mira. Wanita itu mencoba untuk mengambil perhatiaan Raka. Namun karena gadis kecil yang bernama Dean, Putri kecil dari Raka mencoba untuk menyingkirkan wanita tersebut, karena tak ingin Ayahnya terjebak akan rencana jahatnya.
Begitupun dengan bocah yang bernama Deva, ia mencoba membantu Dean untuk mempersatukan Ibunya dengan Ayah Dean. Dan ternyata kedua bocah itu adalah saudara kembar yang artinya Sovia dan Raka adalah orangtua kandung mereka.
Lalu bagaimana semua itu terungkap?
Yuk kita baca sampai selesai:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Pingsan Di Jalan
...{Beri like dan komen}...
Malam ini benar-benar sial untuknya, baru beberapa hari di kota ini, dia sudah terjebak dengan seorang Tuan Muda Welfin yang berhati dingin.
"Arghhh! Kenapa aku harus bernasib begini."
Sovia kesal merasa letih disertai kekecewaan pada dirinya. Kepalanya mulai terasa berat sekaligus pandangannya mulai samar samar tak jelas, rasanya ia ingin segera sampai di rumah. Hanya beberapa langkah saja ia mulai berjalan terhuyung-huyung lalu terjatuh tak sadarkan diri.
Orang orang yang melihatnya di sana segera menelepon Ambulans, namun entah dari arah mana sebuah mobil merah berhenti di samping mereka. Seorang Pria keluar dari mobil, ternyata itu Dokter Kevin yang kebetulan melewati jalan tersebut.
"Sovia?!" Kevin kaget melihat Sovia yang di kerumuni orang orang, Ia segera berlari mendekati Sovia yang masih pingsan.
"Anda siapanya?" Salah satu seseorang di sana bertanya pada Kevin.
"Aku temannya, maaf Pak! dia harus segera di bawah ke rumah sakit." Kevin segera menggendong Sovia berjalan ke mobilnya disertai bingkisan di tangannya. Mobil Kevin melaju menuju ke rumah sakit.
Tak beberapa lama, Kevin sudah sampai dan segera membawa Sovia masuk untuk di periksa secepatnya.
"Apa yang terjadi padanya, ini tidak pernah terjadi sebelumnya." Kevin menatap wajah Sovia yang terbaring lemah. Beberapa lama kemudian dokter perempuan yang memeriksa Sovia sekaligus teman dia adalah teman Kevin, akhirnya keluar juga.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Kevin dengan rasa cemas pada Elma, ia Dokter perempuan yang memeriksa Sovia barusan.
"Tak perlu kuatir, dia hanya kelelahan sekaligus terlalu banyak berpikir, tenang saja, dia akan segera siuman." jawab Elma sambil berjalan memperbaiki infus Sovia.
"Apa yang dia pikirkan? Akhir akhir ini dia terlihat baik baik saja, dan terlihat sehat." ucap Kevin heran.
"Haha. Tidak aku sangka kamu begitu peduli dengannya." Elma tertawa menebak tingkah temannya itu.
"Tentu saja! Hal ini membuatku sangat kuatir, kamu pasti sudah mengetahuinya kan."
"Hm, terus kenapa kamu tidak melamarnya saja, awas loh nanti dia di rebut oleh orang." ucap Elma sambil bertingkah lucu lalu keluar dari ruangan itu, ada sedikit rasa perih dan kecewa di hati Elma. Ia tahu jika Kevin menyukai Sovia.
"Kevin! Sebenarnya aku juga suka padamu." gumam Elma dalam hati dengan raut wajah sedih melihatnya dari luar jendela.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Sovia siuman juga. Ketika membuka mata, Ia heran telah berada di rumah sakit. Sovia terkejut melihat kevin di sampingnya.
"Kevin? Kenapa aku bisa di sini?"
"Kamu pingsan di jalan, dan untungnya aku melihatmu saat melewati jalan itu." jawab Kevin.
"Bagaimana, kamu sudah baikan?" tanya Kevin lagi dengan rasa cemas di matanya.
"Ah! Aku baik baik saja!" jawab Sovia berusaha tersenyum.
"Tidak! Kamu pasti memikirkan sesuatu hingga terjatuh di jalan." Kevin menyentuh kepala Sovia dengan lembut memeriksa apakah ada yang terluka.
"Kevin pria yang begitu baik dan juga sangat perhatian. Menjadi istrinya pasti sungguh sangat beruntung."
Sovia terdiam menatap Pria berkecamata di depannya itu.
"Tuh kan, lagi mikirin apa, sih?" Kevin mencubit pipi Sovia yang selalu saja melamun.
"Auw! Kevin sakit tau," Sovia meringis manja.
"Terima kasih ya." lanjut Sovia tersenyum. Kevin merasa salut dengan Sovia, walau pun dia sakit, tetap saja berusaha terseyum di depannya.
"Hem, bagaimana sekarang?" tanya Kevin memastikan lagi.
"Sudah baikan, aku juga harus pulang nih." Sovia membuka infusnya lalu turun dari tempatnya.
"Baguslah. Oh ya biarkan aku mengantarmu. Deva pasti sudah menunggumu di rumah." Kevin membantu memapah Sovia.
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri, aku terlalu merepotkanmu."
"Bodoh! Jika orang membantumu, kamu terima saja. Jangan menolak kebaikan seseorang." Kevin menasehatinya lalu mencubit hidung Sovia.
"Isshh, kenapa para Pria mengataiku bodoh, ternyata mereka sama saja, hanya membuatku kesal!"
Sovia kesal mendengarnya dengan wajah cemberut.
"Tunggu dulu!! Di mana bingkisan itu?!" Sovia bertanya menatap Kevin.
"Bingkisan? Oh ... yang ini?" Kevin mengeluarkan bingkisan dari dalam laci.
"Fuss ... syukurlah tak hilang."
"Kenapa, Vi?" Kevin penasaran melihat mimik wajah Sovia.
"Tidak, tidak ada apa-apa, mari kita pulang." Sovia segera mengalihkan pembicaraan.
"Kevin tak boleh tau hal ini." gumam Sovia berjalan diikuti Kevin di sampingnya.
"Dia pasti menyembunyikan sesuatu, tak pernah dia seperti ini."
Kevin terus terusan menatap wanita yang dia sukainya. Mereka pun keluar dan pulang bersama menuju ke rumah Sovia terlebih dahulu.
...****...
...Tokoh Kevin di sini mencoba memberikan kenyamanan untuk Sovia kalau lagi ditindas sama si Presdir (╥_╥)...
...Halo Readers...
...Jangan lupa...
...Like...
...Komen...
...Dan...
...Vote...
Maaf aku blm bca season 1 soalnya . Mau bca tp males ah..kpngen lgsug bca yg ini aja🤭