NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:853
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 - Petunjuk (3)

Ketika pintu batu terbuka. Banyak debu bertebaran dan membuat Clae mengalami batuk singkat.

"Mari coba keberuntungan ku."

Lagipula tempat ini sudah ada untuk waktu yang lama, dia harap masih bisa menemukan sesuatu.

Setidaknya mencegah kehancuran dungeon.

Clae masuk tanpa siapapun yang menyadari.

Ketika Clae didalam. Dia tidak mengamati sekelilingnya. Pandangannya tiba-tiba tertarik pada sebuah objek selain buku.

Objek itu ada di tengah ruangan. Tidak ada cahaya yang masuk namun benda itu mengeluarkan cahaya terang. Clae mendekat dan mendapati sebuah batu dengan tulisan di atasnya. Clae tidak tau bahasa apa itu. Dia tidak bisa membacanya.

Clae mengabaikan batu itu dan berbalik melihat tumpukan buku disekitarnya.

"Mungkin 1000 sampai 3000."

Buku itu masing-masing memiliki ketebalan berbeda. Namun yang paling tebal mungkin hanya 300 halaman. Clae akhirnya memutuskan membaca semua buku itu sebelum menemukan cara menuju Dungeon.

Dia menarik rambutnya kebelakang dan mengikatnya menjadi satu. Ini adalah kebiasaan yang dia lakukan saat dia akan bekerja di kehidupannya dulu.

...****************...

"Jadi, bajingan ini yang ingin menyakiti nona?"

Sebuah belati dengan kejam menusuk lengan pria berbaju hitam. Dia kesakitan namun tidak bisa berteriak. Mulutnya terbuka namun dia hanya bisa melotot ke atas. Aneh dia masih hidup.

Bahkan jika berlumuran darah, dia masih hidup.

Dia melihat ke arah lain. Ada pria lain yang mengenakan baju hitam terbujur kaku tidak jauh darinya. Mereka meninggal tepat setelah dia ditangkap.

Dia tidak tau bahwa orang-orang ditempat ini akan sangat mengerikan.

Dia melihat keatas. Tiga orang yang berhasil menghabisi 30 orang dalam waktu sekejap.

Pria itu diberi sebuah ramuan yang membuatnya bisu. Dan teman-teman yang dia lihat mati sebenarnya hanya pingsan. Ketakutannya membuat dia sulit berfikir secara rasional.

Orang tua itu sama kuatnya dengan si perempuan. Orang tua itu menggunakan sabit dan sebuah sarung tangan yang memiliki besi di bagian luarnya. Ada gerigi tajam di sarung tangan itu. Seperti benda yang akan menyiksa seseorang hingga memohon mengakhiri hidup mereka.

Perempuan ini menggunakan dua belati di masing-masing tangannya. Namun dia juga bisa menembakkan jarum beracun.

Dua temannya tiba-tiba tergeletak tanpa mendekati gadis itu. Mereka mungkin juga tidak tahu bagaimana mereka mati. Sementara pria muda yang tidak memiliki ekspresi apapun diwajahnya ini....

Dia adalah yang paling buruk.

Seorang penyiksa akan memiliki ekspresi senang, sedih, jijik pada wajah mereka. Tapi dia tidak. Dia bekerja seperti mesin tanpa perasaan yang sangat mengerikan.

Dia tidak tau bahwa dia akan berakhir seperti ini. Jika dia tau, dia mungkin juga bunuh diri ketika ditangkap.

Saat ini, jangankan berpikir untuk bertahan hidup. Dia hanya ingin mengakhiri hidupnya.

"Ohohoho, untung saja belati itu meleset. Jika tidak. Kamu mungkin berhadapan dengan Benjamin daripada aku dan Rene."

Benjamin melirik pria itu ketika membalas ayahnya.

"Kau bisa menyerahkannya padaku, ayah."

"Tidak perlu, ayah akan melakukannya untuk kalian berdua. Lagipula, penjara dibawah kandang kuda ini terlalu sepi."

"Bukankah Nona mengunjungi dapur hari ini."

Benjamin melirik adiknya dengan dingin. Dia bisa melihat adiknya memiliki senyum main-main diwajahnya.

"Dia juga membantu dua kesatria kita yang sedang terluka."

"Benarkah?"

Gailian melihat antara Irene dan Benjamin. Dia ingin memastikan hal itu. Dan Benjamin tidak mengecewakan. Dia mengangguk menanggapi ayahnya.

"Oh, apakah Nona kita sudah kembali."

"Ayah, apa maksudmu? Nona muda selalu sama seperti dulu. Prilakunya itu, dia hanya berpura-pura."

"Hohohoho, itu benar."

Benjamin hanya melirik mereka.

"Tapi mengapa Nona berhenti berpura-pura."

Kata-kata Benjamin yang keluar tiba-tiba membungkam tawa mereka. Mereka saling memandang. Tidak ada jawaban atas pertanyaan itu.

"Haruskah aku bertanya 7 bocah itu?"

"Tidak, mereka sudah pergi. Dan apapun itu. Kita hanya perlu melindungi Nona Clae saat ini."

"Mengerti, ayah."

"Baik."

Mereka kembali ke tempat mereka bekerja masing-masing. Tentu saja kecuali Gailian. Dia menyeret pria berbaju hitam ke sel sepi lain.

"Kau harusnya tau kepada siapa harus main-main dan kepada siapa untuk tidak."

Gailian kembali mengingat ketika dia sedang kelaparan dan sangat rapuh.

Sebagai seorang pembunuh, banyak cara agar dia bisa hidup. Tapi saat itu, selain Benjamin yang selalu menghentikannya di saat kritis, dia tidak banyak membantu dan tidak bisa melindungi anak-anaknya.

Dia berpikir untuk melakukan hal yang biasa dia lakukan. Namun dia takut akan diketahui orang-orang itu, kemudian mereka akan mengejar keluarganya lagi.

Lalu pada hari hujan. Irene tiba-tiba mengalami demam. Benjamin juga mengalami sakit yang tidak dia ketahui.

Saat dia mencapai titik putus asa. Seorang gadis kecil berdiri didepannya. Dia memiliki mata merah seolah-olah akan menangis.

Saat itu, Gailian berpikir untuk menculik gadis itu untuk mendapatkan uang. Tapi apa yang terjadi selanjutnya tidak pernah dia duga. Gadis kecil itu menarik tangannya yang tua dan dingin.

"Clae, apa yang kamu lakukan!"

Dia mendengar suara tajam pria dewasa dari kejauhan saat itu. Tapi dia tidak bisa berpaling dari gadis murni yang cantik didepannya.

Saat itu dia menangis. Seorang pria dewasa, menangis dihadapan anak kecil. Tidak ada isak tangis, hanya air matanya keluar.

"... Selamatkan... adik... ku."

Benjamin mengigau dan menarik gaun rok gadis itu. Gadis itu mengangguk dengan kuat. Dia kemudian memejamkan mata dan meremas tangan Gailian lebih erat.

"Paman, tolong ikut denganku."

"Claee!!!!"

"Ayah, bukankah aku belum mendapatkan hadiah di ulang tahun? Mereka. Aku ingin menyelamatkan mereka."

"..... Kamu."

"Ayah. Kumohon..."

Kemudian, mereka dirawat oleh keluarga Constantine selama satu bulan. Irene dan Benjamin menjadi lebih baik. Mereka berteman dengan Clae.

Saat Gailian tidak tau dimana harus tinggal. Gadis itu sekali lagi menawarkan padanya untuk menetap. Dia akan dijadikan seorang kepala pelayan dan anaknya menjadi apapun yang mereka inginkan. Tapi Gailian memilih merawat peliharaan mereka. Dalam perjalanannya, Irene ingin menjadi pelayan dan Benjamin menjadi Koki.

Mengingat alasan Clae memiliki sikap buruk membuat Gailian merasa marah. Wajahnya menjadi dingin seolah dia bisa membunuh saat itu juga.

Tentu saja, tidak ada yang menyadari sikap Gailian. Kecuali penyusup Villa. Ketika dia tiba-tiba merasakan aura dingin Gailian, dia menjadi ketakutan. Bahkan dia mulai kencing di celana.

"Tidak, tidak. Bagaimana kamu bisa setakut ini. Kamu seharusnya siap menghadapi akibat perbuatanmu. Mari kita lihat, bagaimana aku harus menghukum mu karena berani menyakiti malaikat kami."

"Aa, aa, aa, Aaaaaaaa......."

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!