Alma seorang gadis badgirl yang bar-bar dan cegil ia mengalami insiden tak terduga sehingga mengakibatkan dirinya menempati tubuh seseorang yang tidak ia kenali nya,namun siapa sangka masalah pun terjadi!
akibat insiden itu terjadi akan kah itu sebuah rekayasa untuk menjebak si Alma agar celaka atau yang lainya.
ini lah cerita penuh ketegangan dan penuh intrik dan misteri akankah terungkap siapa dalang di balik semua ini? mari simak cerita lengkap nya disini,dan ikuti alur cerita misteri dalam cerita ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khaynida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 Tatapan Sinis
“Kita sudah sampai nyonya”ucap jenifer maid pribadi lilian.
“Hmmmm hoamm”Lilian yang ketiduran di mobil pun hanya bergumam sembari menguap dan meregangkan otot-otot tubuh nya yang kaku akibat ketiduran ketika di perjalanan menuju mansion.
Lalu turun dari mobil seketika ngeblank otak nya belum memproses alias belum konek karena sehabis bangun dari tidur nya,ia celingak-clinguk kanan kiri dengan bingung lalu bertanya kepada maid nya.
“ini mansion siapa per?”tanya nya kepada jenifer.
“ini mansion nya tuan dan nyonya ketika tuan dan nyonya sudah menikah waktu itu“ucap jenifer menjelaskan.
“Apakah nyonya lupa tanya jenifer”sedikit bingung.
“hehehe eng,,,,enggak kok nggak lupa efek bangun tidur ucap nya berbohong padahal ia merasa asing melihat mansion yang bukan rumah tempat ia tinggal”sembari menggaruk alis dan nyengir kuda.
Jenifer terkekeh sembari menggeleng-nggelengkan kepala nya melihat tingkah nyonya nya yang sedemikian absurd dan konyol.
Sebenarnya mansion yang dulu tempat ia tinggali dengan kedua orang tuanya sama mewah nya dengan mansion yang saat ini ia lihat beda nya dulu ia merasa hangat karena adanya keluarga yang selalu menunggunya ketika ia pulang kuliah dan habis main bersama teman-teman nya,sekarang ia merasa kesepian yang melingkupi hatinya karena tidak ada kehangatan keluarga yang ada di dalam mansion yang saat ini akan ia tinggali entah mungkin sampai kapan ia juga tidak tau menghela nafas sangat panjang sembari melangkah masuk kedalam “sayang sekali mansion sebesar ini tidak ada keluarga yang menemani ku” ucap nya dengan ekspresi sedih yang mendalam.
“aku merindukan mu mom dan juga abang ken”ucap Lilian dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca yang menahan kesedihan dan juga kerinduan yang mendalam terhadap keluarga nya gimana kabar kalian pasti kalian baik-baik saja kan disana gumamnya dalam hati mencoba menahan gejolak rasa rindu nya di dalam hatinya.
“jadi begini rasanya ketika sudah menikah dan meninggalkan kedua orang tuanya rasanya hampa seperti ada angin tapi tak bisa menghirupnya karena rasa sesak yang menggerogoti di dalam dadanya seperti tidak bisa bernafas dengan teratur”
Sesampainya di dalam mansion “selamat datang kembali nyonya muda sambut semua pengawal dengan serempak dan menunduk hormat”ia di sambut ramah oleh para pengawal suami abal-abalnya yang berjaga di luar mansion.
Ia hanya berjalan lurus dan menatap sekilas tanpa menanggapi sapaan para pengawal yang ada di sana karena mood yang hancur,kemudian para pengawal saling pandang dan menatap heran pada nyonya nya yang berbeda seperti biasanya,karena ketika para pengawal menyapanya nyonya nya selalu menyapa mereka juga meskipun menunduk dengan ekspresi takut-takut,tapi disini nyonya nya seperti tidak menganggap mereka ada di sana itu lah yang membuat mereka terheran-heran.
“per tunjukkan di mana kamarku berada”ucap lilian meminta jenifer menunjukkan di mana kamarnya berada saat ini.
“baiklah ikuti saya nyonya ucap jenifer memimpin ke depan dengan menunjukkan kamar nyonya nya di sana”
Setelah masuk lebih dalam ke dalam mansion disana ia di tatap oleh beberapa maid yang menatap nya tidak suka dan juga ada beberapa yang menatap nya dengan tatapan sinisnya terutama maid Syena ia menatap begitu tidak suka kepada Lilian yang berjalan masuk di sana,walaupun Lilian di tatap sedemikian tidak suka oleh orang lain lilian merasa bodo amat tentang orang lain ia tetap berjalan tegap dan lurus menunjukkan bahwa diri nya yang berkuasa berada di mansion suami nya ini.
“oh ternyata gadis nerd ini telah kembali dari mansion ini dan dari koma tidur panjangnya”ucap maid syena dengan nada sedikit berani mengejek.
Lilian menghentikan langkah nya ketika ada yang berani bersuara mengejek nya secara terang-terangan ketika ia ditatap tidak suka ia akan menghiraukan nya tapi ketika ada yang berani bersuara dan itu tentang dirinya jelas itu sangat menganggunya.
“emang nya kenapa aku bangun dari koma dan berada di mansion ini memang nya apa urusan mu,kau ini jangan ngurusi hal-hal yang nggak penting harusnya kau berkaca siapa dirimu disini ingat lah bahwa aku nyonya mu dan kau adalah babu ku”ucap nya setengah kesal.
Syena yang ada di hadapan nya cukup terkejut melihat lilian yang sudah berani membalasnya dengan tatapan tajam menusuk hingga ke jantung sampai ke ulu hatinya,bahkan ia di hina sebagai babu membuat darah nya seketika mendidih hingga muka nya merah padam menahan amarah yang siap meledak sambil mengepalkan tangan nya.
“kau ini kenapa syena jangan mengurusi urusan nyonya urus dirimu sendiri”ucap jenifer ketus ia juga tidak suka dengan tatapan syena yang menatap tidak suka kepada majikannya,dia juga menyiksa nyonya nya waktu dulu jadi sekarang ia akan membela majikannya ketika nyonya nya ini di bully.
“kau jangan membela nya jenifer”ucap syena dengan mata melotot.
“terserah aku mau membela siapa memangnya apa urusan mu”ucapnya sinis dan memandang jengah kepada syena yang tidak berhenti mengusik majikan nya ini.
“kau!!”ucap syena dengan menunjuk menggunakan jari telunjuk nya dan menatap tajam kepada jenifer.
“APA”Jenifer membalas menatapnya tak kalah tajam juga kepada syena tanpa rasa takut sedikit pun di dalam dirinya.
“Haish kenapa jadi bertengkar begini sudah-sudah per antar kan aku sekarang juga aku mau cepat istirahat” ucapnya lelah dan jengah melihat kedua maid nya bertengkar demi membela dirinya dari syena.
Jenifer menghela nafas panjang dan pasrah lalu menghembuskan nya secara kasar “baiklah nyonya mari saya antarkan”ucap jenifer menuju ke lift dan memencet tombol angka 3 menuju ke lantai 3 atas tempat di mana kamar lilian berada.
“lihat saja nanti aku akan membalasnya lebih”ucap syena dalam hati sambil mengepalkan tangannya kencang menahan gejolak rasa benci yang mendalam di dalam dirinya dan juga hatinya.
Guys jangan lupa dukungannya untuk author ya dan nikmati konfliknya hahahahaha.
...BERSAMBUNG...
...Selamat membaca...