NovelToon NovelToon
Janji CINTA

Janji CINTA

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Menikah Karena Anak / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: syitahfadilah

Memiliki anak tanpa suami membuat nama Cinta tercoret dari hak waris. Saudara tirinya lah yang menggantikan dirinya mengelola perusahaan sang papa. Namun, cinta tidak peduli. Ia beralih menjadi seorang barista demi memenuhi kebutuhan Laura, putri kecilnya.

"Menikahlah denganku. Aku pastikan tidak akan ada lagi yang berani menyebut Laura anak haram." ~ Stev.

Yang tidak diketahui Cinta. Stev adalah seorang Direktur Utama di sebuah perusahaan besar yang menyamar menjadi barista demi mendekatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA

"Ma, udah dong, jangan nangis. Nanti kalau Vano pulang dan lihat Mama nangis seperti ini, dia juga akan ikut sedih dan akan semakin merasa bersalah pada kita," ujar papa Azka sembari mengusap punggung istrinya menenangkan.

"Mama cuma gak nyangka aja, Ma. Ternyata kita bukan cuma mau menjemput calon menantu kita, tapi sekaligus cucu kita juga." Mama kinan sesenggukan.

Sejak diberitahukan suaminya beberapa jam lalu tentang siapa Cinta sebenarnya. Air matanya tak hentinya mengalir. Sepintas saja kejadian kelam yang pernah dialaminya terlintas. Saat itu ia sempat berniat untuk menggugurkan kandungannya, tapi beruntung ada papa Azka yang memberinya kekuatan dan mau bertanggung jawab atas anak yang bukan darah dagingnya.

Tapi Cinta, wanita itu melalui semuanya sendirian. Bahkan ia tak mampu membayangkan bagaimana beratnya perjuangan Cinta mempertahankan Laura, tanpa suami dan juga tanpa dukungan dari keluarga.

"Pa, kira-kira apa masih ada yang kurang?" tanyanya sembari menatap deretan seserahan yang telah mereka persiapkan. Diantaranya yang paling mencolok, ada satu set perhiasan yang ia pesan secara khusus dengan harga fantastis.

"Papa rasa ini sudah cukup, Ma. Kalaupun masih ada yang kurang, kita akan berikan nanti setelah Cinta dan Laura kita bawa keluar dari rumah itu. Kita bayar semua perjuangannya mempertahankan Laura, cucu kita. Dan kita berikan apa yang telah dirampas darinya karena adanya Laura."

Mama Kinan mengangguk. Ia pun turut geram setelah mendengar bagaimana Cinta diperlakukan di rumah itu.

Melihat Vano datang, mama Kinan dengan cepat mengusap sisa air matanya dan tersenyum pada putranya itu.

Vano tersenyum menatap deretan seserahan lamaran. Namun, senyumnya itu sirna berganti cemas kala melihat mata sembab sang mama. Ia pun merendahkan tubuhnya bersimpuh di hadapan mamanya.

"Mama nangis?"

Mama Kinan mengusap pucuk kepala putranya. "Mama cuma terharu aja, ternyata Mama sudah punya cucu dari kamu. Papa sudah ceritakan semuanya."

Vano menundukkan pandangan, dan perlahan merebahkan kepalanya di pangkuan sang mama. "Aku minta maaf kalau sudah buat Mama kecewa."

"Mama akan lebih kecewa lagi kalau kamu menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab." Air mata Kinan kembali jatuh. Ia merasa bersyukur karena putra keduanya ini mau bertanggung jawab, bahkan dengan susah payah mencari wanita itu disaat kehilangan jejaknya. Tidak seperti ayah kandung Rian dulu, yang menolak bertanggung jawab dan lebih memilih menikahi wanita lain.

"Tapi, Ma. Anakku akan bernasib sama seperti Kak Rian. Aku tak sanggup membayangkan, jika suatu hari nanti dia juga menjauh dari kita karena merasa tidak berhak atas apa yang aku punya." Vano pun turut menangis. Sejak mengetahui hasil DNA, beberapa malam ini ia sulit tidur memikirkan hal tersebut. Terlebih anaknya adalah perempuan, dia sama sekali tidak bisa menjadi wali di pernikahan putrinya nanti karena terlahir diluar pernikahan.

"Van," Papa Azka mengusap punggung putranya. "Sekarang tidak perlu berpikir terlalu jauh. Yang harus kamu pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya menebus waktu yang telah dilalui Cinta membesarkan Laura tanpa kamu."

Vano mengusap air matanya. Menatap kedua orangtuanya dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih atas dukungan Papa dan Mama."

Keesokan harinya...

Papa Azka meminta seluruh keluarga besarnya berkumpul. Awalnya mereka semua pun cukup terkejut saat diberitahukan tentang lamaran tersebut dan siapa calon mempelai wanitanya. Namun, akhirnya mereka juga kompak untuk mendukung rencana yang telah dibuat oleh Vano.

"Selamat ya, Van. Sebentar lagi kamu akan melepas masa lajang setelah lebih dulu melepas perjaka. Lah aku boro-boro, malah yang ada aku jadi jomblo lagi." Sean mendesah pelan, saat ini ia berada di kamar Vano, rebahan di ranjang sembari memejamkan mata.

Vano yang duduk di sofa, langsung melempar bantal sofa ke arah Sean dan mengenai kepalanya. "Sembarangan kalau ngomong. Waktu itu aku gak sadar ya, aku dijebak."

"Ya sama aja, Van. Sekarang Kamu sudah punya anak dan itu bukti kalau kamu sudah gak perjaka."

Vano berdecak pelan sambil geleng-geleng kepala. "Oh ya, kamu beneran udah putus sama si Ririn?" tanyanya penasaran. Ia jad teringat Maura yang sangat merasa bersalah karena sudah membuat Sean dan pacarnya bertengkar.

"Iya, dia gak percaya kalau diantara aku sama Maura itu gak ada apa-apa. Dia mutusin aku, Van. Dan ... Aku sedih banget."

"Lebay!" Kali ini bukan lagi bantal sofa yang dilemparkan Vano, melainkan sepatunya yang tepat mengenai area pribadi Sean.

Sean seketika menjerit sambil memegangi aset berharganya. Sementara Vano langsung berlari keluar dari kamar, melihat yang lainnya berkumpul diruang keluarga ia pun ikut bergabung.

"Van, itu Sean kenapa?" tanya Tante Liana. Ia cukup terkejut mendengar jeritan putranya.

"Kebelet kawin, Tante," ujar Vano sambil terkekeh. Namun, seketika terdiam saat tatapannya tertuju pada om Erick yang menatapnya garang. Om nya satu itu memang terkenal sedikit galak diantara om nya yang lain. "Em, Sean galau di putusin pacarnya," ralatnya kemudian.

Sementara itu...

Dikediaman papa Haris persiapan juga telah dilakukan dengan sempurna untuk menyambut kedatangan calon besannya. Ia juga sudah menghubungi seluruh keluarga besarnya untuk menghadiri acara lamaran nanti.

Indri dan mama Ratih pun tampak begitu antusias mempersiapkan pakaian yang akan mereka kenakan. Yang tentunya mereka akan tampil elegan.

Sedangkan Cinta masih merenung dalam kebimbangan. Ia benar-benar tak tega membayangkan bagaimana kesedihan keluarga Stev saat penyambutannya nanti berbeda dengan keluarga calon suami Indri. Beberapa hari ini sang papa hanya sibuk dan antusias mempersiapkan acara lamaran saudari tirinya itu.

Dering ponsel membuyarkan lamunannya. Cinta sege meraih benda pipih itu di atas nakas.

"Stev," gumamnya. Ia pun segera menjawab panggilan yang berupa video call tersebut.

Vano langsung tersenyum begitu wajah Cinta menghiasi layar ponselnya. "Kamu di rumah, kan?" tanyanya. Sejak kemarin ia sudah memperingatkan agar calon istrinya meminta izin tidak masuk kerja. Sebenarnya tanpa izin pun tidak masalah karena cafe itu adalah milik kerabatnya.

"Iya, lagi di rumah." Cinta mengalihkan ke kamera belakang, menyoroti seisi kamarnya untuk meyakinkan pria itu.

"Laura mana?" tanya Vano.

"Lagi tidur siang," jawab Cinta sambil mengalihkan kembali ke kamera depan.

"Oh." Vano terdiam sejenak. "Cinta," panggilnya kemudian.

"Iya?"

"Kamu tahu, gak? Setiap kali aku menyebut namamu, itu sudah sama seperti aku mengungkapkan bahwa aku mencintai kamu."

Cinta tersenyum haru. Hatinya terasa menghangat. "Semoga itu bukan cuma gombalan kamu aja, ya!"

Vano terkekeh. "Oh ya, besok acara lamarannya. Maukah kamu mengenakan gamis putih lengkap dengan hijabnya?"

"Boleh tahu alasannya?" tanya Cinta.

"Ya gak ada alasannya. Pengen aja lihat kamu pakai hijab, pasti tambah cantik."

Cinta tersenyum kemudian mengangguk. Ia memang belum terpikirkan akan mengenakan gaun apa besok. "Iya deh, demi calon papanya Laura."

1
Mutia
walaupun dah telat mulai bacanya t aku salut sama Author yg sangat pintar mengemas alur ceritanya...👍👍
Nurlinda: 😍😍😍😍😍🙏🙏🙏
total 1 replies
Miss asthura
dah lah makin" deh tuh nyeselnya
Miss asthura
pak haris, lihatlah anak kesayangan mu,, apa gk tambah nyesel tuh si haris
Mutia
Laura gak diberi ASI, jgn2 Laura bkn anak kandung Cinta
Miss asthura
kyaknya si haris selingkuh ini dri mamanya cinta
Miss asthura
yaaah sudah tak aneh laki" yg katanya sngat mencintai istrinya, tpi pas istrinya meninggal gk lama nikah lgi,, dngan alasan biar ad yg merawat
Miss asthura
tumben otaknya jalan pak?? biasanya mandek,,
Miss asthura
oooh gtu,,,,
Miss asthura
andai bukan vano yg jadi ayahnya Laura, apa dia akan se khawatir ini,,
Miss asthura
gak ada gunanya nyesel juga, nikmati za penyesalanmu smpai koit klo perlu,,
Miss asthura
pret lah pak,, kok ada ya bapak yg oon, punya duit banyak tpi gk mampu menyelidiki apa yg terjadi sama putrinya,,
Miss asthura
beliin lingerie att van,, masa piama karakter
Miss asthura
malu gk tuh pak haris??
Miss asthura
bner tu van, harusnya nurut sama vani,,
Miss asthura
yeeeey,,, sumpah aku baca sambil guling" Aaaaa mampus tuh si indri
Miss asthura
mimpi mu ketinggian
Miss asthura
kamu bakalan menyesal haris
Miss asthura
ayo van balaskan sakit hati cinta sma orang" yg ud menyakitinya
Miss asthura
pak apakah bapak korban maki" ku d novel??
Eva Nietha✌🏻
Merapat thor
Nurlinda: 😍🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!