NovelToon NovelToon
TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_va

Nara menjalin hubungan asmara dengan Dewa sejak duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian Nara dilamar sang kekasih. Tetapi, di hari pernikahan, Nara menikah dengan orang lain yaitu Rama.

Rama adalah tunangan sepupunya yang bernama Gita.

Hidup memang sebercanda itu. Dewa dan Gita diam-diam menjalin hubungan di belakang Nara. Hubungan itu hingga membuahkan kehidupan di rahim Gita.

Demi ayahnya, Nara menerima Rama. Menjadi istri dari lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap.



Simak cerita selengkapnya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_va, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Nara tidur miring menghadap dinding. Tidak ada obrolan seperti biasanya, walaupun tadi sempat makan malam di meja makan yang sama. Rama diam seribu bahasa.

Selesai makan malam, Rama memilih mengotak-atik motor di teras. Lanjut nonton pertandingan sepakbola di televisi, di ruang depan.

Sedangkan Nara, yang merasa diabaikan tidak berani bicara duluan. Melihat wajah Rama yang angker, membuat Nara mengkeret duluan. Apalagi tidak ada kedekatan seperti layaknya suami istri. Nara tidak tahu harus bagaimana. Setiap kali hendak membuka bibir, bibirnya terkatup lagi.

Nara tidak meneruskan menonton film. Menaruh ponsel di meja. Kemudian balik berbaring lagi. Karena besok libur, Nara ingin bertemu Ajeng dan Intan.

Terdengar suara pintu dikunci, terlihat ruang sebelah gelap. Nara segera memejamkan mata, pura-pura sudah lelap saat Rama melewati tempat tidur.

Nara mendengar gemericik air dari kamar mandi. Tidak lama kemudian ruangan kamar menjadi temaram karena Rama mematikan lampu utama. Hanya lampu kecil di meja yang menyala. Kasur terasa bergerak, pertanda Rama tidur di sebelahnya.

Ngomong-ngomong soal kasur, Rama pernah mengatakan akan membeli satu lagi supaya bisa tidur terpisah, tapi sampai hari itu Rama belum membelinya. Mungkin lupa. Nara pun tidak mempermasalahkannya.

Nara merasakan ada pergerakan lagi, juga mendengar embusan napas Rama. Kemudian merasakan dasternya menutupi paha, terakhir Rama menyelimuti tubuhnya.

'Apakah tadi dasterku tersingkap? Nara bertanya dalam hati. "Mampus, dikira aku menggoda... arghhh.....

Lima belas kemudian, Nara yang belum bisa tidur, membalikkan badan. Melihat Rama nyenyak dalam mimpi.

Nara memperhatikan tiap pahatan wajah Rama. Alis tebal, hidung agak besar dan mancung, bibir tipis, rahang tegas, dan kulit bersih.

Kulit bersih karena Rama rajin membersihkan wajahnya seperti menggunakan sabun cuci muka. Tetapi kalau dilihat-lihat, kulit Rama sangat sehat.

Rama bergerak miring menghadap Nara. Kedua mata Nara sempat terpejam khawatir ketahuan. Lalu perlahan-lahan terbuka lagi.

Wajah suaminya sekarang berhadapan dengan wajahnya. Jarak hanya sejengkal tangan orang dewasa.

Apakah bisa jatuh cinta lagi? Apakah rumah tangganya bisa bertahan? Nara tidur telentang, kepalanya penuh pertanyaan. Lalu memunggungi Rama. Mencoba menyelami lautan mimpi. Sampai benar-benar tenggelam.

Nara dibangunkan suara panci jatuh. Matanya mengerjap-ngerjap, kepalanya agak terangkat dan kedua mata menyipit. Melihat Rama yang bertelanjang dada mengambil panci di dekat kulkas.

"Maaf, aku membangunkan mu." Rama menunjukkan panci bergagang satu.

"Panci jatuh...."

Nara tersenyum. Kepalanya rebah lagi. Rasanya ingin tidur kembali, paling enak rebahan di pagi hari. Yang sering dilakukan waktu belum menikah.

Walaupun masih mengantuk, Nara turun dari pembaringan. Melipat selimut serta merapikan bantal dan seprai.

Di dapur kecil, Rama sedang mencuci perkakas memasak. Bertelanjang dada. Hanya memakai celana training. Oh, sungguh punggung yang pelukable.

Nara duduk di kursi meja makan, minum segelas air putih sampai habis. Dia memandangi hidangan yang tersaji. Tumis kangkung, ikan goreng balado, tahu goreng, dan buah pepaya.

"Maafkan aku...."

"Tadi sudah minta maaf." sela Nara.

Rama mengelap kedua telapak tangannya. Masih berdiri di depan wastafel dengan bentuk tubuh yang membuat pipi Nara memerah.

"Semalam aku marah-marah karena pertanyaanmu. Maaf."

Nara mengangguk. "Aku maafkan." katanya tersenyum. Mengalihkan pandangan dari perut suaminya.

"Aku senang mendengarnya. Hari ini aku jadi sopir pengganti. Jadi sopir seorang pengusaha seharian." ucap Rama.

"Hati-hati, Mas."

"Aku belum berangkat, Nara. Ini belum mandi."

Nara menuang air putih lagi. Pagi hari terasa panas.

"Aku di WA nenekmu. Katanya kita disuruh datang ke acara syukuran." ungkap Rama.

Padahal waktu dirinya menikah, sang nenek hanya datang sebentar. Sepertinya juga tidak bertemu Rama.

"Katanya beliau ingin mengenalku." Rama mengambil handuk di jemuran.

"Mau datang nggak?"

"Datang deh, Mas."

"Tapi wajahmu bete, Nara."

"Nanti kalau nggak datang dikira cucu nggak punya akhlak. Datang bentar aja deh." tukas Nara.

"Nenekmu suka apa? Aku belikan kadonya."

"Aku nggak tahu. Apa ya?" Nara berpikir keras.

"Aku bingung sendiri...."

"Nanti kita bicarakan lagi." Rama masuk ke dalam kamar mandi.

Nara beranjak dari kursi, melangkah ke pintu belakang. Selain masak, suaminya juga sudah mencuci dan menjemur pakaian.

Sejak menikah, suaminya memang sering bangun pagi, memasak, dan cuci pakaian. Rama lelaki yang sepertinya sudah terbiasa memasak.

****************

Rama dan Nara memutuskan membelikan sandal. Sebenarnya Rama yang beli sepulang kerja. Nara yang membungkusnya, menggunakan kertas kado warna hijau tua dan berpita putih.

"Lelah ya?" tanya Rama.

"Agak lelah." jawab Nara yang satu jam lalu baru pulang kerja. Biasanya dia akan istirahat, tapi sore itu harus ke rumah neneknya.

"Kalau ngantuk nanti pegangan aja." Rama mendorong motor ke halaman.

Nara yang sedang mengunci pintu tertawa padahal tidak ada yang lucu.

"Atau ambil kain, nanti aku ikat biar nggak jatuh." imbuh Rama.

"Aku bukan balita, Mas." sahut Nara naik di jok belakang Rama

"Kamu memang bukan balita. Tapi kamu sekarang adalah tanggung jawabku, Nara." Rama berkata serius.

"Iya, Mas."

Motor matic itu melaju cepat menuju kediaman Lasmi. Risna memutuskan tidak datang, khawatir ngamuk-ngamuk jika satu ruangan dengan Gita.

Rumah Lasmi, merupakan rumah lama bergaya pertengahan abad. Ada lima mobil dan empat motor terparkir di halaman yang cukup luas.

"Mbak Nara." panggil Yuda yang duduk-duduk di teras sendirian.

"Kok di luar, Yud? Bapak mana?" tanya Nara sambil turun dari motor. Lalu melepas helm.

"Di dalam. Aku lagi cari udara segar." jawab Yuda, lantas berkata pelan, "di dalam ada Dewa dan Gita."

"Nggak masalah." Nara mengibaskan rambutnya. Membuat Yuda tertawa terbahak-bahak.

Nara ingin menunjukkan bahwa dirinya bahagia. Walaupun harus berpura-pura. Tidak mau terlihat lemah. Seharusnya Gita yang merasa malu.

Rama terkejut saat Nara memegang lengan kanannya. Mereka berdua memasuki rumah.

Rahmat adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Di antara saudara-saudaranya, hanya Rahmat yang tidak punya mobil dan hidup sederhana.

"Wah, pengantin baru. Eh, udah nggak baru-baru amat ya," celetuk Gita.

Nara mengabaikan sepupunya itu. Menarik lengan Rama menghampiri Lasmi yang duduk di kursi. Nara memberikan kado dan mengucapkan pengharapan.

"Makasih, Nara. Makasih, Rama," ucap Lasmi.

"Makasih sudah mau datang. Nenek pikir kalian nggak mau datang."

"Kebetulan Nara masuk pagi, jadi kami bisa datang," ujar Rama. "Iya, kan, Nara?"

"Eh, iya ...." Nara tersenyum kaku. Senyum yang dipaksakan.

"Buka kadonya, Nek. Harus adil, kado dari kami aja dibuka kok." suruh Gita.

"Kado dari Gita, gelang emas. Dari Riri dan Gusti, uang tunai lima juta. Kado dari Mira, parfum merek." Yuni tersenyum sinis.

Lasmi membuka kado dari Nara dan Rama. Sepasang sandal cokelat muda yang manis.

"Aku harap nenek menyukainya," ucap Rama.

Salah satu sepupu Nara yang bernama Riri mengambil sandal itu.

"Widih merek Birkenstock. Dua jutaan ini."

"Palsu itu." Gita mencibir.

"Enggak palsu ini," ucap Riri.

"Iya kah?" Yuni ikut-ikutan julid.

"Jangan-jangan pake sopi pay. Alias nyicil."

"Nyicil juga uangnya Rama sendiri kok," timpal Rahmat yang duduk di ujung sofa.

"Kamu jangan repot-repot mikir."

"Itu harganya nggak sampai dua juta. Tujuh ratus ribuan," tutur Rama melirik Dewa yang yang ternyata tengah menatap Nara.

Nara merasa tidak nyaman karena Rama diremehkan. Sekaligus penasaran selera Rama yang tinggi.

Kurang lebih hanya dua puluh menitan Nara dan Rama di rumah Lasmi. Mereka sempat menikmati makanan dan minuman. Tetapi tidak berbaur dengan keluarga lain.

"Hati-hati, Rama. Bawa jas hujan, kan?" tanya Rahmat.

"Bawa, Pak." Rama menyahut.

"Makanya beli mobil, biar nggak kehujanan," ledek Yuni.

"Yun!" Mansyur berteriak marah.

"Mas, maaf ya. Keluargaku memang gitu, yang kaya yang dianggap," kata Nara pelan saat mereka di dekat motor.

"Biasa aja, kok. Kamu nggak perlu khawatir. Mau pulang atau mampir beli sesuatu?" tanya Rama sambil memakaikan helm di kepala Nara.

Nara agak mendongak saat Rama membantu memasang tali helm. Kedua mata Nara membulat saat bibirnya dikecup Rama. Walaupun hanya nempel sedetik, meninggalkan rasa hangat. Hatinya kebat kebit tak keruan.

"Mau langsung pulang? Atau mampir ke suatu tempat?" ulang Rama.

"Oh, pulang aja...." jawab Nara cepat.

"Kalau pegangan tuh gini." Rama menarik kedua pergelangan tangan Nara melingkari pinggang sampai perut depan.

Tadi dicium, sekarang disuruh peluk. Jangan-jangan sampai di rumah Rama minta lebih.

1
Elsa Fitria
pengen nabung bab .. 🤭 tapi gak kuat tiap waktu periksa notif dari novel ini bikin penasaran gregett 😄
Poni Jem
si Gita makin tidak tahu diri
𝐈𝐬𝐭𝐲
kayaknya Nara hamil nih...
𝐈𝐬𝐭𝐲
definisi orang yg tak pernah mau bersyukur ya begini, selalu iri dengan hidup orang lain...
Tri Wahyuni: sekarang baru di nyesal 😭🤣
total 1 replies
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
sepanjang jalan kenangan kak😂
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜: Nah itu masalah nya😭😭😭😭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
꧁ռǟռǟ꧂
panggilan pak rete Kayak nama korea "suho eh suha" 😄😄😄
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Pingsan dong Bu😂😂😂

Org yg berpacaran kalau sudah menikah n tinggal brng akan ketahuan sifat nya
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Hmmmmm kecelakaan Radit di sengaja,

Nindy juga bukan anak radit kah 🤨🤨

Siapa dibelakang Bianca, yg pasti org penting yg bisa melindungi nya 👀
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Iri bilang bos 😂

Selalu menilai diri perfect, pdhal etikamu 0 NOL, , , , pamer sana sini ciihh, , , ,

Org macam spt mu harus di panasi sama kemesraan Nara & Rama
Tri Wahyuni: si gita minta di tampol 😭🤭
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
mulai kebongkar nih siapa Bianca...
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Yg banyak atuh kak,
nanggung kelanjutan nya 😬😬
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
𝐈𝐬𝐭𝐲
Bu Risna Shok ternyata memiliki menantu orang kaya😂😂
Tri Wahyuni: shik shak shock 🤭🤣
total 1 replies
꧁ռǟռǟ꧂
suka sama ceritanya tentang kehidupan sehari hari,, baca sambil bayangin, Kalo gk masuk di bayangan brati ceritanya kurang masuk di Hati......
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor...
𝐈𝐬𝐭𝐲
syirik bgt sih nih orang.. 😂😂
Tri Wahyuni: minta di tampol kayanya 😭🤣🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Nara maklumi saja suami mu ya dia kan polos...😂😂
Tri Wahyuni: pura² polos 🤣🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor..
Tri Wahyuni: baik. di tunggu updatenya kak 😍
total 1 replies
Poni Jem
sampai saat ini belum ada typo. masih baik untuk dibaca. semangat trs 👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!