NovelToon NovelToon
HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Mafia / BTS
Popularitas:467
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

"Di balik presisi pisau bedah, ada rahasia yang tidak boleh terucap."
Sheril tidak pernah menyangka bahwa kariernya sebagai ahli forensik akan membawanya ke dalam lingkaran berbahaya antara cinta dan kebenaran. ia mempercayai sekaligus mencurigai kekasihnya Jungkook.
Beberapa rahasia memang lebih baik tetap membisu. Tapi, apakah detak jantung bisa berbohong di bawah tajamnya skalpel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Obsesi Suga

Suga tidak pernah percaya pada kebetulan. Baginya, dunia ini hanyalah rangkaian algoritma yang bisa dipecahkan jika kau memiliki cukup data. Namun, saat ia menatap melalui teropong jarak jauh dari dalam mobilnya yang terparkir di seberang restoran Le Lapin, data yang ia dapatkan mulai tidak masuk akal.

Ia melihat Jungkook keluar dari pintu belakang, membantu Sheril mengenakan jaketnya dengan gerakan yang begitu lembut, hampir seperti sedang menyentuh kelopak bunga yang rapuh.

Jungkook membisikkan sesuatu di telinga Sheril yang membuat wanita itu tertawa kecil—tawa yang seharusnya indah, namun terdengar seperti lonceng kematian di telinga Suga.

"Kau terlalu dalam, Sheril," gumam Suga, suaranya parau karena kurang tidur.

"Kau jatuh cinta pada monster yang kau sendiri sedang coba identifikasi."

Suga menyalakan mesin mobilnya tanpa lampu depan saat mobil Jungkook mulai bergerak membelah malam. Ia tidak lagi hanya duduk di depan monitor. Ia merasa harus ada di sana, di dunia nyata, untuk menarik Sheril keluar sebelum lubang hitam itu menelannya bulat-bulat.

Jungkook tidak langsung pulang ke apartemen. Ia membawa Sheril ke sebuah bukit kecil di pinggiran kota yang menghadap ke gemerlap lampu Seoul. Tempat itu sepi, hanya ada suara angin yang menggesek dedaunan dan aroma hujan yang baru saja reda.

"Kenapa kita ke sini, Kook?" tanya Sheril saat mereka keluar dari mobil.

Jungkook tidak menjawab. Ia justru menarik Sheril ke dalam pelukannya dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Sheril. Tangannya yang hangat menyusup ke dalam saku jaket Sheril, mencari jemarinya dan menggenggamnya erat.

"Dulu, saat aku masih bukan siapa-siapa, aku sering ke sini," bisik Jungkook. Napasnya yang hangat terasa di leher Sheril, menciptakan sensasi menggelitik yang menjalar ke seluruh tubuh.

"Aku berjanji pada diriku sendiri, jika suatu hari aku menemukan seseorang yang berharga, aku akan membawanya ke sini dan menunjukkan bahwa meski dunia di bawah sana sangat bising dan kotor, di atas sini... hanya ada kita."

Sheril memejamkan mata, menikmati momen itu. Ia ingin percaya pada kata-kata manis ini. Ia ingin melupakan kain berdarah dan bisikan Jimin.

Jungkook membalikkan tubuh Sheril agar menghadapnya. Di bawah cahaya rembulan yang temaram, mata Jungkook berkilat dengan emosi yang begitu dalam—sebuah campuran antara cinta yang memuja dan rasa takut yang tersembunyi. Ia mulai mencium Sheril, bukan ciuman yang terburu-buru, melainkan ciuman yang panjang, dalam, dan penuh rasa lapar akan pengakuan.

Tangannya bergerak turun, memeluk pinggang Sheril dan menariknya lebih dekat hingga tidak ada ruang tersisa di antara mereka. Di atas bukit yang sunyi itu, di dalam mobil yang terparkir, suasana berubah menjadi panas dan intim. Jungkook mencium leher Sheril, meninggalkan jejak kemerahan di sana.

"Katakan padaku kau tidak akan pernah pergi," bisik Jungkook di tengah napasnya yang memburu.

"Katakan kau tetap milikku, apa pun yang orang lain katakan tentangku."

"Aku milikmu, Kook," jawab Sheril, suaranya bergetar karena emosi yang meluap. Di saat itu, logika Sheril benar-benar lumpuh oleh sentuhan Jungkook yang mendominasi namun penuh kasih.

Dari jarak seratus meter, di balik pepohonan yang gelap, Suga menyaksikan segalanya. Ia tidak melihat detailnya, namun ia melihat bayangan dua orang yang saling berpelukan erat di dalam mobil. Dadanya terasa sesak—bukan hanya karena cemburu, tapi karena rasa frustrasi.

Suga tahu apa yang ada di bagasi mobil Jungkook. Ia tahu apa yang dilakukan tangan itu beberapa jam yang lalu di pelabuhan. Dan melihat Sheril menyerahkan dirinya sepenuhnya pada pria itu membuat Suga merasa gagal sebagai pelindung.

Drrtt... Drrtt...

Ponsel Suga bergetar. Sebuah pesan masuk dari RM.

"Suga, kau di mana? Aku butuh koordinat pelabuhan itu lagi. Kami menemukan sidik jari baru di dekat Gudang 13."

Suga menatap layar ponselnya, lalu menatap kembali ke arah mobil Jungkook. Ia bisa saja mengirimkan koordinat itu sekarang, memberikan bukti yang akan menyeret Jungkook ke penjara malam ini juga. Tapi ia melihat Sheril yang tampak begitu damai dalam pelukan pria itu.

Jika ia menghancurkan Jungkook sekarang, ia juga akan menghancurkan Sheril.

Suga menghela napas panjang, lalu mengetik balasan:

"Server sedang melakukan enkripsi ulang. Tunggu satu jam lagi."

Suga mematikan ponselnya. Ia memutuskan untuk turun dari mobil. Ia berjalan mendekat dalam kegelapan, langkahnya nyaris tanpa suara. Ia berhenti tepat di samping pohon besar yang hanya berjarak beberapa meter dari mobil Jungkook.

Melalui kaca jendela yang sedikit terbuka karena embun, Suga mendengar suara Jungkook yang lembut namun penuh ancaman bagi siapa saja yang mendengarnya dengan logika.

"Jangan pernah mendengarkan Suga, Sheril. Dia hanya iri pada kita. Dia tidak tahu apa yang harus aku korbankan demi menjagamu tetap cantik seperti ini," bisik Jungkook.

Sheril hanya membalas dengan gumaman manja, tidak menyadari bahwa di luar sana, Suga sedang mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya melukai telapak tangannya sendiri.

Obsesi, pikir Suga. Kita semua sedang terobsesi. Jungkook terobsesi untuk memiliki Sheril dengan cara membersihkan dunia lewat darah. Sheril terobsesi untuk percaya bahwa cintanya bisa mengubah seorang pembunuh. Dan Suga? Ia terobsesi untuk menjaga Sheril, meski itu artinya ia harus menjadi bayangan yang ikut menutupi dosa-dosa kekasih wanita itu.

Suga berbalik, kembali ke mobilnya dengan langkah berat. Malam ini, ia tidak menangkap Jungkook. Tapi ia bersumpah pada dirinya sendiri, jika satu saja tetes darah Sheril tumpah karena kegilaan Jungkook, ia sendiri yang akan memastikan Jungkook tidak akan pernah melihat matahari lagi.

🤍🤍🤍

1
Lilyyanaa
ternyata member bts lengkapp🤭
sabana: iyah, semoga suka🙏
total 1 replies
sabana
Ini Fanfic idol lagi ya, minjam nama-nama personil BTS ya, semoga suka
李慧艳
mampir...semangatk kak
李慧艳: tolong AP???
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!