NovelToon NovelToon
LENTERA SERAPHINE

LENTERA SERAPHINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Cintapertama
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: pupybear

Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.

Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 22.

Haeyla turun dari motor Arbian dan masuk ke Cafe Fourtune. Bumi terus memandangi Haeyla, namun Haeyla hanya melihat Bumi sekilas dan langsung berganti pakaian tanpa sedikitpun menyapa Bumi.

' Gak salah sih, ada yang aneh sama Haeyla, dia biasanya ramah sama siapa aja, tapi kali ini beda. ' Batin Bumi.

" Haeyla udah dateng. " Sapa Ardahana.

" Iya kak, pasti dateng dong, harus tepat waktu. " Sahut Haeyla.

Haeyla tahu bahwa ada Bumi di depan sana, namun dia tetap diam dan tidak memandang ke arah Bumi, bahkan sedari tadi Bumi tidak melepaskan sesikitpun pandangan nya dari Haeyla.

" Haeyla, kamu kenapa?." Bumi menghampiri Haeyla dan bertanya.

" Aku fine. " Menjawab seperlunya.

" No, kenapa?."

" Aku fine Bumi, kenapa memangnya?."

" Kamu, beda Haeyla. " Bumi mendekati Haeyla.

" Bumi, jangan begini, gak enak kalau dilihat sama yang lain. " Haeyla berusaha menjauh. Bumi hanya terus menatap Haeyla.

" Udah, dia lagi kerja. " Ardahan menarik Bumi menjauh dari Haeyla.

" Jangan gitu Bum, gila lo ya. " ucap Ardahana.

" Gak bisa gue kalau dia begitu. " sahut Bumi.

" Gak gitu caranya, lo buat dia takut nanti Bumi. " Perkataan Ardhana memang benar, jika Bumi menunjukkan sikap agresif dan posesif nya Haeyla akan merasa risih dan takut, apalagi Bumi bukan siapa siapa bagi Haeyla.

" Tenangin diri lo, jangan begitu. "

Ardhana menemui Haeyla lagi.

" Gapapa La, kamu lanjut kerja aja. "

" Oke kak. "

' Kenapa Bumi begitu?, rasanya ada yang aneh melihat respon Bumi seperti itu. ' Batin Haeyla sambil melihat Bumi sesekali.

Kediaman Cila pukul 17:00.

" Bagaimana Cila, kamu udah banyak belajar dari Rakha?. " Mami Cila tiba tiba saja sudah berada di rumah.

" Mamiii!, loh kok udah pulang?." Cila bingung.

" Sore tante, Cila udah belajar beberapa kok tante, minggu depan mungkin di sambung lagi. " Rakha berbohong, Cila hari ini belum belajar apapun tentang bisnis.

" Ohhh iya mi, aku belajar beberapa kok, asik banget malah. " sambil melirik Rakha. Melihat reaksi Cila, Rakha hanyak tersenyum kecil.

" Yaudah kalau gitu, saya pamit pulang dulu ya tante, Cila. "

" Oh ya ya, Cila kamu anter Rakha sampe depan ya. "

" Ya mam. " Cila mengantar Rakha sampai ke pintu depan rumah.

" Nice to see you today Cila. " Rakha pergi meninggalkan rumah Cila dengan Mobil milikknya.

' Aaaaaaa, apaan itu barusan?, bisa kejang sih gue, kenapa harus begitu coba?, kenapa kata kata dia itu selalu cocok sama ekspresi dia?!!!. ' Teriak Cila.

" Cila!!, kamu kenapa teriak teriak?." Jerit mami Cila dari dalam.

" Aduh mampus gue, gapapa kok mamm!!." Jerit Cila balik.

Cafe Fourtune pukul 19:00.

Divo datang untuk menemui Haeyla di tempat Haeyla bekerja, karena Haeyla terus menjauhi nya, Divo tidak punya pilihan lain.

" Haeyla, gue mau bicara. " Haeyla kaget melihat kedatangan Divo yang tiba tiba di depan nya.

" Gak bisa Divo, aku lagi kerja. " Tolak Haeyla.

" La, bentar doang, gue mohon sama lo."

" Tetap gak bisa Vo, mending kamu balik aja, aku lagi kerja. " Bumi benar benar muak kali ini, entah apa lagi kali ini, laki laki datang lagi untuk berbicara dengan Haeyla, belum cukup dengan Arbian tadi.

" Ayo La please. " Divo ingin menarik tangan Haeyla namun di tepis oleh Bumi dengan cepat.

"Jangan maksa!. " ucap Bumi.

" Lo?, gak usah ikut campur. " bentak Divo.

" Gue akan ikut campur. "

" Mau lo apa sih?, lo bukan siapa siapa Haeyla, jangan sok . " tegas Divo

" One day, i can. " Jawab Bumi, Haeyla yang mendengar itu langsung menatap Bumi heran.

" Udah udah, Divo, kamu jangan maksa, aku gak suka cara kamu begini. " Tegas Haeyla.

" Denger Telinga lo?, mending lo cabut dari sini. "

" Oke La, maaf karena gue maksa lo, tapi ini semua demi nyokap gue, dia pengen ketemu sama lo, tapi kalau menurut lo gue ganggu, sory La. " Divo langsung pergi meninggalkan Cafe Fourtune.

 Haeyla merasa bersalah kepada Divo, memang dia sudah berjanji pada Cila untuk tidak dekat ataupun bicara dengan Divo, namun Haeyla juga sudah katakan akan datang melihat mama Divo di saat mama nya sudah sadar.

" Kamu gak kenapa kenapa?. " Tanya Bumi.

" Aku oke kok, aku mau lanjut kerja dulu."

 Bumi juga terlihat meninggalkan Fourtune, sepertinya dia ada urusan mendadak yang membuatnya harus pergi meninggalkan Haeyla disana.

Telpon Haeyla berdering.

Cila.

" Haeylaaaa!, tebak gue abis ketemu siapa!. " Teriak Cila.

" Cila, telinga aku sakit dengar jeritan kamu, emang kamu abis ketemu siapa sih?."

" Lo inget sama cowo cool yang gue temui di toko kue kan, nahh, ternyata dia itu guru privat bisnis guee!. "

" Hah, yang bener kamu Cil?, kok bisa?."

" Gue gak tau Haeyla, gue syok!, tiba tiba banget. "

" Yaudah Cil, kan malah bagus buat kamu. "

" Iya sihh. "

" Yaudah Cil, nanti kita lanjut lagi ya, aku lagi kerja soalnya. "

" Oooo oke oke, sory ganggu La, byee. " Cilia mematikan telpon.

Hari ini Haeyla lembur jadi dia sepertinya tidak bisa datang untuk melihat mama Divo, awalnya Haeyla ingin datang untuk melihat, namun dia baru teringat kalau hari ini Haeyla akan lembur.

" Kak, hari ini lembur karena banyak tamu reservasi ya?. " Haeyla bertanya pada Ardhana.

" Iya La, nanti ada orang orang yang mau rapat soal perusahaan disini, makanya kita lembur, lumayan rame juga. " sahut Ardha.

" Gitu ya kak, oke deh kalau gitu. "

Sementara di kediaman Bumi.

" Den, aden mau pergi ya?, kok rapih banget?." tanya bi Muti asisten rumah tangga Bumi.

" Iya Bi, ada meeting biasalah. " sahut Bumi.

" Aden makan dulu, bibi udah siapin makanan di meja."

" Kayanya gak keburu deh bi, saya buru buru soalnya, yaudah saya pergi dulu ya bi, bibi makan aja duluan." Ternyata Bumi kembali karena ada urusan penting yaitu meeting dengan beberapa klien dari perusahaan papa nya. Karena biasa nya Bumi selalu menunggu Haeyla namun karena mendesak dia langsung pergi.

Laksaka Bumi Adiatmaja ini adalah anak dari Guntoro Adiatmaja dan Malaikha Cahaya Adiatmaja. Bumi adalah anak tunggal di keluarga nya, Bumi memiliki orang tua yang terbilang super sibuk dan sangat jarang ada di rumah, sama seperti Bumi.

" Hai Ar, gue mau pesen nih. " Serin datang ke cafe fourtune dengan tiba tiba.

" Serin, lo kesini lagi?, tumben banget lo?. " tanya Ardhana heran.

" Bumi gak kesini?."

" Tadi disini, terus tiba tiba pergi, kaya nya lagi buru buru. " Mata Serin langsung melihat Haeyla yang sedang melayani customer di depan sana.

" Dia orang nya bukan?. " Ucap Serin

" Maksud lo? "

" Haeyla yang lo maksud, dia orang nya?. " sambil menunjuk Haeyla.

" Oh, iya dia, kenapa?." tanya Ardhana.

" Nothing. " Serin tersenyum jahat dan terus melihat ke arah Haeyla.

Tidak tahu apa yang akan di lakukan Serin kepada Haeyla, tapi semoga saja itu bukan hal yang akan membahayakan Haeyla nantinya.

Pukul 21:00 .

Tampak banyak ibu ibu dan bapak bapak yang masuk ke cafe fourtune, dan kelihatan nya mereka orang orang kantoran. Tidak hanya ibu ibu dan bapak bapak saja, banyak anak muda juga disana.

" Haeyla, kamu bisa bantu layani dulu ga?, soalnya yang lain masih repot di dapur. " pinta Ardhana.

" Baik kak, aku bisa kok. " Haeyla segera pergi untuk melayani para tamu.

Sebelum Haeyla datang kesana, mata Haeyla teetuju pada satu wanita yaitu Serin, dan ternyata Serin ada di antara orang orang itu.

" Tantee, Bumi mana tante?, Serin udah lama gak ketemu Bumi. " ucap Serin manja kepada salah satu wanita yang ada disana.

" Serin, kamu makin cantik aja ya, Bumi ada kok di rumah. " jawab wanita itu.

Haeyla tentu saja mendengar ucapan mereka karena Haeyla juga ada disana.

" Selamat datang di fourtune cafe, silahkan ini daftar menu nya. " Haeyla memberikan daftar daftar menu sambil tersenyum.

Setelah semua orang memesan, Haeyla kembali ke meja kasir untuk melayani customer lainnya.

" La, anter ini ya La. "

" Oke. " Karena yang lain semua sibuk jadi Haeyla ikut membantu untuk melayani pelanggan. Namun baru saja Haeyla akan meletakkan pesanan ke meja, tiba tiba Haeyla tidak sengaja menjatuhkan makanan ke baju salah satu orang disana.

" Ya ampun, maaf pak, saya benar benar tidak sengaja. " ucap Haeyla.

" Gimana sih kamu, kerja gak becus, gak niat kerja kamu ya!. " ucap wanita lainnya.

" Saya benar benar gak sengaja, saya akan ganti pakaian bapak. "

" Ganti?, emang lo mampu?, lo gak akan mampu ganti pakaian bapak itu, itu pakaian mahal. " ucap Serin mempermalukan Haeyla. Mendengar ada keributan Ardhana segera menghampiri.

" Ada apa Haeyla?. "

" Kak, aku gak sengaja jatuhin makanan ke baju bapak ini."

" Halah, emang dasar pelayan gak becus, pecat aja dia Ardhana!." ucap Serin.

" Maaf ya ibu, bapak, mungkin pegawai saya memang tidak sengaja, saya akan ganti kerugian nya. "

" Tante lihat kan!, masa tante biarin ada pelayan gak becus kerja di cafe milik Bumi anak tante!, bisa bisa Bumi yang malu tan!. " Mendengar itu Haeyla sangat sangat terkejut, Bumi?, anak tante?, cafe milik Bumi?, apa maksud semua ini?.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!