Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.
Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.
Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.
Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
"Makanlah yang banyak, agar kesehatanmu segera pulih sayang." Keyvandi mengambilkan beberapa makanan untuk Despina, lelaki itu sekarang sedang berada di ruang makan bersama Despina.
Hari ini adalah weekend dimana Keyvandi memilih untuk libur dari kegiatan syutingnya, apalagi di hari Senin nanti semua kegiatannya akan kembali padat, untuk itu Keyvandi memilih untuk menghabiskan waktu weekend bersama dengan Despina.
"Kak, hari Senin nanti aku ingin masuk sekolah untuk ujian akhir."
Keyvandi menatap kearah gadisnya itu, ia tersenyum. "Iya sayang, sepertinya nanti biar aku saja yang mengantarkanmu, aku tidak ingin terjadi apapun denganmu sayang, sudah cukup."
Despina hanya membalas dengan anggukan kepalanya, kemudian ia kembali melanjutkan makannya.
Ting Tong
Suara bel di rumah milik Keyvandi itu berbunyi, Keyvandi dan Despina saling tatap, mereka bingung siapa yang bertamu dengan mereka di weekend seperti ini, tumben sekali.
Tidak lama kemudian muncul dua anak manusia yang satu ya adalag seorang ellaki yang seumuran dengan Keyvandi, tak lain adalah Erlando, dan satunya adalah seorang gadis dengan tubuh sedikit tinggi yang, ia adalah Aruna, kekasih dari Erlando.
"Halo, kami datang."
Keyvandi dan Despina mengalihkan perhatian pandangan ke keduanya.
"Ada angin apa kalian datang kemari?" Tanya Keyvandi, lelaki itu heran karena tumben sekali Erlando dan juga Aruna berkunjung, padahal biasanya kedua manusia dengan kebucinan tingkat tinggi itu leabih memilih untuk menghabiskan waktu jalan berdua.
Erlando duduk di hadapan Keyvandi sedangkan Aruna duduk di samping sang kekasih. Erlando menunjuk Aruna menggunakan dagunya.
Keyvandi menggelengkan kepalanya, memang sepasang kekasih itu sangat ajaib.
"Despina, apa kau sudah baik-baik saja?"
Despina yang merasa jika Aruna memanggil dan berbucara dengannya itu mengalihkan pandangannya kepada Aruna, gadis itu tersenyum tipis, "Sudah kak, aku sudah jauh lebih baik."
Aruna merasa senang, "Jangan melakukan hal bodoh lagi ya, kau tau, Vandi sangat menci taimu, bahkan ketika kau menghilang ia tidak bisa tenang, jika kau memiliki masalah ada kami, jadi jangan pernah mencoba mengakhiri hidupmu."
Despina menundukkan kepalanya, "Maafkan aku kak, "
Aruna tersenyum, ia berdiri dari duduknya, mengelus rambut Despina pelan, "Sudahlah, tak apa, sekarang kau memiliki kami, kami akan selalu ada untukmu, aku juga akan menganggapmu seperti adikku sendiri Despina, karena dari dulu aku berharap memiliki adik cewek, namun mamiku tidak bisa memiliki anak lagi."
Despina menatap Aruba dengan pandangan sulit penuh haru, "Apa aku boleh memeluk Kak Runa?"
"Tentu saja sayang, kau boleh memelukku." Aruna langsung menyambut pelukan dari Despina. Sedangkan kedua lelaki yang masih ada di sana itu tersenyum melihat pemandangan itu, mereka sangat senang.
"Kalian melupakan kami," celetuk Erlando tiba-tiba.
Puk
Keyvandi yang mendengar itu reflek memukul kepala Erlando pelan membuat lelaki itu meringis. "Hei, kenapa kau memukul kepalaku!? Vandi gila! Awas kau ya."
Keyvandi yang mendengar umpatan dari sang sahabat mengedikkan bahunya acuh, "Terserah, memang dasar perusak suasana."
"Heh, sudahlah, kalian ini kenapa ribut?"
"Vandi tuh By, rese banget jadi cowok."
Keyvandi hanya mendengus pelan, "Mulai drama."
"Sudahlah, akur sehari saja apa tidak bisa? Kalian selalu saja ribut, kita harus mencontohkan yang baik untuk Despina, masa kalian yang sudah tua i i tudakalu dengan Despina yang masih anak SMA."
Mendengar Omelan dari Aruna, sontak Keyvandi dan juga Erlando langsung terdiam, keduanya kemudian menatap kearah Aruna dan Juga Despina, atau lebih tepatnya tatapan Meraka ke arah Despina, "Maafkan kami."
Despina menutup mulutnya, gadis itu cekikikan karena melihat kedua lelaki tamoanyang ada di hadapannya itu ternyata sangat takut dengan Aruna.
"Kalian sudahkan makannya?" Tanya Aruna kepada Despina dan juga Keyvandi.
"Sudah kak," sedangkan Keyvandi hanya menganggukkan kepala saja.
Aruna tersenyum, "Baiklah, ayo kita ke halaman belakang rumahku saja Van, aku sudah meminta seseorang untuk mengantarkan banyak sekali makanan, hari ini kita akan menghabiskan waktu untuk saling bercerita satu sama lain, dan juga aku dan Erlando sudah menyusun rencana yang bagus untuk kalian berdua."
Keyvandi dan Despina saling berpandangan, "Sudahlah, ayo aku dan Despina akan duluan ke taman belakang," ujar Aruna, gadis itu langsung saja mellnarik pelan despuna ke taman belakang rumah Keyvandi.
Keyvandi menatap curiga kearah Aruna yang sudah berjalan lebih dahulu ke taman belakang.
"Apa yang di rencanakan kekasihmu itu Er?" Tanya Keyvandi.
Erlando menepuk pundak Keyvandi pelan, "Tenanglah, dia merencanakan hal yang baik demi kau dan juga Despina, emb, lebih baik sekarang kita menyusul gadis-gadis itu saja."
Keyvandi menuruti hal yang dikatakan oleh Erlando, meskipun sebenarnya lelaki itu cukup bingung. Sesampainya di taman belakang mereka duduk di gazebo, kebetulan rumah minimalis milik Keyvandi ini memiliki gazebo yang cukup untuk bersantai beberapa orang, dan suasana yang sejuk membuat siapa saja akan betah berada di sana.
"Permisi Tuan-Tuan dan Nona-Nona, kami membawakan pesanan Aruna. Seorang lelaki dengan baju putih, celana hitam dan jangan ga dasi kupu-kupu yang tersemat di lehernya itu tampak begitu menawan. Lelaki itu tidak sendiri, ada beberapa orang yang jiga mengikutinya di belakang.
"Oh kalian, pasang saja disitu!" Perintah Aruna pada sekumpulan orang-orang itu.
"Kau ingin mengajak kami makan lagi Tuna?" Tanya Keyvandi, ketika melihat para lelaki tadi mengeluarkan beberapa kompor kecil dan juga alat grill lainnya, juga beberapa box daging, sosis, dan juga sayuran.
Aruna tersenyum, "Yups, aku dan Erlando akan mengajak kau dan juga Despina untuk makan dan juga minum."
Keyvandi membelalakkan matanya, "Heh, minum?"
Aruna mengangguk, "Benar."
"Aruna, jangan macam-macam, Despina masih dibawah umur."
Aruna tertawa, "Apa sih? Minum ini saja kok pakai acara masih di bawah umur."
Aruna menunjukkan beberapa kaleng minuman bersoda yang udah ia pesan. Keyvandi bernapas lega, ia pikir Aruna akan mengajak mereka minum minuman beralkohol.
"Sudah siap Nona."
Aruna langsung mengajak Despina untuk duduk di depan grill pan kemudian makan bersama, mereka tidak mempedulikan para lelaki yang emnatap mereka penihminat pada makanan itu.
"Kalian kenapa diam saja!? Ayo, aku juga ingin mengatakan rencana ku pada Keyvandi dan juga Despina,"
Baik Keyvandi dan Erlando langsung saja duduk di samping kekasih mereka masing-masing. Keduanya juga ikut menikmati makanan yang dibuat oleh mereka.
"Ini sangat enak, aku benar-benar menyukainya."
Erlando memutar bola matanya malas, "Enaklah, kan gratis."
Aruna mencubit perut Erlando kesal, "By, apa kau tidak ikhlas? Perhitungan sekali!"
"Eh, tidak, bukan seperti itu Baby, aku hanya mengatakan jika ini aku yang membayarkan?"
Aruna cemberut, "Iya, tapikan kau sendiri yang mau membayarnya," ujar Aruna tanpa rasa bersalah.
"Huh, sudahlah, pasti aku akan kalah nanti."
Keyvandi dan Despina saling tatap, kemudian menggelengkan kepalanya saja, pasangan itu memang sangat bucin, tapi sering ribut hanya karena hal kecil.
"Oh ya, Van, Des, aku akan menyamar menjadi anak baru di Abdi Bangsa."
"APA!?"
.
.
.
TBC