NovelToon NovelToon
Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi Wanita / Cinta setelah menikah
Popularitas:470.5k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Putri Liliane Thalassa Serene, terlahir sebagai keajaiban yang dijaga Hutan Moonveil. Di hutan suci itulah Putri Lily tumbuh, mencintai kebebasan, menyatu dengan alam, dan dipercaya Moonveil sebagai Putri Hutan.
Ketika Kerajaan Agartha berada di ambang kehancuran atas serangan nyata datang dari Kingdom Conqueror, dipimpin oleh King Cristopher, sang Raja Penakluk. Lexus dan keluarganya dipanggil kembali ke istana.
Api peperangan melahap segalanya, Agartha runtuh. Saat Putri Lily akhirnya menginjakkan kaki di Agartha, yang tersisa hanyalah kehancuran. Di tengah puing-puing kerajaan itu, takdir mempertemukannya dengan King Cristopher, lelaki yang menghancurkan negerinya.
Sang Raja mengikatnya dalam hubungan yang tak pernah ia pilih. Bagaimana Putri Liliane akan bejuang untuk menerima takdir sebagai milik Raja Penakluk?
Disclaimer: Karya ini adalah season 2 dari karya Author yang berjudul ‘The Forgotten Princess of The Tyrant Emperor’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lawan dan Bertahan

Ruang pertemuan istana tertutup rapat. Pilar-pilar menjulang dingin, memantulkan cahaya obor yang bergoyang pelan. Peta-peta wilayah Agartha terbentang di atas meja panjang, ditahan oleh batu pemberat berbentuk singa, lambang kekuasaan yang kini terasa rapuh.

Lexus berdiri di ujung meja. Punggungnya tegak, sorot matanya tajam seperti baja yang diasah ulang setelah lama disarungkan.

“Apa yang sebenarnya terjadi, Yang Mulia?” tanyanya tenang.

Alexius menghela napas panjang, suaranya terdengar berat. “Kingdom Conqueror dari benua barat… mereka telah mendeklarasikan peperangan, Kakak.”

Alis Lexus mengernyit seolah baru saja mendengar informasi yang tidak masuk akal.

“Imperial Agartha tidak pernah bersinggungan dengan benua barat sepanjang sejarah.” katanya dingin. Ia mengingat setiap detail sejarah Agartha seperti mengingat napasnya sendiri.

Alexius menunduk.

“Jangan menunduk padaku, Alexius.” Lexus menanggalkan sapaan istana. Suara kerasnya memenuhi ruangan.

“Bersikaplah sebagai seorang Kaisar!”

Alexius terdiam sesaat, lalu menegakkan tubuhnya, meski jelas beban di bahunya belum berkurang.

“Maafkan aku, Kakak.” katanya pelan.

“Permaisuri Erivana dan putriku, Aster, melakukan perjalanan laut selama tujuh hari tujuh malam. Mereka tanpa sengaja melewati batas wilayah.”

Hening.

Wajah Lexus berubah, membeku oleh kekecewaan.

“Ini bukan ketidaksengajaan,” ucapnya datar. “Ini kecerobohan!”

Ia melangkah mendekat ke meja, telapak tangannya menekan peta wilayah barat.

“Seorang permaisuri, tidak memahami batasnya demi kesenangan pribadi.” lanjutnya menoleh tajam. “Ini kesalahan fatal, Adikku.”

Alexius mengepalkan tangannya. “Maafkan aku, Kakak.”

Lexus menatapnya lama. Tatapan itu bukan milik seorang kakak, melainkan mantan kaisar yang menilai penggantinya.

“Maaf,” katanya pelan namun menghantam, “tidak menyelesaikan apa pun.”

Ia berdiri tegak kembali.

“Kingdom Conqueror bukan negeri sembarangan. Mereka tersohor dengan teknologi perang yang melampaui zaman kita. Ini ancaman besar, Alexius.” ucap Lexus, setiap katanya menekan.

Alexius membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Tak satu pun kata mampu membantah kebenaran itu.

Lexus menarik napas, lalu menunduk hormat, sebuah gestur yang justru terasa lebih berat daripada teriakan. Tanpa berkata apa pun lagi, ia berbalik dan meninggalkan ruang pertemuan. Langkahnya bergema di lantai hingga akhirnya menghilang di balik pintu besar.

Alexius tetap berdiri di tempatnya. Ia menunduk perlahan, merenungi kesalahannya sendiri. Amarah Lexus bukan tanpa alasan. Kelalaiannya sebagai seorang suami dan ayah membuat Agartha berdiri di ambang kehancuran.

Anastasia berdiri di belakang Lexus, jemarinya memijat pundak suaminya dengan tekanan yang tenang dan terukur. Otot-otot di bahu pria itu masih menegang, bekas amarah yang belum sepenuhnya reda setelah keluar dari ruang pertemuan.

“Ini sangat berbahaya untuk Imperial Agartha,” ucap Lexus. Suaranya berat, seolah setiap kata membawa beban ribuan nyawa.

Pangeran Aurelian yang sejak tadi duduk di depan Lexus bersuara.

“Bagaimana dengan jalan perdamaian, Ayahanda?” tanyanya. Ia berbicara setelah mendengarkan dengan seksama, menimbang setiap celah kemungkinan.

Lexus menggeleng pelan.

“Perdamaian seharusnya terjadi sebelum perang diumumkan,” jawabnya. “Sekarang… sudah terlambat.”

Ia lalu menoleh tajam pada putra keduanya.

“Bagaimana pendapatmu, Pangeran Leo?”

Leo yang semula bersandar santai segera duduk tegap. Ia meletakkan cawan anggurnya di atas meja. Meski sikapnya kerap terlihat acuh, telinganya dianugerahi ketajaman yang jarang meleset.

“Tidak ada jalan lain, Ayahanda,” katanya mantap. “Hidup dan mati ditentukan di medan perang.”

“Itu benar,” sahut Lexus. “Tidak ada pilihan selain melawan dan bertahan.”

Leo meraih kembali cawan anggurnya, senyum tipis nyaris muncul di sudut bibirnya… bangga pada kesimpulannya sendiri.

“Leo,” tegur Anastasia singkat.

Leo menghembuskan napas, lalu meletakkan kembali cawannya dan menegakkan tubuh. Tatapannya kembali fokus.

Lexus memandangi kedua putranya, dua darah dagingnya yang kelak akan memikul dunia dengan caranya masing-masing.

“Apa yang kalian tunggu, Pangeran?” katanya. “Pergilah ke arena latihan. Persiapkan diri kalian.”

“Baik, Ayahanda.” jawab Aurelian sambil bangkit berdiri, langsung berbalik dengan langkah mantap.

“Leo…” panggil Anastasia.

Leo buru-buru berdiri, menyambar satu butir anggur terakhir sebelum menyusul kakaknya keluar ruangan.

“Anak itu…” gumam Anastasia pelan.

“Persis sepertimu,” balas Lexus tanpa menoleh.

“Lexus,” kata Anastasia sambil melotot tajam. “Bagaimana kau masih bisa bercanda ketika kerajaan ini di ujung tanduk?”

Lexus tersenyum tipis, amarahnya mereda hanya dengan melihat wajah istrinya.

“Aku hanya belajar darimu dan putra kedua kita, Istriku.” katanya pelan. “Lawan dan bertahan. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan.”

Anastasia menghentikan pijitannya. Ia melangkah ke depan dan duduk di sisi Lexus. Senyum dan sikap tegar itu luntur.

“Aku bersyukur putri kita tidak ikut ke istana,” ucapnya lirih. “Putriku yang manis… ia tidak cocok dengan intrik seperti ini.”

Lexus merangkul bahu Anastasia, menariknya ke dalam pelukan. Di dalam hatinya, ia mengakui kebenaran itu tanpa suara. Moonveil telah menyelamatkan putri mereka dari kegelapan istana, setidaknya untuk saat ini.

___

Ser Wilhelm meletakkan kendi berisi air minum di atas meja bambu di halaman rumah. Ia berdiri sejenak, memperhatikan sosok di hadapannya.

Putri Lily tengah berlatih. Gerakannya bersih dan tegas. Setiap tebasan pada gulungan rumput kering yang disusunnya rapi mengalir tanpa ragu. Gaun latihannya sederhana, namun cara ia berdiri dan mengatur napas menyimpan keanggunan yang tak dapat dipelajari di hutan semata.

Eri duduk di sisi kanannya, mata tajam sang singa mengawasi setiap gerakan tuannya, setia dan siaga.

Wilhelm menyipitkan mata, hatinya bergetar oleh satu kesadaran yang tak terelakkan.

Mirip sekali dengan ibundanya… Lady Anastasia.

Namun ada yang berbeda. Bukan sekadar keberanian atau keteguhan.

Keanggunan, pikirnya. Keanggunan seorang putri yang dibesarkan dengan etika istana, meski tumbuh di tengah kebebasan hutan.

Kebebasan dan etika, gumamnya dalam hati, akan membuatnya bersinar.

“Beristirahatlah dulu, Putri.” ujar Wilhelm akhirnya.

“Seratus kali lagi, Kakek.” sahut Lily tanpa menoleh. Tebasannya kembali mendarat.

Waktu berlalu lebih cepat dari yang disadari. Matahari bergerak perlahan, bayangan dedaunan mulai memanjang. Janji Lily untuk berhenti lebih awal tak pernah ditepati. Ia baru berhenti ketika hitungannya mencapai seribu.

Lily melangkah mendekat, mengambil cangkir yang telah disiapkan Wilhelm, lalu meminum airnya dengan sekali teguk.

“Segar,” katanya singkat, napasnya tak beraturan.

“Anda berlatih terlalu keras, Putri.” ujar Wilhelm lembut namun penuh kekhawatiran.

Lily duduk di atas tanah, kedua tangannya bertumpu di belakang. Ia menatap langit yang tersaring dedaunan.

“Aku tidak mengerti, Kakek,” ucapnya jujur. “Tubuhku selalu meminta lebih dan lebih.”

Ia hanya duduk sejenak. Setelah itu Lily berdiri, mengibas debu dari pakaiannya, lalu berlari menjauh.

“Putri…” panggil Wilhelm refleks.

“Aku akan berlari mengelilingi hutan, Kakek.” sahut Lily tanpa menoleh.

“Eri, jangan bersantai. Kau ikut denganku.”

Eri mengaum lantang, bangkit seketika, lalu mengejar langkah sang putri dengan kecepatan yang nyaris menyatu dengan tanah.

Wilhelm berdiri terpaku, menatap punggung Lily yang kian menjauh di antara pepohonan.

Putri Lily…

Putri yang ramah.

Putri yang tak pernah memandang rendah siapa pun.

Putri yang tak mengenal kasta.

Wilhelm telah menganggapnya seperti cucunya sendiri. Mata pria tua itu berkaca.

“Semoga Dewa selalu menyertai langkahmu, Putri.” Bisiknya seperti doa.

1
Ami Aja
ayo Crist pulang,kasian Lily😢
mey
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Biyan Narendra
Cepat sadar ya,Crist...
Ada cinta diam diam yg mulai tumbuh,yang harus kamu pertahankan .
imel
dendam masih menyala² 🤣🤣
j4v4n3s w0m3n
lanjut kakkkkk
j4v4n3s w0m3n
alam selalu.memberikan apa.yg kita butuhkan menjaganya adalah kewajiban kita selain.menjaga kita harus bisa melestarikan.dan merawat nya
j4v4n3s w0m3n
aduh kak raja kejang aku yang tegang kaka lanjutttt
Bunda Hilal
jngn² si cris udah sadar pas lily mnciumnya 🤭🤭🤭🥰
Yana Phung
lili kangen bertengkar dg chris 😅😅😅
salah satu tanda jatuh cinta juga sih
Moh Zaini Arief
karyanya bagus ceritanya tetata dg apik dan unik
Moh Zaini Arief
si alam bawah sadarnya masih berantem kalian.....🤣🤣🤣🤣🤣
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
Dan di saat Crish bangun.. Tarangggg... Lilly lagi menciumnya 😉
Bilbina Shofie
jantung perih rasanya 😄
Rumi Yati
Ditunggu kelanjutannya thor
Bonny Liberty
ini sudah 2 senyuman loh thor,dirimu pengen bikin King jadi fosil ya🤭
Bonny Liberty
misi thor ...aku mau ngelipat bumi dulu.....
mey
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kinanda Husnancandra
meremang bu%lu Roma ku Thor,huhuhuhu,,tapi mau lagi,gimana sih yaa🤣
neen
ikutan deg²an.. terharu
murni ali
Astaga setiap kalimat tentang besi panas..... Gw ikut merinding ngebangin dunia nyata jaman baheula 😁🤭

Terimakasih athorrr up nya bikin emak" semangat puasanya 🤣🤣🤣🤣

Semangattt terus mbak penulis sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!