Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Bab 23 – Pembunuhan!
Dalam kecemasan yang putus asa, Lestari mengeluarkan teknik yang diberikan oleh Arya. Manfaat dari teknik Sembilan Pusaran Es Phoenix sangat tak terbayangkan dan Arya dengan senang hati memberikan teknik yang begitu berharga?
Ia merasakan perasaan yang tak karuan, marah dan bersyukur silih berganti ia rasakan, membuatnya tak dapat tenang.
Setelah beberapa lama, Lestari akhirnya dapat mengatasi perasaannya dan fokus untuk berlatih. Hati nuraninya perlahan-lahan mulai tenang. Alam jiwa yang tangguh bagaikan Es, energi kristal murni mulai menyebar keseluruh tubuh.
Kulit Lestari berubah menjadi sebening kristal bagai kilauan gion, menjadi lebih cantik dari biasanya. Ia bagaikan keturunan peri langit.
Dengan kekuatan yang terus menerus meningkat, tubuh pun mengeluarkan segala macam kotoran. Tubuh yang penuh keringat, tiba-tiba cahaya cyan mekar, bagaikan teratai cyan besar.
Lestari segera membuka matanya, kedua mata indah bagaikan permata. Kekuatan teknik ini begitu tak terbayangkan. Sebelumnya ia hampir mencapai level perunggu bintang 1 namun setelah berlatih teknik ini, ia telah melewati batasan itu dan berada di level perunggu.
Merasa lengket di tubuhnya, membuatnya merasa sangat tak nyaman dan segera ia memerintahkan pelayan untuk mempersiapkan air untuk mandi.
Wangi menyerbak dari kelopak bunga di tempat rendaman. Lestari perlahan-lahan melepas pakaian yang menampakkan lekuk yang indah. Kulit putih bagaikan di ukir dari batu giok. Setelah berlatih, Lestari menjadi lebih cantik dan mempesona. Walaupun ia belum dewasa, namun perkembangannya sudah di anggap cukup.
Tumit halusnya perlahan-lahan masuk ke dalam bak mandi, air hangat membilas kotoran yang menempel dan menggantinya dengan semerbak wangi bunga. Perasaan Lestari begitu bahagia. Jemarinya perlahan-lahan mengusap kulit halus. Melihat tanda lahir berbentuk kupu-kupu di dada kiri, membuat hatinya bergetar.
Tanda ini telah ia miliki sejak lahir. perlahan-lahan ia memegangnya, walaupun ia belum mencapai usia dewasa bagi seorang gadis, namun ia telah memiliki bentuk dada yang begitu menarik.
Apakah Arya telah melihat tanda lahir ini sebelumnya?
Lestari merasakan getaran di hatinya, jika Arya telah melihatnya, berarti ia telah melihat seluruh tubuhku?
Tiba-tiba, terdengar bunyi gemerisik dari luar.
“Siapa? Siapa yang mengintip?” Lestari segera menutup dada dengan kedua tangannya, wajahnya merah merona. Arya yang tak sopan!
“Nona, ini aku!” seorang pelayan cantik muncul dari balik tirai.
Ternyata pelayan Xiao Die. Lestari merasa lega, wajahnya pun kembali normal. Arya belum mencapai level perunggu bintang 1, bagaimana biasa ia melewati penjagaan ketat di gedung ini? Aku terlalu takut! Lalu bagaimana sebenarnya Arya melihat tanda lahir ini?
Di kesunyian malam.
Hari kedua, toko Secret Treasure.
Toko ini adalah toko terbesar yang khusus menyediakan berbagai macam baju perang, senjata, dan gulungan inscription. Toko ini berada beberapa ratus meter dari institut Akademi Anggrek Suci.
“Boss, aku akan membeli satu set baju perang Regifire perunggu, dan pedang Wrath of Inflamation!” kata Arya sambil menunjuk ke arah baju besi dan pedang perunggu.
“Satu set Regifire terdiri dari 4 bagian. Baju, sarung tangan, celana, dan sepatu boot, seharga 500 ribu koin. Inilah peralatan terakhir untuk level perunggu, terbuat dari sisik binatang iblis Regifire. Binatang iblis level perunggu tak akan mampu merusak baju ini, bahkan binatang iblis perak membutuhkan tenaga yang kuat untuk merusaknya. Tuan muda apakah anda yakin ingin membelinya?” tanya pemilik toko meyakinkan.
“Tentu saja! Kau pikir aku bercanda?” Arya memperlihatkan tangan yang sedang memegang sebuah tas dan lanjut berkata “ini 70 ribu kartu.”
“Baiklah! Aku akan membungkusnya segera tuan muda!” kata pemilik toko dengan sinar mata penuh kebahagiaan.
“Aku juga ingin satu set perlengkapan baju besi ini, dan beberapa gulungan inscription, aku ingin semuanya, bungkus segera buatku. Dan ini.. ini.. ini..” setelah menjual rumput Purple Haze dalam jumlah yang banyak, jumlah uang yang ia miliki begitu mengagetkan. Oleh karena itu, membeli semua perlengkapan ini bukanlah hal yang sulit baginya.
Pemiliki toko begitu senang hingga ia tak hentinya tersenyum, ia yakin Arya berasal dari keluarga yang sangat kaya. Total belanja Arya dalam sehari sebanding dengan penjualan untuk beberapa bulan kedepan.
Arya juga membeli kantong interspatial dengan luas 5-6 meter dan menaruh semua belanjaannya. Sedangkan pakaian Ragefire, langsung ia kenakan. Pakaian ini sangat ringan, jadi baju di luar akan menutupinya.
“Aku akan berkunjung ke kelas untuk mengembalikan uang milik Sekar!” Ia berpikir sejenak sambil berkata pada dirinya sendiri, lalu ia berjalan kearah institut
Beberapa orang tiba-tiba berada didepannya saat ia berjalan di sudut institut.
“Bajingan, akhirnya kami menemukanmu!” Surya melihat sinis ke arah Arya. Ia bersama 6 orang anak buah yang berdiri dibelakangnya dengan tatapan menyedihkan ke arah Arya. Arya telah mengetahui jika ia di buntuti oleh Surya dan anak buahnya. Ia sengaja menuntut mereka ke tempat sepi hingga mereka menampakkan diri. Arya tersenyum samar, lihat bagaimana aku akan bermain dengan kalian nanti!
“Apa yang kalian inginkan?” Arya berpura-pura takut akan kehadiran mereka.
“Bngst, kau kenal takut ternyata. Aku telah lama tidak suka denganmu. Hari ini adalah hari kematianmu! Hajar dia tanpa ampun!” perintah Surya.
Anak buah Surya mendekati Arya, bagaikan macan kelaparan yang melihat makanannya.
“Serang dia! Serang dia tanpa ampun, hingga ia tak berdaya!” tersirat senyum yang kejam dan penuh kebahagiaan dari wajah Surya.
“Jangan mendekat, Aku akan membalas!” Arya menghindar sementara di waktu yang sama ia menggunakan kekuatan jiwanya untuk berteriak, “pembunuhan! Keluarga Karaton akan membunuhku!” Arya tak akan membiarkan kesempatan baik ini berlalu begitu saja untuk mencoreng nama baik Keluarga Karaton.
Arya menggunakan teknik rahasia, suaranya bagaikan petir, membuat gendang telinga setiap orang berdengung.
“Bngst, bungkam mulutnya! Cepat dan bungkam dia!” mendengar teriakan Arya, wajah Surya berubah. Bngst, teriakan Arya dapat diketahui seluruh orang di institut Akademi Anggrek Suci. Bahkan suaranya lebih jelek dibanding babi yang akan disembelih!
Bang Bang Bang
Serangan anak buah Surya bagaikan air hujan yang menerjang tubuh Arya, 3 diantaranya adalah level perunggu bintang 1 dan 3 lainnya adalah level perunggu bintang 2. beberapa tinju mereka seharusnya dapat melumpuhkan Arya, namun setelah menerima beberapa serangan, ia sama sekali tak bereaksi, teriakannya masih terdengar, menggema diantara bangunan-bangunan institut.
“pembunuhan! Keluarga Karaton akan membunuhku!”
Kekuatan suaranya mengguncang seluruh bangunan. Seluruh orang yang di insitut menjadi khawatir dan banyak di antaranya melihat keluar jendela untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Dalam penglihatan mereka, ada 6 orang mengelilingi Arya, memukulnya, dan yang berdiri mengawasi kejadian itu adalah Surya, Keluarga Karaton.
“Bukankah itu Arya?”
“Aku dengar Arya menghina Keluarga Karaton!”
“Keluarga Karaton sangat berani, mencoba membunuh seorang murid di institut Akademi Anggrek Suci!”
“Cepat laporkan ini ke ketua Institut!”
Para murid mulai berbicara di antara mereka, bahkan mereka yang tak senang dengan Arya merasa kasihan melihat keadaannya sekarang. Termasuk beberapa anak dari keluarga terpandang. Setiap orang tak suka dengan cara Surya. Di institut Akademi Anggrek Suci, Keluarga Karaton berani membunuh seseorang? Bukankah itu terlalu berlebihan?
Arya melihat Surya di depannya, ujung bibirnya terangkat. Surya masih tak berpengalaman untuk bermain dengannya!
Saat dikelilingi 6 orang, Arya menggunakan gerakan yang cepat sehingga serangan anak buah Surya mendarat di baju besi Ragefire. Bukan hanya tak mampu melukai Arya, bahkan tangan mereka menjadi kaku karena serangan mereka menyerang balik. Tulang tangan mereka serasa ingin patah.
Saat menghindar, Arya diam-diam meninju tubuh anak buah Surya, membuat mereka meringis kesakitan. Sebenarnya, dengan kekuatan Arya saat ini, ia tak dapat melukai mereka, namun tinju Arya memiliki keanehan, tinjunya lebih sakit di banding di pukul di kepala dengan tongkat.
“Sial, kalian semua gblk! Apakah kalian belum makan?” teriak Surya, dengan banyaknya orang yang melihat, Surya begitu malu, setelah beberapa lama anak buahnya bahkan tak mampu melumpuhkan Arya, namun teriakan Arya semakin kuat terdengar.
Arya berteriak untuk minta tolong bukanlah masalah, namun ia berteriak bahwa Keluarga Karaton berusaha membunuhnya. Itu sama saja dengan menumpahkan air ke Keluarga Karaton, bagaikan penjahat!
Surya menggila, saat ini ia tak bisa mundur lagi.
“Kalahkan dia, hajar dia tanpa ampun!” teriak Surya.
Anak buah Surya merintih kesakitan, mereka telah berusaha sekuat tenaga. Namun seberapapun usaha mereka menyerang Arya, ia sama sekali tak terluka, namun sebaliknya mereka diserang oleh Arya hingga tulang mereka terasa remuk. Pukulan Arya begitu ringan, namun penuh tenaga, membuat mereka memar.
“Apa yang sedang kalian lakukan?” suara halus terdengar. Sosok ramping terlihat, Sekar.
Sekar berdiri menghalang di depan Arya, menatap penuh amarah ke arah Surya dan anak buahnya. Kilau cyan bersinar di tubuhnya, ia telah berada di level perunggu bintang 1. Tangannya menggenggam pisau belati Blue Moon, bersiap menyerang kapan saja.
“Surya, Kau sudah melampaui batas” suara indah lainnya terdengar, sosok cantik dengan bentuk ramping muncul dari sisi lain, ia adalah Lestari, ia menatap dengan penuh amarah ke arah Surya, “Surya, aku tak pernah menyangka kau seperti ini!”
“Arya, kau baik-baik saja?” Sekar dan Lestari menatap ke arah Arya di waktu yang sama.
Melihat Lestari yang peduli ke Arya, Sekar menjadi pucat.
Lestari juga merasa sedikit canggung, ia berbalik melihat Surya.
“Lestari, kau salah paham, ini tak seperti yang kau bayangkan!” kata Surya menjelaskan. Melihat wajah Arya yang mengejek, ia tersadar. Ia telah dibodohi oleh Arya! Surya menunjuk ke arah Arya, “Dia yang memancing kami kesini, dia dibalik semua ini!”
“Surya, siapa yang ingin kau bodohi?” kata Sekar marah, “bukankah itu cuma alasanmu saja?”
Saat ini, wajah Arya terlihat lugu. Arya segera menimpali perkataan Surya “aku akui telah menghina keluargamu, namun bukankah ini berlebihan. Ingin membunuh seseorang di lingkungan institusi? Kalian pikir institut ini tempat untuk apa? Walaupun keluargaku tak bisa dibandingkan dengan keluarga kalian, namun aku tak butuh belas kasihan kalian. Aku ingin tahu sejauh apa Keluarga Karaton dengan kesombongannya! Aku, Arya sangat bangga, hingga kalian membunuhku, tak mungkin bagiku untuk mengalah. ”
Kata-kata Arya membuat Surya ingin memuntahkan kemarahannya.
Mendengara perkataan Arya, Sekar atau Lestari tak bisa menahan rasa kagum. Dan hati Sekar penuh dengan kekaguman yang mendalam.
“Aku juga, tak akan menyerah dengan Keluarga Karaton!” pikir Sekar. Ia begitu tak suka dengan keluarga ini! Dalam pandangannya, Keluarga Karaton selalu keji dan menjijikkan. Hanya memaksanya untuk menikah dengan Shen Fei!