Perhatikan batas usia ketika membaca...
Banyak ****** ****** ( *** )
Tumbuh besar di lingkungan yang tak menyenangkan membuat Ayara menjadi gadis keras kepala dan arogan, perceraian kedua orang tuanya membuat dirinya harus tinggal di negara asing seorang diri dan terpaksa menyamar untuk menjadi bodyguard sampai akhirnya benih cinta tumbuh dalam dirinya pada pria yang menjadi atasannya.
"Kau akan menjadi milikku malam ini Yara ," bisik Henry pelan pada Ayara saat baru melangkahkan kakinya menuju kamar pengantin mereka.
"AKu takut Henry..." jawab Ayara dengan wajah memerah.
"Tenanglah, aku akan membuatmu menjadi wanita seutuhnya...
Henry menghentikan pergerakan tangannya saat akan membuka gaun pengantin sang istri karena tangannya menyentuh suatu cairan yang sedikit pekat dan kental.
"Yara kau..."
Wajah Ayara semakin memerah saat melihat warna tangan Henry berubah.
"S-sepertinya aku datang bulan Henry!!!" ucap Ayara dengan keras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na fadila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Henry
Pagi hari di kantor Luke Corporation sudah terlihat sibuk ketika Henry meminta semua manager untuk melakukan rapat dadakan bersamanya , di ruang meeting hampir tiga puluh manager dari berbagai divisi terlihat sangat shock karena tak menyangka akan diminta meeting seperti itu .
Henry dan Mike terlibat sibuk memperhatikan para manager itu melakukan presentasi satu demi satu sementara Ayara yang sangat tak tertarik terlihat sibuk main game PUBG di pojokan , beberapa staf wanita yang tadi malam turun bersama dengan Ayara nampak sedang mencuri pandang padanya berkali-kali .
Para gadis itu terpesona dengan sifat acuh dan dingin dari bodyguard sang direktur baru itu , walau tubuhnya dianggap tak sekekar lelaki kebanyakan tapi wajah Ayara yang dianggap mirip artis Korea itu nyatanya yang membuat para gadis dikantor Luke Corporation tertarik .
" Arial !!!! " ucap Henry tiba-tiba memanggil Ayara yang sedang fokus bermain game .
" Ya tuan " jawab Ayara cepat sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku baju .
" Berdirilah disampingku " ucap Henry ketus , ia tak suka melihat staf wanitanya sejak tadi menatap bodyguard barunya itu .
" Siap tuan " sahut Ayara cepat , ia lalu berjalan ke arah Henry dan berdiri dibelakang Henry dan Mike .
Beberapa staf wanita yang sejak tadi memandanginya tiba-tiba salah tingkah , mereka kemudian kembali fokus pada layar proyektor dimana manager pemasaran sedang presentasi . Ayara yang tau maksud Henry hanya tersenyum tipis , ia tau kalau Henry tak suka karyawannya tak fokus saat sedang rapat .
Setelah hampir satu jam akhirnya rapat pun berakhir , beberapa manager nampak keluar dengan wajah yang tertunduk lesu mereka mendapatkan tugas dari Henry untuk membuat laporan baru yang harus diserahkan padanya besok pagi .
" Tunggu kalian !!!" teriak Henry memanggil lima orang staf wanita yang akan keluar .
" Iya tuan " jawab kelima staf wanita itu hampir bersamaan .
" Apa kalian tahu kenapa aku panggil ? " tanya Henry ketus .
" Tidak tuan " jawab lima staf wanita dengan lirih .
" Aku paling tak suka mempunyai pekerja yang tak fokus saat sedang rapat , kalau kalian sudah tak bisa bekerja silahkan keluar dari perusahaanku " ucap Henry dingin .
" Maaf tuan kami tak akan mengulanginya lagi , tolong berikan kami kesempatan sekali lagi tuan Henry "
" Ampun tuan kami tak akan mengulanginya lagi "
" Maafkan kami tuan hu hu "
Kelima staf wanita itu langsung menangis dan meminta ampunan pada Henry , mereka berjanji tak akan mengulang kesalahan yang sama lagi . Karena tak tega melihat lima wanita itu menangis Henry pun mengijinkan kelima pegawainya untuk pergi serta memberikan kesempatan untuk tetap bekerja di perusahaannya .
" Rupanya anda sudah berubah menjadi orang baik tuan " celetuk Mike pelan saat lima staf wanita itu pergi .
" Diam kau Mike " jawab Henry ketus .
" Ayo pergi makan siang , aku sudah lapar " ucap Henry sambil melempar berkas hasil rapat ke atas meja .
Henry pun berjalan dengan cepat menuju pintu keluar diikuti Mike dan Ayara dibelakang , saat sedang berjalan menuju lift banyak staf wanita yang bisik-bisik membicarakan Ayara yang terkenal karena wajahnya yang dianggap mirip artis Korea .
" Apa wajahmu asli seperti itu Arial " tanya Henry dingin .
" Tentu saja aku dilahirkan dengan wajah seperti ini tuan " jawab Ayara singkat .
" Kenapa semua wanita membicarakanmu Arial " ucap Henry ketus .
" Ha ha ha mana saya tau tuan , mungkin para wanita jaman sekarang lebih suka lelaki yang berwajah manis seperti saya dibanding lelaki gagah seperti anda " sahut Ayara sambil tersenyum .
Mendengar perkataan Ayara membuat Henry dan Mike terdiam , mereka mencerna perkataan Ayara yang terdengar aneh namun masuk akal itu .
" Dulu aku kira lelaki berwajah cantik hanya ada di televisi tapi setelah bertemu Arial aku baru percaya bahwa lelaki berwajah manis seperti perempuan itu ada " ucap Mike sambil memasang sabuk pengamannya di dalam mobil .
" Iya kau benar Mike , aku juga berfikir hal yang sama denganmu " sahut Henry sambil melirik ke arah Ayara yang ada di mobilnya sendiri dibelakangnya .
Michael pun menginjak gasnya sehingga mobilnya berjalan dengan cepat meninggalkan kantor menuju restoran diikuti Ayara dibelakang , tak lama kemudian mobil yang dibawa Michael berhenti disebuah restoran yang cukup mewah . Ayara pun mengikuti mobil Michael dan ikut turun dari mobil ketika melihat Henry dan Mike berjalan menuju ke pintu masuk , Ayara memasukkan pistolnya ke balik baju karena tak mau membuat orang-orang curiga .
Ketika masuk ke dalam restoran Ayara lagi-lagi menjadi pusat perhatian para pengunjung wanita yang sedang menikmati makan siangnya , Henry dan Mike hanya tersenyum tipis melihat tingkah para pengunjung wanita itu sementara Ayara pura-pura bodoh dengan memilih bermain game di ponselnya .
" Kau pasti sangat senang bukan Arial " ucap Mike membuka percakapan .
" Kenapa harus senang ? " tanya Ayara tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel yang ada ditangannya .
" Semua wanita di restoran ini melihatmu sama seperti staf dikantor tadi " jawab Henry ketus .
" Biarkan saja mereka seperti itu, selama mereka tak merugikan ku aku tak masalah " ucap Ayara datar .
Henry tersenyum tipis mendengar perkataan bodyguard barunya itu , tak begitu lama pelayan pun datang dengan membawa makanan yang sudah dipesan oleh Michael sebelumnya. Mereka lalu menikmati makanan yang sudah terhidang di atas meja , saat ayah makan Henry sesekali melirik kearah bodyguard barunya itu . Sebuah senyuman tersungging di wajah Henry ketika melihat Ayara kepedasan .
" Aku kira tak ada yang kau takuti di dunia ini Ariel " ucap Henry menggoda Ayara .
" siapa bilang aku tak takut apapun , aku takut pada ibuku " jawab Ayara sambil meminum air putih yang ada di sebelahnya dengan cepat .
" Ha ha ha ha seorang pria sepertimu masih takut kepada ibu , memangnya kau anak kecil yang masih membutuhkan air susu ibu " goda Michael sambil memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya .
" Karena bagiku ,ibu adalah nyawa dan hidupku !!! siapapun yang berani melukai perasaan ibuku akan ku kejar dia walau sampai ke neraka sekalipun " ucap Ayara sambil memandang sinis ke arah Michael .
" Wo wo wo....jangan marah padaku Arial aku hanya menggodamu saja bukan berarti aku menghina ibumu " sahut Michael cepat sambil mengangkat kedua tangannya ke udara.
" Sudah-sudah jangan bertengkar aku tak suka ketika makan melihat orang bertengkar disampingku " ucap Henry mencoba mencairkan suasana .
Mendengar perkataan Henry membuat Ayara dan Michael kembali meneruskan makan siang mereka dengan tenang , tak begitu lama mereka pun meninggalkan restoran setelah selesai makan .
" Sepertinya anak itu sangat menyayangi ibunya " ucap Henry kepada Michael ketika sudah ada di dalam mobil .
" Iya tuan , sepertinya Arial sangat menyayangi ibunya . Melihat cara dia berbicara seperti itu saja sudah membuatku merinding " jawab Michael jujur .
" Baguslah setidaknya ada orang yang menjadi kelemahan dari Arial jadi dia tak bisa macam-macam padaku karena aku mengetahui kelemahannya " sahut Henry sambil tersenyum.
" Anda benar tuan , setidaknya kita tau salah satu yang menjadi rahasia besar dari pria berwajah manis itu " celetuk Michael sambil menambah kecepatan mobilnya .
Henry hanya tersenyum tipis mendengar perkataan terakhir Michael , ia juga setuju dengan perkataan Michael yang menyebut Ayara sebagai pria berwajah manis.
" Aku harap Arial tak mengecewakan ku " ucap Henry sambil tersenyum.
" Apa maksud anda tuan ?" tanya Michael bingung .
" Ryan pasti tidak akan mengira kalau bodyguard yang ada di sampingku berbahaya , hal ini bisa menjadi keuntungan ku karena kita bisa memanfaatkan keadaan ini untuk mencari celah supaya bisa menjatuhkan Ryan " jawab Henry singkat.
" Jadi maksud anda , anda ingin menggunakan Arial sebagai mata-mata untuk mengawasi Ryan ? " tanya Michael penasaran .
" Benar sekali aku ingin menggunakan Ariel sebagai mata-mata untuk mengawasi Ryan , Ryan pasti tak akan menduga kalau Arial adalah mata-mataku " jawab Henry mengatakan rencananya .
" Apakah Arial akan mau jika kita memberikan tugas ini padanya " ucap Michael lirih .
" Dia adalah orang ku , jadi dia harus menuruti apa yang aku katakan padanya " sahut Henry penuh percaya diri.
Henry berencana untuk mengirimkan Arial sebagai pelayan ke sisi Ryan untuk mencari tahu apa rencana Ryan selanjutnya . Wajah Arial yang mirip perempuan itu Henry anggap sebagai salah satu keuntungan , jadi ketika ia mengirimkan Arial sebagai pelayan Ryan tidak akan menduganya.
" Wait wait ....jadi maksud anda , anda ingin memaksa Arial berpakaian seperti perempuan untuk pergi ke rumah Ryan ? " tanya Michael kaget setelah mendengar rencana Henry .
" Sure.... tentu saja Arial memiliki potensi untuk itu wajahnya cukup meyakinkan untuk menjadi seorang perempuan " jawab Henry sambil tersenyum membayangkan Arial memakai pakaian wanita .
Michael hanya menggelengkan kepalanya pelan mendengar perkataan Henry , ia tak menyangka kalau Henry akan menggunakan bodyguard barunya itu untuk menyerang Ryan .
" Bersiaplah Ryan ajalmu akan segera datang " ucap Henry dalam hati .
🌼 Bersambung 🌼
. hebat kak authornya