Astra tak pernah mau meneruskan pekerjaan Ibunya. Di bandingkan menjadi dukun, dia ingin hidup normal sebagai gadis pada umumnya.
Demi bisa terlepas dari hal-hal gaib di desa, Astra nekat melanjutkan study nya di kota. Dengan beasiswa yang susah payah dia raih, dia memasuki sekolah terkenal di kota "High School" dari namanya saja sudah keren bukan?
Astra bermimpi untuk belajar seperti siswa pada umumnya, memiliki teman dan bekerja setelah lulus. Namun kenyataan menampar nya, High School tidak sebaik yang di pikir kan.
Kemanapun dia pergi, kabut gelap selalu terlihat di tubuh setiap orang...
Permainan gaib, nyawa dan kekuasaan menjadi mainan bagi mereka. Sisi baiknya, tidak ada satupun orang yang mengetahui hal gaib lebih baik darinya di sekolah ini...
#25Desember2025
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Memang benar rumah mewah luas dengan gaya eropa bangsawan, bahkan setelah menaiki tangga pun harus terus berjalan melewati lorong panjang yang sunyi--- hanya terdengar suara dari langkah kaki mereka.
Astra menatap sekeliling, ia akui rumah ini tipikal rumah bangsawan yang tidak terlalu kuat dengan unsur modern. Rasanya memang memanjakan mata, namun bagi dirinya... Berda di rumah ini seperti sedang di awasi orang... Atau sosok lain.
Astra merasakan sedikit kegelisahan, baru kali ini dia merasakan perasaan seperti ini. Padahal desanya yang penuh sosok makhluk gaib pun, dia tidak pernah merasakan sensasi gelisah dan terancam seperti ini.
Astra mencoba tetap santai, dia memperlambat langkahnya membiarkan Anya dan Bastian di depan. "Kalian di depan, aku di belakang."
"Oo, o-oke."
Samuel menaikan alisnya, namun Astra hanya melihat nya sebentar setelah nya melanjutkan pandangan ke depan. Tapi dia memainkan ponselnya dan mengetik sesuatu, tidak lama kemudian.
Ting!
Samuel melihat notifikasi handphone nya.
'Lo ngerasain sesuatu yang aneh?'
Setelah melihat pesannya, Samuel melihat ke arah Astra yang terlihat cuek, kemudian dia mengetik sesuatu di ponselnya.
'Nggak'
'Lo ngerasa?'
Read...
Samuel menatap Astra dengan intens, namun tak ada sedikitpun respon darinya.
"Jangan bicara!" Suara pelan namun penuh dengan tekanan dan cepat.
Samuel menaikan alisnya, padahal dia baru akan membuka mulutnya. Namun tanpa melihat Astra sudah mengatakan sesuatu yang menyuruhnya diam.
Samuel menghela napas, mengapa dia harus terkejut? Padahal dia baru saja menyaksikan keajaiban yang di lakukan gadis ini. Bibirnya tersungging, senyuman menyeringai yang penuh akan gairah anak muda.
Antonio membuka sebuah pintu kamar setelah membuka kuncinya, di dalam nya terlihat sebuah ruangan yang remang-remang.
Mereka semua masuk ke dalam, Astra melihat sosok itu. Sosok yang di ikat dengan rantai yang di bacai do'a mantra-- terlentang di atas ranjang. Itu Greta? Entahlah, wajahnya sudah tidak sama lagi seperti gadis cantik yang dia lihat terakhir kali.
"Nyalakan lampunya." Perintah Astra tanpa pandang bulu kepada siapa.
"JANGAN!" Teriak sosok itu tiba-tiba. "Jangan nyalakan!!!"
Bastian yang akan menyalakan lampu jadi ragu dan sedikit kaget.
"Dia memang tidak ingin ruangan ini di terangi cahaya lampu ataupun cahaya matahari. Walaupun kami berusaha membuat lampu menyala dan tirai terbuka, namun lampunya selalu saja mati dengan sendirinya dan saat tirai akan di buka, yang membuka tirai akan langsung kejang-kejang tak sadarkan diri." Jelas Antonio.
"Makhluk gaib memang menyukai tempat gelap, namun semakin di biarkan dia akan semakin kenyamanan. Nyalakan!" Seru Astra di ucapkan di akhir.
Ajaibnya setelah Bastian menekan saklar, lampu pun menyala. Membuat yang lain seolah menyaksikan keajaiban (emang bener sih).
"TIDAK!!! RRRGHHH, MATIKAN! MATIKAN! MATIKAN..."
Sosok Greta terlihat lebih jelas, sosok menyeramkan seperti terakhir kali dengan penampilan yang hampir menyamai kuntilanak berambut panjang yang aut-autan.
Sosok itu terus berteriak 'Matikan' tanpa jeda, suaranya terdengar menyeramkan. Atmosfer di ruangan pun terasa naik, membuat kulit merinding.
Matanya memutih, hitam lalu putih dengan bola mata hitam terus berubah-ubah. Membuat Anya mundur ke belakang merasa ngeri, rasa takut mulai merayapi jiwanya namun seketika rasa takut pun hilang, atmosfer yang terasa mencekam pun dapat perlahan mulai menghilang.
"BERISIK!" Bentak Astra dan sosok itu pun terdiam dengan tubuh bergetar--- Dengung.....
Seperti seorang balita yang sedang mengoceh namun tiba-tiba toa masjid meneriakinya berhenti membuatnya gemetar kaget seolah nge-freez.
"Hiji mahluk tanpa master, tanpa tempat. Jiwa poék anu nyababkeun manusa sesat, kaluar, kaluar, kaluar! Balik deui ka fitrah anjeun, lamun mahluk teu tenang mangka tenang, suci ku alam jeung indit ka tempat peristirahatan anjeun. Lamun éta jin, anjeun bakal ancur! Éta patut karma anjeun pikeun ngaganggu urang."
[ Makhluk tak bertuan, tak bertempat. Jiwa gelap yang menyesatkan manusia, keluar, keluar, keluar! Kembalilah ke alam mu, jika makhluk tak bertenang maka tenanglah, murnilah engkau oleh alam dan pergi tempat istirahat mu. Jika jin, hancurlah engkau! Sungguh patut atas karma mu menganggu kami. ]
***
Kayaknya Novel ini gak akan panjang deh, bakal jadi novel pendek. Soalnya retensi nya juga jelek mendekati ancur... Tapi masih kayaknya, jadi tolong doa-in dan teteh Istiqomah baca ya huhuhu huwaaa🤧😭
Boncab dong Thor
semangat menjalani harimu
ayo up lagi malam ini.
aku suka banget ceritanya.
bagus
dan semakin bikin aku penasaran akan kelanjutannya.
ayooooooooo up lagiiiiiiiiiiiiiiii
kenapa kok gak ada semangatnya.
semoga author dapet ide-ide bagus buat lanjutin Babnya, biar gak terlalu pendek-pendek amat ceritanya kalo tamat😊🤭🤭🤣🤣🤣🤣
semoga semangat mubgak kendor ya thor. jangan putuskan hubungan ini... eh, novel ini di tengah jalan thorkuuuu....
semoga lolos ya thooor
🎶Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan🎶