Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MISI ENDRO
Di ruangan kerja Arkhan yang sudah lama tak dimasukinya, tampak Nur dan Endro tengah berbicara serius.
Sesekali, Nur mengernyitkan dahinya. Ia tampak bingung dan tak percaya. Namun sesekali pula, ia seakan marah karena saking tak percayanya.
Namun pada akhirnya, ia terlihat pasrah dan menyerah.
Hanya saja, wajah pengawal yang akrab dipanggil Endro itu tidak pernah berubah. Wajah tampannya selalu ditutupi sikap serius dan dingin.
"Baiklah, semuanya saya serahkan kepada kamu, Endro. Karena saya percaya kamu tidak akan pernah mengkhianati founder Ghani Group, sekaligus yang telah berjasa kepadamu." Ujar Nur dengan wajah pasrah.
Endro hanya menganggukkan kepalanya saja, seakan menyiratkan bahwa keputusan Nur adalah yang terbaik. Kemudian Endro mengangkat tubuhnya dan berlalu meninggalkan Nur keluar dari ruangan itu.
Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan? Aku harap, ini bukan bagian dari misinya yang buruk~ Gumam Nur sambil menekan dahinya dengan dua jari tangannya.
***
"Permisi, nona Desri..." Sapa Endro yang tidak sengaja mengejutkan Desri. Ketika itu, Desri sedang memotong sayuran sambil bersenandung kecil di meja tempat dia memasak.
"Ehhh i-iya... Kenapa, Endro? Kamu mengagetkanku saja." Sahut Desri seraya menghentikan kegiatannya.
"Saya hanya ingin memberitahu, bahwa Nona besok sudah harus ke kantor." Ujar Endro tetap memasang wajah datarnya.
"Ke kantor???" Sahut Desri tampak mengernyitkan dahinya.
"Iya, Nona..." Sahut Endro lagi, ia membenarkan hal itu.
"Ghani Group, maksud kamu???" Tanya Desri lagi seolah tidak yakin.
"Iya, Nona... Nona harus sudah siap pukul enam lewat tiga puluh menit." Endro menjelaskan dan segera berlalu meninggalkan Desri yang masih ingin bertanya-tanya.
"T-ta...pi, kan...." Seru Desri setengah berteriak karna Endro telah berlalu meninggalkan dirinya.
"Cckkk..." Decaknya dengan wajah menggerutu kesal.
Bedebah itu selalu saja semaunya... Gerutu Desri di dalam hati.
Desri terlihat melamun dan tidak melanjutkan pekerjaannya, meski pisau dan kubis masih berada dalam genggamannya.
Dia terlihat bingung dan bertanya-tanya.
Ahhh... Sudahlah, besok aku akan tau juga... Desisnya lagi sambil kembali melanjutkan pekerjaannya.
***
Flashback On
"Apa??? Tapi, bagaimana mungkin??? Sebelumnya perusahaan terlihat baik-baik saja." Seru Nur setengah berteriak. Terlihat sekali kemurkaan di wajahnya. Tetapi meskipun saat dia marah seperti ini pun, wajah lelahnya tak dapat ia tepis.
"Betul, Nyonya... Perusahaan masih terlihat baik-baik saja sebelumnya... Tapi itu sudah hampir dua bulan... Nyonya lihat sendiri, kan??? Semenjak tuan Arkhan mengalami kecelakaan, dia tidak pernah meninjau perusahaan, meskipun dari rumah... COO dan CMO perusaan saja tidak melaporkan kegiatan mereka dalam dua minggu ini." Ujar Endro menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada perusahaan pusat dan cabang.
"Lalu harus bagaimana? Arkhan sampai detik ini belum bisa diajak bicara mengenai perusahaan." Jawab Nur dengan melemah.
Nur terlihat bingung dengan situasinya saat ini. Dia juga tidak akan mampu mengatasinya.
"Cara satu-satunya adalah, menyerahkan kantor sementara untuk dikendalikan oleh istri CEO." Ujar Endro lagi dengan wajah datar.
"Maksud, kamu...???" Tanya Nur dangan mata terbelalak. Pernyataan Endro hanya menimbulkan keterkejutan bagi Nur. Sementara Endro, ia hanya menyahuti sambil menganggukkan kepalanya.
"Apa kamu sudah gila??? Jangan karna saya sedikit mulai membuka diri padanya, jadi kamu bisa memberi ide konyol seperti ini..." Tukas Nur penuh penekanan.
"Ini bukan ide gila, Nyonya... Ini sebuah kepercayaan... Saya percaya kepada nona Desri. Dan jika Nyonya percaya kepada saya, seharusnya Nyonya juga bisa percaya kepadanya... Hanya Nyonya yang mencoba menutupi identitas menantu Anda, Nyonya... Tetapi menantu Anda sudah mengungkapkan kejujuran tentang dirinya..." Sahut Endro lagi mencoba mencari pengertian wanita paruh baya itu.
"Setidaknya, sebelum kehancuran... Anda sudah melakukan sebuah usaha besar, Nyonya..." Lanjut Endro lagi.
Nur tampak berpikir keras. Dia berkali-kali mengusap wajahnya seraya menghempaskan kasar napasnya. Nur benar-benar dalam keraguan, sebelum pada akhirnya ia memutuskan juga.
"Baiklah, semuanya saya serahkan kepada kamu, Endro, karena saya percaya kamu tidak akan mengkhianati founder Ghani Group, sekaligus yang telah berjasa kepadamu." ujarnya dengan wajah pasrah.
.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.