NovelToon NovelToon
SUARA SENJA

SUARA SENJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Karir / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zubi

Bagaimana bila seseorang yang selama ini kamu cinta, pergi begitu saja?
Meninggalkanmu sendiri, tanpa kau mengerti dimana letak kesalahan?
Saat semua telah tersusun indah dalam sebuah harapan, dengan mudahnya dia menghancurkan susunan harapan dan anganmu bersama dirinya?

Setiap manusia pasti pernah berada di posisi tersebut, namun mereka semua memiliki cara yang berbeda untuk melewatinya.

Namun, jika semua itu terjadi pada hidupku... Aku belum tau harus memilih jalan yang seperti apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zubi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 "Dua Pelukan"

Aktivitas di cafe telah selesai, Arka dan Awan pun mendapat bayaran dari sang manager cafe. Karena mereka berdua sangat menghibur serta menarik banyak pelanggan. Bahkan pak manager cafe pun berencana mengontrak mereka untuk mengisi stage live music setiap malam di cafe ini.

Dengan berat hati Arka menolak tawaran tersebut, karena Arka tidak ingin teriakat pada suatu pekerjaan. Dia mengatakan bila ada waktu pasti dia akan bantu isi live music di cafe ini.

Namun Arka menyarankan pada Awan untuk menerima itu, karena Awan bisa memainkan gitar dengan baik, jadi ia bisa mengisi solo acoustic di cafe ini. Pak meneger sama sekali tidak memaksa jika Awan tidak mau, pada akhirnya pak manager pun memberikan waktu yang fleksibel untuk Awan.

"Pokoknya kalo kamu mau nyanyi, saya bayar. Kalo engga ya engga, gitu aja." ucap pak manager.

"Ok siap pak." jawab Awan semangat.

Arka dan Awan pun berpamitan untuk pulang karena jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Arka berencana mengantar Awan kerumah sakit, karena arah pulang Arka searahbdengan rumah sakit.

"Jawa...!"

Awan dan Arka pun menoleh secara bersamaan ke arah suara orang yang memanggil tersebut. Terlihat sosok perempuan menggunakan hodie dan masker. Perlahan perempuan itu pun melepaskan penutup kepala dan maskernya. Nala, ialah sosok perempuan yang sedari tadi memperhatikan Awan.

"Nala, lo ngapain disini Nal?" tanya Awan terkejut dengan kehadiran Nala.

"Itu Nala yang lagi viral bro?" bisik Arka pada Awan.

"Ia bang." Jawab Awan singkat.

Awan pun menghampiri Nala.

"Hai... Dari kapan lo disini? Oh, gi... gimana kabar lo?" tanya Awan gugup.

"Gu... gue baik-baik aja kok ... Wa, gu... gue kesini mau minta maaf." ucap Nala terbata-bata.

"Maaf? Buat apa Nal?"

"Maaf soal hubungan gue sama kak Nico." ucap Nala yang tertunduk.

"Oh, itu... Ia ga papa Nal. Itu hak lo kok, lagi juga kita ga pernah ada ikatan kan?. Gue sadar banget Nal, hal ini pasti terjadi. Cuma gue ga nyangka aja bisa secepat itu. Tapi udah lah, gue ikhlas ko Nal." jawab Awan menahan semua gejolak dalam hatinya.

"Maafin gue Wa." ucap Nala sambil meneteskan air matanya.

'Anjrit drama apa lagi ini si Awan, terus gue harus nonton mereka gitu? Gila, mana dari tadi yang dateng ke dia cewenya cantik-cantik lagi. Gue yang sekeren ini aja jomblo mulu' gumam Arka dalam hati.

Awan semakin mendekatkan dirinya kearah Nala. Perlahan ia menghapuskan air mata yang menetes di pipi Nala. Nala pun tak kuasa kemudian memeluk Awan. Jauh di Lubuk hatinya, dia masih sangat mencintai Awan. Biar bagaimanapun tak ada yang mampu mengannti sosok Awan di hidupnya.

"Gue masih sayang bnget sama lo Wa." ucap Nala.

"Cukup Nal, jangan begini. Lo bukan punya gue Nal. Jangan ngomong sesuatu yang aneh." Ucap Awan sambil mencoba melepaskan pelukan Nala.

'Emmh... Di peluk dua cewe cantik dia malem ini sok nolak lagi eegoo' gerutu Arka Awan dan Nala.

"Nala, lo udah milih jalan lo sendiri, dan gue pikir itu udah jadi jalan yang terbaik Nal. Gue masih jadi Awan yang dulu, dan ga akan berubah. Gue seneng kalo Lo seneng Nal. Harusnya lo ga usah rahasiain hubungan lo itu Nal, gue bisa terima semua ko Nal." lanjut Awan menghapus air mata Nala yang masih menetes.

"Tapi Wa..." ucap Nala terhenti karena Awan menutup mulut Nala.

"Ini udah malem banget, gue anter pulang ya?"

Awalnya Nala terus menolak, namun pada akhirnya, Awan berhasil membujuk Nala untuk pulang kerumah. Awan pun meminta maaf pada Arka, bila ia akan mengantar Nala pulang terlebih dahulu. Tak lupa Awan juga memberikan semua uang yang ia dapat dari Akim kepada Arka untuk membayar biaya rumah sakit yang telah dilunasi oleh Arka sebelumnya.

"bang, gue bayar utang lo segini dulu ya, sisanya pasti gue cicil." ujar Awan dan memberikan amplop coklat pemberian Akim pada Arka.

"Bro, santai aja kali. Udah pake dulu aja buat keperluan lo." ucap Arka menolak amplop pemberian Awan.

"Bang keperluan gue cuma bayar utang ke elo bang. Jadi ya gue pake ini buat bayar utang gue. Mohon abang terima ya, nanti sisanya nyusul. Gue cabut duluan ya bang, mau nganter artis hehehe..." ucap Awan.

"Gile, bukan main nih mas bro, ya udah ati-ati ya." ucap Arka yang pada akhirnya menerima amplop coklat itu dari Awan.

Awan pun mengantar Nala pulang kerumahnya. Mereka memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri malam yang sepi. Mera saling mencoba ubtuk mengingat masalalu indah yang mereka lewati berdua.

Perlahan Nala menggenggam tangan Awan erat dan terus berjalan bersama. Awan merasa bingung dalam hatinya apakah i harus merasa senang, ataupun sedih. Karena yang ia tau, Nala bukanlah miliknya saat ini.

Nala menyadarkan kepalanya pada lengan Awan. Awan tidak mencoba untuk menghindarinyaelainkan membiarkan Nala untuk menempel pada lengannya tersebut, hingga sampailah di rumah Nala.

"Wa, please jangan tinggalin aku Wa. Aku mau kita gini terus." ucap Nala.

"Gila kamu Nal, jangan main main sama api. Ini hari terakhir kita kaya gini Nal. Kedepannya aku ga mau Nal. Ini aja aku udah ngerasa salah bnget." jawab Awan

Tiba-tiba pintu rumah Nala terbuka. Ibu Ratih pun keluar dari balik pintu tersebut.

"Ya ampun Nala, kamu tuh udah mau ujian pulang malem terus. Oh, sama nak Awan." ucap ibu Ratih

"Oh, ia bu... Tadi Nala main ke tempat aku kerja bu." jawab Awan.

"Ya udah Nala msuk sana. Nak Awan mau mampir dulu?" Ucap Ibu Ratih,

"Engga bu, Awan mau langsung kerumah sakit, ayah angkat saya lagi sakit. Jadi mau langsung aja hehehe..." ujar Awan kemudian mencium tangan ibu Ratih.

"Oh, gitu ... Semoga cepet sembuh bapaknya ya." ucap ibu Ratih.

Ibu Ratih kali ini tidak begitu marah dengan Nala, karena Nala terlihat pulang bersama Awan, karena biasanya ia selalu pulang sendiri sampai larut malam, karena Nico atau supirnya tidak pernah mengantarkan Nala sampai depan rumah, seperti yang dilakukan Awan hari ini. Ibu Ratih juga sepenuhnya percaya pada Awan daripada pada Nico, karena ia yakin bila Awan tidak mungkin melakukan hal buruk pada Nala.

...****************...

Mungkin ini yang dinamakan cinta dan benci. Cinta pada dirinya dan semua yang ada pada dirinya. Benci padanya pada saat aku menyadari, bila dia telah jadi milik laki-laki lain.

Bertahan layaknya manusia bodoh, atau tinggalkan dengan menghancurkan setiap angan-angan pernah kita susun bersama.

Yang membuatku gila, mengapa dia memperlakukan seperti ini?

Aku di buat seakan aku ini miliknya. Keadaan ini pun seolah memaksaku untuk menerima dia yang telah berdua. Jujur aku sangat bahagia ketika kau bersandar padaku. Namun, setelah aku sendiri, aku sadar betapa bodohnya aku.

...****************...

Awan pun kini telah sampai di rumah sakit, dia bertanya pada resepsionis mengenai pasien yang bernama Yadi. Setelah mengetahui lokasi ruangan rawat inap milik Ayah angkatnya, bergegas menuju ruangan tersebut.

Awan sempat di tahan oleh petugas, karena saat ini adalah bukan jam besuk. Namun setelah Awan memberikan informasi mengenai ruangan rawat inap yang akan dia kunjungi adalah ruangan VIP, akhirnya Awan diizinkan masuk, karena untuk ruangan VIP

diizinkan dua orang yang menunggu, ditambah lagi dengan kereangan bila Awan adalah anak dari pasien.

Awan membuka perlahan pintu ruangan tempat ayah angkatnya dirawat. Terlihat bila ayah angkatnya kini telah tertidur. Di sofa juga terlihat Mayang yang tengah tertidur pulas. Melihat yang tertidur pulas, segera ia menyelemuti agar tetap hangat.

Awan memperhatikan wajah Mayang yang terlihat lelah.

'Kamu manis juga May...' gumam Awan yang tersenyum melihat wajah Mayang yang lelah, namun terlihat manis.

Setelah memastikan Mayang dapat tidur dengan nyaman, ia pun duduk di kursi sebelah pak Yadi hingga tertidur.

Bersambung...

1
Nina
Cian awan
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
wkwkwk kesurupan katanya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tinggalin nala aja wan mending sama mayang. atau sama akuh aja wan gak papa😅
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
baca jd nyesek kasihan awan

tebakanku kalau pak yadi meninggal awan suruh jagain mayang deh
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
boni matih?
Nina
Lagi up nya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tor kira2 awan jadi penyanyi terkenal gak ya nantinya.
Zubi: Tergantung si Awan mau jadi terkenal atau engga.🤣
total 1 replies
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
jadi pengen bilang I love you juga😊 seperti mereka
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
yahhhh kirain yg kasih saputangan awan ternyata niko🤦‍♀️

perasaan nico ngintil mulu deh
Nina
Kesurupan
Nina
Awan mw ngapain cari bobbie
Minakim
Justru itu yang buat adrenalin terpacu, semakin berliku jalannya semakin gigih kita melaju semakin dewasa kita setiap harinya
Nina
next
ㅤㅤ
bener Nala melupakan awan 😌
ㅤㅤ
pantes yg di ambil nala nya aj,,,, ternyata mau d ajak jadi pasangan duet nya nico😪
ㅤㅤ
wkwkw 🤣🤣🤣 kayak udah kenal lama ya 🤭 cepet banget akrab nya ya kalian
ㅤㅤ
wkwkw dasar mayang,,, 🤣🤣🤣 awan di samain sama ayam potong 😂😂😂
ㅤㅤ
hmmm awan cemburu🤭
ㅤㅤ
hmmm sad ya,,, d saat penting Nala, awan gk ada😌
ㅤㅤ
waaah 😱 semoga nala gak melupakan awan 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!