"menikah, atau kamu kami coret dari daftar pewaris?"
"tapi dia gila mah,"
.........
Narendra meradang saat jalinan kasihnya selama bertahun-tahun harus kandas dan berakhir dengan menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya.
Reyna, putri konglomerat yang beberapa tahun belakangan di isukan mengidap gangguan jiwa karena gagal menikah adalah perempuan yang menjadi istri Narendra.
tak ada kata indah dalam pernikahan keduanya, Naren yang belum bisa melepas masa lalunya dan Rayna yang ingin membahagiakan keluarga nya di tengah kondisi jiwanya, saling beradu antara menghancurkan atau mempertahankan pernikahan.
apakah Naren akhirnya luluh?
apakah Rayna akhirnya menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyky Pamella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MPG_30
Setelah dokter Nisa berpamitan, semua yang ada di kamar Rayna juga ikut meninggalkan ruangan
"Mas duduk sini!" titah Rayna sambil menepuk-nepuk Sisi ranjangnya
Narendra tidak menjawab namun ia langsung melangkah menuju sisi ranjang yang diminta oleh Rayna
"Jangan ditekuk gitu dong mukanya, jelek tahu," ucap Reyna dengan ada suara yang manja
"Lain kali nggak usah pakai acara telat makan segala, bikin orang salah paham aja." jawab Naren dengan nada dingin
"Aku nggak telat makan Mas, aku juga nggak tahu kenapa asam lambung aku bisa naik. Ini baru pertama tahu aku sakit karena asam lambung, padahal sebelumnya aku juga nggak punya riwayat Penyakit ini. Ketularan kamu kali?" ucap Rayna dengan nada menggoda
"Sejak kapan penyakit asam lambung bisa menular?"
"Sejak kita main kuda-kudaan sebulan lalu," jawab Rayna tanpa beban
Narendra hanya menatap Rayna lekat tanpa menanggapi pernyataan dari istrinya itu
"Iya iya maaf, aku cuma bercanda kok lagian kamu juga sih,"
"Kenapa jadi aku lagi yang kena?"
"Dari mana asalnya Kamu berpikir kalau aku hamil?"
"Ya kamu Pikir aja sendiri, tiba-tiba kamu sakit mual pusing jangankan aku, mama Farah sama mama Fani aja juga ngira kalau kamu hamil."
"Ya mama Fani dan mama Farah kan tahunya kita berhubungan suami istri tuh sering Mas, tapi kan kamu tahu kita aja ngelakuin itu cuman sekali, itu juga satu bulan yang lalu setelah itu juga aku udah haid lagi dari mana asalnya aku bisa hamil? lewat bluetooth?"
"Jadi setelah kejadian malam itu kamu udah haid lagi?"
"Udahlah Mas, Ini aja aku baru suci. Makanya jadi suami itu yang peka. harus ngerti siklusnya istri."
Naren nampak menundukkan kepalanya, ada rasa kecewa yang teramat sangat di hatinya, entah sejak kapan Ia menginginkan seorang bayi dalam rumah tangga mereka, padahal Narendra sadar betul bagaimana kondisi pernikahan mereka tapi tetap saja Narendra tidak bisa menepikan keinginan itu dari benaknya
Melihat raut wajah Narendra yang tidak bisa ditebak Rayna kembali membuka suara
"Mas kan Kamu sendiri yang bilang kalau kamu mau Ajeng yang jadi ibu dari anak-anak kamu bukan aku, terus kenapa sekarang kamu malah jadi kelihatan kayak sedih gini pas tau aku nggak hamil. Harusnya kamu bersyukur dong harusnya kamu senang kan? kamu udah pernah bilang kalau kamu nggak akan melanggar janji-janji kamu buat Ajeng dan aku juga udah berjanji akan selalu membuat kamu menepati janji kamu, iya kan? nggak mungkin dong kamu lupa," tanya Rayna sambil menatap lengkat Narendra
"Iya kamu bener," jawab Naren singkat kemudian beranjak hendak meninggalkan kamar
"Mau ke mana, ingat ya ini di rumah aku bukan di penthouse jadi kita nggak bisa pisah kamar di sini,"
mendengar perkataan Rayna, Naren langsung menghentikan langkahnya
'Sial, Kenapa Gue lupa kalau sekarang lagi di rumah mama Fani' umpat betin Narendra
Rayna tersenyum geli melihat suaminya putar arah dan berjalan menuju ranjang tempatnya berbaring
"Sini kamu tidur sebelah sini aku sebelah sini janji aku nggak bakal ganggu daerah teritorial kamu," ucap Rayna sambil tersenyum nakal dan menaik turunkan kedua alisnya
"Aku tidur di sofa aja," jawab Naren sambil beranjak menuju satu set sofa yang berada di samping ranjang Rayna
"Ya udah terserah kamu aja kamu ambil gih bantal sama selimutnya di walk in closed!"
Tak lama setelah itu Naren sudah nampak membawa bantal dan selimut dari Walk in closed dan melempar dengan kasar bantal dan selimutnya itu di sofa
"Oh ya, aku baru ingat kamu tadi habis mandi terus ganti baju ini kamu bawa baju ganti dari penthouse?" tanya Rayna yang baru menyadari dari mana Narendra mendapatkan kaos dan sarung yang sekarang tengah ia pakai
"Emang tadi pas aku masuk kamar kelihatan aku bawa baju, Aku pikir kamu yang beliin baju-baju buat aku terus kamu taruh di lemari,"
"Hah?" jawab Reyna sambil mengangakan mulutnya
"gak usah pura-pura kaget, gengsi gitu. bilang aja kamu udah kecintaan sama aku makanya kamu nyiapin semuanya supaya aku betah di sini lama-lama," jawab Naren dengan wajah tanpa dosa
"Idih Pede boros, ya nggaklah lagian kapan aku sempet nyiapin semuanya, orang kita main ke sini aja baru sekarang ditambah lagi setiap hari itu aku harus sibuk sama semua drama-drama kamu itu. Ajeng datang ke rumah lah kamu ngelakuin apa lah Mana sempet aku mikir buat beli-beli kayak gini jangankan buat kamu buat diri aku sendiri aja aku sampai gak sempet." jawab Rayna
Narendra hanya menyebikkan mulutnya mendengar perkataan dari Rayna
"Udah Buruan tidur malah curhat!" jawab Naren sambil merebahkan tubuhnya di sofa dan mulai memejamkan mata
"Astaghfirullahaladzim, sebenarnya laki-laki macam apa sih yang gue nikahin ini?" gerutu Rayna dengan suara yang sengaja dikeraskan agar Narendra mendengar tapi yang dituju hanya melirikkan mata ke arahnya kemudian melanjutkan aktivitas tidurnya
Rayna hendak bangun dan mematikan lampu utama kamar namun belum sempat ia menekan tombol off tiba-tiba terdengar ketukan dari luar ruangan
"Siapa lagi sih?" gerutu Narendra
"Mama kali mau ngasih susu dengan obat perangsang buat kamu," jawab Rayna sambil cekikikan mengingat kejadian saat di rumah Narendra
Naren hanya melemparkan tatapan sinis pada Rayna kemudian beranjak hendak membuka pintu
"Mau ke mana? tanya Rayna
"Buka pintu lah,"
"Astaga udah dua kali Masak masih aja lupa sih, sebelum buka pintu sembunyiin dulu itu bantal dan selimut dari atas sofa atau Semuanya bakal ketahuan!" jawab Rayna dengan penuh penekanan
"Astaghfirullahaladzim, Kenapa ribet banget sih hidup gue," jawab Naren makin mencak-mencak
setelah menyembunyikan bantal dan dan selimutnya di bawah selimut yang dipakai Rayna Narendra segera beranjak dan membuka pintu
saat pintu terbuka nampak Fani berdiri di sana
"Udah pada bobok ya, maaf ya mama ganggu Mama cuman mau ngasih ini buat Rayna," ucap Fani sambil menyodorkan segelas susu Untuk Rena pada Narendra
"Susu apa ini mah?" tanya Narendra memastikan. Dia masih trauma dengan susu yang diberikan oleh Farah dulu
"Ini susu nabati Ren, susu nabati itu baik untuk menurunkan asam lambung nih kamu kasih ke Rayna!" titah Fani
"Mama masuk aja mah nggak papa kok!" jawab Naren sambil mempersilahkan mertuanya untuk masuk
"Nggak usah kamu aja yang ngasih, nih pastikan Rayna mau minum sampai habis ya susunya!" Fani kemudian mendongakkan kepalanya ke arah ranjang
"Kayaknya udah bobo tapi nggak apa-apa bangunin dulu sebentar ya setelah minum susunya baru dilanjutkan tidurnya!" lanjut Fani sambil mengulum senyum dan meninggalkan kamar Narendra dan Rayna
"Nih minum!" titah Narendra sambil menyodorkan gelas ke Rayna setelah menutup pintu kamar
"Mas buang aja lah susunya." jawab Rayna sambil nampakkan wajah memelas
"kok dibuang Itu namanya kamu nggak menghargai pemberian orang tua, kamu tahu nggak,"
"Kamu amnesia apa gimana sih Mas, kamu lupa kejadian 1 bulan lalu saat Mama Farah tiba-tiba datang ngasih susu ke kamu kamu nggak trauma apa?" tanya Rayna
"Ya tapi kan saat itu susunya buat aku, tapi ini kan buat kamu"
"ya terus bisa aja kan mama Fani kerja sama dengan mama Farah sengaja kasih obat-obatan kayak gitu kalau sekarang giliran aku yang terangsang gimana, emang kamu siap aku makan?" tanya Rayna dengan senyum menggoda
Narendra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum geli melihat kelakuan perempuan di hadapannya ini
"Kayaknya lucu lihat kamu dalam mode obat perangsang," jawab Narendra dengan terkekeh
"etlist aku nggak bakal meraung-raung dibawah guyuran shower," jawab Rayna Sambil tertawa terbahak
"Ketawa aja terus, seneng banget kayaknya lihat orang menderita," Ketus Narendra
"Ih orang situ yang mulai," jawab Rayna masih sambil terkekeh
"terus ini gimana susunya?"
"Kalau mas mau Mas minum aja kalau nggak mau buang aja di wastafel!" jawab Rayna
"Buang aja dari pada terjadi yang gak-gak" jawab Naren sambil melangkah ke kamar mandi
setelah urusan persusuan selesai mereka berdua memutuskan untuk istirahat, hingga saat suara adzan subuh berkumandang akhirnya untuk pertama kalinya mereka melaksanakan sholat dengan berjamaah
'Memang bener kata orang rumah orang tua itu selalu mendatangkan berkah di rumah mama Farah akhirnya aku bisa menjadi istri seutuhnya dan sekarang di rumah mama Fani aku menjadi makmum sepenuhnya' tutur batin Rayna
"Kenapa senyum-senyum?" tanya naren sambil berbalik ke arah Rayna
"nggak apa-apa," jawab Rayna sambil mengulurkan tangan
"mau minta apa?" tanya Narendra
"Salim lah"
kemudian Narendra menyambut uluran tangan Rayna. Untuk pertama kali di pernikahan mereka setelah acara Ijab Qobul, Rayna mencium punggung tangan Narendra tanpa didasari dengan drama
"Mas Kamu gak pingin ngecup kening aku kayak yang di tv-tv?" tanya Rayna sambil menaik turunkan kedua alisnya
"enggak alergi sama merkuri," jawab Narendra sambil beranjak dari tempat salatnya
"enak aja kalau ngomong, aku belum pakai bedak apa-apa ya lagi pula Seandainya aku pakai bedak juga nggak pakai yang ada merkurinya, bedak aku tuh mahal tau, " Ketus Rayna
"Oh pantesan tagihan di kartu kredit aku membengkak"
"enak aja, sampai saat ini aku belum pakai kartu kredit dari kamu ya, coba cek lagi. itu tagihan dari kartu kredit yang kamu kasih ke Ajeng kali" jawab Rayna tak kalah sewot
Naren baru sadar, selama ini memang tidak ada tagihan sepeserpun dari kartu kredit yang ia berikan ke Rayna
"pakai aja kartu kreditnya sepuas kamu, aku nggak akan jatuh miskin Cuman karena tagihan Kartu kredit kamu." jawab Narendra sambil meninggalkan kamar
plisss dong kk author tambah 1 lagi