Pengorbanan seorang ibu demi pengobatan anak nya rela menjual diri.
Adakah orang yang rela membayar nya dengan harga yang sangat mahal?
Sedang kan dia hanya seorang janda.
Penasaran yuk ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18
"Yang benar kamu, Jangan bercanda" Ucap ferdi dengan rasa penuh khawatir, Jika sudah tidak kuat aku antar ke Rumah sakit saja ya.
"Ya,,, jantung ku sepertinya bermasalah jika dekat dengan mira, " Ucap Jack sambil mengacak rambutnya frustasi. Aku tidak suka akan hal ini, Kelihatan seperti laki-kaki bodoh aku jika di hadapan Mira.
"Memangnya nya seperti apa rasanya jika dekat dengan dia,"? Tanya ferdi dengan penuh keanehan, Ada apa dengan sahabat nya ini.
" Sulit di jelaskan, "
"Ya,,, sudah jika jantung mu bermasalah karena Mira, Mungkin hanya Mira yang bisa mengobatinya"
Aku akan keluar panggil Mira untuk jadi dokter cinta mu, Ucap ferdi sambil berdiri ia akan keluar dari ruangan Jack.
"Tambah gila aku yang ada, Jika berduaan di ruangan ini", Bisa jadi aku khilaf lalu melahap Mira, Ucap Jack sambil berdiri ia pun menuju meja kerjanya. Jack juga sudah sadar dan detak jantungnya sudah teratur.
"Sudah sanah pergi", Aku juga banyak kerjaan ucap Jack sambil memberi kode dengan tangannya.
Mau cepat kelar nih kerjaan, Nanti sore aku mau berkunjung ke tempatnya Karina. Sudah lama aku tidak berkunjung ke sanah.
" Kamu belum bisa melupakan dia,? Tanya ferdi terhadap Jack. "
Sudah hampir lima tahun lebih loh, Lupakan dia dan cari yang baru. Dia itu tidak akan pernah kembali.
Mungkin Mira orang yang tepat untuk menggantikan posisi Karina, Kalian mempunyai latarbelakang yang sama.
Ferdi sebetulnya tidak rela jika Mira bersatu dengan Jack, Karena Ferdi juga sudah menaruh hati terhadap Mira sejak pertama kali melihat nya. Namun rasa itu akan Ferdi pendam sedalam mungkin demi kebahagiaan Jack. Mungkin Mira orang yang tepat untuk mengubah Jack, Melupakan semua masalalu nya.
"Hai,, kau ngomong apa, Sampai kapan pun tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisi dia di hati aku. Sudah sanah pergi " Ucap Jack yang ke dua kalinya mengusir Ferdi.
"Yakin tidak ada yang bisa menggantikan nya di hati kamu, Bagaimana dengan Mira. Bukan kah kau selalu salah tingkah jika di dekat dia, Jangan sampai kau telat menyadari akan rasa itu. Hanya karena kau merasa bersalah atas meninggalnya Karina"
Ferdi pun pergi dari ruangan Jack, Setelah berbicara panjang lebar. Berharap Jack bisa memahami apa yang di ucap kan Ferdi. Mungkin dari segi karier Jack lebih beruntung dari Ferdi, Namun dari sisi lain Ferdi lah yang lebih beruntung. Ferdi tidak pernah merasakan kehilangan, Atas orang-orang yang di sayang.
Dia akan melupakan rasa cinta nya untuk Mira, Mungkin tidak akan pernah ada yang tahu jika Ferdi menyukai Mira. Itu semua ia lakukan hanya untuk Jack, Agar ia terlepas dari bayang-bayang masa lalu. Mungkin Mira lah orang yang tepat menurut Ferdi, Yang Ferdi lihat Mira bukan orang yang akan gila harta.
Setelah kepergian Ferdi, Jack pun menyandarkan tubuhnya. Sambil memijat pelipisnya, Rasa tidak karuan pun mulai terasa di kepalanya. Setelah beberapa lama ia termenung, Jack pun segera menyelesaikan semua pekerjaan nya. Mengingat hari ini ia akan mengunjungi Karina.
Waktu istirahat kantor pun telah tiba, Semua karyawan pun sedang istirahat. Ada yang pergi keluar untuk mencari makan, Ada juga yang bawa bekal dari rumah. Seperti Mira ia selalu membawa bekal dari rumah.
Namun sebelum makan siang ia pergi ke ruangan Jack sebentar, Akan menyerahkan berkas yang harus di tanda tangan Jack.
Mira pun mengetuk pintu ruangan Jack, Terdengar dari dalam yang mempersilahkan nya untuk masuk.
"Ma'af pak saya mengganggu waktunya sebentar, Ini berkas yang harus bapak tanda tangan. Namun sebelum itu bisa bapak periksa dulu, Takut ada yang keliru dengan semua itu" Mira pun bicara sambil berdiri karena Jack tidak mempersilahkan untuk duduk, Sebagai bawahan yang baik Mira tidak mau lancang. Bukan tidak sopan bicara sambil berdiri.
"Terimakasih,, saya akan periksa setelah jam istirahat nanti, Ucap Jack dengan nada datarnya"
"Baik Pak saya pergi dulu, ucap Mira. " Namun sebelum ia keluar Jack berkata.
"Kamu tidak makan di luar,? Tanya Jack terhadap Mira.
" Tidak pak, Saya bawa bekal dari rumah jadi saya makan di ruangan saya saja"Jawab Mira.
"Owhhh,, hanya itu yang di ucapkan Jack"
Mira pun pergi meninggalkan ruangan Jack dan kembali ke ruangan nya.
Setelah ia masuk ke ruangan nya sudah ada orang yang menunggunya di sanah.