NovelToon NovelToon
Istri Baru Tuan Arnold

Istri Baru Tuan Arnold

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: syehalea

follow ig author: @bungadaisy206
Ana tidak jelek. Dia adalah gadis yang sangat cantik. Tapi kenapa Ana tak kunjung menikah? Kata orang, Ana digantung waris oleh mantan pacarnya. Sebagai penangkal mitos itu, Ana harus rela dijodohkan dengan anak dari sahabat ayahnya. Ana yang tidak punya pilihan, dia pun menerima pernikahan itu. Pernikahan yang diatur oleh keluarganya dan keluarga calon suaminya.

Yuks ikuti kisah cinta dan kehidupan rumah tangga 2A (Ana dan Arnold) dalam novel Istri Baru Tuan Arnold karya Syehalea.
IG : @bungadaisy206

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syehalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Minggu pagi di Diamond Land bagian barat di kota Surabaya. Sosok tampan dan kurus seperti tangkai lidi, berjalan di antara rerumputan basah tertutup embun. Langkahnya halus bagai bunga kapas seperti tak berjejak.

Agus menggerakan sebagian tangannya yang hanya memilki sedikit otot. Menghisap udara pagi, dengan sesekali berjalan kecil di antara hamparan tanah berumput. Pohon, danau dan bunga-bunga hidup dengan harmonis. Keringat meluncur di kulit tubuhnya. Ia menyeka keringatnya dan berlalu pergi menuju kamar mandi. Ia membersihkan dirinya kemudian membungkus tubuh itu dengan jubah mandi.

Agus dengan santai duduk di atas sofa berwarna merah bata, mengarahkan matanya ke arah meja, jemari panjangnya menyentuh ponsel mengambilnya, menghubungi seseorang. Ia dengan serius berbicara dengan orang itu.

"Informasi apa yang kamu dapatkan?" Agus dengan suaranya yang datar.

"Tuan, nona Ana tinggal di villa Peony. Nomor ponselnya 081260602020. Menurut informasi, nona Ana melakukan maling nikah atau nikah mendadak untuk menghapus kutukannya, tuan." kata seseorang di telpon itu.

Agus berasal dari daerah yang sama dengan Ana, Agus mengetahui tentang mitos itu. Ia terdiam, menggosok sedikit rahangnya sembari berpikir.

"Itu artinya Ana menikah dengan terpaksa dan Ana sama sekali tidak mencintai suaminya itu. Baguslah jika begitu, masih ada kesempatan untukku mengambil Ana kembali," batin Agus.

Dahulu, Agus meninggalkan Ana bukan karena ia berselingkuh atau mencintai wanita lain. Agus dengan sengaja menyewa pacar bayaran untuk mengelabui Ana. Ya, saat itu Agus belum siap menikahi Ana. Agus ingin lebih dulu mengejar mimpinya untuk sukses.

Namun hatinya tidak rela saat mengetahui Ana sudah menikah. Agus menatap nomor itu, terdiam sejenak lalu menekannya.

"Tut" terhubung.

"Hallo! siapa?" tanya Ana di balik telpon.

Agus hanya diam mendengar suara Ana yang lembut. "Hei, ini siapa?" Ana mengulangi pertanyaannya, baru kemudian Agus menjawabnya dengan terbata. "I-ini ... a-aku, Agus." ucapnya tergagap.

Ana terbengong untuk sejenak dengan ponsel yang masih menempel di telinganya, ia tidak siap jika yang menghubunginya adalah Agus, mantan pacarnya.

"Ana, kamu mendengarku kan? ini aku Agus kekasihmu yang dulu," Agus kembali berbicara.

"Oh, ada urusan apa?" kata Ana bernada dingin.

"Ada hal penting yang harus aku sampaikan," katanya dengan serius.

"Bicaralah segera, aku akan mendengarkannya," kata Ana dengan masih bernada dingin.

Agus terdiam sesaat, menghela nafasnya pelan kemudian berkata dengan seperti memohon. "Ana, aku ingin bicara langsung. Aku ingin bertemu denganmu, bisa?" pinta Agus.

"Baiklah, di mana kita bertemu?"

"Kita bertemu besok di Skyview Resto saat jam makan siang," jawab Agus.

"Baiklah." kata Ana mengakhiri panggilan itu. Ana menatap sejenak layar ponselnya. Ia masih tidak percaya Agus menghubunginya.

"Sudah telponan-nya? lama sekali mengobrol dengan pria lain,"

Suara itu terkesan hambar seperti suara marah yang tertahan. Ana menolehkan kepalanya menatap Arnold yang berdiri tegak di belakangnya dengan raut tidak enak.

"Maaf, tadi itu Agus yang menghubungiku," Ana dengan raut memelas.

Arnold mengabaikannya, Ia nampak kesal. "Oh," responnya datar dengan semu merah terpapar di wajah tampannya.

"Kamu marah?" tanya Ana sedikit berkerut.

"Mana ada seorang suami yang rela, mendengarkan istrinya mengobrol mesra dengan pria lain," Arnold merajuk.

"Jangan marah begitu, aku hanya teman biasa dengan Agus. Dia satu kampung denganku, apakah tidak sombong jika aku menolaknya," sahut Ana.

"Jadi, dia lebih penting daripada aku, huh?" Arnold sangat marah dan cemburu pada Agus. Bahkan selama Ana mengobrol dengan Agus, ia mendengarkannya dengan tetap berdiri diam di belakang tubuh Ana tanpa bergerak.

Ana merasa bersalah saat mengamati raut wajah suaminya yang begitu marah. Memang benar kata orang, tidak seorang pun dari suami yang rela mendengar istrinya ngobrol dengan pria lain, termasuk Arnold. Ana melunakkan suaranya sangat halus dan lembut, berusaha membujuk suaminya agar tidak marah.

"Kamulah yang paling penting untukku. Maaf, jika tadi itu melukai perasaanmu. Jika kamu tidak mempercayaiku, kamu bisa ikut bersamaku saat aku menemui Agus. Aku tidak akan menyembunyikan apapun dari kamu, percayalah." kata Ana meyakinkan suaminya.

Arnold sedikit tenang, emosinya mulai reda. Ia tatap lekat mata Ana, kemudian mengambil pelukan hangat dari tubuh wanita itu.

"Sayang, aku akan menemanimu pergi ke Skyview Resto. Aku tidak akan membiarkan wanitaku di dekati pria lain, apalagi mantan pacarmu," kata Arnold dengan terus memeluk tubuh Ana.

Ana tersenyum melepaskan pelukan Arnold. Ia berbalik dan duduk di atas sofa. Arnold menghampirinya dan duduk di sampingnya. Ana menatapnya, menjatuhkan senyum tipis yang menggoda. Dengan tiba-tiba, Ana berdiri dan duduk di pangkuan suaminya itu. Arnold yang tidak siap, dengan terkejut menerima tubuh Ana dalam pangkuannya. Arnold menatap wajah istrinya itu, dan Ana dengan berani mengalungkan kedua tangannya di leher Arnold. Ana yang menggoda, membuat Arnold tiba-tiba membeku menahan nafas dan juga hasratnya.

"Hei, bukankah kamu yang meminta waktu? Ana, jangan dengan sengaja membuat aku khilaf dan melupakan perjanjian kita." kata Arnold dengan tatapan rumit.

"Apanya yang membuat khilaf?" Ana pura-pura tidak mengerti, ia sengaja menampilkan raut wajah kebingungan. Wajah Ana tiba-tiba sangat polos, membuat Arnold tidak tahan. Ana yang menantang membuat Arnold ingin menggodanya.

"Kamu yang bilang butuh 2 Minggu untukku bisa menidurimu. Tapi apa ini? kamu menggodaku, apa ini bukan unsur kesengajaan. Jangan-jangan kamu sudah siap untuk aku tiduri," Arnold tersenyum licik.

"Ayo kita lakukan sekarang!" lanjutnya kemudian.

Mendengar itu Ana menggeser tubuhnya menghindar, namun Arnold mencengkram pinggulnya, menahan Ana.

"Jangan gerak-gerak, nanti ada yang bangun," bisik Arnold sedikit nakal.

"A-apa yang bangun?" Ana gugup seketika menghentikan gerakannya.

"Adikku yang bangun," Arnold berbisik di samping telinga Ana.

"Adik yang mana?" Ana bertanya dengan wajah polos.

"Mau lihat atau mau pegang, um?"

Tanpa menunggu persetujuan Ana

dengan gerakan cepat Arnold mengambil tangan Ana, dan mengarahkannya ke arah adiknya yang berada di balik celananya.

Ana tercekat sedikit memberontak saat tangannya menyentuh benda hangat, kedua pipinya bersemu pink pudar. Ia bukan hanya tidak bergerak-gerak, bahkan tubuhnya tiba-tiba membeku.

"Hahahaha." Arnold tertawa terbahak mengamati wajah Ana yang menjadi kaku.

"Sayang, ini hukuman untukmu dan ini terakhir kali kamu membuatku cemburu. Jangan berani lagi menggoda pria lain," Arnold bernada ancaman.

"Iya." Ana menjawab singkat dengan terus menundukkan kepalanya. Ia masih malu dengan yang Arnold lakukan tadi. Ia merasa tangannya masih hangat akibat benda asing yang tadi di pegangnya.

Semakin hari cinta mulai subur di ladang mereka. Baik Ana maupun Arnold sudah mulai memahami arti kebersamaan mereka. Mencoba saling memahami dan mengerti satu sama lain. Dengan seiring waktu, cinta itu tumbuh tanpa rencana. Hati yang dulu membeku, kini mulai mencair. Ana mulai melupakkan rasa sakitnya yang dulu.

"Sayang, kenapa melamun?"

Arnold memberi space pada tubuh mereka. Agar ia bisa leluasa menatap Ana.

"Jangan takut! kamu boleh bergerak-gerak," lanjut Arnold kembali menggodanya.

Ana tidak menjawab, hanya dengan satu gerakan kecil memukul dada bidang suaminya yang di balas kecupan singkat dari Arnold di pucuk kepalanya.

*****

Readers say, jangan lupa untuk mendukung author dengan memberikan cinta kalian yang berupa like, coment dan votenya. Terimakasih sudah setia membaca karyaku.

salam kenal dariku @syehalea.

❤️❤️❤️❤️❤️

1
Sandisalbiah
sebenarnya penasaran dgn kisah masalalu Ana...
Sandisalbiah
awal yg menarik.. 🤔🤔🤔
sita
berarti cerita ini udah g lanjut y Thor😁😁 aku lihat koment nya pada tahun 2021 semua.
sita: judul yg di fizzo apa Thor aku juga baca juga di sono?
total 2 replies
sita
pokok nya biarin tu si Erik .jangan sampai mau si Wina ke si Erik .
sita
aku lebih suka Wina sama Ronal ,karena Ronal lebih baik daripada erik.mantap Thor aku masih lanjut bacanya.
Purnawati zainir
jijik aku sudah diperlakukan tidak layak... cepat kali luluh nya... tak cocok ceritanya sama aku., by thor cabut duluan
Tasya
Sakit Jiwa ku rasa si Agus ni ya..ada Gila2 nya.. si Ana itu udh Istri Orang Dodol...
krisan
lanjut
sheka
yg di desek suruh jmput arnold..pas di jmput erik yg di sapa duluan ..alamt arnold mnyun
syehalea: terima kasih akak udah membaca sampai sini....🤗
total 1 replies
sheka
prtahankm ronald bu win
sheka
kode minta di antar k kmr mndi 😂😂
sheka
angry bird 😂😂
sheka
knp jdi ciut
sheka
💪💪
sheka
moga bianca cepet mnerima kedua ortunya
sheka
q mnangisi ronald 😭😭
sheka
keren mantap
sheka
win ingt ronald ya
sheka
agus gila ngaku nya sayang tp masih diem aja .. kasian abella nya
sheka
wina jgn sakiti ronald ..kmu tau kan rasa nya kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!