Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelamatan Jessy, part 2
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
Setelah kepergian Aorion, Queen segera masuk ke kamarnya. Ia juga harus bergegas untuk mempersiapkan diri. Queen mengakses brankas rahasianya.
Brankas itu berisikan pakaian khusus dan juga senjata-senjata yang akan di butuhkannya dalam situasi seperti ini. Setelah berganti pakaian, Queen juga menyiapkan beberapa senjata yang akan ia bawa bersama dirinya.
Queen keluar dari kamarnya dengan berhati-hati. Ia langsung keluar melalui pintu samping dan masuk ke dalam bagasi.
Karena tau dirinya akan di ikuti, Queen memilih untuk menggunakan mobil yang biasanya di gunakan oleh pelayan. Diluar sana, Queen sudah menyiapkan mobil khusus yang nantinya akan ia gunakan.
Benar saja, saat mobil yang Queen kendarai meninggalkan mension, sebuah mobil lain sudah mengikuti dirinya. Queen hafal dengan dengan semua mobil milik Hanzel, dan yang sekarang membuntuti adalah mobil yang berbeda. Pastilah itu anak buah milik Aorion.
Agar tidak menimbulkan kecurigaan, Queen sengaja memasuki sebuah cafe, dan memarkirkan mobilnya di sana. Ia mengenakan topi, dan juga jaket lain untuk melapisi pakaian nya.
Queen tau jika anak buah Aorion tak akan mengikuti dirinya sampai ke dalam cafe. ''Kau sudah perkirakan mobil ku di tempatnya?" tanya Queen pada Oliver. Salah satu orang yang bekerja padanya.
''Sudah nona, semuanya seperti yang anda minta.'' sahut Oliver dan memberikan kunci mobil lain dan di tukar dengan milik Queen sebelumnya. Beginilah cara Queen mengelabui orang-orang yang mengikutinya.
Sebelum itu, Queen terlebih dahulu memeriksa lokasi keberadaan Jessy. London utara.
''Anda yakin akan pergi kesana sendirian nona?" Oliver terllihat mencemaskan Queen.
''Aku akan pergi sendiri, jangan khawatir.'' ujar Queen lalu mengambil kunci mobil yang Oliver serahkan padanya.
''Pastikan orang-orang di depan sana tidak kecewa.'' ujar Queen menyunggingkan senyum.
''Baik nona.''
Kini Queen harus memulai misinya sendiri. Dengan mengendarai mobil miliknya, Queen melaju menuju London utara. Tempat dimana Jessy berada saat ini.
Jalur di London utara memang sering di gunakan sebagai tempat kejahatan, di karenakan daerah tersebut terputus dengan daerah kota Britania Raya. Inggris.
Sehingga memungkinkan sebagai salah satu tempat transaksi gelap bagi para mafia, selain itu, kawasan itu juga yang aman dari pengawasan polisi setempat.
Dengan kecepatan penuh Queen mengendarai mobilnya menyusuri jalanan pinggiran kota London. Jalanan yang tidak terlalu padat membuat Queen dapat melajukan mobilnya dengan mulus.
"Bersabarlah Jessy, Aku harap kau akan baik-baik saja.." Ucap Queen sambil terus menginjak pedal gas mobil yang ia kendarai.
...❄️❄️...
...Beberapa jam perjalanan......
Queen pun akhirnya tiba di tempat yang telah di konfirmasi oleh David. Dari kejauhan ia sudah mengawasi sekitar. Terdapat empat mobil terparkir di sana dengan puluhan penjaga bersenjata yang berjaga di depan gedung tua tersebut.
Queen mengitari gedung, dan mencari celah agar dapat masuk ke dalam gedung untuk memastikan keberadaan Jessy. Sepertinya Queen harus berhati-hati, ini bukanlah penculikan biasa.
Bug. Bug..
Queen menendang serta menghantam seorang penjaga yang sedang mengawasi di bagian belakang gedung. Setelah Queen melumpuhkan penjahat itu hingga tidak sadarkan diri, Queen menariknya ke semak-semak dan menyembunyikannya di sana untuk menghindari kecurigaan.
Setelah selesai mengatasi satu penjahat, Queen masuk ke dalam gedung melalui jalan yang di lalui oleh penjahat sebelumnya.
Dengan ketangkasan dan kemapuan yang di milikinya, kini Queen sudah masuk ke dalam gedung. Queen mencari tempat teraman untuk bersembunyi dan mengamati situasi.
Dari tempatnya saat ini, Queen bisa melihat dan menemukan keberadaan Jessy. Gadis itu terikat dan di dudukan di sebuah kursi di tengah-tengah gedung. Jessy seperti umpan yang memang sengaja di siapkan untuk memancing mangsa yang sesungguhnya.
Queen kembali mengamati sekitar. Ada kurang lebih sepuluh penjaga yang berjaga di sekitar Jessy, dan juga seorang pria yang sedikit tidak asing bagi Queen. Tapi ia lupa siapa pria tersebut.
''Kenapa Aorion berurusan dengan para penjahat ini?" gumam Queen, masih bertindak waspada.
Dengan menggunakan alat pendengaran khusus, Queen bisa mendengarkan dengan baik apa yang sedang di bicarakan orang-orang di bawah sana.
''Apa kalian tidak salah informasi? apa benar seorang yang katanya adalah ketua mafia kelas kakap begitu lama untuk menemukan adik tercintanya ini? Cih. atau jangan-jangan orang itu hanya seorang penakut?" ucap pria tersebut dengan aksen Mexico yang kental.
Mafia? siapa yang di maksud, apakah Aorion juga seorang mafia? Queen kembali mendengarkan dengan seksama.
''Dari perbatasan sudah melaporkan tuan, mobil Aorion kingston sudah melewati post tiga beberapa jam yang lalu, dan itu artinya mereka akan segera tiba disini.'' sahut pria lainnya.
Aorion, seorang mafia?
Queen ingat sekarang. Pria yang saat ini tengah di lihatnya adalah Migguel, seorang Mafia yang cukup berbahaya di London, pria yang sama yang menculik Jessy.
Tapi kenapa ia menculik Jessy..? Apa Aorion bermusuhan dengan itu?" pikir Queen kembali mengamati keadaan. Queen baru tahu jika tunangannya juga seorang mafia.
Tentu saja, Aorion bukanlah Mafia di London, karena kekuasaan di kawasan London di bawah pengawasan Ayah dan juga kakaknya Kevin. Jika Aorion memang mafia, seharusnya Queen tahu, kecuali Aorion menggunakan nama samaran seperti dirinya.
Di London, mafia yang sangat di takuti hanya ada tiga, yang pertama dan terbesar adalah RED, milik Hanzel Group yang saat ini diketuai oleh Kevin kakaknya, dan yang kedua adalah BLACK ROSE milik Queen sendiri, dan yang ketiga adalah CRIPS, dan beberapa di antaranya adalah milik Migguel.
Sial. Migguel. Pria itu adalah putra dari musuh Ayahnya. Pria yang mengeluarkan perintah untuk membunuh Ibunya dan juga Queen yang saat ia masih di dalam kandungan.
Semua ingatan itu membuat dada Queen terasa sesak. Keringat dingin sudah memenuhi tubuhnya. "Tenanglah Queen.. ayolah, kau bisa melalui semua ini.'' sekuat tenaga Queen mencoba untuk menenangkan dirinya.
''Ku mohon jangan sekarang, tenanglah. Tenanglah.''
Tidak lama kemudian, Queen menyadari bahwa situasi mulai berubah. Ada ketegangan di sana, dan semua anak buah Migguel menjadi siaga. Apakah Aorion ada disini?
Perlahan-lahan Queen mulai menyeret dirinya, untuk kembali mengamati keadaan di bawah. Ia juga menyiapkan senjatanya dengan posisi siap untuk membidik sasarannya apabila diperlukan.
''Well.. Well.. '' Seru Migguel sambil bertepuk tangan. Entah apa yang lucu menurut pria itu.
''Selamat datang tuan Kingston!'' seru Migguel, masih menunjukan tawa bahagia saat melihat kedatangan pria yang sudah lama ingin ia temui, Aorion.
Aorion tidak datang sendiri. Ia bersama Luca dan juga beberapa pengawal dengan senjata lengkap.
"Apa yang kau lakukan pada adik ku?'' Aorion mengeram marah, saat melihat Jessy yang terikat tak sadarkan diri. ''Lepaskan dia sekarang Juga."
Suara Aorion terdengar begitu menakutkan, hingga membuat orang yang mendengarnya menjadi getir akan ancaman yang tersirat di dalamnya.
''Wow. Santai saja bung, aku hanya ingin berbincang dengan mu sebentar." balas Migguel yang kini tengah menyeringai jahat pada Aorion, membuat Aorion semakin geram mendengar basa-basi tersebut.
"Apa mau mu, Apa Sonya yang memintamu melakukan ini? Jika memang begitu aku tidak akan melakukan apapun yang kalian minta." ujar Aorion lagi.
Sonya? bukankah itu kekasih Aorion sebelumnya? Apa hubungan Migguel dan Sonya?
Aorion benar-benar tidak suka omong kosong seperti yang dilakukan Migguel. Jika tidak memikirkan keberadaan Jessy yang terlihat menyedihkan, maka Aorion akan menghabisi semua orang yang telah menyentuhkan tangan mereka pada tubuh adik kesayangannya itu.
Bahkan saat ini Aorion tengah berjuang keras menahan amarahnya tidak hanya itu, Aorion juga menahan diri untuk tidak menarik pelatuk yang ada di dalam jasnya.
''Hah. Ternyata kau sudah tau maksudku tuan Kingston, kalau begitu kita tidak perlu berbasa-basi lagi, Aku akan melepaskan saudarimu jika kau menuruti kehendak Sonya." Ucap Migguel. "Mudah bukan..?"
Aorion mendesis, lalu tertawa sinis. ''Apa kau tuli, bukankah sudah ku katakan sebelumnya? Aku tidak akan menuruti apapun yang kalian minta dari ku, termasuk permintaan dari mulut kotor Sonya.'' bentak Aorion.
''Tutup mulut mu!'' geram Migguel marah, lalu mengacungkan pistolnya pada Jessy. Membuat Queen juga bersiap untuk mengantisipasi apa saja yang mungkin akan terjadi dibawah sana.
"Apa kau tidak takut aku akan membunuh Sonya di hadapan mu..?" ucap Aorion lagi. .
''Kau tidak akan berani melakukannya tuan Kingston..'' tantang Migguel meremehkan. Sonya berada dalam pengawasannya, bagaimana bisa Aorion melibatkan sonya dalam transaksi ini. Migguel tak akan semudah itu di manipulasi.
"Benarkah, kau sangat yakin dengan yang kau pikirkan rupanya." sekali lagi Aorion tersenyum sinis.
Setelah Aorion memberikan tanda, anak buah Aorion telah masuk sambil menyeret Sonya yang berada di tangan mereka.
Melihat Sonya yang berada dalam tangan Aorion, benar-benar membuat Migguel naik pitam. Pria itu mengumpat, marah. Wajahnya bahkan terlihat kaku saat menatap pada Aorion yang tengah tersenyum meremehkan.
"Lepaskan penutup mulutnya..!" perintah Aorion pada Luca, dengan seketika Sonya yang sejak tadi hanya bisa meronta kini bisa mengeluarkan suaranya.
"Kak, Kak Migguel, maafkan aku kak. Tolong bebaskan aku.!" Sonya memohon pada Migguel sambil berurai air mata.
'Gadis BODOH...!'' Migguel mengumpat, marah.
''Kurasa kau sudah paham situasinya.'' Aorion tersenyum meremehkan sambil mengacungkan pistol kepada Sonya.
''Mari kita lakukan barter." Putus Migguel, mengalah pada rencana nya sendiri. ''Aku akan melepaskan adik mu, dan kau lepaskan Sonya..!" tawarnya. Bisa-bisanya adik bodohnya itu membuatnya malu dengan menjadi tawanan musuh yang seharusnya memohon di bawah kakinya. Brengsek!
"Itu pilihan yang bagus." Sahut Aorion lega, ia tak ingin bermain-main dengan keselamatan adiknya.
Mendengar isak tangis Sonya,, membuat Jessy kesadaran Jessy perlahan-lahan kembali. Gadis itu terbangun dengan penglihatan yang masih berkunang-kunang.
''Hhmm...eehhmmm..'' Jessy bersuara sambil meronta namun mulutnya tengah di tutup dengan perekat.
Setelah melakukan pertukaran, dengan sikap siaga semua anak buah Aorion menodongkan senjata mereka ke arah Migguel dan anak buahnya yang juga melakukan hal yang sama. Mereka sama-sama bersiaga untuk mengantisipasi apa yang mungkin akan terjadi.
Sementara Queen juga tengah bersiap jika terjadi hal-hal yang tidak memungkinkan di bawah sana. Yang Queen tahu, saat ini Aorion sedang bermasalah dengan Migguel, musuh bebuyutan keluarga Hanzel. Dan yang lebih membuat Queen tercengang adalah, kebenaran tentang Aorion sendiri.
DOR..... DOR...
Suara tembakan terdengar, kini semua orang tengah saling membidik satu dan lain. Salah seorang anak buah Migguel tengah jatun bersimbah darah.
"Brengsek!
...❄️...
...❄️...
...❄️...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...