NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Freya masih terpaku, menatap wanita di depannya dengan sorot mata penuh kebencian yang tertahan.

"Dia bukannya... selingkuhan William? Kenapa bisa ada di sini?" batinnya, dadanya tiba-tiba terasa sesak. "Jangan-jangan... dia adik tiri Tuan Steven?"

Freya refleks menutup mulutnya, lalu menggeleng pelan. "Tidak... tidak mungkin. Ini terlalu gila," batinnya lagi.

"Kau ini! Apa kau tidak punya mata, hah?" sentak Grace ketus.

"Aku—"

"Ada apa, sayang?"

Suara itu, membuat Freya membeku. Suara yang sangat familiar. Pandangannya beralih, saat suara langkah kaki mendekat.

"William?" gumamnya nyaris tidak bersuara.

Pria itu hanya meliriknya sekilas, lalu merangkul Grace dari samping dengan penuh perhatian.

"Kau tidak apa-apa?" tanyanya lembut.

Grace langsung bersandar manja. "Semua gara-gara pria ini. Lihat, tanganku sampai sakit."

Mulut Freya terbuka, tidak percaya. "Bumi begitu luas, tapi kenapa aku harus bertemu dua makhluk menyebalkan ini?" batinnya kesal.

"Hey, kau!" bentak William. "Cepat minta maaf!"

Freya menyilangkan tangan di depan dada. "Tidak mau."

"Kau—"

"Ada apa ini?"

Freya menoleh cepat, lalu menunduk hormat. "Tuan!"

Steven berdiri sisi Freya, menatap tajam keduanya.

"Wah, kau di sini rupanya. Aku kira, kau tidak berani datang, Kak." William tersenyum miring.

"Aku bukan kakakmu," jawab Steven datar.

Freya membelalak, menatap keduanya bergantian. "Jadi... William adik tiri tuan Steven?" batin Freya menjerit, benar-benar tidak menyangka.

"Ayo, Boy. Kita pergi," ujar Steven singkat sambil menarik tangan Freya. Namun, baru beberapa langkah, suara William kembali terdengar.

"Yo... sekarang kau ganti pasangan, ya? Tidak lagi dengan asisten mu?"

Langkah Steven berhenti. Ia melirik Freya sekilas, bayangan Boy tertidur di dadanya kembali muncul di benaknya.

Ia segera melepaskan tangan Freya dan berdehem pelan. "Jaga ucapanmu," ucapnya dingin, menatap William tajam. "Itupun, kalau kau masih sayang nyawamu." Lalu, ia kembali menoleh pada Freya.

"Ayo!"

William tersenyum puas, melihat reaksi Steven. Sementara, Grace sejak tadi tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Steven.

"Ternyata... dia kakak tirinya William," batinnya, menggigit bibir bawahnya. "Lebih tampan dan sangat berwibawa. Dan, jelas... jauh lebih kaya."

Bibir Grace melengkung tipis. "Aku harus mendapatkannya."

...****************...

Makan malam berjalan lancar. Tidak ada yang mencurigakan, terutama pada makanan yang di sajikan.

Namun, di sudut ruangan, Freya mengerucutkan bibirnya, menahan perutnya yang sejak tadi berbunyi pelan. Ia melirik Miko yang berdiri tegak tidak jauh darinya, pandangan pria itu tidak pernah lepas dari Steven.

"Dia kuat sekali. Padahal, dia juga belum makan," gerutunya dalam hati.

"Aku sudah selesai," ujar Steven akhirnya, berdiri dari kursinya. "Terima kasih atas makan malamnya. Kalau begitu, aku pamit."

"Tunggu dulu, Steve." Denis ikut bangkit, menahannya. "Kita sudah lama tidak mengobrol. Bagaimana kalau kau menginap malam ini?"

"Itu benar," sambung Rena cepat. "Kami sudah menyiapkan kamar untukmu."

"Kamar untukku?" ulang Steven dingin.

"E-em... maksud kami, kami sudah membersihkan kamarmu," koreksi Rena gugup.

Steven tersenyum sinis. Ia kembali duduk perlahan, menatap mereka satu per satu. "Katakan saja," ucapnya pelan namun tajam. "Sebenarnya, untuk apa kalian mengundangku ke sini?"

"Hey!" William berdiri dari kursinya. "Begitukah caramu bicara pada orang tua?"

Steven meliriknya singkat. "Orang tua?" Ia menyandarkan dagu di punggung tangannya. "Katakan padaku, bagaimana seharusnya aku bersikap pada orang yang menyakiti ibuku, berselingkuh di belakangnya... " Tatapan Steven bergeser pada William. "... bahkan sampai mempunyai anak dari wanita lain."

"Kau—"

“Sudah!” potong Denis cepat, membuat William terdiam.

"Papa tahu, papa bersalah, Steve," lanjut Denis berat. "Tapi bagaimanapun juga, papa tetap ayah kandungmu."

"Bagiku, ayahku sudah lama mati," jawab Steven datar.

BRAKH!

William menghantam meja keras, berdiri sambil menunjuk Steven dengan tajam. "Beraninya kau berkata seperti itu!"

Freya refleks melangkah maju namun, Miko menahannya.

"Jangan sekarang," bisiknya. "Tunggu perintah dari Tuan Steven."

"Tapi—"

Miko menggeleng pelan, membuat Freya menghela napas kasar, menahan diri.

Steven tertawa pelan. "Lalu, kau ingin aku berbicara seperti apa, hah?"

"Kau—"

"Cukup, William!" bentak Denis.

"Tapi, Pa—"

Rena cepat memberi isyarat agar William diam.

"Lebih baik kau beristirahat dulu," ujar Denis menahan emosi. "Nanti kita bicara lagi."

Steven berdiri. Tanpa menoleh, ia melangkah pergi dengan Freya dan Miko, yang langsung mengikutinya dari belakang, meninggalkan ruang makan yang masih dipenuhi udara panas dan dendam lama yang belum pernah padam.

"Pa, kenapa kau diam saja?" Protes William, tidak terima.

"Kita harus menahan diri, Will. Bagaimanapun juga, sekarang dia berada di atas kita. Tunggu ada kesempatan, kita buat dia bertekuk lutut di hadapan kita," seringai Denis.

***

Steven terdiam beberapa saat di depan pintu kamar. Tatapannya tertuju lama pada permukaan kayu itu, seolah sedang berhadapan dengan masa lalu yang enggan ia sentuh.

Ia menghela napas panjang lalu, membuka pintu dan masuk.

Freya, yang sejak tadi berdiri di belakangnya, hendak menyusul. Namun, langkahnya tertahan saat Miko menarik kerah bajunya

"Hei, mau ke mana kau?" sentak nya pelan.

"Ke mana lagi? Tentu saja masuk," jawab Freya spontan.

"Ck. Kamar kita di sebelah sana." Miko menarik Freya tanpa peduli protesnya.

"A-apa? Kita? Hei!"

Di dalam kamar, Steven berdiri mematung. Matanya menelusuri setiap sudut ruangan.

Kamar ini... kamar yang dulu pernah menjadi miliknya. Namun, sejak perceraian orang tuanya, tempat ini bukan lagi rumah baginya.

Steven tersenyum hambar. "Tempatnya memang sama, kenangannya juga masih ada," gumamnya lirih. Lalu, sorot matanya berubah dingin. "Tapi sekarang, tempat ini terasa asing."

Ia menyalakan aromaterapi di meja kecil, lalu duduk bersandar di tepi ranjang. Matanya terpejam, mencoba menenangkan dada yang masih sesak oleh amarah lama.

Di sisi lain, Freya terus menggerutu begitu tahu ia harus sekamar dengan Miko. Bahkan, belum genap satu menit mereka masuk, pria itu sudah menguasai tempat tidur dan mendengkur keras.

"Ck, kalau begini caranya, aku tidak bisa tidur," keluh Freya. Ia melirik Miko dengan kesal. "Tapi... dia hebat juga. Tidak makan malam, tapi tidurnya seperti orang pingsan."

Freya menghela napas panjang. "Haish... lebih baik aku cari udara segar." Ia bangkit, keluar dari kamar, lalu menyusuri lorong hingga berhenti di balkon.

Freya memejamkan mata sejenak, saat angin malam menyapa wajahnya.

"Hah... dingin sekali malam ini," gumamnya. Ia membuka matanya , saat tiba-tiba ponselnya berdering.

"Risa?" Ia refleks menoleh ke kanan dan kiri sebelum menjawabnya. "Halo, Ris. Ada apa?"

"FREYA!!"

Freya langsung menjauhkan ponsel dari telinganya. "Ya ampun, kenapa teriak-teriak, hah?!"

"Maaf, maaf! Tapi, aku merindukanmu. Kau di mana, hah? Kenapa tiba-tiba menghilang? Kau tahu, ibumu sampai menemuiku dan menanyakan keberadaan mu!"

"Benarkah?" Freya menelan ludah. "Lalu, kau menjawab apa?"

"Apa lagi? Ya, bilang tidak tahu! Tapi sungguh, Freya... ibumu benar-benar menyeramkan. Caranya bertanya seperti menginterogasi penjahat kelas kakap. Detail, tajam, dan mengintimidasi!"

Freya tertawa kikuk. Ia bisa membayangkan ekspresi ibunya dengan sangat jelas.

"Jadi, sebenarnya kau di mana, Freya?" tanya Risa lebih pelan.

"A-aku... " Freya menggigit bibir. "Aku sedang menenangkan diri, Ris. Aku belum bisa mengatakannya sekarang."

"Baiklah, aku mengerti. Oh ya, Frey... Sepertinya aku sedang jatuh cinta," ucap Risa, tersipu.

"Hah? Benarkah? Dengan siapa?" tanya Freya antusias.

"Kami baru bertemu pagi tadi. Pria itu manis dan tampan."

"Wah, aku jadi penasaran," ucap Freya.

"Nanti kalau kita bertemu, aku ceritakan semuanya."

"AKU BILANG PERGI!!"

Suara teriakan Steven menggema, membuat Freya tersentak.

"Eh? Kenapa ada suara pria di sana?" tanya Risa curiga.

"O-oh, itu... mungkin tetanggaku sedang bertengkar. Sudah dulu ya, Ris. Aku mau melihatnya sebentar." Tanpa menunggu jawaban, Freya langsung memutus sambungan.

Jantungnya berdetak cepat. Ia menatap ke arah lorong gelap di dalam rumah. Dan, segera mendekat, melihat apa yang terjadi?

1
+21 🎂
dan pada akhirnya ada freya yang drama.. 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
seru
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣
+21 🎂
langsung tarik rambutnya steve!!! 🦖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Tidak untuk dipraktekkan anak kecil
total 3 replies
shabiru Al
waaaaaaahhhhh🤭🤭🤭
shabiru Al
ada apa dengan 'boy' kenapa begitu kecewa dtolak steven,, sudah ada rasakah?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Sakit jantung, di bentak2🥲
total 1 replies
shabiru Al
calon istrinya itu elo freyaaaa... makanya jangan asal kabur dcerna dulu napa tanya dulu calon nya siapa..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ketauan lh.... klo🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmm kpn mrk tau satu sm lain... sdgkn mokondo tu mkin gl
🇦 🇵 🇷 🇾👎: di buang
total 4 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk tau malu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Casual//Casual//Casual/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣dy blm tau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yak ny evelyn tau... gk sbr aq🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga tau
shabiru Al
kayaknya evelyn dah tau kalo boy itu freya,, secara singa betina lho evelyn itu...😄
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Feeling emak tiada tandingannya 😌
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn lama x ketauan ny kk... biar mt wil gila tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎: mmmm 🤣🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy yg rekam🤣🤣🤣🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!