Aera, seorang anak perempuan yang kehilangan ibunya karena meninggal. Setelah ibu tirinya datang, hidup Aera berubah total. Ayahnya yang dulunya sangat mencintainya, kini tidak peduli lagi. Aera merasa sendirian dan terkucil, seperti bawang yang terlupakan. Aera hanya ingin satu hal: mengembalikan kasih sayang ayahnya. Tapi, dia menemukan kebenaran yang mengerikan: ibu tirinya lah yang membunuh ibu kandungnya. Aera merasa marah dan sedih, tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Suatu hari, datanglah Leonar, seorang laki-laki muda. Dia ramah dan baik, serta peduli pada Aera. Aera merasa bahagia, tapi kebahagiaan itu tidak akan bertahan lama. Leonar membantu Aera untuk membongkar kasus meninggalnya ibu kandungnya, tapi mereka tidak tahu bahwa ibu tirinya akan melakukan apa saja untuk menyembunyikan kebenaran. Bagaimana Aera dan Leonar akan menghadapi bahaya yang mengancam mereka? Apakah mereka akan berhasil membongkar kebenaran dan mengembalikan kasih sayang ayah Aera? Ataukah mereka akan gagal, dan Aera akan tetap menjadi bawang yang terlupakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SellaAf., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa seseorang itu?
Bel masuk pun akhirnya berbunyi nyaring, memecah keramaian di halaman sekolah. Satu per satu siswa dan siswi pun bergegas memasuki kelas mereka masing-masing, meski bisik-bisik tentang geng ALAXTAR masih terdengar di sepanjang koridor.
Di dalam kelas 12 IPA 1
“Selamat pagi, anak-anak…” sapa Bu Erna sambil melangkah masuk dan meletakkan tasnya di atas meja guru.
“Pagi, Bu…” jawab seluruh murid hampir bersamaan.
Bu Erna tersenyum tipis, lalu menatap seluruh isi kelas. “Hari ini kita kedatangan murid baru,” ucapnya tenang.
Suasana kelas yang tadinya biasa saja langsung berubah riuh.
“Wahhh, siapa Bu? Cewek atau cowok?” celetuk seorang murid laki-laki yang duduk di bangku paling depan, membuat beberapa temannya tertawa.
Bu Erna menggeleng kecil sambil tersenyum. “Sabar dulu, jangan berisik.”
Pintu kelas kemudian terbuka perlahan.
Beberapa pasang mata langsung tertuju ke arah pintu, jantung para siswi seakan berdetak lebih cepat saat melihat sosok yang berdiri di ambang pintu.
“Masuklah,” ucap Bu Erna.
Dan detik berikutnya, kelas 12 IPA 1 seketika hening.
Mereka berlima yang berada di luar kelas pun akhirnya berjalan memasuki kelasnya.
“Baiklah, ini murid baru kita. kalian bisa berkenalan diri terlebih dahulu."
Mereka berlima pun tersenyum manis,
"Hallo semua... perkenalkan gue Leonar Andromedra Sky.”
“Gue Alex Lingga Mahesa,”
“Gue Wain Alvarez,
“Aku Zayyan Hyomin,”
“Dan gue Davin Praja Sadian. Yang paling ganteng di antara mereka berempat.” Ucap Davin yang diakhiri dengan candaan.
Leo yang mendengar ucapan dari sahabatnya itu langsung berdeham pelan.
“Khemmm… Kami Semua pindahan dari SMA Marpati, dan kita harap kalian tau siapa kita." Ucap Leo, memperkenalkan dirinya kepada teman barunya itu.
"Anjirrrr... jadi mereka murid baru?" Celetuk Siswi bername tag Lulu Lusiana.
"Gue kira mereka sengaja datang karena ada kunjungan. Eh tau nya malah jadi murid baru sekolah kita dong." Ucap siswi bername tag Putri Lestrai dengan senyum semringah.
"Mana masuk kelas kita lagi duhhh..." Sahut siswi bername tag Amora.
"Inget Deon! lo mau di banting sama Deon kalau lo selingkuh!" Timpal Sakira teman sebangku amora.
"Aishhh... lagian Deon nggak sekelas sama gue, jadi bebas dong kalau gue ngedeketin mereka." Balasnya.
"Ya deh, serah lo!" Ucap Sakira malas.
"Baik, kalian sudah tau kan namanya? Ada yang ditanyakan lagi? " Ucap bu erna kepada muridnya itu.
Semua murid menggelengkan kepalanya tetapi tidak dengan Aera.
"Buk, saya buk." tanya Aera sambil mengangkat sebelah tangannya.
"Yah mulai lagi!" Celetuk Sheina yang ada di sebelahnya.
"Siap-siap nahan ketawa, guys..." Teriak Sandi yang berada tidak jauh dari bangku Aera.
"Iya, Aera silakan mau nanya apa?"
"Kalau boleh tau, kalian orang mana, sih? Asli Jakarta?"
Mereka semua pun mengangguk kecuali Leo. Ia menatap lurus memperhatikan gadis tersebut apa yang akan gadis itu lakukan lagi setelah ini.
"Gue kira dari jawa."
"Emang kita mirip sama orang jawa?" Celetuk Zayyan, bertanya.
"Jawaban dari semua doa-doaku maksudnya, HAHAHA..." balas Aera dengan candaan kecil, membuat beberapa murid menahan tawa.
Bu Erna hanya bisa menggeleng pelan, sudah terbiasa dengan kelakuan Aera yang suka iseng.
"Baiklah, kalian semua silakan duduk di bangku kosong pojok sana yang sudah di siapkan."
"Baik bu, terimakasih..."
Mereka berlima berjalan menuju tempat duduknya masing-masing, tiba-tiba Alex tidak sengaja menyenggol buku milik seseorang yang ada di sebelahnya sampai buku tersebut terjatuh ke lantai.
Brukkk...
"So-sorry, nggak sengaja" Maaf Alex kepada seseorang tersebut sambil mengambil buku yang terjatuh ke bawah lantai.
Alex menunduk sebentar, tangannya masih memegang buku yang baru saja diambil dari lantai. Saat matanya bertemu dengan pemilik buku itu… detik itu seakan berhenti.
Deggg...
"Mata itu, seperti tidak asing. "Ucap Alex di dalam hatinya.