NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Keponakanku

Ibu Untuk Keponakanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Kata kunci masuk gc. Siapakah nama wanita yang membuat Toriq terobsesi?

Annisa seorang gadis yang sederhana berasal dari keluarga yang sederhana. Suatu hari Uanya Ibu Elly memintanya untuk pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya ke sebuah universitas swasta bergengsi di Jakarta. Namun siapa sangka kepindahannya ke Jakarta mengubah hidupnya. Seorang anak kecil berusia 2 tahun bernama Rafa saat pertama kali bertemu dengannya langsung memanggil Annisa dengan panggilan Mamah.

Rafa adalah seorang anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Entah mengapa saat pertama kali Rafa bertemu dengan Annisa, ia merasa Annisa adalah Mamahnya.

Ibu Delima karena tidak ingin berpisah dengan Rafa cucunya meminta Annisa menikah dengan putra sulungnya yang bernama Toriq yang tak lain adalah paman dari Rafa.
Akankah Annisa menerima pinangan dari Ibu Delima dan menikah dengan Toriq?
Toriq sangat terobsesi pada seorang janda muda yang dalam keadaan hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Makan Siang.

“Aa, apa nggak salah makan di sini?” tanya Annisa sambil melihat sekeliling café itu.

“Nggak, Nis. Kita makan siang di sini,” jawab Roland.

“Tapi pasti makanan di sini pasti mahal-mahal,” kata Annisa.

Annisa melihat bangunan café begitu mewah seperti restaurant mahal tapi suasananya terlihat nyaman.

Namun Annisa takut jika makanan di café itu mahal apalagi Roland adalah seorang mahasiswa, ia takut Roland harus menghabiskan uang sakunya untuk mentraktir Annisa di sini.

Roland tersenyum lalu membelai rambut Annisa dengan tangan kirinya.

“Annisa tidak usah khawatir, harga makanan di sini masih bisa masuk akal tidak terlalu murah dan juga tidak terlalu mahal. Annisa harus coba makanan di sini rasanya enak-enak,” kata Roland.

“Ayo, sekarang kita turun. Atau mau Aa bukakan dulu pintunya,” kata Roland sambil tersenyum dikulum.

“Nggak usah Annisa bisa buka pintu sendiri,” jawab Annisa lalu membuka pintu mobil.

Roland tersenyum sambil geleng-geleng kepala, lalu keluar dari mobil menyusul Annisa. Ketika mereka hendak berjalan menuju café terdengar suara adzan dzuhur berkumandang.

“Aa kita sholat dzuhur dulu,” ajak Annisa.

“Mau sholat dimana di musholah atau di masjid?” tanya Roland.

“Mesjidnya jauh nggak?” Annisa malah balik bertanya.

“Nggak dekat, di seberang sana,” jawab Roland menujuk ke jalan raya.

“Kalau dekat sholat di masjid saja, biar Aa bisa sholat berjamaah,” kata Annisa.

“Boleh, ayo,” sepeti biasa Roland merangkul bahu Annisa dan berjalan menuju ke masjid di seberang café.

Sesampainya di masjid mereka berpisah di batas suci. Roland menuju tempat wudhu laki-laki dan Annisa menuju ke tempat wudhu perempuan. Setelah selesai wudhu Annisa harus mencari mukenah milik masjid karena ia tidak membawa mukenah. Untung mejid tersebut menyediakan banyak mukenah dan semuanya masih bersih. Cepat-cepat Annisa memakai mukenah tersebut agar bisa ikut sholat berjamaah. Tak lama kemudian terdengar qomat yang menandakan sholat berjamaah akan dimulai.

Setelah selesai sholat Annisa melipat mukenah dan menyimpan kembali ke tempatnya barulah Annisa keluar dari masjid. Annisa melihat Roland sudah menunggunya di depan masjid. Annisa menghampiri Roland.

“Ayo kita makan,” kata Roland sambil menggandeng tangan Annisa keluar dari halaman masjid dan menyeberang jalan menuju ke café yang tadi mereka kunjungi. Roland menggandeng tangan Annisa masuk ke dalam café. Nampak café ramai oleh pengunjung yang sedang makan siang. Roland membawa Annisa menuju ke taman belakang café tersebut. Di sana masih ada meja yang kosong.

“Kita duduk di sini,” kata Roland yang langsung duduk di tempat itu.

Annisa duduk di hadapan Roland. Ia memperhatikan suasana di sekelilingnya. Nampak banyak pasangan muda mudi yang duduk di sana.

“Aa, kenapa duduk di sini nggak di dalam saja?” tanya Annisa.

“Nggak ah, di dalam sumpek banyak orang,” kata Roland.

“Tapi di sini banyak yang lagi pacaran,” bisik Annisa yang memajukan wajahnya agar terdengar oleh Roland.

Roland mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Benar juga apa yang dikatakan Annisa banyak pasangan yang sedang makan siang berdua, mereka nampak begitu mesra. Ada yang memakai baju kerja dan ada pula yang memakai baju santai seperti Roland dan Annisa. Bahkan ada pula pasangan yang usianya sudah tidak muda lagi, tapi mereka tidak kalah mesranya dengan yang masih muda.

“Udah biarkan saja, kitakan ke sini mau makan. Bukan mau pacaran seperti mereka,” jawab Roland.

“Atau Annisa mau kita pacaran seperti mereka?” tanya Roland dengan senyum menggoda Annisa.

“Jangan ngaco deh,” seru Annisa.

“Makanya jangan ngelihatin sekeliling, cuekin aja,” kata Roland.

Tak lama kemudian seorang pelayan mendekati mereka dan memberikan buku menu.

“Mau makan apa? Disini ada makanan western, Indonesia dan Chinese,” tanya Roland sambil membuka buku menu.

Annisa memperhatikan menu satu persatu.

“Aa, kalau ini enak nggak?” Annisa menunjukkan sebuah gambar makanan ke Roland.

“Ifumie? Enak. Ifumie itu mie yang digoreng kering terus dibanjur tumisan sayur bercampur sea food. Ya, seperti mie kering dibanjur cap cay,” jawab Roland.

“Hmm… kelihatannya enak Annisa mau coba,” kata Annisa.

“Ifumie satu, ya,” kata Roland ke pelayan.

“Minumnya, Pak?” tanya pelayan.

“Nisa, mau minum apa?” tanya Roland ke Annisa.

“Ice lemon tea aja,” jawab Annisa.

“Ice lemon tea dua. Sama beef teriyaki satu dan nasi putih satu,” kata Roland ke pelayan.

Setelah mencatat pesanan pelayan itu pergi.

Setelah menunggu 15 menit, akhirnya pesanan mereka datang. Dan mereka makan dengan tenang.

“Bagaimana enak nggak makanannya?” tanya Roland melihat Annisa menikmati makanannya.

“Enak,” jawab Annisa.

“Mau coba beef teriyakinya nggak?” tanya Roland lalu menggeser piring beef teriyaki miliknya di dekatkan ke Annisa. Sajian beef teriyaki nampak menggoda Annisa jadi penasaran seperti apa rasanya.

“Boleh coba?” tanya Annisa.

“Boleh dong,” jawab Roland.

Annisa mengambil sesendok beef teriyaki lalu di taruh ke pinggir piring makannya. Lalu mencobanya seujung sendok.

“Bagaimana?” tanya Roland melihat ekpresi Annisa ketika memakan beef teriyaki miliknya.

“Enak,” jawab Annisa.

“Tapi lebih enak pakai nasi.” kata Annisa.

“Coba saja pakai nasi. Yang sebelah sini belum Aa sentuh,” Roland menunjuk sisi piring nasi yang belum ia makan.

“Nggak ah, nanti kekenyangan. Ini saja masih banyak,” Annisa menunjuk ke piring makannya yang penuh dengan Ifumie.

“Coba aja sesedok, biar nggak penasaran rasanya,” bujuk Roland.

Akhirnya mau nggak mau Annisa mengambil sesedok nasi dari piring Roland. Lalu di makannya bersama dengan beef teriyaki yang ia taruh di ujung pringnya.

Roland memperhatikan ekpresi Annisa ketika memakannya.

“Enak, Aa,” kata Annisa.

“Enak kan? Nanti kalau ke sini lagi, Annisa harus coba,” Kata Roland.

“Memang Annisa akan ke sini lagi?” tanya Annisa.

“Kapan-kapan Aa akan ajak Annisa ke sini. Nanti kalau Aa sudah kerja Aa akan mengajak Annisa keliling kita berburu kuliner,” jawab Roland.

“Memang Aa sudah mau lulus kuliah?” tanya Annisa sambil menyantap ifumienya.

“Semester depan Aa skripsi. Doain ya skripsi Aa lancar biar cepat lulus dan bisa langsung cari kerja,” kata Roland.

“Aamiin,” ucap Annisa.

“Kenapa Aa nggak kerja di perusahaan Ua Pardi?” tanya Annisa.

Annisa bingung mengapa Roland anak seorang pemilik perusahaan harus bersusah payah mencari pekerjaan.

“Nggak, nanti saja kalau sudah berhasil. Aa mau mencoba berjuang bersaing dengan fresh graduate lainnya sekalian mau mencari pengalaman bekerja. Agar kalau nanti Aa kerja di perusahaan Papah, Aa bisa bekerja dengan baik sesuai dengan Papah inginkan,” jawab Roland.

“Keren, itu baru calon businessman. Annisa doakan semoga usaha Aa berjalan lancar dan Aa bisa sukses,” kata Annisa sambil mengacungkan kedua jempolnya.

“Aamiin,” ucap Roland.

1
ayu cantik
seru
74 Jameela
bagus kak ceritanya
74 Jameela
bu delima jgn egois..bu elly jg enin nya rafa..biarkn rafa bs merasakn ksh syg dr smua keluarganya
Siti Nurbaidah
Luar biasa👍👍👌💕cerita ny mantap n seru
Siti Nurbaidah
mantap👍👍💕💖👌
Bunda Puput
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Cah Dangsambuh
aku mampir kak
Suminah Latara: lanjut thor
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍
Deche: Terima kasih.
total 1 replies
Sandisalbiah
prolog nya menarik
Sandisalbiah
luar biasa
Sandisalbiah: ❤❤❤❤❤
total 2 replies
Sandisalbiah
Hadeh.. si pak suami ini beneran gak mau jauh dr istri.. candu ya..??
Sandisalbiah
istrinya masih kinyis lho Toriq
Sandisalbiah
akhirnya sah.. SAMAWA buat Toriq dan Anissa...
Sandisalbiah
kirain ngilang kemana itu para pejantan.. gak taunya bobok bareng"
Sandisalbiah
OTW halal..
Sandisalbiah
sultan mah bebas.. apa² langsung bayar lunas gak perlu di DePe in...
Sandisalbiah
dr gelagat nya udah gak bener nih si bu Ika
Sandisalbiah
jodohnya abang dokter jd sakit gak perlu jauh² berobat.. dokternya langsung nyamperin
Sandisalbiah
merawat batita itu melelahkan
Sandisalbiah
,Anissa demam malarindu tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!